EMPLOYEE ENGAGEMENT SEBAGAI KUNCI MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN (International Journal Review)

Among Makarti, Apr 2014

Abstract Employee engagement is a vast construct that touches almost all parts of human resource management facets we know hitherto. If every part of human resources is not addressed in appropriate manner, employees fail to fully engage themselves in their job in the response to such kind of mismanagement. The construct employee engagement is built on the foundation of earlier concepts like job satisfaction, employee commitment and Organizational citizenship behaviour. Though it is related to and encompasses these concepts, employee engagement is broader in scope. Employee engagement is stronger predictor of positive organizational performance clearly showing the two-way relationship between employer and employee ompared to the three earlier constructs: job satisfaction, employee commitment and organizational citizenship behaviour. Engaged employees are emotionally attached to their organization and highly involved in their job with a great enthusiasm for the success of their employer, going extra mile beyond the employment contractual agreement. Keywords: Employee engagement, Employee commitment, Organizational citizenship behaviour, Job satisfaction

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.stieama.ac.id/index.php/ama/article/download/88/71

EMPLOYEE ENGAGEMENT SEBAGAI KUNCI MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN (International Journal Review)

EMPLOYEE ENGAGEMENT SEBAGAI KUNCI MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN (International Journal Review) Oleh: Meida Rachmawati Dosen STIE AMA Salatiga (Researched by Markos and M. Sandhya Sridevi PhD Scholar, Department of Commerce and Management Studies, Andhra University International Journal of Business and Management, Vol. 5, No. 12, December 2010 ) Abstract Employee engagement is a vast construct that touches almost all parts of human resource management facets we know hitherto. If every part of human resources is not addressed in appropriate manner, employees fail to fully engage themselves in their job in the response to such kind of mismanagement. The construct employee engagement is built on the foundation of earlier concepts like job satisfaction, employee commitment and Organizational citizenship behaviour. Though it is related to and encompasses these concepts, employee engagement is broader in scope. Employee engagement is stronger predictor of positive organizational performance clearly showing the two-way relationship between employer and employee ompared to the three earlier constructs: job satisfaction, employee commitment and organizational citizenship behaviour. Engaged employees are emotionally attached to their organization and highly involved in their job with a great enthusiasm for the success of their employer, going extra mile beyond the employment contractual agreement. Keywords: Employee engagement, Employee commitment, Organizational citizenship behaviour, Job satisfaction PENDAHULUAN Bagi perusahaan, manajemen sumber daya manusia merupakan suatu hal yang sangat penting. Dengan melakukan pengelolaan sumber daya manusia yang baik, maka akan menghasilkan output yang baik pula bagi perusahaan. Salah satu cara yang banyak digunakan perusahaan modern dalam mengelola sumber dayanya adalah dengan melakukan berbagai macam survey internal yang bertujuan untuk mengukur kapasitas, kompetensi, maupun kinerja para karyawannya. Alasan memilih jurnal ilmiah ini untuk diulas adalah karena jurnal ini memberikan wawasan yang menyeluruh namun mudah dipahami mengenai apakah 52 Among M akarti Vol.6 No.12, Desember 2013 employee engagement itu dan sejauh mana employee engagement tersebut berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Disebutkan pula bahwa pengukuran employee engagement sebagai salah satu tolak ukur dalam menentukan kinerja karyawan telah menjadi trend yang terus berkembang di dunia usaha. Employee engagement muncul sebagai upaya pengembangan dari konsepkonsep sebelumnya seperti kepuasan kerja karyawan, komitmen karyawan, serta perilaku organisasi karyawan. Dengan adanya karyawan yang terlibat secara aktif di dalam perusahaan menandakan bahwa perusahaan tersebut memiliki iklim kerja yang positif. Hal ini disebabkan karena dengan adanya karyawan yang memiliki keterikatan yang baik dengan perusahaan tempat ia