Pengaruh Variasi Dosis Polivinil Pirolidon (PVP) dan Maltodekstrin terhadap Respon Organoleptik Tablet Effervescent Kopi Robusta (Coffea robusta Lindl)
Agritekh (Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pangan)
E-ISSN: 2723-5211, P-ISSN: 2722-8703
Vol. 1 No. 02, Januari 2021, Hal. 109-129
https://doi.org/10.32627/agritekh.v1i02.27
Pengaruh Variasi Dosis Polivinil Pirolidon (PVP) dan Maltodekstrin terhadap
Respon Organoleptik Tablet Effervescent Kopi Robusta (Coffea robusta Lindl)
Lina Herlinawati1*, Ida Ningrumsari1
1
Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Ma’soem University,
Jl. Raya Cipacing No. 22, Jatinangor, 45363
*E-mail corresponding:
ABSTRACT
The manufacture of robusta coffee effervescent tablets using varying concentrations of polyvinyl
pyrrolidone (PVP) and maltodextrin is expected to produce robusta coffee effervescent tablets that
have good color, taste and aroma. This study aims to determine whether there is no effect of
maltodextrin and PVP concentrations on the organoleptic response, namely the taste, taste and
aroma of steeping water from robusta coffee effervescent tablets. The method / design to be used in
this study is a randomized block design (RBD) with three levels of each factor with three replications
with variations in the addition of maltodextrin (10%, 15%, 20%) and PVP (2%, 3). %, 4%). The
results showed that the concentration of maltodextrin as a filler had an effect on the organoleptic
response, namely the color and aroma of robusta coffee effervescent tablets. The concentration of
PVP as a binder had an effect on the organoleptic response, namely the color of the steeping water
for robusta coffee effervescent tablets. The interaction between the maltodextrin concentration and
the PVP concentration gave an effect on the air color of steeping robusta coffee effervescent tablets.
The concentration of maltodextrin and PVP and their interactions did not affect the steeping taste of
robusta coffee effervescent tablets.
Keywords: Robusta coffee, effervescent tablets, maltodextrin, polyvinyl pyrrolidone (PVP),
organoleptic response, color, taste, aroma
ABSTRAK
Pembuatan tablet effervescent kopi robusta menggunakan konsentrasi polivinil pirolidon (PVP) dan
maltodekstrin yang bervariasi,diharapkan akan menghasilkan tablet effervescent kopi robusta yang
memiliki warna, rasa dan aroma yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya
pengaruh variasi konsentrasi maltodekstrin dan PVP terhadap respon organoleptik yaitu warna, rasa,
dan aroma air seduhan tablet effervescent kopi robusta. Metode/desain yang akan digunakan dalam
penelitian ini adalah pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan masing-masing faktor
sebanyak tiga taraf dengan tiga kali ulangan dengan variasi penambahan maltodekstrin
(10%,15%,20%) dan PVP (2%,3%,4%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi
maltodekstrin sebagai bahan pengisi memberikan pengaruh terhadap respon organoleptik yaitu
warna dan aroma air seduhan tablet effervescent kopi robusta. Konsentrasi PVP sebagai bahan
pengikat memberikan pengaruh terhadap respon organoleptik yaitu pada warna air seduhan tablet
effervescent kopi robusta. Interaksi antara konsentrasi maltodekstrin dan konsentrasi PVP
memberikan pengaruh terhadap warna air seduhan tablet effervescent kopi robusta. Konsentrasi
maltodekstrin dan PVP serta interaksinya tidak memberikan pengaruh terhadap rasa air seduhan
tablet effervescent kopi robusta.
Kata kunci: Kopi robusta, tablet effervescent, maltodekstrin, polivinil pirolidon (PVP), respon
organoleptic, warna, rasa, aroma
109
Pengaruh Variasi Dosis Polivinil Pirolidon (PVP) dan Maltodekstrin terhadap Respon Organoleptik
Tablet Effervescent Kopi Robusta (Coffea robusta Lindl)
Lina Herlinawati, Ida Ningrumsari
PENDAHULUAN
Kandungan kafein pada kopi bervariasi, tergantung pada jenis biji kopi dan metode
pembuatan yang digunakan. Jenis kopi robusta memiliki kadar kafein yang lebih tinggi namun
tingkat keasamannya rendah. Oleh karena itu pada penelitian ini menggunakan bahan kopi
jenis robusta, karena dalam pembuatan tablet effervescent nilai pH tidak boleh asam.
