MAKNA KALIMAT PERINTAH DALAM AL-QUR’AN SURAT YUSUF
‘A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Available Online at http://journal.umgo.ac.id/index.php/AJamiy
Volume 10 , No. 2, September 2021, 284-295
DOI: http://dx.doi.org/10.31314/ajamiy.10.2.284-295.2021
MAKNA KALIMAT PERINTAH DALAM AL-QUR’AN
SURAT YUSUF
Muhammad Ichsan Haikal1, Nur Raudhatul Jannah2
1,2 Mahasiswa Program Magister Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya,
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta
Email: ,
Received: 2021-06-23
Revised: 2021-09-22
Accepted:2021-10-20
Abstract:
This study aims to determine how many uses of the imperative sentence (amr),
its meaning and purpose in Surah Yusuf. This study uses a qualitative
descriptive method that describes the existing data. The results of this study
indicate that in Surah Yusuf there are commands or amr sentences as many as
32 data contained in the verse, namely in verses 9 (2), 10, 12, 21, 23, 29 (2),
31, 36, 42, 43 , 46, 50 (2), 54, 55, 59, 62, 63, 67, 78, 81 (2), 82, 87, 88, 93, 97,
99, 101 and 108. Of the 32 data, there are 31 data the form belongs to the form
of fi'il amr and 1 data belongs to the form of isim fi'il amr which is contained
in verse 23. Meanwhile, of the 32 command sentences there are 19 which mean
an essential command, besides that there are some deviations in the meaning
of the command sentence (amr). In Surah Yusuf, the meaning of irshad is
found in verses 29, 50 and 67, the meaning of takhyir is found in verse 9 and
the meaning of prayer or request is found in verses 12, 55, 63, 78, 88, 97 and
101.
Keywords: command sentence (amr), meaning, Surah Yusuf
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak jumlah penggunaan
kalimat perintah (amr), makna dan tujuannya dalam surat Yusuf. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan data-data
yang ada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam surat yusuf
terdapat kalimat perintah atau amr sebanyak 32 data yang terdapat pada ayat
yaitu terdapat pada ayat 9 (2), 10,12, 21, 23, 29 (2), 31, 36, 42, 43, 46, 50 (2),
54, 55, 59, 62, 63, 67, 78, 81 (2), 82, 87, 88, 93, 97, 99, 101 dan 108. Dari 32
data tersebut adapun 31 data bentuknya tergolong kedalam bentuk dari fi’il
amr dan 1 data tergolong kedalam bentuk isim fi’il amr yaitu yang terdapat
pada ayat 23. Sedangkan dari 32 kalimat perintah terdapat 19 yang bermakna
perintah hakiki, selain itu terdapat beberapa penyimpangan makna kalimat
perintah (amr) dalam surat Yusuf yaitu makna irsyad terdapat pada ayat 29, 50
dan 67, makna takhyir terdapat pada ayat 9 dan makna do’a atau permintaan
terdapat pada ayat 12, 55, 63, 78, 88, 97 dan 101.
Kata Kunci: kalimat perintah (amr),makna, surat Yusuf
‘A Jami Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
ISSN: 2252-9926 (Print), ISSN: 2657-2206 (Online)
284
A. Pendahuluan
Kalimat perintah atau yang biasa disebut fi’il amr dalam bahasa arab
adalah kalimat yang menunjukkan perintah untuk melakukan sesuatu yang kita
kehendaki. Chaer mendefinisikan bahwa kalimat perintah adalah kalimat yang
dalam isinya mengharapkan adanya reaksi atau tindakan dari orang yang diajak
bicara1. Keraf mengelompokkan kalimat perintah kedalam empat jenis yaitu
kalimat perintah yang mengandung makna perintah, permintaan, izin dan
ajakan2. Jadi kalimat perintah merupakan kalimat yang disampaikan dari pihak
yang lebih tinggi kepada yang lebih rendah dan mengharapkan tindakan dari
orang yang kita ajak bicara. Sedangkan dalam kalimat larangan tidak selalu
mengacu kepada makna perintah saja melainkan terdapat beberapa makna lain
yang dapat terkandung dalam kalimat perintah dilihat dari kontesnya.
