Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Sederhana Bagi UMKM Kopi di Desa Kaongke-ongkea, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton

Oct 2022

Buton Regency has potential in developing commodities, especially coffee, which is located in the village of Kaongke-ongkea, Pasarwajo District and is the first coffee village in Buton land. The problem faced by coffee UMKM entrepreneurs is that they do not yet know how to compile financial reports in a simple way, therefore the purpose of this service is to provide knowledge and understanding so that coffee UMKM entrepreneurs in Kaongke-ongkea Village can be independent, especially in recording and compiling financial reports in a timely manner. simple. This community activity program uses mentoring and training methods in the form of simple examples of transactions related to business in the coffee sector. With this service program, coffee UMKM entrepreneurs in Kaongke-Ongkea Village are expected to improve their understanding, knowledge and skills and be independent in compiling simple financial reports.

Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Sederhana Bagi UMKM Kopi di Desa Kaongke-ongkea, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton

Abdimas Universal 4 (2), (2022), 301-305 ABDIMAS UNIVERSAL http://abdimasuniversal.uniba-bpn.ac.id/index.php/abdimasuniversal DOI: https://doi.org/10.36277/abdimasuniversal.v4i2.242 Received: 31-08-2022 Accepted: 09-10-2022 Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Sederhana Bagi UMKM Kopi di Desa Kaongke-ongkea, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton Herman1*; Muarif Leo1; Winda Ayu Virginia1; Irmawati Alimuddin1; Resfika Aswira1; Nurdin1 1 Prgoram Studi Akuntansi Perpajakan, Jurusan Ekonomi & Bisnis, Politeknik Baubau, Kota Baubau 1* Email: Abstrak Kabupaten Buton memiliki potensi dalam pengembangan komoditi, khususnya Kopi yang berada di Desa Kaongke-ongkea Kecamatan pasarwajo dan merupakan kampung kopi pertama yang berada di tanah buton. Permasalahan yang dihadapi oleh pengusaha UMKM kopi ini adalah belum mengetahui cara menyusun laporan keuangan secara sederhana, oleh karna itu tujuan dilakukannya pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman agar pengusaha UMKM kopi di Desa Kaongkeongkea bisa mandiri terutama dalam melakukan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan secara sederhana. Program kegiatan masyarakat ini menggunakan metode pendampingan dan pelatihan berupa contoh transaksi- transaksi yang berkaitan dengan usaha dalam bidang kopi secara sederhana. Dengan dilakukannya program pengabdian ini, para pengusaha UMKM kopi di Desa Kaongke-ongkea diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan serta mandiri dalam menyusun laporan keuangan secara sederhana. Kata Kunci: pendampingan, penyusunan laporan keuangan sederhana, UMKM. Abstract Buton Regency has potential in developing commodities, especially coffee, which is located in the village of Kaongke-ongkea, Pasarwajo District and is the first coffee village in Buton land. The problem faced by coffee UMKM entrepreneurs is that they do not yet know how to compile financial reports in a simple way, therefore the purpose of this service is to provide knowledge and understanding so that coffee UMKM entrepreneurs in Kaongke-ongkea Village can be independent, especially in recording and compiling financial reports in a timely manner. simple. This community activity program uses mentoring and training methods in the form of simple examples of transactions related to business in the coffee sector. With this service program, coffee UMKM entrepreneurs in Kaongke-Ongkea Village are expected to improve their understanding, knowledge and skills and be independent in compiling simple financial reports. Keywords: assistance, preparation of simple financial statements, UMKM. 1. Pendahuluan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di berbagai negara termasuk di Indonesia merupakan salah satu penggerak perekonomian rakyat yang tangguh. Hal ini karena kebanyakan para pengusaha UMKM berangkat dari industri keluarga/rumahan. Konsumennya berasal dari kalangan menengah ke bawah dan peranan UMKM terutama sejak krisis moneter tahun 1998 dapat dipandang sebagai katup penyelamat dalam proses pemulihan ekonomi nasional, baik dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja (Prabowo et al., 2021). Kinerja UMKM pada masa pandemi covid-19 mengalami penurunan. Banyak UMKM yang tidak bisa bertahan pada masa tersebut. Setelah masa new normal pandemi covid-19, UMKM mulai bangkit memulai usaha lagi. Hal ini tentu saja didukung oleh pemerintah dengan berbagai fasilitas yang diberikan Volume 4, Nomor 2, 2022 ISSN 2657-1439 (Print), ISSN 2684-7043 (Online) seperti pinjaman lunak tanpa bunga dan bantuan modal untuk memulai kembali usaha yang sempat berhenti (Laily & Efendi, 2020). Berdasarkan data BPS dan Kementerian Koperasi (Wahyudin, 2013), dari seluruh kelas usaha menunjukkan bahwa usaha skala kecil di Indonesia menempati porsi sekitar 99%, artinya hampir seluruh usaha di Indonesia merupakan usaha kecil, hanya 1% saja usaha menengah dan besar. UMKM dapat menjadi salah satu sektor perekonomian yang menjadi andalan di Indonesia. Berkaitan dengan UMKM atau industri rumah tangga memang merupakan aktivitas perekonomian kecil namun dapat berpengaruh pada peningkatan perekonomian secara individu maupun secara umum (Antari & Wulandari, 2019). UMKM mampu menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat, meningkatkan kreativitas dan produktivitas daerah dalam mengelola sumber daya yang dimiliki, menggerakkan perekonomian dan 301 | P a g e Abdimas Universal 4 (2), (2022), 301-305 kesejahteraan masyarakat, UMKM di Indonesia banyak didirikan oleh rumah tangga miskin karena masyarakat tersebut tidak mendapatkan lapangan kerja yag lebih baik. Sehingga secara tidak langsung UMKM dianggap memiliki kontribusi dalam mengurangi kemiskinan. UMKM juga merupakan sektor yang resisten dalam menghadapi krisis ekonomi global, dibuktikan dengan bertahannya UMKM di tengah krisis ekonomi Indonesia pada tahun 1997, yang dikarenakan interaksi UMKM dengan mata uang asing relatif mininm (Tambunan, 2011). Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan dari perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Kondisi keuangan suatu perusahaan akan dapat diketahui dari laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan, yang terdiri dari neraca, laporan laba-rugi, serta laporan keuangan lainnya. Baridwan (2004) mendefinisikan laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, atau dengan kata lain suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Untuk Membuat laporan keuangan sederhana, dengan cara penjurnalan transaksi, memposting ke buku besar, membuat neraca saldo, dan menyusun laporan keuangan lainnya. Salah satu UMKM yang ada di Kabupaten Buton adalah UMKM Kopi, dimana kopi merupakan salah satu komoditas unggulan daerah kabupaten Buton yang menjadi upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan usaha tani yang ada di Desa Kaongke-ongkea, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton. Kopi Kaongke-ongkea memiliki aroma dan cita rasa yang khas dan merupakan kampung kopi pertama yang berada di tanah Buton, sehingga memiliki potensi sebagai modal dasar untuk meningkatkan kondisi ekonomi keluarga yang berada di sekitar perkebunan kopi di Desa Kaongke-ongkea. Untuk menunjang dan memantau perkembangan kondisi keuangan pengusaha UMKM Kopi di Desa Kaongke-ongkea, maka diperlukanlah administrasi pencatatan kondisi transaksi keuangan dalam bentuk pembukuan sederhana tetapi dalam pelaksanaannya untuk mencapai tujuan tersebut, seringkali dijumpai banyak hambatan dan permasalahan yang salah satunya adalah masalah pengelolaan keuangan dimana khususnya berkaitan dengan penerapan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan dan akuntansi yang benar. Masalah ini biasanya timbul dikarenakan masih kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai pencatatan dan pelaoran keuangan UMKM Kopi. Berdasarkan hasil survei salah satu pengusaha UMKM kopi melalui wawancara, bahwa pengusaha UMKM kopi di De (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://abdimasuniversal.uniba-bpn.ac.id/index.php/abdimasuniversal/article/download/242/127
Article home page: https://abdimasuniversal.uniba-bpn.ac.id/index.php/abdimasuniversal/article/view/242/127

Herman Herman, Leo Muarif, Virginia Winda Ayu, Irmawati Alimuddin, Aswira Resfika, Nurdin Nurdin. Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Sederhana Bagi UMKM Kopi di Desa Kaongke-ongkea, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, 2022, pp. 301-305,