PENGARUH TELENURSING TERHADAP PERAWATAN DIRI PASIEN DENGAN PENYAKIT KRONIS
Community of Publishing in Nursing (COPING), ISSN: 2303-1298
PENGARUH TELENURSING TERHADAP PERAWATAN DIRI PASIEN
DENGAN PENYAKIT KRONIS
I Wayan Wahyu Pratama*, Putu Oka Yuli Nurhesti, Made Dian Sulistiowati
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
*Email:
ABSTRAK
Perawatan diri adalah perilaku gaya hidup sehat yang dilakukan oleh individu untuk mempertahankan
pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Perawatan diri juga bisa menjadi strategi yang dijamin untuk
meningkatkan dan menjaga kesehatan. Saat ini, ada banyak cara untuk mendukung pasien penyakit kronis. Salah
satunya adalah telenursing. Telenursing sebagai proses pemberian, pengelolaan, dan koordinasi perawatan dan
administrasi layanan kesehatan melalui teknologi informasi dan telekomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh Telenursing terhadap kemampuan perawatan diri pasien. Intervensi diberikan selama tiga
minggu. Ini adalah eksperimen semu dengan pretest-posttest menggunakan desain kelompok kontrol. Teknik
sampel adalah purposive sampling. Jumlah sampel adalah 60 orang yang terdiri dari 30 orang pada kelompok
kontrol dan 30 orang pada kelompok perlakuan. Uji Mann-Whitney diperoleh nilai p = 0,000 <0,05 yang berarti
ada pengaruh yang signifikan kemampuan perawatan diri telenursing baik pada kelompok perlakuan dan
kelompok kontrol. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari Telenursing terhadap
kemampuan perawatan diri.
Kata kunci: telenursing, perawatan diri, penyakit kronis
ABSTRACT
Self care is healthy lifestyle behaviors committed by individuals to maintain optimal growth and development.
Self care can also become a strategy that are guaranteed to promote and maintain health. Currently, there are
many ways to support chronic illness patients. One of them is telenursing. Telenursing as a process of giving,
managing and coordinating of care and administering health services through information technology and
telecommunications. This research aims to know the influence of Telenursing to the self care patient ability. The
intervention given for three weeks. This was quasi experimental with pretest-posttest using control group design.
The sample technique was a purposive sampling. The number of sample were 60 people consisting of 30 people
in control group and 30 people in treatment group. The Mann-Whitney test obtained p value = 0.000 < 0.05
which means there is significant influence of telenursing self-care ability both on treatment group and the
control group. So it can be concluded that there is significant influence of the Telenursing to the self care ability.
Keywords: telenursing, self care, chronic diseases
PENDAHULUAN
Penyakit kronis merupakan kondisi
medis atau masalah kesehatan yang
berkaitan dengan gejala-gejala atau
kecacatan
yang
membutuhkan
penatalaksanaan
jangka
panjang.
Penatalaksanaan ini mencakup belajar
untuk hidup dengan gejala dan kecacatan,
disamping menghadapi segala bentuk
perubahan identitas yang diakibatkan oleh
penyakit (Smeltzer & Bare, 2010).
Penyakit kronis dapat diderita oleh
semua kelompok usia, tingkat sosial,
ekonomi, dan budaya. Dilaporkan bahwa
setidaknya 34,2 juta orang di dunia
mengalami keterbatasan aktivitas karena
kondisi kronis (Smeltzer & Bare, 2010).
Menurut WHO (2010), penyakit kronis
menyebabkan 36 juta (63%) kematian dari
Volume 7, Nomor 2, Agustus 2019
57 juta kematian di seluruh dunia pada
tahun 2008. Pada tahun 2000, di Amerika
Serikat diperkirakan 57 juta penduduk
menderita berbagai penyakit kronis dan
diperkirakan akan meningkat menjadi 81
juta pada tahun 2020 (Wu & Green, 2007).
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan
RI 2008, diketahui bahwa di Indonesia
proporsi angka kematian akibat penyakit
kronis meningkat dari 41,7% pada 1995
menjadi 49,9 % pada 2001 dan 59,5 %
pada 2007 (WHO, 2010).
