Keunikan Gaya Lieder Franz Scubert

Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, Aug 2015

Franz Peter Schubert adalah seorang komponis terkenal kelahiran Vienna karena karya lagu seni (art song) berbahasa Jerman yaitu lieder. Pembawaan karya lieder-nya sering disalah interpretasikan selain karena masa hidupnya yang singkat dan berada pada era transisi Klasik menuju Romantik, juga karena minimnya informasi mengenai pembawaan lagu karyanya sendiri. Pendekatan historis dan musikologis digunakan untuk menemukan gaya pembawaan lieder berdasarkan semangat yang dibangun saat pengkomposisiannya. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa keunikan lieder Schubert merupakan hasil dari pengaruh komponis sebelumnya yaitu Beethoven, Mozart, dan Haydn. Kondisi ekonomi membuatnya dekat dengan lingkaran temannya dan mengembangkan gaya yang intim dalam karya lagunya. Gayanya tercermin dalam penggunaan melodi yang bergaya folksong yang sederhana, perpaduan yang seimbang antara piano dan vocal, serta beberapa ciri pemilihan sukat yang variatif, tempo yang cenderung sedang, penggunaan caesura, modulasi, dan harmonisasi serta pola ritmis iringan yang menyesuaikan dengan gambaran puisinya. Berdasarkan ciri khas tersebut ia lebih tepat disebut sebagai komponis Era Klasik daripada anggapan yang beredar luas sebagai komponis Era Romantik. The Unique Style of Franz Schubert’s Lieder. Franz Peter Schubert, one of the well-known Vienna’s composer, is recognized by his greatest number and melodious Germany art songs called lieder. His short life-span (from 1797 until 1828) was expanded in the transition era from Classic to Romantic and by then his lieder is frequently being misinterpreted by the reason of the transition of that musical era and because of the lack of performance information from him. Based on historical and musicological approach, this research tried to figure out the former style of Schubertlieder. The characteristic of Schubert’s lieder is the result of many influences from the well-known composer such as Beethoven, Mozart and Haydn. The economic situation made him closed to his circle of friend and formed his intimate style of composing. He used the simple melodious folksong style, perfect balance between piano and voice, the medium tempo and various meter, caesura, modulation,simple harmonization and particular rhythmical pattern to build his lieder style. His composition is actually closer to Classical style than the Romantic one and he is more precisely known as the Classical composer.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://journal.isi.ac.id/index.php/resital/article/download/1508/341

