Edukasi Teknik Komunikasi Orang Tua Penyandang Disabilitas Tentang Kenakalan Remaja dan Seksualitas

BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Apr 2023

Permasalahan pada remaja semakin meningkat dan salah satu penyebabnya adalah minimnya komunikasi antara orangtua dan remaja tentang dampak kenakalan remaja dan seksualitas. Orang tua yang merupakan penyandang disabilitas, memiliki akses yang lebih rendah untuk mendapatkan informasi dan edukasi khususnya tentang kenakalan remaja dan seksualitas. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan teknik berkomunikasi orang tua penyandang disabilitas khususnya tentang kenakalan remaja dan seksualitas dengan anak remaja mereka Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pemberian materi dalam bentuk ceramah, tanya jawab dan diskusi. Hasil kegiatan diperoleh peningkatanpengetahuan orangtua penyandang disabilitas tentang kenakalan remaja dan seksualitas sebesar 47%. Implikasi yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peserta dapat melaksanakan komunikasi yang efektif kepada anak remaja mereka, dalam upaya mencegah kenakalan remaja Kegiatan edukasi tehnik komunikasi pada orantua penyandang disabilitas tentang kenakalan remaja dan seksualitas mampu meningkatkan pengetahuan mereka.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unma.ac.id/index.php/bernas/article/download/4765/2717

Edukasi Teknik Komunikasi Orang Tua Penyandang Disabilitas Tentang Kenakalan Remaja dan Seksualitas

BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No 2, 2023, pp. 1169-1174 DOI: https://doi.org/10.31949/jb.v4i2.4765 e-ISSN 2721-9135 p-ISSN 2716-442X Edukasi Teknik Komunikasi Orang Tua Penyandang Disabilitas Tentang Kenakalan Remaja dan Seksualitas Yulia Fitri1*, Putri Santy2 , Fitriani3 1, 2 3 , Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Aceh, Aceh Besar, Indonesia *e-mail korespondensi: Abstract Problems in adolescents are increasing and one of the causes is the lack of communication between parents and adolescents about the impact of delinquency and sexuality. Parents who are people with disabilities have less access to information and education, especially about juvenile delinquency and sexuality. The purpose of this community service activity is to improve the communication techniques of parents with disabilities, especially about juvenile delinquency and sexuality with their teenage children. The method used in this activity is in the form of providing material in the form of lectures, questions and answers and discussions. The results of community service activities obtained an increase in knowledge of parents with disabilities about juvenile delinquency and sexuality by 47%. The expected implication of this activity is that participants can carry out effective communication with their teenagers, in an effort to prevent juvenile delinquency Educational activities on communication techniques for parents with disabilities about juvenile delinquency and sexuality are able to increase their knowledge. Keywords: Disability, Communication, Parents, Juvenile Delinquency, Sexuality Abstrak Permasalahan pada remaja semakin meningkat dan salah satu penyebabnya adalah minimnya komunikasi antara orangtua dan remaja tentang dampak kenakalan remaja dan seksualitas. Orang tua yang merupakan penyandang disabilitas, memiliki akses yang lebih rendah untuk mendapatkan informasi dan edukasi khususnya tentang kenakalan remaja dan seksualitas. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan teknik berkomunikasi orang tua penyandang disabilitas khususnya tentang kenakalan remaja dan seksualitas dengan anak remaja mereka Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pemberian materi dalam bentuk ceramah, tanya jawab dan diskusi. Hasil kegiatan diperoleh peningkatanpengetahuan orangtua penyandang disabilitas tentang kenakalan remaja dan seksualitas sebesar 47%. Implikasi yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peserta dapat melaksanakan komunikasi yang efektif kepada anak remaja mereka, dalam upaya mencegah kenakalan remaja Kegiatan edukasi tehnik komunikasi pada orantua penyandang disabilitas tentang kenakalan remaja dan seksualitas mampu meningkatkan pengetahuan mereka. Kata Kunci: Disabilitas, Komunikasi, Orang tua, Kenakalan Remaja, Seksualitas Accepted: 2023-03-02 Published: 2023-04-04 PENDAHULUAN Permasalahan pada remaja semakin meningkat . Hal ini tergambar dari semakin naiknya kasus kenakalan remaja termasuk hubungan seksual pranikah. Berbagai factor menjadi penyebab kondisi ini. Diantaranya adalah semakin mudahnya akses mendapatkan informasi tentang seksualitas. Bila informasi yang diperoleh tidak tepat, maka remaja yang sedang memiliki rasa ingin tahu yang besar karena sedang berada dalam usia pubertas, dapat mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, HIV/AIDS maupun Infeksi Menular Seksual karena melakukan hubungan seks yang tidak aman(Pratiwi & Hastuti, 2017). Penelitian pada kelompok remaja yang mengalami kehamilan di bawah usia 20 tahun, menemukan bahwa mereka belum mengetahui tentang dampak kehamilan remaja. Mereka juga mengatakan bahwa orangtua kurang berperan dalam memberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja,. (Aziza, 2019). 1169 1170 Fitri et al. Remaja lebih suka mencari informasi untuk mengatasi permasalahannya, termasuk masalah kesehatan reproduksi dan seksualitas kepada teman atau internet , bukan pada orangtua. Hal ini disebabkan sikap orangtua yang tidak memberi rasa nyaman dan kurangnya kemampuan orang tua dalam menjalin komunikasi (Ismiyati & Rumiatun, 2019). Orangtua dan keluarga merupakan lingkungan yang paling dekat dengan remaja termasuk dalam perkembangan kesehatan seksual dan ketermapilan membuat keputusan secara mandiri. Namun banyak orang tua dan remaja yang tidak membuka ruang diskusi tentang kesehatan reproduksi dengan berbagai penyebab antara lain kurangnya kesadaran orang tua terhadap kesehatan reproduksi, kekhawatiran bahwa diskusi kesehatan reproduksi pada remaja akan mendorong remaja memulai praktik seksual, anggapan bahwa pembahasan tentang seksulitas adalah hal tabu tabu, kurang pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, dan kemampuan komunikasi yang masih kurang dalam kesehatan reproduksi (Ismiyati & Rumiatun, 2019) Penelitian di Yogyakarta menunjukkan remaja yang memiliki tingkat kekuatan karakter dan persepsi komunikasi empatik orangtua yang tinggi memiliki tingkat kecenderungan kenakalan remaja yang rendah. Sebaliknya, subjek yang memiliki tingkat kekuatan karakter dan persepsi komunikasi empatik orangtua yang rendah memiliki tingkat kecenderungan kenakalan remaja yang tinggi (Dwi dan Diana, 2017). Komunikasi merupakan aspek yang vital dalam melaksanakan fungsi keluarga. orang tua sangat berperan penting dalam memberi bimbingan dan membentuk tingkah laku anak. Sehingga diperlukanlah komunikasi yang baik dan efektif (Safitri & Safrudin, 2020) . Komunikasi antar orang tua dam anak dapat memberikan kedekatan kedua belah pihak. Anak akan bersikap lebih terbuka pada orangtua termasuk menyampaikan pendapat dan idenya sehingga membentuk kedekatan sebagai pilar yang menjauhkan anak dari kenakalan remaja (Christian & Jatmika, 2018). Bila Komunikasi tidak tidak berjalan dengan baik dapat memicu penyimpangan prilaku pada remaja (Dwi dan Diana , 2017) . Penelitian di Yogyakarta menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara komunikasi orangtuaremaja dengan perilaku seksual remaja. Komunikasi orangtua-remaja yang kurang baik dapat mengarahkan kepada hubungan seks dini. Semakin tinggi tingkat pemantauan orangtua terhadap anak remajanya, semakin rendah kemungkinan perilaku menyimpang pada remaja (Erni, 2017) dan yang menjadi salah satu factor penyimpangan prilaku remaja ini adalah keluarga (Amalia & Sugandi, 2022; Pratiwi & Hastuti, 2017) Peran orangtua untuk membimbing dan mendampingi khususnya dalam memberikan informasi mengenai kesehatan reproduksi dan masalah seksual kepada anak remajanya sangat diperlukan. Salah satu keterlibatan orangtua terletak pada upaya pemberian informasi mengenai kesehatan reproduksi dan pendidikan seks sebagai sebuah pendidikan wajib yang diberikan oleh orangtua kepada anaknya, karena memiliki pengaruh besar terhadap masa depan anak (Ningsih, 2017). Keterbatasan secara fisik oleh perempuan penyandang disabilitas termasuk tuna netra, menimbulkan berbagai dampak berupa hambatan dalam memperoleh hak layanan rehabilitasi domistik (keluarga) dan fasilitas publik, baik akses pendidikan, (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unma.ac.id/index.php/bernas/article/download/4765/2717
Article home page: https://ejournal.unma.ac.id/index.php/bernas/article/view/4765/2717

Fitri Yulia, Santy Putri, Fitriani Fitriani. Edukasi Teknik Komunikasi Orang Tua Penyandang Disabilitas Tentang Kenakalan Remaja dan Seksualitas, BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2023, pp. 1169-1174,