ANALISA RISIKO DAN IMPLEMENTASI METODE HIRARC (HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL) PADA SATUAN PENYELAM DI DISLAMBAIR KOARMATIM

ASRO JOURNAL - STTAL, Jun 2014

Dislambair Koarmatim adalah satuan khusus penyelaman TNI AL yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan penyelaman dan penyelamatan bawah permukaan air. Penyelaman di dislambair Koaarmatim terdiri dari penyelaman kapal/KRI (Ship Diver), pengapungan dan penyelamatan dalam (Salvage and Deep Sea Diver), Under Water Demolition Divers, dan Quick Response Diving Team. Pada penyelaman kapal/KRI terdiri dari 3 aktifitas pekerjaan penyelaman yang utama yaitu Predive/sebelum penyelaman, Water Entry/Descent/pelaksanaan penyelaman, dan Postdive/setelah penyelaman.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode HIRARC. HIRARC adalah suatu metode identifikasi bahaya , penilaian risiko, dan tindakan pengendalian risiko yang biasanya digunakan karena metode ini dianggap lebih tepat dan lebih teliti dimana bahaya yang timbul dijelaskan dari setiap aktifitas kerja. Pada metode ini juga memberikan tindakan pengendalian yang sesuai untuk tiap bahaya. Pengendalian perlu dilakukan untuk mencegah timbulnya kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) yang dapat merugikan satuan.Berdasar hasil analisa HIRARC ini, pada setiap aktifitas kerja penyelaman yang dilakukan yaitu pada saat sebelum penyelaman (Predive) dan setelah penyelaman(Postdive) menunjukkan pekerjaan penyelaman yang berisiko sedang (Medium Risk). Sedangkan setiap aktifitas kerja penyelaman yang dilakukan pada saat pelaksanaan penyelaman (Water Entry/Descent), mempunyai risiko tinggi (High Risk). Kemudian rekomendasi yang dihasilkan untuk meminimalkan kecelakaan kerja penyelaman pada saat Water Entry/Descent (pelaksanaan penyelaman) dengan cara elimination, Engineering Control, Administration Control dan Use of PPE (Personal Protective Equipment).

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://asrojournal-sttal.ac.id/index.php/ASRO/article/download/5/3

ANALISA RISIKO DAN IMPLEMENTASI METODE HIRARC (HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL) PADA SATUAN PENYELAM DI DISLAMBAIR KOARMATIM

