Hubungan antara Mindful Parenting dengan Gaya Pengasuhan pada Ibu yang Memiliki Anak Usia 3-6 Tahun
Jurnal Psikogenesis, Volume 6, No.2, Desember 2018
Hubungan antara Mindful Parenting dengan Gaya
Pengasuhan pada Ibu yang Memiliki Anak Usia 3-6
Tahun
Correlation between Mindful Parenting and Mother’s
Parenting Style of 3-6 Years Old Children
Widya Saraswati1, Zulfa Febriani2
1
Fakultas Psikologi Universitas YARSI, Jl. Let. Jend. Soeprapto, Jakarta, 10510
Email:
KATA KUNCI
KEYWORDS
ABSTRAK
ABSTRACT
Mindful Parenting, Pola Asuh, Ibu, Anak Usia 3-6
Mindful Parenting, Mother’s Parenting Styles, early childhood (3-6 years
old children)
Anak usia dini (3-6 tahun) berada dalam tahap mengembangkan inisiatif sehingga
umumnya tampil dengan penuh energi dan eksplorasi. Hal ini dapat menguras energi
emosional ibu sebagai pengasuh utama. Untuk itu, ibu perlu terampil mengelola
kondisi emosional dengan tetap merespon anak secara baik dan memerhatikan
kebutuhan anak untuk memahami konsteks sosial. Mindfulness dalam pengasuhan
(mindful parenting) menerapkan kesadaran penuh dalam konteks pengasuhan yang
sedang berlangsung antara ibu dengan anak, sehingga memfasilitasi ibu untuk sabar,
menerima, sekaligus memanfaatkan moment yang ada untuk membangun interaksi
sehingga dianggap dapat membangun gaya pengasuhan yang positif. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara mindful parenting dengan
pola asuh pada ibu yang memiliki anak usia 3-6 tahun. Partisipan dalam penelitian ini
berjumlah 101 ibu yang dipilih secara incidental di daerah DKI Jakarta. Penelitian ini
menggunakan alat ukur Mindfulness in Parenting Questionnaire (MIPQ) dan The
Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ). Data diolah dengan
korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menyatakan bahwa, terdapat
hubungan positif yang siginifikan antara mindful parenting dengan tipe pola asuh
authoritative (r = 0,608 ; p = 0,000 < 0,05), dan hubungan negative yang signifikan
dengan pola asuh authoritarian (r = -0,278 ; p = 0,005 < 0,05). Sementara, tidak
terdapat hubungan yang signifikan antara mindful parenting dengan tipe pola asuh
permissive (r = -0,171; p= 0,087 > 0, 05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin
seorang ibu memiliki karakter atau kemampuan pengasuhan yang berkesadaran maka
akan semakin memiliki pola asuh yang autorithative. Kesimpulan penelitian perlu
mempertimbangkan kondisi sampel yang kurang beragam secara sosiodemografis.
Early childhood (3-6 years) are in the stage of developing initiatives so that they are
generally full of energy and exploration. This can drain the emotional energy of the
mother as the primary caregiver. For this reason, mothers should be able in
managing emotional conditions while responding adequately to children and paying
attention to their needs of understanding the social context. Mindfulness in parenting
(mindful parenting) applies full awareness in the context of ongoing interaction
between mother and child, thereby facilitating the mother to be patient, accepting,
while taking ongoing moment to build positive interaction with the children. Mindful
parenting enables mothers to build a positive parenting style. The research aimed to
know whether significant relationship between mindful parenting and parenting style
in mothers of 3-6 years old children. The participants were 101 mothers spread out
across Jakarta. The data was collected by Mindfulness in Parenting Questionnaire
(MIPO) and The Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ). Data was
analysed by Pearson’s Product Moment. According to the study, there were
significant positive correlation between mindful parenting with authoritative
parenting style (r = 0,608; p = 0,000 < 0, 05), significant negative relation with
authoritarian parenting style (r = -0,278; p = 0,005 < 0, 05), but no significant
relationship with permissive parenting style (r = -0,171; p= 0,087 > 0, 05). In
214
Jurnal Psikogenesis, Volume 6, No.2, Desember 2018
conclusion, the more the mother interacts with the child in full awareness, the higher
the mother able to practice authoritative parenting style. The result should be
generalized with caution based on sample socio-demographic differences.
