IMPLEMENTASI DAN ANALISIS AUTENTIKASI JARINGAN WIRELESS MENGGUNAKAN METODE EXTENSIBLE AUTHENTICATION PROTOCOL – TRANSPORT LAYER SECURITY (EAP-TLS)
Jurnal Ilmu Komputer 2012
IMPLEMENTASI DAN ANALISIS AUTENTIKASI JARINGAN WIRELESS
MENGGUNAKAN METODE EXTENSIBLE AUTHENTICATION PROTOCOL –
TRANSPORT LAYER SECURITY (EAP-TLS)
Evans Batrinixon Lumban Gaol1, Cokorda Rai Adi Pramartha, S.T., MMSI.2
Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Ilmu Komputer,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana
Email: .id1, .id2
ABSTRAK
Layanan keamanan secara umum terdiri dari dua proses yaitu autentikasi dan enkripsi.
Autentikasi jaringan dengan username dan password (captive portal) saat ini sangat rentan
terhadap serangan. Data berupa username dan password dapat dicuri untuk memperoleh akses
jaringan secara ilegal.
Pada penelitian ini, sistem autentikasi dengan Extensible Authentication Protocol Transport Layer Security (EAP-TLS) diterapkan untuk mengatasi kelemahan sistem autentikasi
yang menggunakan username dan password. EAP-TLS membutuhkan Public Key Infrastructure
(PKI) untuk meningkatkan level keamanan dengan adanya kunci publik dan kunci privat
memanfaatkan sertifikat digital.
Dengan menggunakan Advanced Encryption Algorithm (AES) 128-bit dan DiffieHellman RSA untuk pertukaran kunci, komunikasi yang aman akan tercipta. Sistem autentikasi
EAP-TLS dapat mengatasi serangan terhadap sistem autentikasi captive portal yaitu sniffing
password dan spoofing MAC address.
Kata Kunci: EAP-TLS, Public Key Infrastructure, Sertifikat Digital, Autentikasi, WirelessLAN
ABSTRACT
In general, the security services consist of two processes; they are authentication and
encryption. The network authentication using the username and password (captive portal) is
currently sensitive to attacks. The data in the forms of username and password may be stolen in
order to acquire illegal access.
In this present study, the system of authentication with the Extensible Authentication
Protocol-Transport Layer Security (EAP-TLS) was applied to overcoming the weakness of the
authentication system using the username and password. EAP-TLS needs Public Key
Infrastructure (PKI) to improve the level of security as a consequence of the availability of the
public and private keys using digital certificate.
Safe communication will be created if the Advanced Encryption Algorithm (AES) 128-bit
and Deffie-Hellman RSA are used for the key exchange. The system of the authentication of EAPTLS can overcome any attack against the captive portal authentication, that is, sniffing password
and spoofing MAC address.
Keywords: EAP-TLS, Public Key Infrastructure, Digital Certificate, Authentication, WirelessLAN
1. Pendahuluan
Celah keamanan yang dapat menjadi
permasalahan pada jaringan wireless adalah
sistem koneksi dan autentikasi bagi
pengguna. Autentikasi tersebut dibutuhkan
bagi pengguna jaringan agar dapat terhubung
dengan jaringan wireless secara legal
(Sukmaaji dan Rianto, 2008).
Adanya celah keamanan pada suatu
jaringan wireless dapat dimanfaatkan oleh
siapa saja untuk melakukan hal ilegal seperti
menyadap segala informasi yang ada melalui
jaringan. Apabila hal ini terjadi maka
informasi yang diperoleh dapat saja
digunakan untuk hal-hal yang merugikan.
Untuk meningkatkan sistem keamanan
jaringan wireless digunakan koneksi wireless
yang lebih aman dengan adanya autentikasi.
Autentikasi memungkinkan adanya user yang
boleh mengakses jaringan dan user yang
tidak
diizinkan
mengakses
jaringan
(Sukmaaji dan Rianto, 2008). Proses
autentikasi yang sering dilakukan adalah
dengan cara verifikasi username dan
password dari user yang akan mengakses
jaringan, Cara ini tidak menjamin bahwa user
Jurnal Ilmu Komputer 2012
yang akan mengakses jaringan adalah user
yang diinginkan karena username dan
password yang dimiliki dapat saja diketahui
oleh orang lain.
