APLIKASI PERSAMAAN DIFERENSIAL PADA MODEL PERTUMBUHAN POPULASI DENGAN PERTUMBUHAN TERBATAS
Rina, I., Husna, R. 2019. Aplikasi Persamaan Diferensial pada Model Pertumbuhan Populasi dengan Pertumbuhan
Terbatas. Sainstek : Jurnal Sains dan Teknologi. 11 (1) : 22 - 27
APLIKASI PERSAMAAN DIFERENSIAL PADA MODEL
PERTUMBUHAN POPULASI DENGAN PERTUMBUHAN
TERBATAS
Iswan Rina1*, Radhiatul Husna2
1
Universitas Dharma Andalas
2
Universitas Andalas
1
Jl. Sawahan No.103, Simpang Haru, Kec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat
2
Jalan Limau Manis, Kec. Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat
*Email:
ABSTRACT
Differential equations are one of the topics in mathematics that have many applications in
mathematical modeling, for example in population growth. Population growth is an important thing
that needs to be considered in order to be able to see the development of an area so that it can assist
the regional government in determining the policies taken for the progress of the region related to
the potential growth of the existing population. In this paper we will study population growth
models with limited growth. From this model, the population of a region can be predicted in the
coming year.
Keywords: Model, population growth, deferential equation.
PENDAHULUAN
Persamaan diferensial merupakan salah
satu bagian menarik dalam matematika yang
banyak digunakan pada percobaan matematika.
Dalam hal ini persamaan diferensial melibatkan
turunan yang dapat diinterprestasikan sebagai
laju perubahan. Salah satu contohnya adalah
laju perubahan populasi. Dari laju perubahan
populasi tersebut dapat dikontruksi suatu model
pertumbuhan populasi. Pertumbuhan populasi
merupakan salah satu faktor penting yang harus
diperhatikan
untuk
dapat
melihat
perkembangan suatu daerah sehingga dapat
membantu pemerintah daerah tersebut, dalam
mengambil kebijakan untuk kemajuan daerah.
Aplikasi persamaan diferensial ini telah
banyak digunakan dalam permasalahan
matematika terkait dengan pertumbuhan
populasi, misalnya (Tsoularis & Wallace, 2002)
membahas mengenai analisis dari model
pertumbuhan logistic. Selanjutnya (Law,
Murrell, & Dieckmann, 2003) mempelajari
tentang pertumbuhan populasi pada ruang dan
waktu dengan menggunakan persamaan logistik
spasial. Dalam makalah ini akan dipelajari
mengenai aplikasi persamaan diferensial pada
model
pertumbuhan
populasi
dengan
pertumbuhan terbatas. Dari model tersebut
dapat diprediksi jumlah populasi suatu daerah
di tahun-tahun yang akan datang dengan
mengambil contoh kasus pada populasi
penduduk provinsi Sumatra Barat.
Persamaan Diferensial
Berikut ini akan diberikan beberapa hal
terkait
dengan
persamaan
diferensial.
Persamaan diferensial adalah persamaan
matematika dalam suatu fungsi satu variabel
atau lebih yang menghubungkan nilai fungsi itu
sendiri dan turunannya dalan berbagai orde.
(Trench, 2013).
Dengan kata lain persamaan diferensial
memuat satu atau lebih suku yang melibatkan
turunan dari satu variable yaitu variable terikat ,
misalnya y terhadap variable-variabel lain
yakni variable bebas, misalnya x. Solusi dari
persamaan diferensial berupa fungsi yang
Sainstek : Jurnal Sains dan Teknologi. ISSN: 2085-8019 (p), 2580-278X (e)
Published by : AMSET IAIN Batusangkar and IAIN Batusangkar Press
22
Rina, I., Husna, R. 2019. Aplikasi Persamaan Diferensial pada Model Pertumbuhan Populasi dengan Pertumbuhan
Terbatas. Sainstek : Jurnal Sains dan Teknologi. 11 (1) : 22 - 27
memenuhi persamaan tersebut. Persamaan
diferensial banyak diaplikasikan dalam masalah
- masalah pada bidang fisika, kimia, biologi,
ekonomi, teknik dan ilmu-ilmu lainnya.
Orde dari suatu persamaan diferensial adalah
turunan tertinggi yang muncul dalam
persamaan tersebut.
π2 π¦
ππ¦
Sebagai contoh: ππ₯2 + 2 ππ₯ + π¦ = 0
,
merupakan persamaan diferensial berorde dua.
Derajat dari dari suatu persamaan diferensial
adalah pangkat dari orde persamaan diferensial
tersebut.