PENDAHULUAN
Anak usia dini mengalami masa
perkembangan otak anak pada fase
optimal untuk mempersiapkan anak
memperoleh
keterampilan
dan
pembelajaran di usia sekolah sampai
kehidupan dewasa nanti (Black, Walker,
Fernald, Andersen, Digirolama, Lu, dkk.
2016). Pada masa usia dini ini pula
menurut Erikson (dalam Santrock, 2015)
anak mengembangkan inisiatif untuk
mengeksplorasi dunianya, mencontoh
orang-orang terdekatnya, menjadi tahu
sebab dan akibat serta tata aturan di
sekitarnya, mengembangkan kemampuan
mengatur dirinya serta keterampilan
kesiapan dalam bersekolah (seperti
mentaati peraturan, mengidentifikasi
huruf, dan lain sebagainya). Anak
memiliki energi yang besar sehingga
mampu mengeksplorasi area baru bahkan
berbahaya
sekalipun
untuk
mengembangkan inisiatif mereka.
Karakter perkembangan anak usia
dini tersebut memberikan tantangan
tersendiri khususnya bagi ibu yang
biasanya merupakan pengasuh utama.
mengatakan bahwa perilaku anak dan
aktivitas pengasuhan sehari-hari terutama
ketika anak berusia dini dapat
mengakibatkan kelelahan dan menguras
energi psikis. Ketika seorang ibu
mengalami kondisi emosional seperti ini,
ia dapat menjadi kurang peka dan
reflektif terhadap perilaku anak bahkan
bereaksi secara emosional sehingga tidak
menyadari reaksinya memaksa anak
untuk tetap berada dalam kontrol. Ia pun
dapat menerapkan gaya pengasuhan yang
negatif (William dan Wahler, 2010).
Padahal salah satu faktor yang penting
dalam tumbuh kembang anak usia dini
adalah nurturing care, yaitu pengasuhan
yang responsif, mendukung secara
emosional, dan sesuai dengan kebutuhan
perkembangan anak (Black & Aboud,
dalam Black, Walker, dkk. 2016).
Kondisi pengasuhan nurturing care
sebagaimana yang dinyatakan oleh
Baumrind (dalam Sigelman & Rider
2002) bahwa orang tua atau pengasuh
utama perlu memiliki responsivitas dan
memberikan tuntutan yang seimbang
terhadap anak-anaknya agar dapat
berkembang menjadi pribadi yang utuh
sekaligus juga menyesuaikan diri dalam
tatanan masyarakat. Responsivitas atau
disebut juga acceptance ditunjukkan oleh
orang tua yang merespon dengan tepat
interaksi
dan
kebutuhan
anak,
memberikan dukungan dan kehangatan
terhadap anak. Sementara tuntutan yang
seimbang
merupakan
dimensi
demandingeness yang ditunjukkan oleh
orang tua atau pengasuh utama, seperti
membatasi tingkah laku anak, membuat
aturan agar anak mematuhi, sekaligus
dapat bersikap tegas.
Baumrind (dalam Santrock, 2015)
mengatakan bahwa bagaimana orangtua
atau pengasuh utama mengkombinasikan
responsivitas dengan demandingness
akan menghasilkan salah satu dari ketiga
tipe pola asuh. Pola asuh yang pertama
adalah authoritative. Pola asuh yang
kedua adalah authoritarian dan pola asuh
yang ketiga adalah permissive. Baumrind
(dalam Robinson, Mandleco, Olsen, &
Hart, 2001) menjelaskan bahwa pada tipe
pola asuh authoritative, orangtua
memperhatikan
dan
menghargai
(...truncated)