Pemanfaatan Data Digital Terrain Model dan Metode Topographic Wetness Index untuk Pembuatan Peta Rawan Banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Kenali Besar Kota Jambi

Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, Feb 2025

The aim of this research is to produce a map of flood-prone areas in the Kenali Besar watershed area by utilizing Digital Terrain Model (DTM) data using the Topographic Wetness Index method which is processed using Quantum GIS (QGIS) software. The results of this study revealed that 92.10% of the flood areas identified in this study were consistent with flood events that occurred in the field. Topographic Wetness Index analysis indicates that there are 347.0612 hectares (9.74% of the total area of the Kenali Besar watershed) that have the potential to experience flooding. This area is divided into three categories of vulnerability: 47.54 hectares with high vulnerability, 92.5 hectares with medium vulnerability, and 207.02 hectares with low vulnerability.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://ji.unbari.ac.id/index.php/ilmiah/article/download/5544/2502

Pemanfaatan Data Digital Terrain Model dan Metode Topographic Wetness Index untuk Pembuatan Peta Rawan Banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Kenali Besar Kota Jambi

Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi e-ISSN: 2549-4236, p-ISSN: 1411-8939 Lembaga Penellitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 25, No 1 (2025): Februari, 767-771 DOI: 10.33087/jiubj.v25i1.5544 Pemanfaatan Data Digital Terrain Model dan Metode Topographic Wetness Index untuk Pembuatan Peta Rawan Banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Kenali Besar Kota Jambi Laswanto*, Sunarti, Mohd Zuhdi Magister Ilmu Lingkungan, Universitas Jambi *Correspondence: Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan Peta Kawasan Rawan Banjir di wilayah DAS Kenali Besar dengan memanfaatkan data Digital Terrain Model (DTM) melalui metode Topographic Wetness Index yang diolah menggunakan perangkat lunak Quantum GIS (QGIS). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa 92,10% area banjir yang teridentifikasi dalam penelitian ini konsisten dengan peristiwa banjir yang terjadi di lapangan. Analisis Topographic Wetness Index mengindikasikan bahwa terdapat 347,0612 hektar (9,74% dari total luas DAS Kenali Besar) yang berpotensi mengalami banjir. Area ini terbagi menjadi tiga kategori kerawanan: 47,54 hektar dengan kerawanan tinggi, 92,5 hektar dengan kerawanan sedang, dan 207,02 hektar dengan kerawanan rendah. Kata Kunci: Banjir Sungai Kenali Besar, Topographic Wetness Index (TWI) , Digital Terrain Model (DTM) Abstract. The aim of this research is to produce a map of flood-prone areas in the Kenali Besar watershed area by utilizing Digital Terrain Model (DTM) data using the Topographic Wetness Index method which is processed using Quantum GIS (QGIS) software. The results of this study revealed that 92.10% of the flood areas identified in this study were consistent with flood events that occurred in the field. Topographic Wetness Index analysis indicates that there are 347.0612 hectares (9.74% of the total area of the Kenali Besar watershed) that have the potential to experience flooding. This area is divided into three categories of vulnerability: 47.54 hectares with high vulnerability, 92.5 hectares with medium vulnerability, and 207.02 hectares with low vulnerability. Keywords: Flooding of the Kenali Besar River, Topographic Wetness Index (TWI), Digital Terrain Model (DTM) yang ada di Kota Jambi khususnya di DAS Kenali Besar. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan dari hutan menjadi pemukiman dapat meningkatkan debit puncak dan volume air larian (run off). Oleh karena itu, perlu sekali adanya peta kawasan banjir terutama pada DAS Kenali Besar dalam rangka merencanakan mitigasi peta kawasan rawan banjir untuk perencanaan pengendalian banjir. Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat digunakan untuk menganalisis penyebaran spasial lokasi yang rentan terhadap banjir dengan menggunakan Topographic Wetness Index (TWI). TWI merupakan alat yang efektif untuk mengidentifikasi area yang berpotensi terkena dampak buruk dari genangan dan banjir, terutama ketika data detil lain tidak tersedia. Penelitian Nucifera & Putro (2017) menggunakan metode TWI untuk mendeteksi kerawanan banjir genangan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Penelitian Miardini & Saragih (2019) digunakan untuk menentukan daerah prioritas penanganan banjir di DAS Solo (Sub DAS Kali Madiun - Sub DAS Solo Hilir) PENDAHULUAN Peristiwa banjir sering terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) di berbagai wilayah, termasuk di Kota Jambi yang mengalami banjir di lima kecamatan dan 22 kelurahan pada tahun 2020. Banjir ini mengakibatkan sekitar 500 orang harus mengungsi dan menyebabkan kerugian materiil yang signifikan. Wilayah yang terkena dampak banjir berada di DAS Kenali Besar, salah satu dari tujuh DAS di Kota Jambi, dan merupakan yang terbesar. Menurut data dari Kementerian PUPR, banjir merupakan bencana yang paling banyak merusak infrastruktur di Provinsi Jambi antara tahun 2012 hingga 2019. BPBD Provinsi Jambi melaporkan bahwa banjir merendam empat kompleks perumahan, yaitu 362 rumah di Perumahan Kembar Lestari, 589 rumah di Perumahan Namura Indah, 82 rumah di Perumahan Arwana, dan 30 rumah di Perumahan Bougenville, semuanya terletak dalam DAS Kenali Besar. Kebutuhan lahan untuk menunjang kehidupan manusia terutama hunian menjadi salah satu penyebab perubahan tutupan lahan 767 Laswanto et al., Pemanfaatan Data Digital Terrain Model dan Metode Topographic Wetness Index untuk Pembuatan Peta Rawan Banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Kenali Besar Kota Jambi berdasarkan tingkat kerawanan banjir dengan TWI. Clayton (2017) juga menggunakan TWI dalam penelitiannya untuk membuat peta rawan banjir yang digunakan untuk perencanaan penempatan utilitas di Will & DuPage Counties, Illinois. Nilai TWI mencerminkan indeks kebasahan, di mana tingkat kebasahan yang tinggi disebabkan oleh tanah yang jenuh akibat akumulasi aliran, sehingga daerah dengan nilai TWI tinggi diasumsikan rentan terhadap banjir (Miardini & Saragih, 2019). Menurut Buchanan et al. (2014) dalam Miardini & Saragih (2019), TWI memiliki korelasi yang cukup baik dengan kelembaban tanah. Daerah dengan TWI tinggi menunjukkan kelembaban tanah yang lebih tinggi, yang dapat menyebabkan tanah menjadi jenuh dengan air. Saat hujan lebat terjadi, kemungkinan besar air tidak dapat diserap oleh tanah karena tingkat kelembaban yang sudah tinggi, sehingga meningkatkan risiko banjir (Budiharso & Momongan, 2023). Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan Peta Kawasan Rawan Banjir di wilayah DAS Kenali Besar dengan memanfaatkan data Digital Terrain Model (DTM) melalui metode Topographic Wetness Index yang diolah menggunakan perangkat lunak Quantum GIS (QGIS). METODE Cakupan wilayah penelitian ini yaitu pada kawasan DAS Kenali Besar yang berada di wilayah Kota Jambi. Penelitian dilakukan sejak Juni 2023 sampai dengan Juni 2024. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data skunder. Data primer adalah data hasil survey lapangan berupa data-data kejadian banjir yang diperoleh dari 38 lokasi pada DAS Kenali Besar. Untuk data sekunder berupa data DEMNAS, Digital Terrain Model (DTM), peta rupa bumi Indonesia, batas administrasi Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi, dan data tutupan lahan. Peralatan yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan penelitian ini adalah Laptop Dell Precision 7560 yang dilengkapi dengan perangkat lunak QGIS dan Microsoft Office, GPS Garmin 76 CSx, peralatan tulis, meteran sepanjang 5 meter, dan kamera digital/handphone untuk dokumentasi lapangan. Tahapan pengolahan data dalam penelitian ini, diantaranya: 1. Data DEMNAS digunakan untuk membuat batas DAS Kenali Besar, diolah menggunakan program QGIS. Pengolahan “Fill Sink” harus terlebih dahulu dilakukan untuk kemudian menggunakan toolbox yang "Channel Network and Drainage Basin". Batas DAS Kenali Besar yang diperoleh melalui tahapan ini (shape files) digunakan sebagai batas wilayah penelitian dan digunakan untuk “clipping” data DTM. 2. Menghitung Flow Accumulation. Flow accumulation diproses menggunakan toolbox "flow accumulation". Data yang digunakan adalah data DTM yang telah bebas dari sink, diperoleh da (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://ji.unbari.ac.id/index.php/ilmiah/article/download/5544/2502
Article home page: http://ji.unbari.ac.id/index.php/ilmiah/article/view/5544/2502

Laswanto Laswanto, Sunarti Sunarti, Mohd Zuhdi. Pemanfaatan Data Digital Terrain Model dan Metode Topographic Wetness Index untuk Pembuatan Peta Rawan Banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Kenali Besar Kota Jambi, Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 2025, pp. 767-771,