MAKNA KALIMAT PERINTAH DALAM AL-QUR’AN SURAT YUSUF

'A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, Sep 2021

s meaning and purpose in Surah Yusuf. This study uses a qualitative descriptive method that describes the existing data. The data is obtained from the verses of Surah Yusuf which contains a command sentence (amr). The results of this study indicate that in Surah Yusuf there are commands or amr sentences as many as 32 data contained in the verse, namely in verses 9 (2), 10, 12, 21, 23, 29 (2), 31, 36, 42, 43 , 46, 50 (2), 54, 55, 59, 62, 63, 67, 78, 81 (2), 82, 87, 88, 93, 97, 99, 101 and 108. Of the 32 data, there are 31 data the form belongs to the form of fi'il amr and 1 data belongs to the form of isim fi'il amr which is contained in verse 23. Meanwhile, of the 32 command sentences there are 19 which mean an essential command, besides that there are some deviations in the meaning of the command sentence (amr). In Surah Yusuf, the meaning of irshad is found in verses 29, 50 and 67, the meaning of takhyir is found in verse 9 and the meaning of prayer or request is found in verses 12, 55, 63, 78, 88, 97 and 101.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.umgo.ac.id/index.php/AJamiy/article/download/930/620

MAKNA KALIMAT PERINTAH DALAM AL-QUR’AN SURAT YUSUF

‘A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Available Online at http://journal.umgo.ac.id/index.php/AJamiy Volume 10 , No. 2, September 2021, 284-295 DOI: http://dx.doi.org/10.31314/ajamiy.10.2.284-295.2021 MAKNA KALIMAT PERINTAH DALAM AL-QUR’AN SURAT YUSUF Muhammad Ichsan Haikal1, Nur Raudhatul Jannah2 1,2 Mahasiswa Program Magister Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta Email: , Received: 2021-06-23 Revised: 2021-09-22 Accepted:2021-10-20 Abstract: This study aims to determine how many uses of the imperative sentence (amr), its meaning and purpose in Surah Yusuf. This study uses a qualitative descriptive method that describes the existing data. The results of this study indicate that in Surah Yusuf there are commands or amr sentences as many as 32 data contained in the verse, namely in verses 9 (2), 10, 12, 21, 23, 29 (2), 31, 36, 42, 43 , 46, 50 (2), 54, 55, 59, 62, 63, 67, 78, 81 (2), 82, 87, 88, 93, 97, 99, 101 and 108. Of the 32 data, there are 31 data the form belongs to the form of fi'il amr and 1 data belongs to the form of isim fi'il amr which is contained in verse 23. Meanwhile, of the 32 command sentences there are 19 which mean an essential command, besides that there are some deviations in the meaning of the command sentence (amr). In Surah Yusuf, the meaning of irshad is found in verses 29, 50 and 67, the meaning of takhyir is found in verse 9 and the meaning of prayer or request is found in verses 12, 55, 63, 78, 88, 97 and 101. Keywords: command sentence (amr), meaning, Surah Yusuf Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak jumlah penggunaan kalimat perintah (amr), makna dan tujuannya dalam surat Yusuf. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan data-data yang ada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam surat yusuf terdapat kalimat perintah atau amr sebanyak 32 data yang terdapat pada ayat yaitu terdapat pada ayat 9 (2), 10,12, 21, 23, 29 (2), 31, 36, 42, 43, 46, 50 (2), 54, 55, 59, 62, 63, 67, 78, 81 (2), 82, 87, 88, 93, 97, 99, 101 dan 108. Dari 32 data tersebut adapun 31 data bentuknya tergolong kedalam bentuk dari fi’il amr dan 1 data tergolong kedalam bentuk isim fi’il amr yaitu yang terdapat pada ayat 23. Sedangkan dari 32 kalimat perintah terdapat 19 yang bermakna perintah hakiki, selain itu terdapat beberapa penyimpangan makna kalimat perintah (amr) dalam surat Yusuf yaitu makna irsyad terdapat pada ayat 29, 50 dan 67, makna takhyir terdapat pada ayat 9 dan makna do’a atau permintaan terdapat pada ayat 12, 55, 63, 78, 88, 97 dan 101. Kata Kunci: kalimat perintah (amr),makna, surat Yusuf ‘A Jami Jurnal Bahasa dan Sastra Arab ISSN: 2252-9926 (Print), ISSN: 2657-2206 (Online) 284 A. Pendahuluan Kalimat perintah atau yang biasa disebut fi’il amr dalam bahasa arab adalah kalimat yang menunjukkan perintah untuk melakukan sesuatu yang kita kehendaki. Chaer mendefinisikan bahwa kalimat perintah adalah kalimat yang dalam isinya mengharapkan adanya reaksi atau tindakan dari orang