Kemas Ulang Informasi dalam Perspektif Budaya Informasi Digital

Al-Ma'arif: Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Oct 2022

The development of information technology brings major changes in human life. This big change cannot be separated from the leap in television, internet, and mobile phone usage in a fairly short period of time. This has a logical consequence on the level of human consumption of information technology. The flexibility of information technology also allows anyone to produce information and disseminate it, resulting in a lot of information circulating in various forms and formats. One of the digital information production practices today is information repackaging. Several scientific journals have written about the good practice of repackaging information in one of the information institutions, namely the library. Various purposes of repackaging are presented, which in essence is the accessibility and dissemination of information itself. Repacking information means making information packaging from existing information. In order to meet the information needs that are still relevant to today's phenomena. The repackaging of information with these various purposes signifies the existence of a new culture in the concept of information in this digital era. Seeing the existence of a culture of disseminating information with the information repackaging method, this article analyzes the practice of repackaging information in the perspective of digital information culture from Treddinick (2008). Trddinick (2008) first looks at text values in the early development of texts associated with textual works where this helps stabilize their referential values, and then examines how digital technology changes that stability, and Treddinick (2008) looks at how originality, knowledge and the power of text in the digital age

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://www.rjfahuinib.org/index.php/almaarif/article/download/825/489

Kemas Ulang Informasi dalam Perspektif Budaya Informasi Digital

121 Al- Ma'arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ISSN 0740-8188 Nisa Kemas Ulang Informasi dalam Perspektif Budaya Informasi Digital Nisa Adelia1* 1 Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Received: 28 April 2022 Accepted: 14 Mei 2022 Published: 28 Juni 2022 ABSTRACT The development of information technology brings major changes in human life. This big change cannot be separated from the leap in television, internet, and mobile phone usage in a fairly short period of time. This has a logical consequence on the level of human consumption of information technology. The flexibility of information technology also allows anyone to produce information and disseminate it, resulting in a lot of information circulating in various forms and formats. One of the digital information production practices today is information repackaging. Several scientific journals have written about the good practice of repackaging information in one of the information institutions, namely the library. Various purposes of repackaging are presented, which in essence is the accessibility and dissemination of information itself. Repacking information means making information packaging from existing information. In order to meet the information needs that are still relevant to today's phenomena. The repackaging of information with these various purposes signifies the existence of a new culture in the concept of information in this digital era. Seeing the existence of a culture of disseminating information with the information repackaging method, this article analyzes the practice of repackaging information in the perspective of digital information culture from Treddinick (2008). Trddinick (2008) first looks at text values in the early development of texts associated with textual works where this helps stabilize their referential values, and then examines how digital technology changes that stability, and Treddinick (2008) looks at how originality, knowledge and the power of text in the digital age. Keywords: Knowledge, Information, Information Technology, Information Repackaging ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Perubahan besar tersebut tidak terlepas dari kejadian lompatan media televisi, internet, dan penggunaan handphone dalam rentang waktu yang cukup dekat. Hal ini membawa konsekuensi logis pada tingkat konsumsi manusia pada teknologi informasi. Fleksibilitas teknilogi informasi juga membuat siapa saja dapat memproduksi informasi dan menyebarluaskannya mengakibatkan banyak sekali