EMPLOYEE ENGAGEMENT SEBAGAI KUNCI MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN (International Journal Review)
EMPLOYEE ENGAGEMENT SEBAGAI KUNCI MENINGKATKAN KINERJA
KARYAWAN (International Journal Review)
Oleh:
Meida Rachmawati
Dosen STIE AMA Salatiga
(Researched by Markos and M. Sandhya Sridevi
PhD Scholar, Department of Commerce and Management Studies, Andhra University
International Journal of Business and Management, Vol. 5, No. 12, December 2010 )
Abstract
Employee engagement is a vast construct that touches almost all parts of human
resource management facets we know hitherto. If every part of human resources is not
addressed in appropriate manner, employees fail to fully engage themselves in their job
in the response to such kind of mismanagement. The construct employee engagement is
built on the foundation of earlier concepts like job satisfaction, employee commitment
and Organizational citizenship behaviour. Though it is related to and encompasses
these concepts, employee engagement is broader in scope. Employee engagement is
stronger predictor of positive organizational performance clearly showing the two-way
relationship between employer and employee ompared to the three earlier constructs:
job satisfaction, employee commitment and organizational citizenship behaviour.
Engaged employees are emotionally attached to their organization and highly involved
in their job with a great enthusiasm for the success of their employer, going extra mile
beyond the employment contractual agreement.
Keywords: Employee engagement, Employee commitment, Organizational citizenship
behaviour, Job satisfaction
PENDAHULUAN
Bagi perusahaan, manajemen sumber daya manusia merupakan suatu hal yang
sangat penting. Dengan melakukan pengelolaan sumber daya manusia yang baik, maka
akan menghasilkan output yang baik pula bagi perusahaan. Salah satu cara yang banyak
digunakan perusahaan modern dalam mengelola sumber dayanya adalah dengan
melakukan berbagai macam survey internal yang bertujuan untuk mengukur kapasitas,
kompetensi, maupun kinerja para karyawannya.
Alasan memilih jurnal ilmiah ini untuk diulas adalah karena jurnal ini
memberikan wawasan yang menyeluruh namun mudah dipahami mengenai apakah
52
Among M akarti Vol.6 No.12, Desember 2013
employee engagement itu dan sejauh mana employee engagement tersebut berpengaruh
terhadap kinerja karyawan. Disebutkan pula bahwa pengukuran employee engagement
sebagai salah satu tolak ukur dalam menentukan kinerja karyawan telah menjadi trend
yang terus berkembang di dunia usaha.
Employee engagement muncul sebagai upaya pengembangan dari konsepkonsep sebelumnya seperti kepuasan kerja karyawan, komitmen karyawan, serta
perilaku organisasi karyawan. Dengan adanya karyawan yang terlibat secara aktif di
dalam perusahaan menandakan bahwa perusahaan tersebut memiliki iklim kerja yang
positif. Hal ini disebabkan karena dengan adanya karyawan yang memiliki keterikatan
yang baik dengan perusahaan tempat ia bekerja, maka mereka akan memiliki
antusiasme yang besar untuk bekerja, bahkan terkadang jauh melampaui tugas pokok
yang tertuang dalam kontrak kerja mereka.
Latar belakang penulis dalam melakukan penelitian ini adalah semakin
meningkatnya kebutuhan perusahaan akan sumber daya manusia atau karyawan yang
memiliki pengetahuan dan keahlian profesional. Tentu saja karyawan dengan
pengetahuan dan keahlian tersebut tidak dapat sekedar dikelola dengan menggunakan
teknik-teknik manajemen lama, karena para karyawan modern ini mengharapkan
otonomi kerja yang lebih besar, status yang lebih baik, serta kepuasan kerja yang lebih
tinggi. Salah satu hal menarik yang ditulis dalam jurnal ini menyebutkan bahwa konsep
mengenai employee engagement sebenarnya merupakan pengembangan dari teknik
manajemen lama seperti Organiszational Citizenship
Behavior (OCB/Perilaku
Organisasi Karyawan). Konsep ini membuka mata para manajer perusahaan bahwa
keterikatan karyawan terhadap perusahaan merupakan suatu elemen penting dala m
meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Inisiatif pengembangan dalam bentuk
53
Employee Engagement Sebagai Kunci M eningkatkan Kinerja Karyawan
(International Journal Review)
(M eida Rachmawati)
apapun tidak akan membuahkan hasil jika tidak disertai dengan peran serta, komitmen,
serta rasa keterikatan (engagement) yang dimiliki oleh para karyawannya.
