PENGEMBANGAN KONFIGURASI JARINGAN HOTSPOT DAN VOUCHER WIFI MENGGUNAKAN MIKROTIK CCR1009-7G-1C-1S+ PADA JALURDATA.NET
e-ISSN: 2685-9556
p-ISSN: 2686-0139
Volume 5 Issue 2
Aisyah Journal of Informatics and Electrical Engineering
Universitas Aisyah Pringsewu
Journal Homepage
http://jti.aisyahuniversity.ac.id/index.php/AJIEE
PENGEMBANGAN KONFIGURASI JARINGAN HOTSPOT DAN VOUCHER WIFI
MENGGUNAKAN MIKROTIK CCR1009-7G-1C-1S+ PADA JALURDATA.NET
Ikna Awaliyani
Program Studi Magister Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer
Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya
E-mail :
ABSTRACT
Currently, the demand for internet access has reached a very high level, because many people need
connectivity to find the latest information, read articles, and enjoy various entertainment. One place that
provides internet access is Jalandata.net. Many Internet Service Providers (ISP) offer Wi-Fi facilities for
customers. Jalandata.net, an ISP in Adiluwih, Central Lampung Regency, also provides hotspot facilities
using vouchers for customers. However, this Wi-Fi facility does not yet have usage restrictions.
Jalandata.net uses a hotspot and voucher system to calculate user access. Hotspot configuration using
MikroTik can be done to achieve this goal. MikroTik has a hotspot feature and an additional User
Manager feature that allows hotspot management via a web interface. Voucher usage is calculated based
on a certain period of time, and each voucher can only be used by one user. The purpose of this research
is to create hotspot vouchers that can be topped up via a hotspot login website, making it easier for
consumers to access Wi-Fi, top up vouchers, and reduce the excess use of Wi-Fi by each customer.
Based on the results of the research, it was revealed that in testing using vouchers that had a time limit
and users, one voucher could not be used by more than one user simultaneously. In addition, if the
voucher time has expired, the voucher can be refilled again. However, consumers are only allowed to
refill vouchers once a day.
Keywords: Hotspot, Voucher, Mikrotik,, Jalurdata.net.
ABSTRAK
Saat ini, permintaan akan akses internet telah mencapai tingkat yang sangat tinggi, karena banyak orang
membutuhkan konektivitas untuk mencari informasi terkini, membaca artikel, dan menikmati berbagai
hiburan. Salah satu tempat yang menyediakan akses internet adalah Jalurdata.net. Banyak Internet
Service Provider (ISP) yang menawarkan fasilitas Wi-fi bagi pelanggan. Jalurdata.net, sebuah ISP di
Adiluwih Kabupaten Lampung Tengah, juga menyediakan fasilitas hotspot menggunakan vouvher
untuk para pelanggan. Namun, fasilitas Wi-fi ini belum memiliki batasan penggunaan. Jalurdata.net
menggunakan hotspot dan sistem voucher untuk menghitung akses pengguna. Konfigurasi hotspot
dengan menggunakan MikroTik dapat dilakukan untuk mencapai tujuan ini. MikroTik memiliki fitur
hotspot dan tambahan fitur User Manager yang memungkinkan manajemen hotspot melalui antarmuka
web. Penggunaan voucher dihitung berdasarkan periode waktu tertentu, dan setiap voucher hanya dapat
dimanfaatkan oleh satu pengguna saja. Tujuan dari penelitian ini adalah menciptakan voucher hotspot
yang dapat diisi ulang melalui situs web login hotspot, sehingga mempermudah konsumen dalam
mengakses Wi-Fi, melakukan pengisian ulang voucher, serta mengurangi kelebihan penggunaan Wi-Fi
oleh setiap pelanggan. Berdasarkan hasil penelitian, terungkap bahwa dalam pengujian menggunakan
voucher yang memiliki batas waktu dan pengguna, satu voucher tidak dapat digunakan oleh lebih dari
218
Aisyah Journal of Informatics and Electrical Engineering
e-ISSN: 2685-9556
p-ISSN: 2686-0139
Volume 5 Issue 2
satu pengguna secara bersamaan. Selain itu, jika waktu voucher telah habis, voucher tersebut dapat diisi
ulang kembali. Meskipun demikian, konsumen hanya diperbolehkan melakukan pengisian ulang
voucher sekali dalam sehari.