Kalimat perintah seringkali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Umumnya dalam penulisan kalimat perintah selalu diakhiri dengan tanda seru (!)
sedangkan dalam pengucapan kalimat perintah selalu diucapkan dengan nada
yang sedikit tinggi seperti contoh: Badrus, maju kedepan dan sebutkan citacitamu!. Kalimat tersebut umumnya diucapkan seorang guru kepada muridnya
ketika proses pembelajaran sedang berlangsung, yang mana sang guru
menginginkan reaksi dari murid untuk maju kedepan kelas dan menyebutkan apa
cita-citanya.
Al-Qur’an merupakan mukjizat yang diturunkan Allah kepada umatnya
melalui nabi Muhammad yang berisi tentang perintah serta larangan-larangan
sebagai acuan dan batasan dalam kehidupan. Dalam memahami al-qur’an
membutuhkan bantuan tafsir-tafsir serta berbagai aspek keilmuan lain untuk
mempermudah dalam memahami isinya. Karena isi dalam al-qur’an banyak
mengandung berbagai macam gaya bahasa serta model-model kalimat yang
membutuhkan pemikiran untuk memahaminya. Seperti kalimat-kalimat perintah
dari ALLAH kepada umatnya tidak semata-mata hanya untuk memerintahkan
umatnya untuk melakukan sesuatu akan tetapi terdapat juga makna-makna lain
yang terkandung dalam kalimat perintah tersebut.
Surat Yusuf merupakan surat ke 12 dalam al-qur’an yang termasuk dalam
golongan surat makiyah. Surat Yusuf terdiri dari 111 ayat, surat ini menceritakan
tentang kisah nabi yusuf dari ia dibuang oleh saudaranya dan terpsah dari
ayahnya hingga ia menjadi seorang bendaharawan di Mesir dan bertemu kembali
356
1
Abdul Chaer, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, (Jakarta : Rineka Cipta. 2011) h.
2
Keraf, Tata Bahasa Indonesia, (Jakarta: Nusa Indah. 1984) h. 206-209
‘A Jami Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
ISSN: 2252-9926 (Print), ISSN: 2657-2206 (Online)
285
dengan ayah dan saudaranya. Di dalamnya terdapat kalimat-kalimat perintah dari
Allah dan juga kalimat perintah lainnya yang diucapkan oleh nabi Yusuf, ayah
dan saudaranya, yang mana kalimat-kalimat perintah tersebut mempunyai makna
yang berbeda-beda dilihat dari konteks penuturannya. Dari paparan di atas dapat
disimpulkan bahwa pentingnya untuk mengkaji kalimat perintah khususnya
dalam surat Yusuf untuk mengetahui apa saja makna-makna yang terkandung
dalam kalimat perintah tersebut dan apa tujuan dari pengucapan kalimat
tersebut.
Sebelum melakukan penelitian, peneliti tidak terlepas dari karya ilmiah lain
sebagai rujukan dan refrensi. Rujukan tersebut diambil dari beberapa jurnal yaitu
jurnal yang ditulis oleh Deni Maulana dengan judul “Analisis Kalimat Perintah
(Amr) Pada Surah Yasin Dalam Terjemahan Al-Qur’an Bacaan Mulia HBJ” yang
terbit dalam jurnal Alsuniyat, April 2019. Dalam penelitian ini bertujuan untuk
mengatahui berapa banyak bentuk perintah amr dalam surat yasin dan teknik
penerjemahan apa saja yang digunakan oleh HBJ. Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif kualitatif dengan model analisis isi. Sumber data dalam
penelitian ini yaitu Al-Qur’an Bacaan Mulia Karya HBJ. Adapunhasil dari
penelitian ini menunju3kkan bahwa bentuk amr dalam surat Yasin berjumlah 12
dengan 7 ayat bermakna haqiqi yang terdapat pada ayat 11, 26, 45, 61, 64, 79 dan
82. Sedangkan terdapat 5 ayat bermakna balaghi li-irsyad (saran) yang terdapat
pada ayat 13, 20, 21, 25 dan 47. Adapun teknik penerjemhan yang digunakan
HBJ pada surat Yasin yaitu mendominasi teknik harfiyah 80% sedangkan teknik
modula (...truncated)