Kontekstualisasi Zuhud di Era Medsos

Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits, Jun 2023

AbstractThe dynamics of contemporary phenomena that occur today are so many of the emergence of the moral degradation of spirituality. With the development of technology, the doctrine of Sufism has been adjusted so that it can be accepted by the general public and becomes a counter to the negative impacts of social media so that it can be interpreted in the era of social media. This study explores the concept and contextualization of zuhud. Through the descriptive and interpretative analysis method, the analysis describes the basic meaning of the concept of zuhud, then looks at its development and is related to the era of social media. The sources used are various studies on zuhud in journals, books, and so on, as well as the elaboration of references on digital technology, especially social media platforms. The results of this study are first the meaning of zuhud, which is defined as a spiritual capital that is not excessive. Second, the contextualization of zuhud is understood in the era of the development of information technology, especially social networking platforms, it means social media as needed.Keywords: Contextualization; Social media; Zuhud concept.AbstrakDinamika fenomena kekinian yang terjadi saat ini begitu banyak munculnya degradasi moral spiritualitas. Dengan berkembangnya teknologi, ajaran tasawuf telah disesuaikan agar dapat diterima oleh masyarakat luas dan menjadi counter terhadap dampak negatif media sosial sehingga dapat dimaknai di era media sosial. Kajian ini mengeksplorasi konsep dan kontekstualisasi zuhud. Melalui metode analisis deskriptif dan interpretatif, analisis tersebut mendeskripsikan makna dasar dari konsep zuhud, kemudian melihat perkembangannya dan dikaitkan dengan era media sosial. Sumber yang digunakan adalah berbagai kajian tentang zuhud dalam jurnal, buku, dan sebagainya, serta penjabaran referensi tentang teknologi digital khususnya platform media sosial. Hasil penelitian ini pertama adalah pengertian zuhud yang diartikan sebagai modal spiritual yang tidak berlebihan. Kedua, kontekstualisasi zuhud diaplikasikan di era perkembangan teknologi informasi, khususnya platform jejaring sosial, artinya media sosial sesuai kebutuhan yang adaptabel.Kata Kunci: Kontekstualisasi, Konsep zuhud, Media sosial.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/al-dzikra/article/download/13768/6324

