Pengenalan Etnomatematika dan Etnolinguistik Banjar Melalui Siaran RRI Pro 4 Banjarmasin Kalimantan Selatan

AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat, May 2023

Getting to know Banjar culture while learning mathematics (ethnomathematics) and getting to know Banjar culture as well as learning language (ethnolinguistics) is a new thing for people to love Banjar culture more. This service introduced ethnomathematics and ethnolinguistics to the wider community through Radio Republik Indonesia Banjarmasin. The broadcast that specifically talks about Banjar culture is the Baisukan Pandiran Event which is held every Monday at 09.00-10.00 WITA. This activity was carried out 4 times in a row regarding: a) ethnomathematics of Sultan Suriansyah Mosque, b)Ethnomathematics in Kuntau Martial Arts in South Kalimantan, c) Ethnolinguistics of Religion and Beliefs of the Banjar People, and d) Ethnolinguistics of Traditional Arts of the Banjar People.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.mediapublikasi.id/index.php/amma/article/download/2596/1209

Pengenalan Etnomatematika dan Etnolinguistik Banjar Melalui Siaran RRI Pro 4 Banjarmasin Kalimantan Selatan

AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2, No.4 Mei (2023) ISSN 2828-6634 (media online) Hal 384-400 Pengenalan Etnomatematika dan Etnolinguistik Banjar Melalui Siaran RRI Pro 4 Banjarmasin Kalimantan Selatan Novia Winda1, Ida Komalasari1, Alimuddin A.Djdwad1, Abdul Jabar2, Noor Indah Wulandari1, Akhmad Humaidi1*, Achmad Suwandi1, Rizky Amaliani1, Akhmad Syawaluddin1 1Program Studi PBSI, STKIP PGRI Banjarmasin, Banjarmasin, Indonesia Studi Pendidikan Matematika, STKIP PGRI Banjarmasin, Banjarmasin, Indonesia Email : , 2*, , , , , , @stkipbjm.ac.id, 2Program Abstrak − Mengenal budaya Banjar sekaligus belajar matematika (etnomatematika) dan mengenal budaya Banjar sekaligusbelajar bahasa (etnolinguistik) merupakan hal baru bagi masyarakat agar lebih mencintai budaya Banjar. Pengabdian ini mengenalkan etnomatematika dan etnolinguistik kepada masyarakat luas melalui Radio Republik Indonesia Banjarmasin. Siaran yang khusus membicarakan tentang budaya Banjar adalah Acara Pandiran Baisukan yang dilaksanakan setiap hari Senin pukul 09.00-10.00 WITA. Kegiatan ini dilaksanakan 4 kali berturut-turut mengenai: a) Etnomatematika Bangunan Mesjid Sultan Suriansyah, b) Etnomatematika pada Seni Bela Diri Kuntau Kalimantan Selatan, c) Etnolinguistik Agama dan Kepercayaan Masyarakat Banjar, dan d) Etnolinguistik Kesenian Tradisional Masyarakat Banjar. Kata Kunci: Etnomatematika Banjar, Etnolinguistik Banjar Abstract − Getting to know Banjar culture while learning mathematics (ethnomathematics) and getting toknow Banjar culture as well as learning language (ethnolinguistics) is a new thing for people to love Banjar culture more. This service introduced ethnomathematics and ethnolinguistics to the wider community through Radio Republik Indonesia Banjarmasin. The broadcast that specifically talks about Banjar culture is the Baisukan Pandiran Event which is held every Monday at 09.00-10.00 WITA. This activity was carried out 4 times in a row regarding: a) ethnomathematics of Sultan Suriansyah Mosque, b)Ethnomathematics in Kuntau Martial Arts in South Kalimantan, c) Ethnolinguistics of Religion and Beliefs of the Banjar People, and d) Ethnolinguistics of Traditional Arts of the Banjar People. Keywords: Banjar Ethnomathematics, Banjar Ethnolinguistics 1. PENDAHULUAN Dengan kebudayaan hidup menjadi lebih bermakna dan manusia menjadi lebih arif. Kebudayaan menurut Geertz (dalam Daeng, 2010:vi-viii) berhubungan dengan cara hidup manusia, pengakuan social yang dibutuhkan individu dari kelompok, suatu cara berfikir, merasa, dan berkeyakinan, suatu abstraksi tingkah laku, teori antropologi tentang cara kelompok bertingkah laku, dan serangkaian orientasi hidup. Pada abad 19-an sudah dikenal beragam istilah dengan kata awal ethno yang mengalami perluasanmakna, Powell (Gerdes, 1997:343) ethno diatikan sebagai suatu konsep yang mengacu padakelomok etnis, kelompok nasional, kelompok ras, kelompok professional, kelompok dengan dasar filosofis atau ideologis, kelompok sosial dan budaya. Beragam kajian mengenai ethno telah dikenal seperti ethnomusicology, ethnobotany, ethnopsychology. Jika ethnoscinece dimaknai sebagai kajian scientific berkaitan