Kemas Ulang Informasi dalam Perspektif Budaya Informasi Digital
121
Al- Ma'arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ISSN 0740-8188
Nisa
Kemas Ulang Informasi dalam Perspektif Budaya Informasi Digital
Nisa Adelia1*
1
Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto
Received: 28 April 2022
Accepted: 14 Mei 2022
Published: 28 Juni 2022
ABSTRACT
The development of information technology brings major changes in human life. This big change
cannot be separated from the leap in television, internet, and mobile phone usage in a fairly
short period of time. This has a logical consequence on the level of human consumption of
information technology. The flexibility of information technology also allows anyone to produce
information and disseminate it, resulting in a lot of information circulating in various forms and
formats. One of the digital information production practices today is information repackaging.
Several scientific journals have written about the good practice of repackaging information in
one of the information institutions, namely the library. Various purposes of repackaging are
presented, which in essence is the accessibility and dissemination of information itself. Repacking
information means making information packaging from existing information. In order to meet
the information needs that are still relevant to today's phenomena. The repackaging of
information with these various purposes signifies the existence of a new culture in the concept of
information in this digital era. Seeing the existence of a culture of disseminating information
with the information repackaging method, this article analyzes the practice of repackaging
information in the perspective of digital information culture from Treddinick (2008). Trddinick
(2008) first looks at text values in the early development of texts associated with textual works
where this helps stabilize their referential values, and then examines how digital technology
changes that stability, and Treddinick (2008) looks at how originality, knowledge and the
power of text in the digital age.
Keywords: Knowledge, Information, Information Technology, Information Repackaging
ABSTRAK
Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia.
Perubahan besar tersebut tidak terlepas dari kejadian lompatan media televisi, internet, dan
penggunaan handphone dalam rentang waktu yang cukup dekat. Hal ini membawa
konsekuensi logis pada tingkat konsumsi manusia pada teknologi informasi. Fleksibilitas
teknilogi informasi juga membuat siapa saja dapat memproduksi informasi dan
menyebarluaskannya mengakibatkan banyak sekali informasi beredar dalam berbagai
bentuk dan format. Salah satunya praktik produksi informasi digital hari ini adalah kemas
ulang informasi. Beberapa jurnla ilmiah menuliskan tentang praktik baik kemas ulang
informasi di salah satu lembaga informasi yaitu Perpustakaan. Beragam tujuan kemas ulang
disampaikan yang pada intinya adalah aksesibilitas dan penyebaran informasi itu sendiri.
Mengemas ulang informasi artinya membuat kemasan informasi dari informasi yang ada.
Guna memenuhi kebutuhan informasi yang masih relevan dengan fenomensa hari ini. Kemas
ulang informasi dengan berbagai tujuannya tersebut menandakan adanya suatu budaya baru
dalam konsep informasi di era digital ini. Melihat adanya budaya penyebaran informasi
dengan metode kemas ulang informasi tersebut artikel ini menganalisis praktik kemas ulang
informasi dalam perspektif budaya informasi digital dari Treddinick (2008). Trddinick (2008)
Al- Ma'arif. Jurnal Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam.
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
https://www.rjfahuinib.org/index.php/almaarif/
122
Al- Ma'arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ISSN 0740-8188
Nisa
pertama-tama melihat nilai – nilai teks pada perkembangan awal teks yang dikaitkan
dengan karya tekstual dimana hal ini sangat membantu menstabilkan nilai referensialnya,
dan kemudian memeriksa bagaimana teknologi digital merubah stabilitas itu, serta Treddinick
(2008) melihat bagaimana orisinalitas, pengetahuan dan kekuatan teks di era digital.
Kata Kunci : Pengetahuan, Informasi, Teknologi Informasi, Kemas Ulang Informas
---------------------------------------------------------------*)
Asosiasi Telepon Selular Indonesia merilis
1. PENDAHULUAN
Telah menjadi kesadaran bersama bahwa
teknologi informasi hari ini membawa
perubahan
besar
dalam
tatanan
kehidupan manusia. Perubahan besar
tersebut tidak terlepas dari kejadian
lompatan perkembangan media televisi
yang terjadi dalam duadekade yakni
pada 1991 hingga 2010 (Guntarto,2018).
Pada 1991, Indonesia hanya memiliki satu
stasiun
televisi
Kemudian
nasional
2010
KPI
yaitu
TVRI.
memperlihatkan
perkembangan jumlah siaran televisi yakni
11 televisi bersiaran nasional dan beberapa
dari
Selain
105
stasiun
lokal(Guntarto,2018).
perkembangan
media
televisi,
Guntarto (2008) menyebutkan bahwa
internet juga mengalami perkembangan
yang pesat. Hal ini dapat dilihat dari
penetrasi internet, dari 8% di tahun 2005,
menjadi 17% di 2009, 21% pada 2011
(Meryana & Wahono, 2011 ). Meningkatnya
penetrasi internet ini tidak terlepas dari
penggunaan Telepon Seluler di Indonesia.
Lebih lanjut Guntarto (2018) menjelaskan
data bahwa pada 2010 terdapat 180 juta
pengguna telepon selular di Indonesia
(Didik, 2010). Lonjakan perkembangan
media televisi, penetrasi internet dan
penggunaan telpon seluler di indonesia ini
membawa
konsekuensi
logis
pada
informasi
yang
lonjakan konsumsi informasi.
Lonjakan
konsumsi
ditandai dengan penggunaan internet
terus mengalami perkembangan hingga
saat
ini.
Dilansir
katadata.com,
pada
pengguna
laman
internet
di
Indonesia mencapai 212,35 juta jiwa pada
Maret 2021. Dengan jumlah tersebut,
Indonesia berada di urutan ketiga dengan
pengguna internet terbanyak di Asia.
Massifnya konsumsi informasi membawa
dampak perubahan sosial-budaya yang
sangat
cepat.
Disamping
timbulnya
masalah – masalah sosial masyarakat, di
sisi lain teknologi informasi membawa
dampak positif bagi perkembangan dunia,
perkembangan ilmu pengetahuan dan
gerakan sosial positif. Hal ini tidak terlepas
dari
sifat
teknologi
Al- Ma'arif. Jurnal Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam.
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
https://www.rjfahuinib.org/index.php/almaarif/
informasi
yang
123
Al- Ma'arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ISSN 0740-8188
Nisa
membawa percepatan desiminasi dan
Instagram,
kemudahan
kompas.id, kompas.com bahkan hingga
akses.
Momentum
ini
Youtube,
memiliki
satunya,
Begitupun koran cetak lainnya seperti
seperti
perpustakaan,
KompasTV.
arsip,
Jawa Pos. Media televisi juga melakukan
galeri, pusat dokumentasi, dan lembaga
kemas ulang informasinya melalui media
penelitian
sosial
untuk
museum,
televisi
website
dimanfaatkan oleh banyak pihak Salah
lembaga pengelola informasi
stasiun
laman
menyebarluaskan
Instagram
dan
youtube.
informasi (...truncated)