Oleh karena itu, perlu dikembangkan lagi
mekanisme keamanan jaringan yang secara
spesifik digunakan pada wireless. Salah satu
mekanisme autentikasi yang dapat digunakan
adalah Extensible Authentication Protocol
(EAP)
dengan
metode
Extensible
Authentication Protocol (EAP) – Transport
Layer Security (EAP-TLS).
EAP-TLS adalah salah satu metode
autentikasi EAP berbasis sertifikat. EAPTLS menggunakan sertifikat kunci publik
untuk autentikasi dari client ke server dan
server ke client (Arifin, 2008). Komponen
penting dalam menerapkan EAP-TLS adalah
Public Key Infrastructure (PKI). Public Key
Infrastructure merupakan sebuah sistem dari
sertifikat digital yang memeriksa dan
mengotentikasi validitas dari setiap entitas
yang berpartisipasi dalam mengamankan
komunikasi melalui penggunaan kriptografi
public key (Arifin, 2008).
2. Tinjauan Pustaka
2.1 EAP dengan Transport Layer Security
(EAP-TLS)
EAP dengan Transport Layer Security
(TLS) mengharuskan adanya autentikasi
timbal-balik dimana baik supplicant dan
server autentikasi saling membuktikan
identitas mereka satu sama lain. EAP-TLS
membuat penggunaan kriptografi kunci
publik untuk tujuan autentikasi, yang mana
melibatkan smart card atau sertifikat digital.
Kemampuan
metode
EAP-TLS
menggunakan sertifikat membuat EAP-TLS
cocok untuk mengontrol akses pada
lingkungan jaringan wireless, dimana client,
yang sebelumya tidak memiliki koneksi yang
dapat dipercaya dengan suatu jaringan, dapat
mengautentikasi diri dan selanjutnya
mempertukarkan
sertifikat
untuk
membangun saluran komunikasi yang aman
dengan
jaringan
(Nakhjiri,
2005).
Komunikasi antara supplicant dan server
autentikasi direalisasikan via tunnel TLS
yang dienkripsi. Hal ini membuat EAP-TLS
sangat aman.
Gambar 1. Proses Autentikasi EAP-TLS
2.2 Sertifikat dan Public Key
Infrastructure (PKI)
Mekanisme autentikasi pada jaringan
wireless berbasis pada 802.1X yang
menggunakan
EAP-TLS
memerlukan
sertifikat. Pada autentikasi wireless berbasis
EAP-TLS, client dan server saling
mempertukarkan sertifikat.
Pada saat berlangsungnya pertukaran
sertifikat, pengamanan informasi sangat
penting untuk dilakukan. Salah satu teknik
pengamanan informasi yang dapat dilakukan
adalah teknik enkripsi. Pada EAP-TLS
enkripsi
yang
digunakan
untuk
mengamankan sertifikat adalah enkripsi
public key yang menggunakan dua kunci
berbeda untuk setiap bagian yang saling
berkomunikasi.
Menurut Arifin (2008), teknologi
enkripsi public key juga mengizinkan untuk
memasangkan digital signature pada sebuah
pesan. Untuk membuat sebuah digital
signature, pengirim menghitung hash dari
sebuah pesan. Hash adalah sebuah nilai yang
mewakili sebuah pesan. Pengirim kemudian
mengenkripsi hash menggunakan private
key. Hash yang sudah terenkripsi merupakan
digital signature dari sebuah pesan yang
akan dikirim. Ketika pesan dan digital
signature
diterima,
penerima
akan
melakukan penghitungan nilai hash untuk
sebuah pesan. Penerima menggunakan public
key yang berhubungan dengan pengirim
untuk mendekripsi digital signature dan
memverifikasi bahwa hash yang digunakan
sama dengan hash yang dihasilkan. Jika
mereka sama, artinya selama pengiriman
pesan tidak mengalami perubahan.
Untuk mengamankan integritas public
key, public key dipublikasikan sebagai bagian
dari sebuah sertifika (...truncated)