dengan fenomena-fenomena teknologi yang berkaitan langsung dengan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya. Ethnolanguage dimaknai kajian bahasa dalam hubungannya dengan keseluruhan budaya dan kehidupan sosial, sehingga dengan analogi yang sama ethnomathematics dimaknai sebagai kajian matematika (ide matematika) dalam hubungannya dengan keseluruhan budaya dan kehidupan sosial (Gerdes, 1996:916). Etnolinguistik merupakan interdisipliner yaitu kerjasama antara etnologi dan linguistik. Etnologi atau antropologi mengkaji perihal kebudayaan, sedangkan linguistik menelaah bahasa sebagai objek. Oleh karena itu, jika yang diperbincangkan etnolinguistik atau antropolinguistik, maka yang dibahas adalah keterkaitan budaya dan bahasa (Baehaqie, 2013; Ibrahim dkk., 2021). Berkenaan dengan penelaahan atau pengamatan terhadap bahasa yang berbasis budaya dapat Novia Winda| https://journal.mediapublikasi.id/index.php/amma | Page 384 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2, No.4 Mei (2023) ISSN 2828-6634 (media online) Hal 384-400 dilakukan secara diakronis ataupun sinkronis (Anshori, 2017:72). Tentu saja tergantung tujuan pengamatan. Selain itu, bahasa yang diamati bisa bahasa lisan atau pun bahasa tulisan. Etnolinguistik menurut Foley adalah cabang linguistik yang menaruh perhatian terhadap posisi bahasa dalam konteks sosial dan budaya yang lebih luas untuk memajukan dan mempertahankan praktik-praktik budaya dan struktur sosial. Secara operasional etnolinguistik dapat digunakan untuk memahami struktur bahasa atau kosa kata bahasa masyarakat etnis tertentu berdasarkan cara pandang dan budaya yang dimiliki masyarakat penuturnya dalam rangka mengungkap budaya tertentu. Berkaitan dengan itu, pengamatan bahasa Banjar (BB) secara etnolonguistis hendaknya difokuskan pada tujuh unsur universal budaya. Ketujuh unsur budaya itu meliputi bahasa, sistem pengetahuan organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian hidup, sistem religi, dan kesenian (Purwoko, 2014; Nuzwaty, 2019; Sudikan dan Indarti, 2021; Arran, 2021). Pengamatan atau pemeriksaan terhadap BB dengan menghubungkan budaya Banjar yang melatarinya dari sudut pandang etnolinguistik dimaksudkan untuk memotret fakta kebudayaan masyarakat Banjar yang merupakan masyarakat penutur BB. Atas dasar itulah pencermatan struktur atau bentuk BB dapat dilakukan terkait dengan berbagai unsur budaya yang disebutkan sebelumnya, misalnya saja terkait dengan penamaan kampung, makanan tradisional, motif kain sasirangan, dan bagian-bagian rumah tradisional Banjar. Telaah, kajian, penyelidikan, pemeriksaan, atau penelitian atas fenomena kebahasaan terkait dengan unsur budaya tersebut; kajian ini adalah etnolinguistik. Ciri khas kajian etnolinguistik selain tampak pada objek kajian atau telaahnya, juga pada metode telaahnya.Objek kajiannya adalah kosakata atau struktur bahasa masyarakat etnis (keturunan, adat, suku bangsa, dan agama) tertentu.Metodetelaahnya secara singkat dikatakan yaitu fakta-fakta kebahasaan melangkah menuju fenomena kebudayaan (Baehaqie, 2013: 15-16). Ethno-mathematika menurut D'Ambrosio (dalam Wahyuni, 2013:2) adalah studi tentang matematika yang memperhitungkan pertimbangan budaya dimana matematika muncul dengan memahami penalaran dan sistem matematika yang mereka gunakan. Kajian etnomatematika dalam pembelajaran matematika mencakup segala bidang: arsitektur, tenun, jahit, pertanian, hubungan kekerabata, ornamen, dan spiritual dan praktik keagamaan sering selaras dengan pola yang terjadi di alamatau memerintahkan sistem ide-ide abstrak. Penggunaan konsep-konsep matematika dalam budaya oleh suatu kelompok masyarakat tertentu atau suku tertentu atau cara-cara khusus yang dipakai oleh suatu kelompok budaya atau masyarakat tertentu dalam aktivitas matema-tika inilah yang dikenal sebaga (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.mediapublikasi.id/index.php/amma/article/download/2596/1209
Article home page: https://journal.mediapublikasi.id/index.php/amma/article/view/2596/1209

Winda Novia, Ida Komalasari, A.Djdwad Alimuddin, Jabar Abdul, Noor Indah Wulandari, Akhmad Humaidi, Achmad Suwandi, Rizky Amaliani, Akhmad Syawaluddin. Pengenalan Etnomatematika dan Etnolinguistik Banjar Melalui Siaran RRI Pro 4 Banjarmasin Kalimantan Selatan, AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2023, pp. 384-400,