KUALITAS LAYANAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA IPA BERDASARKAN PERSPEKTIF MAHASISWA
Jurnal Citra Pendidikan
(JCP)
http://jurnalilmiahcitrabakti.ac.id/jil/index.p
hp/jcp/index
Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
ISSN 2775-1589
Hal.155-173
EVALUASI KUALITAS LAYANAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA IPA
BERDASARKAN PERSPEKTIF MAHASISWA
A. Mutmainnah Taslim1), Ayyub Yunus 2), Bahrul Alim 3)
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sulawesi Barat
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sulawesi Barat
Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Universitas Negeri Makassar
.id1), .id2), .id3)
Abstrak
Matematika IPA sebagai mata kuliah pendukung agar mahasiswa mampu
menggunakan matematika sebagai alat bantu dalam penguasaan materimateri IPA sangat membutuhkan penilaian dari mahasiswa sebagai
pengguna layanan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan
tujuan untuk mengetahui kualitas layanan pembelajaran Matematika IPA
dan untuk mengetahui dimensi dan layanan apa saja yang menjadi
prioritas dalam meningkatkan layanan pembelajaran Matematika IPA
kedepannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
pendekatan deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yaitu semua
mahasiswa semester 1 yang mempelajari mata kuliah Matematika IPA
salah satu perguruan tinggi di Sulawesi Barat.Teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah dokumentasi dan kuesioner. Instrumen yang
digunakan adalah kuesioner. Data yang diperoleh diolah menggunakan
metode Importance Performance Analysis. Hasil yang diperoleh dalam
penelitian ini adalah kualitas layanan pembelajaran Matematika IPA
secara keseluruhan sudah berkualitas karena rata-rata tingkat
kesesuaian layanan yang dialami dan layanan yang diharapkan mencapai
98,07%. Terdapat 5 dari 20 butir layanan yang menjadi prioritas utama
perbaikan yang tersebar pada empat dimensi yaitu dimensi keandalan,
daya tanggap, jaminan, dan bukti fisik.
Sejarah Artikel
Diterima:27-02-2025
Direview:13-03-2025
Disetujui:30-04-20257
Abstract
Mathematics for Science (Matematika IPA) as a supporting course
is essential for enabling students to utilize mathematics as a tool in
mastering scientific subjects. It requires evaluation from the
students as service users. Therefore, this study was conducted with
the aim of assessing the quality of the Mathematics for Science
learning services and identifying the dimensions and services that
should be prioritized to improve the quality of these services in the
future. This study is a quantitative research with a descriptive
approach. The sample consists of all first-semester students
enrolled in the Mathematics for Science course at a higher
education institution in West Sulawesi. Data collection techniques
used in this study include documentation and questionnaires. The
instrument used was a questionnaire. The collected data were
processed using the Importance-Performance Analysis method.
The results of this study indicate that the overall quality of the
Mathematics for Science learning services is considered good, as
the average alignment between the services experienced and the
expected services reached 98.07%. Among the 20 service items,
five were identified as the main priorities for improvement,
distributed across four dimensions: reliability, responsiveness,
assurance, and tangibles.
Article History
Received:27-02-2025
Reviewed:13-03-2025
Published:30-04-2025
DOI: https://doi.org/10.38048/jcp.v5i2.5423
Kata Kunci
kualitas
layanan,
pembelajaran
matematika
IPA,
importance performace
analysis
Key Words
Service
Quality,
Mathematics
for
Science Learning,
Importance
Performance
Analysis
Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 155
PENDAHULUAN
Perguruan tinggi merupakan satuan penyelenggara pendidikan tinggi sebagai tingkat
lanjut dari jenjang pendidikan menengah di jalur pendidikan formal. Hal ini sesuai dengan
UU No. 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa perguruan tinggi merupakan jenjang
pendidikan setelah pendidikan menengah mencakup program pendidikan diploma, sarjana,
magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Pendidikan
tinggi memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang kompeten dan berdaya saing
global. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan tinggi dalam UU No 12 Tahun 2012 tentang
pendidikan tinggi. Pada poin pertama disebutkan bahwa tujuan pendidikan tinggi yaitu untuk
mengembangkan potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten,
dan berbudaya untuk kepentingan bangsa. Pada poin kedua disebutkan bahwa tujuan
pendidikan tinggi yaitu menghasilkan lulusan yang menguasai cabang ilmu pengetahuan
dan atau teknologi untuk memenuhi kepentingan nasional dan peningkatan daya saing
bangsa.
Salah satu cabang ilmu yang penting untuk dikuasai karena sangat dibutuhkan yaitu
Matematika. Matematika merupakan ilmu dasar yang menjadi alat bantu dalam mempelajari
cabang ilmu lainnya karena hampir semua cabang ilmu menggunakan matematika dalam
mempelajari objek kajiannya (Khaesarani dan Hasibuan, 2021). Bahkan menurut Shadiq
sangat sulit untuk hidup zaman sekarang tanpa memanfaatkan penggunaan matematika
dalam kehidupan sehari-hari serta dalam berbagai cabang ilmu (Siagian, 2016).
Salah satu penggunaan Matematika yaitu dalam Ilmu Pendidikan Alam (IPA).
Berbagai cabang ilmu IPA seperti Fisika, Kimia, bahkan Biologi tidak terlepas dari
penggunaan Matematika. Oleh sebab itu dalam Program Studi Pendidikan IPA, mahasiswa
mempelajari mata kuliah Matematika IPA sebagai bekal dalam mempelajari cabang ilmu
IPA. Matematika IPA adalah salah satu mata kuliah pendukung agar mahasiswa mampu
menggunakan matematika sebagai alat bantu dalam penguasaan materi-materi IPA. Dalam
mata kuliah ini, mahasiswa dituntut untuk menguasai konsep dasar matematika dan
mengaplikasikan konsep tersebut dalam pembelajaran IPA. Oleh karena itu, layanan
pembelajaran yang diberikan pada mata kuliah ini harus mampu mendukung proses berpikir
kritis, kreatif, logis, analitis, dan abstrak.
Salah satu indikator penting dalam mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan tinggi yang
telah dijelaskan di atas adalah kualitas layanan pembelajaran yang diberikan oleh perguruan
tinggi kepada mahasiswa. Kualitas layanan pembelajaran tidak hanya mencakup
penyampaian materi oleh dosen, tetapi juga memuat aspek lain seperti ketersediaan sarana
dan prasaran serta interaksi antara dosen dan mahasiswa. Untuk melakukan perbaikan
Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 156
layanan, perlu dilakukan melalui perspektif pelanggan (Tesic, 2020). Dalam konteks
pembelajaran di perguruan tinggi, mahasiswa menjadi pelanggan utama yang secara
langsung merasakan kualitas layanan yang diberikan. Oleh karena itu, pendapat mahasiswa
menjadi sumber informasi yang sangat berharga untuk mengevaluasi dan memperbaiki
sistem pembelajaran yang ada. Selaras dengan Arsyad (2021) yang menyatakan bahwa
kualitas layanan dalam dunia pendidikan merupakan penilaian yang diberikan langsung oleh
pelanggan pendidikan. Informasi yang diperoleh nantinya akan beragam karena (...truncated)