informasi beredar dalam berbagai bentuk dan format. Salah satunya praktik produksi informasi digital hari ini adalah kemas ulang informasi. Beberapa jurnla ilmiah menuliskan tentang praktik baik kemas ulang informasi di salah satu lembaga informasi yaitu Perpustakaan. Beragam tujuan kemas ulang disampaikan yang pada intinya adalah aksesibilitas dan penyebaran informasi itu sendiri. Mengemas ulang informasi artinya membuat kemasan informasi dari informasi yang ada. Guna memenuhi kebutuhan informasi yang masih relevan dengan fenomensa hari ini. Kemas ulang informasi dengan berbagai tujuannya tersebut menandakan adanya suatu budaya baru dalam konsep informasi di era digital ini. Melihat adanya budaya penyebaran informasi dengan metode kemas ulang informasi tersebut artikel ini menganalisis praktik kemas ulang informasi dalam perspektif budaya informasi digital dari Treddinick (2008). Trddinick (2008) Al- Ma'arif. Jurnal Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang https://www.rjfahuinib.org/index.php/almaarif/ 122 Al- Ma'arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ISSN 0740-8188 Nisa pertama-tama melihat nilai – nilai teks pada perkembangan awal teks yang dikaitkan dengan karya tekstual dimana hal ini sangat membantu menstabilkan nilai referensialnya, dan kemudian memeriksa bagaimana teknologi digital merubah stabilitas itu, serta Treddinick (2008) melihat bagaimana orisinalitas, pengetahuan dan kekuatan teks di era digital. Kata Kunci : Pengetahuan, Informasi, Teknologi Informasi, Kemas Ulang Informas ---------------------------------------------------------------*) Asosiasi Telepon Selular Indonesia merilis 1. PENDAHULUAN Telah menjadi kesadaran bersama bahwa teknologi informasi hari ini membawa perubahan besar dalam tatanan kehidupan manusia. Perubahan besar tersebut tidak terlepas dari kejadian lompatan perkembangan media televisi yang terjadi dalam duadekade yakni pada 1991 hingga 2010 (Guntarto,2018). Pada 1991, Indonesia hanya memiliki satu stasiun televisi Kemudian nasional 2010 KPI yaitu TVRI. memperlihatkan perkembangan jumlah siaran televisi yakni 11 televisi bersiaran nasional dan beberapa dari Selain 105 stasiun lokal(Guntarto,2018). perkembangan media televisi, Guntarto (2008) menyebutkan bahwa internet juga mengalami perkembangan yang pesat. Hal ini dapat dilihat dari penetrasi internet, dari 8% di tahun 2005, menjadi 17% di 2009, 21% pada 2011 (Meryana & Wahono, 2011 ). Meningkatnya penetrasi internet ini tidak terlepas dari penggunaan Telepon Seluler di Indonesia. Lebih lanjut Guntarto (2018) menjelaskan data bahwa pada 2010 terdapat 180 juta pengguna telepon selular di Indonesia (Didik, 2010). Lonjakan perkembangan media televisi, penetrasi internet dan penggunaan telpon seluler di indonesia ini membawa konsekuensi logis pada informasi yang lonjakan konsumsi informasi. Lonjakan konsumsi ditandai dengan penggunaan internet terus mengalami perkembangan hingga saat ini. Dilansir katadata.com, pada pengguna laman internet di Indonesia mencapai 212,35 juta jiwa pada Maret 2021. Dengan jumlah tersebut, Indonesia berada di urutan ketiga dengan pengguna internet terbanyak di Asia. Massifnya konsumsi informasi membawa dampak perubahan sosial-budaya yang sangat cepat. Disamping timbulnya masalah – masalah sosial masyarakat, di sisi lain teknologi informasi membawa dampak positif bagi perkembangan dunia, perkembangan ilmu pengetahuan dan gerakan sosial positif. Hal ini tidak terlepas dari sifat teknologi Al- Ma'arif. Jurnal Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang https://www.rjfahuinib.org/index.php/almaarif/ informasi yang 123 Al- Ma'arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ISSN 0740-8188 Nisa membawa percepatan desiminasi dan Instagram, kemudahan kompas.id, kompas.com bahkan hingga akses. Momentum ini Youtube, memiliki satunya, Begitupun koran cetak lainnya seperti seperti perpustakaan, KompasTV. arsip, Jawa Pos. Media televisi juga melakukan galeri, pusat dokumentasi, dan lembaga kemas ulang informasinya melalui media penelitian sosial untuk museum, televisi website dimanfaatkan oleh banyak pihak Salah lembaga pengelola informasi stasiun laman menyebarluaskan Instagram dan youtube. informasi (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://www.rjfahuinib.org/index.php/almaarif/article/download/825/489
Article home page: https://www.rjfahuinib.org/index.php/almaarif/article/view/825/489

Nisa Adelia. Kemas Ulang Informasi dalam Perspektif Budaya Informasi Digital, Al-Ma'arif: Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, 2022, pp. 121-133,