Sedangkan rasa asam selain dari bahan tambahan, tercipta dari kandungan asam yang ada
dalam kopi, dimana standar rasa kopi harus netral yakni pH sama dengan 7 (Tertia, 2016).
Efek kafein dapat meningkat apabila berinteraksi dengan beberapa jenis obat, antara lain: obat
asma (epinefrin/teofilin), pil KB, antidepresan, antipsikotika, simetidin. Akibatnya mungkin
terjadi kafeinisme disertai gejala gelisah dan mudah terangsang, sakit kepala, tremor,
pernapasan cepat dan insomnia (Prasetio, 2020)
Produk minuman dalam bentuk tablet effervescent merupakan salah satu produk
minuman yang sekarang ini cenderung disukai masyarakat adalah, karena tablet ini
menawarkan suatu bentuk sediaan yang unik dan menarik untuk dibuat. Selain itu,
effervescent juga memberikan rasa yang menyenangkan akibat proses karbonisasi. Sediaan ini
populer karena secara tampilan menarik dengan adanya gelembung saat tablet dimasukkan ke
air, dan tablet total larut beberapa saat kemudian. Secara rasa sediaan ini juga menyenangkan
untuk setiap orang karena memberikan sensasi menyegarkan (Nariswara dkk., 2013).
Tablet adalah sediaan obat padat takaran tunggal. Sediaan ini dicetak dengan mesin
bertekanan tinggi dengan bahan serbuk kering, Kristal atau granulat dan umumnya dengan
penambahan bahan pembantu. Bentuk sediaan tablet terbukti sangat menguntungkan karena
harganya murah. Bentuk tablet takarannya tepat, pengemasannya mudah, transportasi dan
penyimpanannya praktis serta stabilitas obatnya terjaga dalam sediaannya (Rahmat, 2015).
Bahan pengisi dibutuhkan untuk mempercepat pengeringan, meningkatkan rendemen,
melapisi komponen, flavor dan mencegah kerusakan akibat panas. Besarnya total padatan
akan mempercepat proses pengeringan sehingga kerusakan bahan karena pemanasan dapat
dicegah. Bahan pengisi adalah bahan tambahan makanan untuk meningkatkan mutu produk
yang dibuat (Herawati, 2018).
Menurut Herawati (2018) bahan pengisi merupakan bahan yang ditambahkan untuk
meningkatkan volume dan massa produk. Terdapat dua golongan bahan pengisi yaitu
bahan pengisi fungsional dan bahan pengisi non fungsional. Bahan pengisi fungsional adalah
bahan pengisi yang mempunyai fungsi lain disamping memberikan sifat bulky, sedangkan
bahan pengisi non fungsional hanya memberikan sifat bulky saja. Bahan pengisi banyak
digunakan pada proses pengolahan pangan untuk melapisi komponen flavor, meningkatkan
110
Agritekh (Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pangan)
E-ISSN: 2723-5211, P-ISSN: 2722-8703
Vol. 1 No. 02, Januari 2021, Hal. 109-129
https://doi.org/10.32627/agritekh.v1i02.27
jumlah total padatan, mempercepat proses pengeringan dan mencegah kerusakan bahan akibat
panas.
Salah satu bahan pengisi yang baik adalah maltodekstrin, karena mampu membentuk
body. Maltodekstrin (C6H12O5) memiliki berat molekul rata-rata kurang lebih 1800 untuk DE
(Dextrose Equivalent) 10. Berat molekul ini jauh lebih kecil daripada pati alami yang memiliki
berat molekul sekitar 2 juta.
Maltodekstrin dapat digunakan pada makanan karena memiliki sifa (...truncated)