Untuk mempermudah pemahaman pembaca mengenai jurnal ini, maka akan
dikelompokkan menjadi empat bagian: 1) evolusi dan definisi dari employee
engagement serta perbedaan konsep ini dengan konsep-konsep pendahulunya; 2) faktorfaktor yang mendorong karyawan untuk
memilik i rasa keterikatan/employee
engagement terhadap perusahaannya; 3) dampak dari employee engagement terhadap
kinerja organisasi yang dilihat melalui indikator outcome bisnis seperti keuntungan
perusahaan, kepuasan pelanggan, pertumbuhan perusahaan, dan keunt ungan lain yang
diterima perusahaan; dan 4) strategi yang harus dilakukan perusahaan untuk membuat
karyawannya memiliki rasa keterikatan/employee engagement terhadap perusahaan.
1.
Evolusi/sejarah dan definisi dari employee engagement serta pe rbedaan
konsep ini dengan konsep-konsep pendahulunya
Sejarah Evolusi. Konsep ini ralatif baru dan muncul sekitar dua dekade
belakangan ini (Rafferty, Maben, West dan Robinson, 2005; Melcrum Publishing,
2005;
Ellis
dan
Sorensen,
2007).
Employee
engagement
merupakan
pengembangan dari dua konsep terdahulu, yaitu komitmen dan Organizational
Citizenship Behavior (OCB/Perilaku Organisasi Karyawan) (Robinson, Perryman
dan Hayday, 2004; Rafferty dkk., 2005). Konsep employee engagement memiliki
kesamaan dengan kedua konsep terdahulunya dan kadang definisinya sering
tumpang tindih.
Robinson dkk. (2004) mengatakan bahwa kedua konsep terdahulu yaitu
komitmen dan OCB dirasa kurang lengkap, dan di dalam konsep employee
engagement, dimasukkan unsur kesadaran bisnis (business awareness). Rafferty
54
Among M akarti Vol.6 No.12, Desember 2013
dkk (2005) juga membedakan antara konsep employee engagement dengan dua
konsep terdahulunya, dimana employee engagement lebih menunjukkan proses
saling memberi dan menerima yang menguntungkan antara karyawan dan
organisasi/perusahaan.
Definisi
Employee
engagement.
Peneliti
Ketenagakerjaan
Global
Perrin/Perrin’s Global Workforce Study (2003) mendefinisikan employee
engagement sebagai kesediaan karyawan dan kemampuannya untuk berkontribusi
dalam kesuksesan perusahaan secara terus menerus. Rasa keterikatan terhadap
organisasi ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor emosional
dan rasional berkaitan dengan pekerjaan dan pengalaman kerja secara
keseluruhan.
Gallup mendefinisikannya sebagai peran serta dan antusiasme untuk
bekerja. Gallup juga mengkaitkan employee engagement dengan rasa keterikatan
emosional yang positif dan komitmen karyawan (Dernovsek, 2008).
Sedangkan Robinson, dkk (2004) mendefinisikan employee engagement
sebagai sikap positif yang dimiliki karyawan terhadap organisasi tempat ia bekerja
serta nilai- nilai yang dimiliki oleh organisasi tersebut. Dengan demikian, dalam
konsep em (...truncated)