Konsep dan aplikasi konseling olahraga bagi atlet; peluang dan tantangan
Jurnal EDUCATIO
p-ISSN 2476-9886
e-ISSN 2477-0302
Jurnal Pendidikan Indonesia
Volume 5 Nomor 1, 2019, Hlm 40-45
Akses Online
http://jurnal.iicet.org
Dipublikasikan oleh :
Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Info Artikel:
Diterima: 06/07/2019
Direvisi: 06/10/2019
Dipublikasikan: 06/30/2019
Konsep dan aplikasi konseling olahraga bagi atlet; peluang dan
tantangan
Tjung Hauw Sin
Universitas Negeri Padang
Abstract
The development of the world is now complex, problems are diverse, including in sports settings. The problem
of athletes is more complex, not a few athletes who do not compete because of low self-management, unstable
emotional control and even motivation and performance that are not optimal. Not to mention the condition of
the relationship between athletes and athletes, athletes with coaches and even family problems that are Carrie
away and affect psychological conditions during sparring in the field. The condition requires the existence of a
special psychological companion for athletes, this condition makes the background of the need for sports
counseling, a sports counselor can accompany the need for special personnel skilled and mastering the
psychological concepts of athletes. This has become a new alternative for counselors in performing. Script will
present the background of the need for sports counseling services, athlete’s problems, direction of sports
counseling services and opportunities and challenges.
Keyword: sports counseling, personal growth, an athlete's problem
This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution License, which permits unrestricted use,
distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. ©2019 by author.
PENDAHULUAN
Perkembangan dunia saat ini semakin kompleks (Jonasson, 2019; Schneider & Gonsalves, 2019)
permasalahan pun kian beragam termasuk dalam setting olahraga (Fyall & Metzler, 2019; Weststar, 2019).
Masalah para atlet kian komplek, tidak sedikit atlet yang gagal tanding karena pengelolaan diri yang rendah,
kecemasan stress, gangguan kendali emosi yang tidak stabil dan bahkan motivasi dan kinerja yang belum
optimal (V. M. Smith, Powell, Mungeam, & Emmons, 2019). Belum lagi kondisi hubungan interpersonal antar
atlet dengan atlet, atlet dengan pelatih dan bahkan permasalahan keluarga yang terbawa dan mempengaruhi
kondisi psikologis saat tanding di lapangan (Carlsson, Jonasson, & Jonsson, 2019; Fyall & Metzler, 2019;
Melone, 2019).
Kondisi psikologis mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Ini berarti, atlet dengan kondisi
psikologis yang baik akan lebih menampilkan performance yang maksimal dalam bertanding (Hammer, et al.,
2019; Ozgul, Atan, & Kangalgil, 2019). Namun yang terjadi di lapangan, kondisi psikologis atlet tidak menjadi
perhatian khusus bagi atlet itu sendiri bahkan oleh pelatih (Fahmi), yang dikedepankan adalah prestasi-prestasi
yang harus dicapai yangditunjang dengan latihan yang harus dilakukan terus-menerus.
40
Tjung Hauw Sin
41
Sehingga tidak disadari bahwa harapan terhadap kemenangan yang terlalu besar dapat menjadi penyebab
kecemasan yang berpengaruh terhadap kondisi atlet saat bertanding (Andri, 2011; Rojas-Mendez, Davies,
Jamsawang, Sandoval Duque, & Pipoli,2019).
Kondisi ini mengharuskan adanya pendamping psikologis khusus bagi atlet, kondisi ini menjadikan latar
belakang perlunya konseling olahraga, perlunya tenaga khusus berkeahlian dan menguasi konsep psikologis
atlet yang salah satunya dapat didampingi oleh konselor olahraga. Hal ini menjadi alternatif lahan baru bagi para
konselor dalam berkinerja.