Keunikan Gaya Lieder Franz Scubert

Vol. 16 No. 2, Agustus 2015: 84-94 Keunikan Gaya Lieder Franz Scubert A. Gathut Bintarto1 Jurusan Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta ABSTRAK Franz Peter Schubert adalah seorang komponis terkenal kelahiran Vienna karena karya lagu seni (art song) berbahasa Jerman yaitu lieder. Pembawaan karya lieder-nya sering disalah interpretasikan selain karena masa hidupnya yang singkat dan berada pada era transisi Klasik menuju Romantik, juga karena minimnya informasi mengenai pembawaan lagu karyanya sendiri. Pendekatan historis dan musikologis digunakan untuk menemukan gaya pembawaan lieder berdasarkan semangat yang dibangun saat pengkomposisiannya. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa keunikan lieder Schubert merupakan hasil dari pengaruh komponis sebelumnya yaitu Beethoven, Mozart, dan Haydn. Kondisi ekonomi membuatnya dekat dengan lingkaran temannya dan mengembangkan gaya yang intim dalam karya lagunya. Gayanya tercermin dalam penggunaan melodi yang bergaya folksong yang sederhana, perpaduan yang seimbang antara piano dan vocal, serta beberapa ciri pemilihan sukat yang variatif, tempo yang cenderung sedang, penggunaan caesura, modulasi, dan harmonisasi serta pola ritmis iringan yang menyesuaikan dengan gambaran puisinya. Berdasarkan ciri khas tersebut ia lebih tepat disebut sebagai komponis Era Klasik daripada anggapan yang beredar luas sebagai komponis Era Romantik. Kata kunci: lieder, keunikan gaya, Schubert ABSTRACT The Unique Style of Franz Schubert’s Lieder. Franz Peter Schubert, one of the well-known Vienna’s composer, is recognized by his greatest number and melodious Germany art songs called lieder. His short life-span (from 1797 until 1828) was expanded in the transition era from Classic to Romantic and by then his lieder is frequently being misinterpreted by the reason of the transition of that musical era and because of the lack of performance information from him. Based on historical and musicological approach, this research tried to figure out the former style of Schubertlieder. The characteristic of Schubert’s lieder is the result of many influences from the well-known composer such as Beethoven, Mozart and Haydn. The economic situation made him closed to his circle of friend and formed his intimate style of composing. He used the simple melodious folksong style, perfect balance between piano and voice, the medium tempo and various meter, caesura, modulation,simple harmonization and particular rhythmical pattern to build his lieder style. His composition is actually closer to Classical style than the Romantic one and he is more precisely known as the Classical composer. Keywords: lieder, style, Schubert Pendahuluan Sepanjang sejarah, menyanyi telah menjadi kegiatan yang paling umum dikenal dalam produksi musik. Keunikan kemampuan suara untuk memadukan suatu kata dengan suatu nada menjadi 1 84 sebuah alasan bahwa penggunaan puisi dalam nyanyian yang tak dapat dipisahkan satu sama lain pada berbagai budaya (Kamien, 1976:10). Bentuk penyajian musik yang menggunakan perpaduan antara lagu dan puisi ini dikenal dengan istilah art song atau lagu seni. Sejumlah lagu seni mempunyai Alamat korespondensi: Jurusan Seni Musik, ISI Yogyakarta, Jln. Parangtritis Km. 6,5 Sewon, Yogyakarta. E-mail: ; Tlp: 0274375380 Naskah diterima: 10 Mei 2015; Revisi akhir: 6 Juli 2015 Vol. 16 No. 2, Agustus 2015 istilah lain yang disesuaikan dengan wilayah geografis kemunculannya di Eropa sekitar abad ke-18 yang mengikuti penggunaan bahasa yang dipakai dalam syairnya seperti aria antiche (Italia), chanson (Perancis), art song (Inggris) dan lieder (Jerman). Stephen Varcoe (2000: 111), seorang penyanyi opera dan konser ternama dengan pengalaman menyanyikan karya-karya dari gaya Barok awal hingga kontemporer sekaligus sebagai pengajar dalam berbagai master class lagu seni terutama lieder, menggambarkan art song tersebut dalam 3 unsur yang menjadi ciri khasnya yaitu: (1) Lagu seni diciptakan dengan tujuan untuk diiringi dengan sebuah instrument papan tuts atau kibor, pada awalnya menggunakan sebuah harpsichord atau piano, namun belakangan dengan piano; (2) Puisi (atau kadang-kadang teks prosa) dipilih sebagai syair karena kecocokannya sebagai suatu lagu. Pemilihannya bergantung pula pada kemampuan komponis untuk mengenalinya dan mengekspresikan maknanya sesuai dengan karakter individualnya; (3) Penciptaannya mempertimbangkan pula maksud komponis, pemilihan puisi, dan cita rasanya musikal terhadap syair dan melodi. Dari penelusuran yang dilakukannya pada lagu seni Eropa ditemukan bahwa lagu seni (lieder) pada dasarnya adalah penemuan orang Jerman yang dimulai dari mahzab lagu seni Berlin yang diawali oleh Glück (1714-1787), Zelter (17581832) dan Reichardt (1752-1814). Kata lieder itu sendiri berarti “lagu” yang secara khusus merujuk pada lagu seni era Romantik. Komponis lieder itu sendiri banyak dan beragam. Beberapa nama komponis era Romantik yang ikut mengambil bagian dalam penciptaan karya musik tersebut diantaranya adalah Ludwig van Beethoven, Robert Schumann, Hugo Wolf dan Franz Schubert. Berdasarkan kekhasan gaya komposisi seorang komponis dalam membuat komposisinya membuat nama Franz Schubert identik dengan lieder. With Schubert, the development of the lied, or Romantic art song, was a personal expression. With the excellence of the new Romantic poetry, he was able to fuse text, melody, and accompaniment to a unified creation that expressed the extremes of human emotion. It perhaps helped pave the way for the short piano pieces (the Harvard Dictionary of Music calls them “character pieces”) that were so much part of this epoch (Rossi dan Rafferty, 1963:167). Franz Schubert (1797-1828) adalah seorang komponis yang berasal dari keluarga bersahaja. Ayahnya adalah seorang kepala sekolah terhormat di Wina. Karya musik Schubert meliputi 9 simfoni, 22 sonata piano dan sejumlah besar karya piano pendek untuk 2 tangan dan 4 tangan, sekitar 35 komposisi musik kamar, 6 misa, 17 karya operatik dan sekitar 600-an lieder (Grout & Palisca, 1980: 561). Perhatiannya yang khas dalam mengkomposisi lagu lieder dan banyaknya jumlah karya yang masih dilestarikan dan dikenal hingga sekarang membuatnya dijuluki sebagai “Father of the Lied” Tantangan yang dihadapi oleh para penyaji musik klasik Barat khususnya lieder pada saat ini adalah menyajikan musik secara aktual berdasarkan informasi yang lebih bersifat verbal. Pemahaman mengenai latar belakang komponis musik dan kehidupannya secara menyeluruh merupakan kebutuhan yang tak terelakkan. Kesenjangan era dan informasi yang terjadi saat ini tak jarang menimbulkan kebingungan untuk menemukan apa yang dimaksudkan oleh komponis dalam karyanya seperti ungkapan Sporre (1992: x) berikut ini :… many people find the situation so frustrating that they literally beg for guidance. Penelusuran terhadap sebuah karya musik mempertimbangkan pula adanya kenyataan bahwa gaya musik dan kecenderungan-kecenderungan bermusik maupun (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://journal.isi.ac.id/index.php/resital/article/download/1508/341
Article home page: https://doaj.org/article/78379a1a6f0047559ab7b742a07c5ac7

A. Gathut Bintarto. Keunikan Gaya Lieder Franz Scubert, Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 2015, Volume 2, DOI: 10.24821/resital.v16i2.1508