PENGARUH TELENURSING TERHADAP PERAWATAN DIRI PASIEN DENGAN PENYAKIT KRONIS

COPING (Community of Publishing in Nursing), Aug 2019

Perawatan diri adalah perilaku gaya hidup sehat yang dilakukan oleh individu untuk mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Perawatan diri juga bisa menjadi strategi yang dijamin untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan. Saat ini, ada banyak cara untuk mendukung pasien penyakit kronis. Salah satunya adalah telenursing. Telenursing sebagai proses pemberian, pengelolaan, dan koordinasi perawatan dan administrasi layanan kesehatan melalui teknologi informasi dan telekomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Telenursing terhadap kemampuan perawatan diri pasien. Intervensi diberikan selama tiga minggu. Ini adalah eksperimen semu dengan pretest-posttest menggunakan desain kelompok kontrol. Teknik sampel adalah purposive sampling. Jumlah sampel adalah 60 orang yang terdiri dari 30 orang pada kelompok kontrol dan 30 orang pada kelompok perlakuan. Uji Mann-Whitney diperoleh nilai p = 0,000 <0,05 yang berarti ada pengaruh yang signifikan kemampuan perawatan diri telenursing baik pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari Telenursing terhadap kemampuan perawatan diri. Kata kunci: telenursing, perawatan diri, penyakit kronis ABSTRACT Self care is healthy lifestyle behaviors committed by individuals to maintain optimal growth and development. Self care can also become a strategy that are guaranteed to promote and maintain health. Currently, there are many ways to support chronic illness patients. One of them is telenursing. Telenursing as a process of giving, managing and coordinating of care and administering health services through information technology and telecommunications. This research aims to know the influence of Telenursing to the self care patient ability. The intervention given for three weeks. This was quasi experimental with pretest-posttest using control group design. The sample technique was a purposive sampling. The number of sample were 60 people consisting of 30 people in control group and 30 people in treatment group. The Mann-Whitney test obtained p value = 0.000 < 0.05 which means there is significant influence of telenursing self-care ability both on treatment group and the control group. So it can be concluded that there is significant influence of the Telenursing to the self care ability. Keywords: telenursing, self care, chronic diseases

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ojs.unud.ac.id/index.php/coping/article/download/53714/31860

