KEMAMPUAN ANTAGONIS Tricoderma harzianum TERHADAP BEBERAPA JAMUR PATOGEN PENYAKIT TANAMAN
Agrosaintifika : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Volume 4 No. 1, November 2021
e-ISSN : 2655-6391
KEMAMPUAN ANTAGONIS Tricoderma harzianum TERHADAP
BEBERAPA JAMUR PATOGEN PENYAKIT TANAMAN
Anton Muhibbudin*, Syauqina Salsabila, Antok Wahyu Sektiono
*
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya
Jl. Veteran, Malang 65145, Jawa Timur
* E-mail:
ABSTRACT
Diseases that often attack plants are diseases caused by fungal pathogens causing stress such as fusarium
wilt disease caused by Fusarium oxysporum, Alternaria solani, Rhizoctonia solani and Sclerotium rolfsii.
One alternative to reduce these pathogens is Trichoderma harzianum. This study aims to determine the
potential antibiosis antagonist characteristics of the fungus Trichoderma harzianum against several
disease-causing pathogens in plants and the class of compounds contained therein.The method used in
this research is experimental and descriptive. Experimental research was conducted by testing the fungus
Trichoderma harzianum against several pathogenic fungi as an antibiosis. Then proceed to test the class
of compounds using a phytochemical test on the filtrate of the secondary metabolites of Trichoderma
harzianum. The results of the potential antibiosis antagonist test on the fungus Trichoderma harzianum
showed the results of the antibiosis against the pathogenic fungi Fusarium oxysporum and the fungus
Alternaria solani, but on the fungus Rhizoctonia solani and the fungus Sclerotium rolfsii, the results showed
the presence of potential antibiosis followed by competition and parasitism. Inhibition on the seventh day
of observation showed results of 79% against Fusarium oxysporum, 69% against Sclerotium rolfsii, 61%
against Alternaria solani, and 59% against Rhizoctonia solani. Furthermore, for the phytochemical test, the
filtrate of Trichoderma harzianum fungus showed positive content of alkaloids, flavonoids, steroids, and
saponins.
Keywords: Antibiosis, Trichoderma harzianum, Phytochemical test, Secondary metabolites
ABSTRAK
Penyakit yang sering menyerang tanaman adalah penyakit yang disebabkan oleh cendawan patogen
penyebab cekaman seperti penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum, Alternaria
solani, Rhizoctonia solani dan Sclerotium rolfsii. Salah satu alternatif untuk mengurangi patogen tersebut
adalah Trichoderma harzianum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sifat antagonis antibiosis
jamur Trichoderma harzianum terhadap beberapa patogen penyebab penyakit pada tanaman dan
golongan senyawa yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
eksperimental dan deskriptif. Penelitian eksperimental dilakukan dengan menguji jamur Trichoderma
harzianum terhadap beberapa jamur patogen sebagai antibiosis. Kemudian dilanjutkan dengan uji
golongan senyawa menggunakan uji fitokimia pada filtrat metabolit sekunder Trichoderma harzianum. Hasil
uji potensi antagonis antibiosis pada jamur Trichoderma harzianum menunjukkan hasil antibiosis terhadap
jamur patogen Fusarium oxysporum dan jamur Alternaria solani, tetapi pada jamur Rhizoctonia solani dan
jamur Sclerotium rolfsii, hasil menunjukkan adanya potensi antibiosis diikuti oleh kompetisi dan parasitisme.
Inhibisi pada hari ketujuh pengamatan menunjukkan hasil 79% terhadap Fusarium oxysporum, 69%
terhadap Sclerotium rolfsii, 61% terhadap Alternaria solani, dan 59% terhadap Rhizoctonia solani.
Selanjutnya untuk uji fitokimia, filtrat jamur Trichoderma harzianum menunjukkan kandungan positif
alkaloid, flavonoid, steroid, dan saponin.
Keywords: Antibiosis, Trichoderma harzianum, Uji fitokimia, Metabolit sekunder
225
Agrosaintifika : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Volume 4 No. 1, November 2021
e-ISSN : 2655-6391
PENDAHULUAN
Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) pada suatu pertanaman merupakan salah satu
faktor pembatas penting untuk mendapatkan hasil yang optimal. Tanaman yang terserang patogen
disebabkan oleh jamur menjadikan tanaman tercekam. (Widiastuti et al., 2011). Pengendalian secara
biologis menggunakan jamur antagonis memiliki kelebihan seperti mudah beradaptasi karena secara alami
hidup didalam tanah dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Pengendalian menggunakan
makhluk hidup dengan adanya senyawa aktif yang dihasilkan oleh makhluk hidup tersebut dapat
menghambat dan menekan pertumbuhan patogen secara ramah lingkungan.
Trichoderma harzianum merupakan salah satu jamur tanah bersifat saprofit dikenal sebagai agen
biokontrol antagonis yang efektif terhadap sejumlah jamur fitopatogen (Ainy et al., 2015). Jamur antagonis
Trichoderma harzianum memiliki kemampuan untukmenghambat pertumbuhan jamur patogen dengan
berbagai mekanisme yang dapat terjadi seperti mekanisme antibiosis dengan menghasilkan antibiotik
tertentu, kompetisi ruang dan nutrisi, dan sifat parasitisme dengan melilit hifa patogen (Amaria et al., 2015).
Jamur Trichoderma harzianum dapat menghambat mikroorganisme lain melalui mekanisme antibiosis
dengan terjadinya interaksi antara jamur antagonis dengan patogen yang apabila jamur antagonis dapat
menghasilkan berupa senyawa antibiotik untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme sehingga dapat
berperan sebagai antimikrobia.
Peranan sebagai antijamur pada mekanisme antibiosis ditandai dengan terbentuk zona kosong di
antara jamur antagonis dengan jamur patogen yang tumbuh tidak bercampur baur. Zona hambat yang
terbentuk karena adanya metabolit sekunder yang dihasilkan dan diproduksi oleh mikroba sebagai suatu
mekanisme pertahanan untuk bertahan hidup atau berkompetisi (Mukarlina et al., 2011). Senyawa
metabolit sekunder merupakan senyawa kimia yang mempunyai kemampuan bioaktifitas sebagai
pelindung bagi tunaman dari gangguan hama dan penyakit baik untuk tumbuhan itu sendiri atau
lingkungannya (Lenny, 2006).
Kemampuan Trichoderma spp. efektif sebagai agen pengendali hayati terhadap jamur patogen
tanaman seperti Fusarium, Rhizoctonia solani, Sclerotium rolfsii dan Phytium (Suharna, 2003). Menurut
Tran (2010) dalam Sukamto (2015), menyatakan bahwa Trichoderma memiliki peranan yang sangat
penting untuk menekan pertumbuhan pathogen cendawan tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui kemampuan antagonis Tricoderma harzianum yang memiliki potensi sebagai
antifungi dalam menekan pertumbuhan beberapa jamur patogen seperti Fusarium oxysporum, Alternaria
solani, Rhizoctonia solani, dan Sclerotium rolfsii serta senyawa apa yang dihasilkan oleh Trichoderma
harzianum agar dapat mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam metabolit tersebut
METODE PENELITIAN
Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Februari 2021 di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Jurusan
Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya.
Persiapan Penelitian
Terdapat beberapa tahapan diantaranya sterilisasi alat, pembuatan media tumbuh yaitu Potato
Dextose Agar (PDA) dan Potato Dextrose Broth (PDB). Alat yang tahan panas disterilisasi (...truncated)