DURASI TIDUR DAN OBESITAS PADA DEWASA AWAL USIA 26 – 35 TAHUN DI WILAYAH SIDOTOPO WETAN SURABAYA

Adi Husada Nursing Journal, Aug 2016

ABSTRAKObesitas merupakan krisis kesehatan global yang dialami oleh negara maju dan berkembang termasuk Indonesia. Salah satu faktor yang menyebabkan obesitas adalah pola hidup yang tidak sehat termasuk perilaku sedentary, asupan diit tinggi kalori, stres dan kacaunya pola tidur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adakah hubungan durasi tidur dengan kejadian obesitas pada dewasa awal usia 26-35 di Wilayah Sidotopo Wetan, Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebesar 30 responden yang mengalami obesitas dengan BMI >30 kg/m2dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden sebagian besar adalah perempuan, usia antara 26-30 tahun, berpendidikan terakhir SMA dan bekerja swasta. Sedangkan hasil tabulasi silang didapatkan 20 orang mengalami obese I dan 12 diantaranya memiliki durasi tidur yang lebih pendek yaitu antara 3-5 jam, dan terbukti ada hubungan antara durasi tidur dengan obesitas dengan p=0.02 (α=0.05). Kebiasaan durasi tidur yang pendek dapat mempengaruhi hormone dan meningkatkan asupan kalori pada malam hari sehingga orang yang terbiasa terjaga pada malam hari sangat rentan mengalami obesitas. Memperbaiki pola tidur dan mengurangi asupan kalori saat terjaga pada malam hari dapat mengurangi resiko obesitas.Kata Kunci: durasi tidur, obesitasABSTRACTObesity is a global health crisis experienced by developed and developing countries, including Indonesia. One of the factors that lead to obesity is an unhealthy lifestyle including sedentary behavior, intake of high-calorie diet, stress and disrupted sleep patterns. The purpose of this study was to determine is there a relationship of sleep duration with obesity in adults 26-35 years old in the region Sidotopo Wetan, Surabaya. This study used correlation analytic method with cross sectional approach. Samples of 30 respondents who were obese with a BMI> 30 kg / m2 and used purposive sampling technique. The results showed the characteristics of respondents are mostly women, aged between 26-30 years, educated past high school and private work. While the results of cross-tabulation obtained 20 people were obese I and 12 of them have shorter sleep duration is between 3-5 hours, and proved there was a relationship between sleep duration and obesity with p= 0.02 (α= 0.05). Habits that short sleep duration may affect hormones and increased the intake of calories at night so people were accustomed awake at night was very susceptible to obesity. Improve sleep patterns and reduce the intake of calories while awake at night can reduce the risk of obesity. Keywords: sleep duration, obesity DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://adihusada.ac.id/jurnal/index.php/AHNJ/article/download/38/118