PENGARUH TELENURSING TERHADAP PERAWATAN DIRI PASIEN DENGAN PENYAKIT KRONIS

Community of Publishing in Nursing (COPING), ISSN: 2303-1298 PENGARUH TELENURSING TERHADAP PERAWATAN DIRI PASIEN DENGAN PENYAKIT KRONIS I Wayan Wahyu Pratama*, Putu Oka Yuli Nurhesti, Made Dian Sulistiowati Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana *Email: ABSTRAK Perawatan diri adalah perilaku gaya hidup sehat yang dilakukan oleh individu untuk mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Perawatan diri juga bisa menjadi strategi yang dijamin untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan. Saat ini, ada banyak cara untuk mendukung pasien penyakit kronis. Salah satunya adalah telenursing. Telenursing sebagai proses pemberian, pengelolaan, dan koordinasi perawatan dan administrasi layanan kesehatan melalui teknologi informasi dan telekomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Telenursing terhadap kemampuan perawatan diri pasien. Intervensi diberikan selama tiga minggu. Ini adalah eksperimen semu dengan pretest-posttest menggunakan desain kelompok kontrol. Teknik sampel adalah purposive sampling. Jumlah sampel adalah 60 orang yang terdiri dari 30 orang pada kelompok kontrol dan 30 orang pada kelompok perlakuan. Uji Mann-Whitney diperoleh nilai p = 0,000 <0,05 yang berarti ada pengaruh yang signifikan kemampuan perawatan diri telenursing baik pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari Telenursing terhadap kemampuan perawatan diri. Kata kunci: telenursing, perawatan diri, penyakit kronis ABSTRACT Self care is healthy lifestyle behaviors committed by individuals to maintain optimal growth and development. Self care can also become a strategy that are guaranteed to promote and maintain health. Currently, there are many ways to support chronic illness patients. One of them is telenursing. Telenursing as a process of giving, managing and coordinating of care and administering health services through information technology and telecommunications. This research aims to know the influence of Telenursing to the self care patient ability. The intervention given for three weeks. This was quasi experimental with pretest-posttest using control group design. The sample technique was a purposive sampling. The number of sample were 60 people consisting of 30 people in control group and 30 people in treatment group. The Mann-Whitney test obtained p value = 0.000 < 0.05 which means there is significant influence of telenursing self-care ability both on treatment group and the control group. So it can be concluded that there is significant influence of the Telenursing to the self care ability. Keywords: telenursing, self care, chronic diseases PENDAHULUAN Penyakit kronis merupakan kondisi medis atau masalah kesehatan yang berkaitan dengan gejala-gejala atau kecacatan yang membutuhkan penatalaksanaan jangka panjang. Penatalaksanaan ini mencakup belajar untuk hidup dengan gejala dan kecacatan, disamping menghadapi segala bentuk perubahan identitas yang diakibatkan oleh penyakit (Smeltzer & Bare, 2010). Penyakit kronis dapat diderita oleh semua kelompok usia, tingkat sosial, ekonomi, dan budaya. Dilaporkan bahwa setidaknya 34,2 juta orang di dunia mengalami keterbatasan aktivitas karena kondisi kronis (Smeltzer & Bare, 2010). Menurut WHO (2010), penyakit kronis menyebabkan 36 juta (63%) kematian dari Volume 7, Nomor 2, Agustus 2019 57 juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2008. Pada tahun 2000, di Amerika Serikat diperkirakan 57 juta penduduk menderita berbagai penyakit kronis dan diperkirakan akan meningkat menjadi 81 juta pada tahun 2020 (Wu & Green, 2007). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI 2008, diketahui bahwa di Indonesia proporsi angka kematian akibat penyakit kronis meningkat dari 41,7% pada 1995 menjadi 49,9 % pada 2001 dan 59,5 % pada 2007 (WHO, 2010). Beberapa faktor yang menyebabkan penyakit kronis dapat menjadi masalah kesehatan yang banyak ditemui hampir di seluruh negara, diantaranya kemajuan dalam bidang kedokteran modern yang telah mengarah pada menurunnya angka kematian dari penyakit infeksi dan kondisi 87 Community of Publishing in Nursing (COPING), ISSN: 2303-1298 serius lainnya, nutrisi yang membaik dan peraturan yang mengatur keselamatan di tempat kerja yang telah memungkinkan orang hidup lebih lama (Smeltzer & Bare, 2010). Peningkatan jumlah penderita penyakit kronis dan berbagai masalah yang muncul pada penyakit kronis menjadi tantangan bagi perawat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan menyediakan asuhan keperawatan yang berkualitas, komprehensif, dan berfokus pada pasien (CDC, 2006). Berdasarkan hal tersebut pasien dengan penyakit kronis harus ikut berperan aktif dalam melakukan pengontrolan dan manajemen terhadap penyakitnya sepanjang hidupnya. Manajemen diri merupakan proses dinamis, interaktif, dimana pasien terlibat aktif dalam pengontrolan dan manajemen penyakitnya. Manajemen diri merujuk pada kemampuan individu (pasien) untuk bekerja sama dengan keluarga, komunitas, dan pemberi pelayanan kesehatan untuk melakukan manajemen gejala penyakit, terapi, perubahan gaya hidup, dan konsekuensi psikososial, budaya serta spiritual terkait dengan kondisi penyakit (Richard & Shea, 2011). Manajemen diri pada pasien dengan penyakit kronis mencakup manajemen nutrisi, manajemen stres, perawatan diri, protokol terapi sesuai penyakit dan dukungan sosial (Sarafino, 2006). Perawatan diri merupakan salah satu bagian manajemen diri yang mencakup perilaku gaya hidup sehat dilakukan oleh individu untuk mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal atau strategi pencegahan yang dilakukan untuk mempromosikan atau menjaga kesehatan (Richard & Shea, 2011; Riegel & Dickson, 2008). Perawatan diri penyakit kronis membutuhkan perhatian yang optimal untuk masalah-masalah yang kompleks, saling terkait, bersifat medis, sosial, mental, dan emosional. Upayaupaya kolaboratif dari banyak tenaga pelayanan kesehatan dibutuhkan untuk Volume 7, Nomor 2, Agustus 2019 memberikan perawatan untuk mendukung perawatan diri secara optimal oleh pasien penderita penyakit kronis (Smeltzer & Bare, 2010). kelangsungan hidup mereka. Keperawatan dapat menggunakan perkembangan ini untuk mengembangkan metode baru dalam pemberian asuhan keperawatan. Pemberdayaan masyarakat dan rekayasa sosial dapat dilakukan perawat melalui komunikasi jarak jauh dengan pasien (CNA, 2005). Telenursing didefiniskan sebagai suatu proses pemberian, manajemen dan koordinasi asuhan serta pemberian layanan kesehatan melalui teknologi informasi dan telekomunikasi (CNA, 2005). Telenursing merupakan metode baru dalam melakukan asuhan keperawatan. Bentuk telenursing meliputi penggunaan website, media sosial, telepon, mobile phone dan video interaktif dalam memberikan perawatan pada pasien (Lee, Chen, Haiso, 2007). Metode ini cukup menarik karena pasien dimonitor oleh perawat dan mendapatkan akses pelayanan sesuai keinginan pasien melalui komunikasi jarak jauh. Metode telenursing memiliki b (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ojs.unud.ac.id/index.php/coping/article/download/53714/31860
Article home page: https://ojs.unud.ac.id/index.php/coping/article/view/53714/31860

Pratama I Wayan Wahyu, Nurhesti Putu Oka Yuli, Made Dian Sulistiowati. PENGARUH TELENURSING TERHADAP PERAWATAN DIRI PASIEN DENGAN PENYAKIT KRONIS, COPING (Community of Publishing in Nursing), 2019, pp. 87-96,