yang diajak bicara1. Keraf mengelompokkan kalimat perintah kedalam empat jenis yaitu kalimat perintah yang mengandung makna perintah, permintaan, izin dan ajakan2. Jadi kalimat perintah merupakan kalimat yang disampaikan dari pihak yang lebih tinggi kepada yang lebih rendah dan mengharapkan tindakan dari orang yang kita ajak bicara. Sedangkan dalam kalimat larangan tidak selalu mengacu kepada makna perintah saja melainkan terdapat beberapa makna lain yang dapat terkandung dalam kalimat perintah dilihat dari kontesnya. Kalimat perintah seringkali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya dalam penulisan kalimat perintah selalu diakhiri dengan tanda seru (!) sedangkan dalam pengucapan kalimat perintah selalu diucapkan dengan nada yang sedikit tinggi seperti contoh: Badrus, maju kedepan dan sebutkan citacitamu!. Kalimat tersebut umumnya diucapkan seorang guru kepada muridnya ketika proses pembelajaran sedang berlangsung, yang mana sang guru menginginkan reaksi dari murid untuk maju kedepan kelas dan menyebutkan apa cita-citanya. Al-Qur’an merupakan mukjizat yang diturunkan Allah kepada umatnya melalui nabi Muhammad yang berisi tentang perintah serta larangan-larangan sebagai acuan dan batasan dalam kehidupan. Dalam memahami al-qur’an membutuhkan bantuan tafsir-tafsir serta berbagai aspek keilmuan lain untuk mempermudah dalam memahami isinya. Karena isi dalam al-qur’an banyak mengandung berbagai macam gaya bahasa serta model-model kalimat yang membutuhkan pemikiran untuk memahaminya. Seperti kalimat-kalimat perintah dari ALLAH kepada umatnya tidak semata-mata hanya untuk memerintahkan umatnya untuk melakukan sesuatu akan tetapi terdapat juga makna-makna lain yang terkandung dalam kalimat perintah tersebut. Surat Yusuf merupakan surat ke 12 dalam al-qur’an yang termasuk dalam golongan surat makiyah. Surat Yusuf terdiri dari 111 ayat, surat ini menceritakan tentang kisah nabi yusuf dari ia dibuang oleh saudaranya dan terpsah dari ayahnya hingga ia menjadi seorang bendaharawan di Mesir dan bertemu kembali 356 1 Abdul Chaer, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, (Jakarta : Rineka Cipta. 2011) h. 2 Keraf, Tata Bahasa Indonesia, (Jakarta: Nusa Indah. 1984) h. 206-209 ‘A Jami Jurnal Bahasa dan Sastra Arab ISSN: 2252-9926 (Print), ISSN: 2657-2206 (Online) 285 dengan ayah dan saudaranya. Di dalamnya terdapat kalimat-kalimat perintah dari Allah dan juga kalimat perintah lainnya yang diucapkan oleh nabi Yusuf, ayah dan saudaranya, yang mana kalimat-kalimat perintah tersebut mempunyai makna yang berbeda-beda dilihat dari konteks penuturannya. Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa pentingnya untuk mengkaji kalimat perintah khususnya dalam surat Yusuf untuk mengetahui apa saja makna-makna yang terkandung dalam kalimat perintah tersebut dan apa tujuan dari pengucapan kalimat tersebut. Sebelum melakukan penelitian, peneliti tidak terlepas dari karya ilmiah lain sebagai rujukan dan refrensi. Rujukan tersebut diambil dari beberapa jurnal yaitu jurnal yang ditulis oleh Deni Maulana dengan judul “Analisis Kalimat Perintah (Amr) Pada Surah Yasin Dalam Terjemahan Al-Qur’an Bacaan Mulia HBJ” yang terbit dalam jurnal Alsuniyat, April 2019. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengatahui berapa banyak bentuk perintah amr dalam surat yasin dan teknik penerjemahan apa saja yang digunakan oleh HBJ. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model analisis isi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu Al-Qur’an Bacaan Mulia Karya HBJ. Adapunhasil dari penelitian ini menunju3kkan bahwa bentuk amr dalam surat Yasin berjumlah 12 dengan 7 ayat bermakna haqiqi yang terdapat pada ayat 11, 26, 45, 61, 64, 79 dan 82. Sedangkan terdapat 5 ayat bermakna balaghi li-irsyad (saran) yang terdapat pada ayat 13, 20, 21, 25 dan 47. Adapun teknik penerjemhan yang digunakan HBJ pada surat Yasin yaitu mendominasi teknik harfiyah 80% sedangkan teknik modula (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.umgo.ac.id/index.php/AJamiy/article/download/930/620
Article home page: https://journal.umgo.ac.id/index.php/AJamiy/article/view/930/620

Haikal Muhammad Ichsan, Jannah Nur Raudhatul. MAKNA KALIMAT PERINTAH DALAM AL-QUR’AN SURAT YUSUF, 'A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, 2021, pp. 284-295,