KAJIAN PENYEBARAN PLUME TERMAL OUTLET AIR PENDINGIN POWER PLANT PT NEWMONT NUSA TENGGARA DI PERAIRAN TELUK BENETE
Buletin Oseanografi Marina Juli 2013. vol. 2 71 - 80
KAJIAN PENYEBARAN PLUME TERMAL OUTLET AIR PENDINGIN
POWER PLANT PT NEWMONT NUSA TENGGARA
DI PERAIRAN TELUK BENETE
Satriyo Panalaran dan Indra Budi Prasetyawan
Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Jl. Prof. H. Soedharto, SH, Tembalang Semarang 50275 Telp/Fax (024) 7474698
Email :;
Abstrak
Panas yang masuk ke badan air dapat melalui interaksi antara atmosfer dan air, ataupun
dapat melalui kegiatan yang dilakukan manusia. Panas yang bersumber dari kegiatan manusia
disebut juga panas artificial, yang dalam hal ini bersumber dari outlet power plant. Proses
penyebaran suhu di perairan dapat melalui tiga proses yaitu secara radiasi, adveksi, dan difusi.
Proses adveksi berpengaruh besar terhadap proses-proses transport di badan air. Pengambilan
data dilakukan di Teluk Benete pada tanggal 1 hingga 15 April 2011. Data primer yang
digunakan pada penelitian ini adalah data arus perairan dan data suhu perairan. Sedangkan data
sekunder yang digunakan adalah data pasang surut, peta bathimetri, data angin dan cuaca. Hasil
penelitian menunjukkan jenis pasang surut di Teluk Benete adalah campuran condong ke harian
ganda. Karakteristik arus di Teluk Benete di lapisan dasar cenderung bergerak ke arah barat laut
dan tenggara dengan kecepatan 0,6 – 17,4 cm/detik. Arus di lapisan menengah cenderung
bergerak ke semua arah dengan kecepatan 0,2 – 14,2 cm/detik. Arus di lapisan permukaan
cenderung bererak ke semua arah dengan kecepatan 0,15 – 21,7 cm/detik. Dari pemisahan
kecepatan arus ke dalam komponen arus pasut dan arus residu, maka didapatkan bahwa arus di
Teluk Benete lebih didominansi oleh arus residu. Hasil pengukuran suhu air di dekat outlet
menunjukkan suhu di kolom air berkisar antara 28,0 – 28,8 °C. Sedangkan suhu pada stasiun
kontrol suhu berkisar antara 27,7 – 28,9 °C. Hasil simulasi model penyebaran termal
menunjukkan bahwa plume termal dari outlet air pendingin power plant tidak memiliki
jangkauan yang luas, yaitu ditunjukkan pada jarak 50 meter dari outlet, suhu perairan hanya
memiliki rentang kurang dari 0,5 °C. Hal ini menunjukkan bahwa pada jarak ini suhu air telah
serupa dengan suhu lingkungan perairan di sekitarnya.