DURASI TIDUR DAN OBESITAS PADA DEWASA AWAL USIA 26 – 35 TAHUN DI WILAYAH SIDOTOPO WETAN SURABAYA

DURASI TIDUR DAN OBESITAS PADA DEWASA AWAL USIA 26 – 35 TAHUN DI WILAYAH SIDOTOPO WETAN SURABAYA NI PUTU RUSMINI AKADEMI KEPERAWATAN ADI HUSADA SURABAYA ABSTRAK Obesitas merupakan krisis kesehatan global yang dialami oleh negara maju dan berkembang termasuk Indonesia. Salah satu faktor yang menyebabkan obesitas adalah pola hidup yang tidak sehat termasuk perilaku sedentary, asupan diit tinggi kalori, stres dan kacaunya pola tidur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adakah hubungan durasi tidur dengan kejadian obesitas pada dewasa awal usia 26-35 di Wilayah Sidotopo Wetan, Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebesar 30 responden yang mengalami obesitas dengan BMI >30 kg/m2dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden sebagian besar adalah perempuan, usia antara 26-30 tahun, berpendidikan terakhir SMA dan bekerja swasta. Sedangkan hasil tabulasi silang didapatkan 20 orang mengalami obese I dan 12 diantaranya memiliki durasi tidur yang lebih pendek yaitu antara 3-5 jam, dan terbukti ada hubungan antara durasi tidur dengan obesitas dengan p=0.02 (α=0.05). Kebiasaan durasi tidur yang pendek dapat mempengaruhi hormone dan meningkatkan asupan kalori pada malam hari sehingga orang yang terbiasa terjaga pada malam hari sangat rentan mengalami obesitas. Memperbaiki pola tidur dan mengurangi asupan kalori saat terjaga pada malam hari dapat mengurangi resiko obesitas. Kata Kunci: durasi tidur, obesitas ABSTRACT Obesity is a global health crisis experienced by developed and developing countries, including Indonesia. One of the factors that lead to obesity is an unhealthy lifestyle including sedentary behavior, intake of high-calorie diet, stress and disrupted sleep patterns. The purpose of this study was to determine is there a relationship of sleep duration with obesity in adults 26-35 years old in the region Sidotopo Wetan, Surabaya. This study used correlation analytic method with cross sectional approach. Samples of 30 respondents who were obese with a BMI> 30 kg / m2 and used purposive sampling technique. The results showed the characteristics of respondents are mostly women, aged between 26-30 years, educated past high school and private work. While the results of cross-tabulation obtained 20 people were obese I and 12 of them have shorter sleep duration is between 3-5 hours, and proved there was a relationship between sleep duration and obesity with p= 0.02 (α= 0.05). Habits that short sleep duration may affect hormones and increased the intake of calories at night so people were accustomed awake at night was very susceptible to obesity. Improve sleep patterns and reduce the intake of calories while awake at night can reduce the risk of obesity. Keywords: sleep duration, obesity PENDAHULUAN Saat ini terdapat bukti bahwa prevalensi kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas meningkat sangat tajam di seluruh dunia, yang mencapai tingkatan yang membahayakan. Obesitas tidak hanya ditemukan pada penduduk dewasa, tetapi juga pada anakanak dan remaja. Hasil Riskesdas 2007 (Depkes RI, 2008) menunjukkan prevalensi obesitas secara Nasional adalah sebesar 19,1%. Prevalensi Nasional obesitas pada laki-laki lebih rendah daripada perempuan, secara berturut-turut sebesar 13,9% dan 23,8%. ADI HUSADA NURSING JOURNAL VOL. 2, NO.1, JUNI 2016 81 Di daerah perkotaan prevalensi obesitas lebih tinggi dari pada di pedesaan, masingmasing sebesar 23.8% dan 16.3%. Status gizi pada kelompok dewasa di atas 18 tahun didominasi dengan masalah obesitas, walaupun masalah kurus juga masih cukup tinggi. Angka obesitas pada perempuan cenderung lebih tinggi dibanding laki-laki. Secara Nasional dapat dilihat masalah gizi pada penduduk dewasa di atas 18 tahun adalah: 12.6% kurus, dan 21.7% gabungan kategori berat badan lebih (BB lebih) dan obese, yang bisa juga disebut obesitas. Prevalensi tertinggi untuk obesitas adalah di Provinsi Sulawesi Utara (37.1%), dan yang terendah adalah (13.0%) di Provinsi Nusa Tenggara Timur 2 . Durasi tidur mungkin menjadi regulator penting berat badan dan metabolisme. Suatu hubungan antara kebiasaan waktu tidur yang pendek dan peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) telah dilaporkan dalam sampel populasi yang lebih besar. Peranan potensial hormon metabolik dalam hubungan ini belum diketahui 1. Sejumlah hormon memediasi interaksi antara durasi tidur yang pendek, metabolisme dan tingginya IMT. Dua hormon kunci yang mengatur nafsu makan yaitu leptin dan ghrelin. Kedua hormon ini memainkan peranan yang signifikan dalam interaksi antara durasi tidur yang pendek dan tingginya IMT. Leptin adalah adipocyte derived hormone yang menekan nafsu makan. Ghrelin sebagian besar adalah peptide yang berasal dari abdomen yang menstimulasi nafsu makan. Mediator lain yang memberi kontribusi terhadap metabolisme adalah adiponektin dan insulin. Adiponektin adalah hormon yang baru diketahui disekresi oleh adiposit dan berhubungan dengan sensitifitas insulin. Beberapa penelitian telah menghubungkan durasi tidur (akut dan kebiasaan), hormon-hormon metabolik, dan IMT pada populasi studi Wisconsin Sleep Cohort Study. Durasi tidur yang pendek mempengaruhi peningkatan IMT. Durasi tidur yang pendek (<10 jam/malam) secara independen berhubungan dengan resiko overweight/obesitas. Magee dkk tahun 2010 pada orang dewasa menunjuk-kan bahwa durasi waktu tidur yang pendek (<8 jam) hanya mempengaruhi usia muda (anak dan remaja) serta dewasa muda, sedangkan pada dewasa lanjut, tidak terbukti 1. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adakah hubungan durasi tidur dengan kejadian obesitas pada dewasa awal usia 26-35 di Wilayah Sidotopo Wetan, Surabaya. METODE Penelitian ini menggunakan metode korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada RW 1 Kelurahan/Kecamatan Sidotopo Wetan, Kota Surabaya. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Januari-Maret 2016. Populasi penelitian adalah semua dewasa awal usia 18-40 tahun yang mengalami obesitas dengan BMI >30 kg/m2 yaitu 97 responden. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan dengan kriteria inklusi maupun eksklusi didapatkan sampel sebesar 30 responden. Uji statistik yang digunakan adalah Chisquare. HASIL Data Umum Tabel 1. Data Demografi Responden No 1 2 3 4 Karakteristik Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Umur 26-30 31-35 Pendidikan terakhir SD SMP SMA PT Pekerjaan Tidak bekerja PNS Swasta Wiraswata ADI HUSADA NURSING JOURNAL VOL. 2, NO.1, JUNI 2016 n % 5 25 17 83 17 13 57 53 0 2 21 7 0 7 70 23 9 3 11 7 30 10 37 23 82 Tabel 1 menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan yaitu 25 orang (83%), sebagian berumur antara 2630 tahun yaitu 17 orang (57%), pendidikan terakhir sebagian besar responden adalah SMA yaitu 21 orang (70%), dan bekerja swasta yaitu 11 orang (37%). Data Khusus Tabel 2. Tabulasi silang durasi tidur dan obesitas pada responden Variable Durasi tidur 3-5 (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://adihusada.ac.id/jurnal/index.php/AHNJ/article/download/38/118
Article home page: https://adihusada.ac.id/jurnal/index.php/AHNJ/article/view/38/118

Rusmini Ni Putu. DURASI TIDUR DAN OBESITAS PADA DEWASA AWAL USIA 26 – 35 TAHUN DI WILAYAH SIDOTOPO WETAN SURABAYA, Adi Husada Nursing Journal, 2016, pp. 81-84,