bekerja, maka mereka akan memiliki antusiasme yang besar untuk bekerja, bahkan terkadang jauh melampaui tugas pokok yang tertuang dalam kontrak kerja mereka. Latar belakang penulis dalam melakukan penelitian ini adalah semakin meningkatnya kebutuhan perusahaan akan sumber daya manusia atau karyawan yang memiliki pengetahuan dan keahlian profesional. Tentu saja karyawan dengan pengetahuan dan keahlian tersebut tidak dapat sekedar dikelola dengan menggunakan teknik-teknik manajemen lama, karena para karyawan modern ini mengharapkan otonomi kerja yang lebih besar, status yang lebih baik, serta kepuasan kerja yang lebih tinggi. Salah satu hal menarik yang ditulis dalam jurnal ini menyebutkan bahwa konsep mengenai employee engagement sebenarnya merupakan pengembangan dari teknik manajemen lama seperti Organiszational Citizenship Behavior (OCB/Perilaku Organisasi Karyawan). Konsep ini membuka mata para manajer perusahaan bahwa keterikatan karyawan terhadap perusahaan merupakan suatu elemen penting dala m meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Inisiatif pengembangan dalam bentuk 53 Employee Engagement Sebagai Kunci M eningkatkan Kinerja Karyawan (International Journal Review) (M eida Rachmawati) apapun tidak akan membuahkan hasil jika tidak disertai dengan peran serta, komitmen, serta rasa keterikatan (engagement) yang dimiliki oleh para karyawannya. Untuk mempermudah pemahaman pembaca mengenai jurnal ini, maka akan dikelompokkan menjadi empat bagian: 1) evolusi dan definisi dari employee engagement serta perbedaan konsep ini dengan konsep-konsep pendahulunya; 2) faktorfaktor yang mendorong karyawan untuk memilik i rasa keterikatan/employee engagement terhadap perusahaannya; 3) dampak dari employee engagement terhadap kinerja organisasi yang dilihat melalui indikator outcome bisnis seperti keuntungan perusahaan, kepuasan pelanggan, pertumbuhan perusahaan, dan keunt ungan lain yang diterima perusahaan; dan 4) strategi yang harus dilakukan perusahaan untuk membuat karyawannya memiliki rasa keterikatan/employee engagement terhadap perusahaan. 1. Evolusi/sejarah dan definisi dari employee engagement serta pe rbedaan konsep ini dengan konsep-konsep pendahulunya Sejarah Evolusi. Konsep ini ralatif baru dan muncul sekitar dua dekade belakangan ini (Rafferty, Maben, West dan Robinson, 2005; Melcrum Publishing, 2005; Ellis dan Sorensen, 2007). Employee engagement merupakan pengembangan dari dua konsep terdahulu, yaitu komitmen dan Organizational Citizenship Behavior (OCB/Perilaku Organisasi Karyawan) (Robinson, Perryman dan Hayday, 2004; Rafferty dkk., 2005). Konsep employee engagement memiliki kesamaan dengan kedua konsep terdahulunya dan kadang definisinya sering tumpang tindih. Robinson dkk. (2004) mengatakan bahwa kedua konsep terdahulu yaitu komitmen dan OCB dirasa kurang lengkap, dan di dalam konsep employee engagement, dimasukkan unsur kesadaran bisnis (business awareness). Rafferty 54 Among M akarti Vol.6 No.12, Desember 2013 dkk (2005) juga membedakan antara konsep employee engagement dengan dua konsep terdahulunya, dimana employee engagement lebih menunjukkan proses saling memberi dan menerima yang menguntungkan antara karyawan dan organisasi/perusahaan. Definisi Employee engagement. Peneliti Ketenagakerjaan Global Perrin/Perrin’s Global Workforce Study (2003) mendefinisikan employee engagement sebagai kesediaan karyawan dan kemampuannya untuk berkontribusi dalam kesuksesan perusahaan secara terus menerus. Rasa keterikatan terhadap organisasi ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor emosional dan rasional berkaitan dengan pekerjaan dan pengalaman kerja secara keseluruhan. Gallup mendefinisikannya sebagai peran serta dan antusiasme untuk bekerja. Gallup juga mengkaitkan employee engagement dengan rasa keterikatan emosional yang positif dan komitmen karyawan (Dernovsek, 2008). Sedangkan Robinson, dkk (2004) mendefinisikan employee engagement sebagai sikap positif yang dimiliki karyawan terhadap organisasi tempat ia bekerja serta nilai- nilai yang dimiliki oleh organisasi tersebut. Dengan demikian, dalam konsep em (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.stieama.ac.id/index.php/ama/article/download/88/71
Article home page: https://jurnal.stieama.ac.id/index.php/ama/article/view/88/71

Meida Rachmawati. EMPLOYEE ENGAGEMENT SEBAGAI KUNCI MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN (International Journal Review), Among Makarti, 2014,