Kata Kunci: Hotspot, Voucher, Mikrotik,, Jalurdata.net.
I.
PENDAHULUAN
Pada tahun 1993, di acara konferensi
Networld dan Interop di San Fransisco,
Amerika Serikat, Bret Stewart mengajukan
gagasan tentang konsep Jaringan Hotspot..
Konsep ini memungkinkan setiap individu
untuk mengakses internet melalui perangkat
seperti komputer, laptop, ponsel, dan PDA di
lokasi-lokasi yang menyediakan hotspot. Pada
masa kini, hotspot telah meraih popularitas
yang tinggi dan menjadi pilihan yang
terjangkau bagi berbagai lapisan masyarakat.
Hal ini dikarenakan hotspot lebih ekonomis
dibandingkan dengan berlangganan layanan
internet secara langsung dari penyedia untuk
paket individu.
Transformasi yang signifikan telah terjadi
dalam perkembangan perangkat keras dan
perangkat lunak jaringan. Pada awalnya,
sebagian besar jaringan dibangun menggunakan
kabel koaksial, namun sekarang banyak yang
menggunakan serat optik atau teknologi
komunikasi nirkabel. Perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi telah berdampak
pada karakteristik masyarakat modern yang
menuntut fleksibilitas, kemudahan, kepuasan,
dan efisiensi dalam layanan yang mereka
gunakan. Di Indonesia, jaringan informasi dan
komunikasi
sangat
bergantung
pada
infrastruktur backbone yang handal, terjangkau,
dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan ICT
(Information Electrical and Electronics
Engineer) dan ETSI-HiperLAN.
Permintaan masyarakat terus meningkat,
terutama dalam hal akses internet, seiring
dengan kemajuan teknologi. Akibatnya,
teknologi Wi-Fi mulai dianggap tidak cukup
untuk memenuhi kebutuhan tersebut karena
terdapat beberapa kekurangan yang ditemukan
dalam teknologi tersebut..
Sebagian besar pengelolaan bandwidth
dilakukan oleh administrator, penelitian ini
menggunakan sistem voucher pada wifi.id yang
memungkinkan pengguna untuk login dan
mengakses internet. Pembuatan username dan
password dalam voucher tersebut dilakukan
oleh administrator, dengan kombinasi huruf dan
angka. Namun, informasi tentang besarnya
bandwidth yang tersedia dalam satu voucher
tidak disediakan. Oleh karena itu, Jumlah
pengguna yang terhubung akan mempengaruhi
variasi bandwidth yang diterima oleh setiap
pengguna. Semakin banyak pengguna yang
terkoneksi, maka bandwidth yang tersedia akan
semakin terbagi kecil. Dalam situasi ini, peran
administrator menjadi sangat penting dalam
mengelola bandwidth.
Berdasarkan masalah penggunaan voucher
yang telah disebutkan, peneliti memiliki ide
untuk mendirikan sebuah usaha Indocyber.net
Usaha ini akan menggunakan MikroTik
Routerboard CCR1009-7G-1C-1S+ sebagai
sistem manajemen billing dengan fitur User
Manager
dan
manajemen
bandwidth.
Tujuannya adalah agar pengguna dapat
membeli voucher dengan kuota yang sesuai
dengan kebutuhan mereka.
Penerapan jaringan hotspot dengan sistem
voucher quota sebagai manajemen billing
menggunakan
perangkat
MikroTik
Routerboard dilakukan dengan memanfaatkan
beragam fasilitas yang disediakan oleh
MikroTik. MikroTik menawarkan fitur-fitur
yang andal untuk mendukung sistem jaringan
hotspot berbayar ini. Selain itu, hasil kinerja
jaringan hotspot yang telah diimplementasikan
dapat diukur dari perspektif administrator
maupun pengguna. Tak hanya itu, penggunaan
MikroTik Routerboard seb (...truncated)