Kontekstualisasi Zuhud di Era Medsos

Kontekstualisasi Zuhud di Era Medsos Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur’an dan al-Hadits P-ISSN: 1978-0893, E-ISSN: 2714-7916 http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/al-dzikra Volume 17, Number 1, Juni 2023, Halaman 23 - 36 DOI: 10.24042/al-dzikra.v17i1.13768 Kontekstualisasi Zuhud di Era Medsos Roma Wijaya Sekolah Tinggi Agama Islam Syubbanul Wathon Magelang Received: 16-09-2022 Revised: 30-11-2022 Accepted: 02-03-2023 Abstract The dynamics of current phenomena generate a great deal of moral deterioration of spirituality. With the advancement of technology, the teachings of Sufism have been modified so that they can be embraced by the wider community and serve as a counter-balance to the harmful impact of social media, and so that they can be interpreted in the age of social media. This research investigates the concept and contextualization of zuhud. The analysis discusses the core meaning of the concept of zuhud using descriptive and interpretive analysis methodologies, then looks at its development and association with the era of social media. Various research on zuhud in journals, books, and so on, as well as explanations of references on digital technology, particularly social media platforms, were used as sources. The study's findings first include a definition of zuhud, characterized as moderate spiritual capital. Second, the contextualization of zuhud is used in the age of information technology development, particularly social networking platforms, implying that social media is adapted to meet evolving needs. Al-Dzikra, Volume 17, No. 1, Juni 2023 23 Roma Wijaya Keywords: Contextualization; Social media; The concept of Zuhud. Abstrak Dinamika fenomena kekinian yang terjadi saat ini begitu banyak munculnya degradasi moral spiritualitas. Dengan berkembangnya teknologi, ajaran tasawuf telah disesuaikan agar dapat diterima oleh masyarakat luas dan menjadi counter terhadap dampak negatif media sosial sehingga dapat dimaknai di era media sosial. Kajian ini mengeksplorasi konsep dan kontekstualisasi zuhud. Melalui metode analisis deskriptif dan interpretatif, analisis tersebut mendeskripsikan makna dasar dari konsep zuhud, kemudian melihat perkembangannya dan dikaitkan dengan era media sosial. Sumber yang digunakan adalah berbagai kajian tentang zuhud dalam jurnal, buku, dan sebagainya, serta penjabaran referensi tentang teknologi digital khususnya platform media sosial. Hasil penelitian ini pertama adalah pengertian zuhud yang diartikan sebagai modal spiritual yang tidak berlebihan. Kedua, kontekstualisasi zuhud diaplikasikan di era perkembangan teknologi informasi, khususnya platform jejaring sosial, artinya media sosial sesuai kebutuhan yang adaptabel. Kata Kunci: Kontekstualisasi, Konsep zuhud, Media sosial. A. Pendahuluan Kebutuhan manusia bukan hanya disandingkan terhadap nilai-nilai jasmani, namun luput untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan santapan rohani atau jiwa kita. Fenomena kontemporer yang terjadi saat ini dapat dilihat masifnya degradasi moral spiritualitas. Dampak yang ditimbulkan dari media sosial yaitu malah adanya penurunan kepekaan terhadap orang sekitar. Diakibatkan karena mereka sibuk menscroll menu-menu yang terdapat di berbagai platform media sosial. Tetapi dinasti saat ini pun memunculkan kebebasan berekspresi tanpa batas. 1 Hamka menginisiaikan umat muslim modern untuk menelusuri dan mengkaji serta mengamalkan esensi tasawuf yang dapat 1 Nur Said and Fajar Nugroho, Cyber NU: Beraswaja Di Era Digital (Kudus: Parist Penerbit, 2019), hlm. 103. 24 DOI://dx.doi.org/10.24042/al-dzikra.v17i1.13768 Kontekstualisasi Zuhud di Era Medsos membentuk etika.2 Salah satu ajaran yang terdapat dalam dunia sufi adalah zuhud (asketisme). Makna dasar zuhud diartikan dengan meninggalkan, tidak tertarik, tidak terpesona, dan tidak menyukai.3 Hal ini sering dijadikan problematika zuhud di era medsos, karena ketidakpeduliaan terhadap dunia. Penelitian terdahulu mengenai konsepsi zuhud dapat diklasifikasikan menjadi dua bentuk, studi linguistik 4, kontekstualisasi5. Nur Afifah Khurin Maknin menggambarkan bahwa implementasi zuhud di pondok pesantren modern tidak ditemuka, karena sistem dan gaya hidup mereka, namun pengamalan zuhud ditemukan pada pondok pesantren tradisional. 6 Zuhud juga dimaknai sebagai konsep memandang dunia sebagai media meraih kebahagiaan akhirat dan menyebarkan kebaikan kepada sesama.7 Dari kajian terdahulu, penelitian ini mengisi kekosongan riset terdahulu dengan memfokuskan kepada kontekstualisasi ajaran zuhud di era medsos. Publik mengetahuinya sebagai satu doktrin tentang meninggalkan hal-hal duniawi dan tidak cinta buta terhadap gemerlap dunia, karena mengejar nilai-nilai ukhrawi. Padahal 2 Martin Van Bruinessen and Julia Day Howell, Sufism and The ‘Modern’ in Islam (New York: I.B. Tauris, 2007), hlm. 218–19. 3 Louis Ma’luf and Bernard Tottel, Al-Munjid Fi Al-Lughah Wa AlA’lam (Beirut: Dar al-Masyriq, 1986), hlm. 308. 4 Rumba Triana, ‘Zuhud Dalam Al-Qur’an’, Al-Tadabbur, 2.3 (2017) <https://doi.org/10.300868/at.v2i03.195>; Firdaus, ‘Zuhud Dalam Perspektif Sunnah’, Al-Mubarak, 4.1 (2019) <https://doi.org/10.47435/almubarak.v4i1.48.>; Moh Fudholi, ‘Konsep Zuhud Al-Qushayri Dalam Risalah Al-Qushayriyah’, Teosofis: Jurnal Tasawuf Dan Pemikiran Islam, 1.1 (2011), 38–54 <https://doi.org/10.15641/teosofis.2011.1.1.38-54>; Muhammad Hafiun, ‘Zuhud Dalam Ajaran Tasawuf’, HISBAH: Jurnal Bimbingan Konseling Dan Dakwah Islam, 14.1 (2017), 77–93 <https://doi.org/10.14421/hisbah.2017.14107.>. 5 Bunyamin, ‘Meraih Sukses Ala Sufi (Pendidikan Zuhud Dalam Konteks Kekinian)’, Dinamika Ilmu, 13.1 (2013), 120–36 <https://doi.org/10.21093/di.v13i1.69.>; Tri Wahyu Hidayati, ‘Perwujudan Sikap Zuhud Dalam Kehidupan’, Millati, 1.2 (2016) <https://doi.org/10.18326/mlt.v1i2.243-258>; Nur Afifah Khurin Maknin, ‘Konsep Dan Implementasi Zuhud Dalam Pemenuhan Kebutuhan Primer Santri (Studi Pada Beberapa Pesantren Tradisional Dan Modern Di Kabupaten Malang)’, Progresive, 5.1 (2011), 109–22. 6 Maknin. 7 Hidayati. Al-Dzikra, Volume 17, No. 1, Juni 2023 25 Roma Wijaya terdapat sisi-sisi dibalik pemaknaan zuhud pada zaman medsos. Berdasarkan penjelasan tersebut tulisan ini bertujuan untuk menghantarkan pemaknaan konsep zuhud sehingga mampu memberikan signifikansi di dalam ruang hidup bermedia sosial. Jenis tulisan ini bersifat library research yaitu penelitian pustaka yang bersifat penelitian kepustakaan, sehingga data-data yang diperoleh berasal dari kajian teks seperti kitab, buku-buku atau jurnal-jurnal yang relevan dengan tema tulisan ini. Sumber yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Adapun data primer diambil dari literature al-Qur’an, hadits, dan kitab-kitab tafsir. Sedangkan data sekunder diambil dari berbagai kajian pustaka berupa buku, artikel, maupun dokumen lainnya yang memiliki relevan atas objek kajian penelitian ini. Setelah melakukan pengumpulan data baik dari sumber primer maupun sekunder. Selanjutnya dilakukan analis (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/al-dzikra/article/download/13768/6324
Article home page: https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/al-dzikra/article/view/13768/6324

Roma Wijaya. Kontekstualisasi Zuhud di Era Medsos, Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits, 2023, pp. 23 - 36,