Beberapa faktor yang menyebabkan
penyakit kronis dapat menjadi masalah
kesehatan yang banyak ditemui hampir di
seluruh negara, diantaranya kemajuan
dalam bidang kedokteran modern yang
telah mengarah pada menurunnya angka
kematian dari penyakit infeksi dan kondisi
87
Community of Publishing in Nursing (COPING), ISSN: 2303-1298
serius lainnya, nutrisi yang membaik dan
peraturan yang mengatur keselamatan di
tempat kerja yang telah memungkinkan
orang hidup lebih lama (Smeltzer & Bare,
2010).
Peningkatan
jumlah
penderita
penyakit kronis dan berbagai masalah yang
muncul pada penyakit kronis menjadi
tantangan
bagi
perawat
untuk
meningkatkan kualitas hidup pasien
dengan menyediakan asuhan keperawatan
yang berkualitas, komprehensif, dan
berfokus pada pasien (CDC, 2006).
Berdasarkan hal tersebut pasien dengan
penyakit kronis harus ikut berperan aktif
dalam melakukan pengontrolan dan
manajemen
terhadap
penyakitnya
sepanjang hidupnya.
Manajemen diri merupakan proses
dinamis, interaktif, dimana pasien terlibat
aktif dalam pengontrolan dan manajemen
penyakitnya. Manajemen diri merujuk
pada kemampuan individu (pasien) untuk
bekerja sama dengan keluarga, komunitas,
dan pemberi pelayanan kesehatan untuk
melakukan manajemen gejala penyakit,
terapi, perubahan gaya hidup, dan
konsekuensi psikososial, budaya serta
spiritual terkait dengan kondisi penyakit
(Richard & Shea, 2011). Manajemen diri
pada pasien dengan penyakit kronis
mencakup manajemen nutrisi, manajemen
stres, perawatan diri, protokol terapi sesuai
penyakit dan dukungan sosial (Sarafino,
2006).
Perawatan diri merupakan salah satu
bagian manajemen diri yang mencakup
perilaku gaya hidup sehat dilakukan oleh
individu
untuk
mempertahankan
pertumbuhan dan perkembangan yang
optimal atau strategi pencegahan yang
dilakukan untuk mempromosikan atau
menjaga kesehatan (Richard & Shea, 2011;
Riegel & Dickson, 2008). Perawatan diri
penyakit kronis membutuhkan perhatian
yang optimal untuk masalah-masalah yang
kompleks, saling terkait, bersifat medis,
sosial, mental, dan emosional. Upayaupaya kolaboratif dari banyak tenaga
pelayanan kesehatan dibutuhkan untuk
Volume 7, Nomor 2, Agustus 2019
memberikan perawatan untuk mendukung
perawatan diri secara optimal oleh pasien
penderita penyakit kronis (Smeltzer &
Bare, 2010).
kelangsungan
hidup
mereka.
Keperawatan
dapat
menggunakan
perkembangan ini untuk mengembangkan
metode baru dalam pemberian asuhan
keperawatan. Pemberdayaan masyarakat
dan rekayasa sosial dapat dilakukan
perawat melalui komunikasi jarak jauh
dengan pasien (CNA, 2005).
Telenursing didefiniskan sebagai
suatu proses pemberian, manajemen dan
koordinasi asuhan serta pemberian layanan
kesehatan melalui teknologi informasi dan
telekomunikasi (CNA, 2005). Telenursing
merupakan metode baru dalam melakukan
asuhan keperawatan. Bentuk telenursing
meliputi penggunaan website, media sosial,
telepon, mobile phone dan video interaktif
dalam memberikan perawatan pada pasien
(Lee, Chen, Haiso, 2007). Metode ini
cukup menarik karena pasien dimonitor
oleh perawat dan mendapatkan akses
pelayanan sesuai keinginan pasien melalui
komunikasi jarak jauh.
Metode
telenursing memiliki b (...truncated)