π2 π¦
π2 π¦
1. Variabel terikat y dan semua turunannya
merupakan persamaan diferensial berderajat
satu.
2. Masing-masing koofisien hanya bergantung
pada variabel bebas x.
3. Tidak mengandung bentuk perkalian antara
sebuah variabel terikat dengan variabel
terikat lainnya.
Sebagai contoh:
1). PDB linier orde satu:
(2π¦ β π₯)ππ₯ + π₯ππ¦ = 0
Contohnya: (ππ₯ 3 )3 β 5(ππ₯ 3 )3 + 2π₯π¦ = 6
,
merupakan persamaan diferensial biasa orde 3
berderajat 2.
2). PDB linier orde 3 yaitu:
Secara umum persamaan diferensial dibagi dua
yaitu:
1. Persamaan Diferensial Biasa (PDB) adalah
persamaan diferensial yang melibatkan
fungsi dari satu variabel dan beberapa
turunannya dimana persamaan tersebut
memuat masing-masing satu variabel
terikat dan bebas.
ππ¦
Contohnya: ππ₯ = 2π₯
b. Persamaan Diferensial non Linier adalah
persamaan diferensial adalah persamaan
diferensial
yang
bukan
persamaan
diferensial linier.
Sebagai contoh :
2. Persamaan Diferensial Parsial (PDP) adalah
persamaan diferensial yang melibatkan
fungsi dari dua variabel atau lebih dan
beberapa turunan parsialnya. Dalam hal ini
persamaan diferensial tersebut memuat satu
variabel terikat dari dua atau lebih variabel
bebasnya.
Contohnya persamaan gelombang:
2
π2 π¦
2π π’
=
π
.
2
ππ₯
ππ₯ 2
Berdasarkan
kelinierannya,
persamaan
diferensial dibagi menjadi:
a. Persamaan diferensial linier yaitu persamaan
diferensial yang dapat ditulis dalam bentuk
πππ¦
π πβ1 π¦
ππ¦
ππ (π₯) ππ₯ π + ππβ1 (π₯) ππ₯ πβ1 + β― + π1 (π₯) ππ₯ +
π0 (π₯)π¦ = π(π₯)
π3 π¦
ππ¦
π₯ 2 ππ₯3 β π₯ ππ₯ + 6π¦ = π 2π₯
ππ¦
1. (2 β π¦) ππ₯ + 2π¦ = π π₯ , PDB non linier orde 1.
π2 π¦
2. ππ₯ 2 + sin π¦ = 0 , PDB non linier orde 2.
(Giordano, Fox, & Horton, 2010).
Salah satu cara untuk menyelesaikan
suatu PDB orde 1 dapat dilakukan dengan
metode pemisahan variabel yaitu dengan
memisahkan variabelnya di dua ruas yang
berbeda kemudian di integralkan kedua ruanya
sehingga diperoleh solusinya. Metode ini dapat
digunakan untuk persamaan diferensial dalam
bentuk sebagai berikut:
ππ¦
= π(π¦)π(π₯) ,
ππ₯
dimana f suatu fungsi dari y saja dan g hanya
meupakan fugsi dari π₯ .
Selanjutnya dinyatakan sebagai
1
ππ¦ = π(π₯)ππ₯ ,
π(π¦)
Dari persamaan tersebut dapat dilihat
karakteristik persamaan diferensial linier yaitu:
Sainstek : Jurnal Sains dan Teknologi. ISSN: 2085-8019 (p), 2580-278X (e)
Published by : AMSET IAIN Batusangkar and IAIN Batusangkar Press
23
Rina, I., Husna, R. 2019. Aplikasi Persamaan Diferensial pada Model Pertumbuhan Populasi dengan Pertumbuhan
Terbatas. Sainstek : Jurnal Sains dan Teknologi. 11 (1) : 22 - 27
sehingga dapat diintegralkan kedua ruasnya
untuk mendapatkan solusinya berupa
π¦=
π(π₯).
METODE PENELITIAN
Langkah-langkah yang dilakukan dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1) Memberikan
penjelasan
mengenai
persamaan diferensial
2) Mengambil data sensus penduduk sumbar
sebagai studi kasus
3) Mengidentifikasi masalah
4) Membuat asumsi dan mengkonstruksi model
5) Mencari solusi model dan menjelaskan
interpretasi model
6) Melaukukan verifikasi model
7) Melakukan perbaikan model
HASIL DAN PEMBAHASAAN
Berikut ini akan dibahas aplikasi
persamaan differensial pada pertumbuhan
populasi penduduk, sehingga diperoleh suatu
model
pertumbuhan
populasi
dengan
pertumb (...truncated)