PENGEMBANGAN MEDIA BMK (BASIC MATHEMATICS FOR KIDS) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK ANAK USIA DINI 4-5 KELOMPOK B DI RA DARUL FIKRI DAMPIT-MALANG
AL IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Online ISSN 2745-8253
PENGEMBANGAN MEDIA BMK (BASIC MATHEMATICS FOR KIDS)
DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK ANAK USIA DINI 4-5
KELOMPOK B DI RA DARUL FIKRI DAMPIT-MALANG
Nikmahtul Khoir Tri Yulia1, Fivi Putri Lestari2
Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam Malang, Indonesia
e-mail:
Abstract
The development of BMK (Basic Mathematics For Kids) media is very influential on the
learning process of early childhood. The purpose of this study is to describe valid, practical,
interesting, and effective BMK media through learning mathematics. Researchers used the type
of Research and Development (R&D) method used to reveal qualitative and quantitative data
(mix method) using data collection techniques in the form of observation, interviews and
instruments. The results of the study were seen from media experts 89.7% with the feasibility
test classified as valid, material experts 91.2% with the conformity test classified as very
suitable, the responsive assessment of students 93.8% with observations classified as very
responsive, and the development of learning outcomes from the assessment evaluation. based on
5 indicators including KB1 90%, KB2 91%. KC1 71%, and KC2 77%. This research can be
concluded that product development through the trial phase shows the success of the media
used in the mathematics learning process is varied-innovative. Also, the ability of the media has
a major influence on children's thinking patterns logically-mathematically.
Keywords: BMK Media, Mathematics, Early Childhood
Accepted:
November 20 2021
Reviewed:
November 25 2021
Published:
November 30 2021
A. Pendahuluan
Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi dasar untuk anak menerima
pendidikan saat usia 0-6 tahun. Dimana, usia tersebut masuk pada masa “golden
age”. Masa yang penting dalam memperhatikan aspek perkembangan anak usia
dini meliputi nilai agama dan moral, bahasa, kognitif, sosial emosional, fisik
motorik, dan seni. Seiring berjalanan waktu, anak berkembangan potensinya
sangatlah cepat dan alamiah. Pekembangan potensi anak bekerja ketika
mendapatkan informasi baru yang telah diperoleh dan dikelolah serta dilakukan
oleh anak. Disitulah perkembangan masih dalam fase meniru. Kinerja pola kinerja
anak secara matematis dapat dipastikan memiliki pengaruh jelas saat anak melihat
dan mendengar informasi yang telah diterima melalui pendidikan. Tugas utama
pendidikan adalah untuk mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagai
pengetahuan, sikap, perilaku, dengan cara yang menyenangkan saat proses
AL IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
E-ISSN 2745-8253
Nikmahtul Khoir Tri Yulia & Fivi Putri Lestari
belajarnya. Belajar untuk lingkup pendidikan anak usia dini ketika penerapan
proses serayanya bermain artinya belajar tidak terlepas dengan kaitannya inovasi
media pembelajaran sebagai sumber belajar untuk mengeksplorasi daya ingat
anak.
Sumber belajar memiliki dua komponen yang berbeda diantaranya sumber
media yang dimanfaatkan dan sumber media bersifat rancangan. Media BMK salah
satu panduan belajar yang memiliki konsep rancangan dengan menggunakan
desain dari cangkupan indikator dan bentuk materi dalam mengatasi
permasalahan pada pembelajaran matematika anak usia dini secara
menyenangkan. Sehingga, keaktifan anak dalam mengikuti pembelajaran
matematika akan mempengaruhi kecerdasan matematika anak. Peran media
secara umum dapat menyampaikan informasi antara komunikator kepada
komunikan yang bukan didasarri oleh berubahan konsep dan bentuk artinya
media berfungsi sebagai alat peraga dalam menyampaikan informasi secara visual,
audio, dan visual-audio (Kustiawan, 2013);(Arsyad, 2011). Hal tersebut dapat
menjadi acuan guru sebagai dasar dalam merancangan media sebagai inovasi
konsep pembelajaran untuk anak usia dini. (Ferri, Grifoni, & Guzzo, 2020)
mengemukakan bahwa melihat kegunaan media itu sendiri sangat penting dalam
mengidentifikasi dan memperjelas penyajian pesan yang bersifat verbalistis,
mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera. (Prastowo, 2016)
Penggunaan media secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif
menjadi aktif untuk ketercapaian keberhasilan dalam pembelajaran yang sesuai
dengan kondisi anak. Hal tersebut di dukung dengan hasil penelitian menurut
(Negara, 2017) mengatakan bahwa keberhasilan penggunaan media dapat
meningkatkan hasil belajar anak secara optimal. Hal tersebut diharapkan bahwa
media memberikan kontribusi dalam mengembangkan kecerdasan matematika
anak melalui rancangan audio-visual sebagai wujud perkembangan pendidikan
berbasis teknologi saat ini.
Data yang di peroleh bulan oktober 2021 di RA Darul Fikri Dampit-Malang.
teridentifikasi pada 10 anak dari 23 anak masih mengalami kesulitan dalam
melatih pola berfikir secara matematis seperti proses menghitung, mengurut,
konsep hubungan bilangan puluhan dan geometri dengan menggunakan simbol
benda. Rendahnya kemampuan anak dikarenakan tingkat pemahaman anak masih
terlihat pasif dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Terkadang anak tidak fokus
dalam menerima pembelajaran. Sehingga, permasalahan tersebut dapat diatasi
melalui inovasi media BMK (Basic Mathematics For Kids). Peranan media menjadi
alternatif penyampaian materi akan lebih mudah dipahami oleh anak, dikarenakan
AL IHSAN: Volume 2 Nomor 2, 2021
93
Nikmahtul Khoir Tri Yulia & Fivi Putri Lestari
bentuk media tersebut bersifat audio-visual yang memiliki gerak gambar dan
warna secara menarik dan berbeda.
Media BMK (Basic Mathematics For Kids) merupakan salah satu media
interaktif yang berbentuk video dengan nuansa animasi yang menyajikan konsep
persoalan matematika dasar untuk anak usia dini. Media tersebut mefokuskan
untuk mengembangkan kompetensi matematika dasar anak. Keunggulan dari
media BMK (Basic Mathematics For Kids) salah satunya memiliki kemampuan
dalam segi keefektifan dari proses penggunaannya dapat dilakukan dimana saja.
Melihat bentuk media berupa video bernuansa animasi secara audio-visual, tentu
saja tidak menjadi hal yang sulit untuk anak dalam belajar matematika dimana saja
dengan pendampingan pendidik maupun orangtua. Konsep matematika awal anak
dapat dimulai dengan memberikan pembiasaan
literasi dini dalam
mengembangkan matematika awal dan keterampilan keaksaraan awal saling
terkait dan upaya untuk dukungan keduanya dapat berlangsung secara bersamaan
Pembelajaran matematika anak usia dini meliputi bilangan dan operasional
bilangan, geometri dan ruang, pengukuran, aljabar dan bentuk memecahkan
masalah. Matematika anak hanya perlu dikenalkan dan dipraktekkan sebagai
informasi dasar dalam perkembangan kompetensi matematis anak. Sehingga,
konsep penerapannya tidak telalu kompleks. (Harris & Petersen, 2017)
mengemukakan bahwa pengetahuan logika matematika pada anak perlu di bangun
ketika sedang melakukan kegiatan memanipulasi material/ benda-benda yang ada
di sekitarnya dengan proses bermain. Selain itu, interaksi anak dengan orang
dewasa (...truncated)