PEMBAHASAN
Permasalahan Atlet
Prestasi merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh para atlet dalam mencapai prestasi tersebut banyak hal
yang harus dipersiapkan, salah satunya dan yang terpenting adalah kondisi psikologis yang baik (Gibson, 2019;
Yulianto & Nashori, 2006). Keadaan psikologi yang sedang tidak baik dapat berpengaruh pada kondisi fisik
(Jonsson, 2019; Kerr, 2019; Svensson & Sorlin, 2019).Emosi memiliki peranan penting dalam kehidupan
(Krieger, Pieper, & Ritchie, 2019). Beberapa gejala emosi seperti rasa takut, cemas, banyaknya harapan, dan
rasa senang mengikuti pertandingan dapat berpengaruh terhadap kondisi fisik atlet. Berbagai gejala emosi yang
muncul tersebut membuat atlet menjadi tegang, sehingga bila ia terjun ke dalam pertandingan maka dapat
dipastikan penampilannya tidak akan optimal (Schneider & Gonsalves, 2019; Setiawan,2011).
Banyaknya tuntutan dan prestasi yang harus dicapai telah menyebabkan tidak sedikit atlet yang mengalami
stress dalam menghadapi pertandingan. Stress menyebabkan atlet bereaksi secara negatif baik dalam psikis
maupun kondisi fisik yang dibuat semakin menurun, sehingga atlet tidak menampilkan permainan terbaiknya
(Demola, et al., 2019; El-Gazar).Hubungan antara atlet sesama atlet dan atlet dengan pelatih juga menjadi
permasalahan yang kerap muncul Masalah yang sering muncul yaitu kurang baiknya komunikasi, baik itu antar
atlet maupun atlet dengan pelatih sehingga timbullah salah pengertian yang menyebabkan munculnya beberapa
perasaan dan pikiraan negatif, seperti, merasa tidak diperlakukan dengan adil, tidak terbuka, ingin menang
sendiri (Cronin, Whitehead, Webster, & Huntley, 2019).
Sebagai atlet professional terdapat berbagai tuntutan yang harus di penuhi oleh atlet tersebut. Banyaknya
tuntuntan menjadikan atlet mengalami stress. Stress merupakan gejala keseimbangan diri untuk dapat
berpartisipasi terhadap adanya perubahan baik dari luar maupun dalam diri sendiri. Menurut Feldman stress
adalah suatu proses yang menilai suatu peristiwa sebagai sesuatu yang mengancam, menantang ataupun
membahayakan dan inidivdu merespon perisitwa itu pada level fisiologis, emosional, kognitif, dan perilaku
(Yulianto & Nashori, 2006).
Kondisi penuh tekanan dapat datang dari berbagai sumber baik dari dalam maupun luar lapangan, sumber
tersebut seperti aspek fisiologis, waktu, tuntutan social maupun akademis.Stress yang dialami atlet secara tidak
langsung akan mempengaruhi performa atlet ketika latihan maupun saat bertanding. Menurut Adler
menunjukkan bahwa stress membuat seseorang rentan terhadap system kekebalan tubuh sehingga membuat
seseorang rentan terhadap penyakit umum dan meningkatkan resiko berkembangnya penyakit kronis. Hal ini
akan mengakibatkan menurunnya prestasi atlet. Atlet akan mengalami kelelahan fisik maupun psikis, dan juga
memberikan pandangan buruk terhadap kompetensi atlet itu sendiri (Schneider & Gonsalves, 2019).
Permasalahan kecemasan yang dialami oleh bermacam-macam seperti permasalahan yang ditimbulkan dari
factor eksternal yaitu permasalahan yang berasal dari luar diri atlit, misalnya adanya lawan, wasit, penonton dan
lingkungan. Adapun permasalahan yang timbul karena factor internal, yaitu permasalahan yang berasal dari
dalam diri atlit itu sendiri misalnya permasalahan emosi, motivasi, intelegensi, kecemasan yang tinggi, stress
yang ber (...truncated)