Kata kunci: plume termal, arus, model transport, Teluk Benete
Abstract
The heat temperature that enters into the waters through interaction between the
atmosphere and water, or can be done through human activities. The heat wich comes from
human activities is called artificial heat. In this research derived artificial heat input is enter from
the outlet power plant. Mechanism of thermal dispersion in the water can be through three
processes, such as : radiation, advection, and difusion. Advection is the major effect of transport
processes in the waters. The data takes in the Benete Bay on 1st – 15th April 2011. The data
retrieval is direct measurement of the primary data and secondary data collection. The primary
data was used in this research were current and water temperature of waters. While secondary
data was used in this research were tide, bathimetry data, weather, and wind data. The research
indicates the type of tide in the Benete Bay was mixed tide prevailing diurnal. The characteristic
of current in Benete bay in bottom layer tend to move towards the northwest and southeast with
velocity 0,6 – 17,4 cm/s. Current in the middle layer was tend to move in all direction with
velocity 0,2 – 14,2 cm/s. Current in the surface layer also tend to move in all direction with
velocity 0,15 – 21,7 cm/s. From separation of current velocty to current tide component and
residual tide component, then can be conclude about the current in Benete Bay more dominated
by residual tide. Results of measurements of waters temperature near the outlet shows the
temperaure in the water column have range from the 28,0 – 28,8 °C. While the temperature at the
Kajian Penyebaran Plume Thermal Outlet Air Pendingin Power Plan PT New Mont Nusa Tenggara di Perairan Perairan Teluk Benete
(Satriyo Panalaran, Indra Budi Prasetyawan)
71
Buletin Oseanografi Marina Juli 2013. vol. 2 71 - 80
control station have range between 27,7 – 28,9 °C. The result of thermal dispersion simulation
indicate that the plume thermal from the outlet cooling water of power plant did not have a wide
range. That is a distance of 50 meters from the outlet, the waters temperature only has less range
of 0,5 °C. This suggest that is at a distance of 50 meters from the outlet, the waters temperature
was similiar to the temperature of surrounding.
Key words: plume thermal, current, transport, model, Teluk Benete
Pendahuluan
Teluk Benete yang berlokasi di 8º52’49’’
- 8º53’59’’ LS dan 116º44’2’’ - 116º45’7’’ BT
merupakan lokasi yang memiliki peranan
penting bagi aktivitas PTNNT. Di lokasi ini
terdapat pelabuhan yang digunakan sebagai
pelabuhan transportasi penumpang dan barang.
Selain itu, di sekitar lokasi Teluk Benete
dibangun sebuah power plant yang berfungsi
untuk mensuplai kebutuhan lisrik di dalam area
PTNNT dengan daya sebesar 232 Megawatt
(AMDAL Proyek PLTU PT.NNT, 1997).
Power
plant
memerlukan
sistem
pendinginan oleh air (cooling water system),
yang berfungsi untuk mendinginkan mesin
melalui kondesor. Air yang telah digunakan sisa
pendinginan, kemudian di lepaskan kembali ke
lingkungan perairan melalui pipa yang disebut
outlet air pendingin. Air yang keluar dari outlet
tersebut memiliki suhu lebih tinggi dari
lingkungan nya, hal ini lah yang kemudian
disebut sebagai plume termal.Penyebaran plume
termal dipengaruhi oleh faktor adveksi dan
difusi. Proses transport oleh faktor adveksi
cenderung disebabkan oleh adanya arus yang
bekerja pada perairan. Sedangkan faktor difusi
disebabkan adanya interaksi antar partikel
karena adanya gradien konsentrasi (Pickard
et.al., 2007). Kondisi arus perairan yang dikaji
pada penelitian ini selanjutnya digunakan
sebagai bahan kajian mengenai besar pengaruh
arus yang menjadi faktor adveksi di dalam
proses transport oleh plume termal.
Penggunaan pendekatan model matematik
dalam suatu penelitian yaitu bertujuan untuk
dapat memberikan gambaran sesungguhnya
72
suatu kondisi di lapangan dengan adanya
keterbatasan alat, waktu, dan biaya. Pendekatan
model matematik dapat menginterpretasikan
mengenai kondisi sesungguhnya di lapangan
karena model merupakan prototipe atau
peniruan dari kondisi sesungguhnya di lapangan
dalam ruang dan waktu (Latief, 2002). Oleh
karena itu,dalam penelitian ini digunakan model
matematik dengan menggunakan software
Aquasea.
Kajian mengenai penyebaran plume
termal sangat diperlukan untuk mempelajari
hubungan antara penyebaran plume termal
dengan faktor oseanografis seperti arus laut. Hal
tersebut sebanding dengan tujuan dari penelitian
ini yaitu untuk mengkaji penyebaran plume
termal outlet air pendingin power plant di Teluk
Benete.
2. Materi dan Metode Penelitian
2.1. Materi Penelitian
Materi yang digunakan dalam penelitian
ini, sebagai data primer antara la (...truncated)