ANALISA RISIKO DAN IMPLEMENTASI METODE HIRARC (HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL) PADA SATUAN PENYELAM DI DISLAMBAIR KOARMATIM 1 Bambang Suharjo , Mohamad Arifin 2 1 Dosen Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut 2 Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut ABSTRAK Dislambair Koarmatim adalah satuan khusus penyelaman TNI AL yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan penyelaman dan penyelamatan bawah permukaan air. Penyelaman di dislambair Koaarmatim terdiri dari penyelaman kapal/KRI (Ship Diver), pengapungan dan penyelamatan dalam (Salvage and Deep Sea Diver), Under Water Demolition Divers, dan Quick Response Diving Team. Pada penyelaman kapal/KRI terdiri dari 3 aktifitas pekerjaan penyelaman yang utama yaitu Predive/sebelum penyelaman, Water Entry/Descent/pelaksanaan penyelaman, dan Postdive/setelah penyelaman. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode HIRARC. HIRARC adalah suatu metode identifikasi bahaya , penilaian risiko, dan tindakan pengendalian risiko yang biasanya digunakan karena metode ini dianggap lebih tepat dan lebih teliti dimana bahaya yang timbul dijelaskan dari setiap aktifitas kerja. Pada metode ini juga memberikan tindakan pengendalian yang sesuai untuk tiap bahaya. Pengendalian perlu dilakukan untuk mencegah timbulnya kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) yang dapat merugikan satuan. Berdasar hasil analisa HIRARC ini, pada setiap aktifitas kerja penyelaman yang dilakukan yaitu pada saat sebelum penyelaman (Predive) dan setelah penyelaman(Postdive) menunjukkan pekerjaan penyelaman yang berisiko sedang (Medium Risk). Sedangkan setiap aktifitas kerja penyelaman yang dilakukan pada saat pelaksanaan penyelaman (Water Entry/Descent), mempunyai risiko tinggi (High Risk). Kemudian rekomendasi yang dihasilkan untuk meminimalkan kecelakaan kerja penyelaman pada saat Water Entry/Descent (pelaksanaan penyelaman) dengan cara elimination, Engineering Control, Administration Control dan Use of PPE (Personal Protective Equipment). Kata kunci : HIRARC (Hazard Identification, Mapping, PAK (Penyakit Akibat Kerja). PENDAHULUAN Kecelakaan kerja bisa berakibat pada kematian dan secara luas bisa menyebabkan kerugian prajurit penyelam di Dislambair Koarmatim baik menyangkut personil maupun materiil yang diakibatkan oleh kecelakaan tersebut. Media air merupakan media yang sangat kompleks, pada kedalaman tertentu berbeda tekanan dengan kedalaman yang lainnya, sehingga penyelam menggunakan peralatan yang disesuaikan dengan batas tekanan dalam air dimana mereka bekerja. Pekerjaan berat penyelam tersebut menimbulkan banyak peluang risiko bahaya kesehatan atau disebut penyakit pada penyelaman. Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) yang merupakan Dinas Operasional Penyelam TNI AL Komando Armada RI Wilayah Timur di Surabaya 1 Risk Assessment, and Risk Control), Risk dengan tugas-tugas khusus pada segala aktifitas kerja bawah maupun permukaan air dalam rangka mendukung operasi pencarian dan pertolongan (SAR), perbaikan dan pengapungan (salvage), yang bersifat sementara pada KRI ataupun instansi lain yang memerlukan bantuan pertolongan sehingga lingkup penugasan Dislambair Koarmatim bukan hanya ditingkat TNI AL saja, tetapi sudah merupakan satuan dinamis (mobile) yang dapat dioperasionalkan sesuai kebutuhan baik lingkup militer maupun nasional yang berhubungan dengan kecelakaan di air baik personil maupun material dengan memberikan pertolongan SAR maupun perbaikan dan pengapungan (Salvage). Nomor SKEP/68 /VII/2003 Tanggal 23 Juli 2003 tentang Organisasi dan Prosedur Dinas Penyelamatan Bawah Air Komando RI Kawasan Timur. HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control) digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisa potensi bahaya serta memberikan penilaian risiko pada saat melakukan proses pekerjaan penyelaman sehingga nantinya dapat membantu para prajurit untuk memahami tingakt risiko terhadap pekerjaannya. Untuk setiap pekerjaan penyelaman yang dilakukan di Dislambair Koarmatim wajib melaporkan identifikasi sumber bahaya, dimana sumber bahaya ini dengan mempertimbangkan kondisi dan kejadian yang dapat menimbulkan potensi bahaya, serta jenis kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK). Maka dari itu, diharapkan dengan adanya pendekatan suatu metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC), dapat membantu DIslambair Koarmatim dalam meningkatkan kinerja prajuritnya, lebih terjaganya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan mencegah dari kerugian yang lebih besar dalam pelaksanaan pekerjaan penyelaman. c. Membantu Dislambair Koarmatim untuk membuat suatu rekomendasi pekerjaan penyelaman bawah air dalam upaya pencegahan dan tindakan dari bahaya penyelaman. TINJAUAN PUSTAKA Definisi Hazard dan Accident. Hammer (1989) mendefinisikan hazards sebagai kondisi yang potensial untuk menyebabkan injury terhadap orang, kerusakan peralatan atau struktur bangunan, kerugian material atau mengurangi kemampuan untuk melakukan suatu fungsi yang telah ditetapkan. Ketika hazards ini muncul/timbul maka kecelakaan mungkin akan terjadi. Sedangkan menurut Marshall dan Ruhemann (2006) Hazard merupakan suatu situasi fisik yang memiliki potensi untuk menyebabkan cideranya manusia, kerusakan peralatan, kerusakan lingkungan atau gabungan dari hal-hal tersebut. Sedangkan kecelakaan adalah kejadian akibat adanya hazards tersebut. Jadi kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak diharapkan atau disengaja atau direncanakan atau diinginkan yang berkaitan dengan hubungan kerja yaitu sebagai akibat pekerjaan atau pada waktu melaksanakan pekerjaan yang termasuk dalam perjalanan menuju atau pulang dari tempat kerja yang mengacaukan proses yang telah diatur dari suatu aktifitas. Menurut (M. Sulaksmono, 1997 dalam anizar, 2009) kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak terduga dan tidak dikehendaki yang dapat mengacaukan suatu proses aktifitas yang telah ditetapkan, kecelakaan terjadi tanpa diduga oleh siapapun, dan setiap kecelakaan pasti ada penyebabnya, kecelakaan tidak terjadi begitu saja. Perumusan Masalah a. Bagaimana mengidentifikasi bahaya pada pekerjaan penyelaman. b. Bagaimana melakukan penilaian risiko dan potensi-potensi bahaya yang ada dengan menggunakan metode HIRARC. c. Bagaimana merekomendasi pekerjaan bawah air pada pekerjaan penyelaman. Tujuan Penelitian : Penelitian tugas akhir ini memiliki beberapa tujuan antara lain : a. Mengidentifikasi bahaya pada pekerjaan penyelaman. b. Melakukan penilaian risiko dari potensi-potensi bahaya yang ada dengan menggunakan metode HIRARC. c. Pembuatan rekomendasi pekerjaan bawah air pada pekerjaan penyelaman. Risiko. Menurut The Standart Australia/New Zealand (2004) memaparkan bahwa risiko adalah perubahan terhadap sesuatu yang telah terjadi yang akan memberikan pengaruh secara obyektif, terukur dalam fungsi Consequence dan Likelihood. Consequence adalah akibat yang ditimbulkan dari terjadinya suatu event (peristiwa). Diekspresikan dalam bentuk kualitatif atau kuantit (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://asrojournal-sttal.ac.id/index.php/ASRO/article/download/5/3
Article home page: http://asrojournal-sttal.ac.id/index.php/ASRO/article/view/5/3

Suharjo Bambang, Arifin Mohamad. ANALISA RISIKO DAN IMPLEMENTASI METODE HIRARC (HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL) PADA SATUAN PENYELAM DI DISLAMBAIR KOARMATIM, ASRO JOURNAL - STTAL, 2014, pp. 1-9,