Studi Kecukupan Pencahayaan Buatan Pada Permukaan Area Kerja Dapur Rumah Tinggal Sederhana

Arsitekta, May 2022

Penelitian tentang pencahayaan pada area kerja dapur pada rumah tinggal belum banyak ditemukan padahal hal ini penting mengingat tingkat kompleksitas dan detail kegiatannya yang cukup tinggi. Aspek terkait efisiensi pelaksanaan kegiatan, kenyamanan visual dan keselamatan kerja sangat penting untuk dipertimbangkan dalam perancangan pencahayaan di dapur, terutama pada area kerja. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran pencahayaan pada area kerja dapur. Fokus penelitian ini ditekankan pada pencahayaan buatan dikarenakan karakteristiknya yang stabil dan juga mengingat kegiatan di dapur dapat dijalankan sewaktu-waktu. Lokus penelitian dipilih berdasarkan tipe konfigurasi dasar dapur. Adapun ruangan dapur tanpa jendela di perimeternya dipilih agar tidak terjadi bias pencahayaan alami. Tiap lokus juga dibatasi dengan beberapa keadaan terutama dengan adanya kabinet di atas area kerja sehingga penyediaan pencahayaan setempat atau task lighting dapat disediakan di sisi bawah kabinet tersebut. Pengukuran tingkat pencahayaan rata-rata (iluminasi) dilakukan dalam dua kondisi yakni ketika task lighting tersebut dimatikan dan dinyalakan. Nilai iluminasi yang diperoleh kemudian akan dibandingkan kesesuaiannya dengan standar yang ada. Di sini kemudian dapat diketahui apakah task lighting hendaknya disediakan pada perancangan dapur terutama yang terkait dengan area kerjanya dan bila disediakan berapa tingkat iluminasi yang dibutuhkan agar kondisi kerja yang efisien, nyaman dan aman dapat dicapai. Penelitian bersifat sederhana namun memiliki nilai urgensi. Dapur merupakan jantung dari sebuah rumah tinggal di mana kegiatan persiapan berbagai kebutuhan penghuninya banyak dilakukan. Tingkat ketelitian menyangkut kebersihan atau higienitas dan keselamatan sangat terbantu dengan adanya penyediaan pencahayaan yang cukup. Diharapkan kedepannya agar penelitian yang lebih kompleks dengan lokus penelitian yang lebih luas dapat dilakukan untuk mengedepankan kesadaran pentingnya area kerja dapur pada rumah tinggal yang layak guna, efisien, nyaman dan aman.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.tau.ac.id/index.php/arsitekta/article/download/310/266

Studi Kecukupan Pencahayaan Buatan Pada Permukaan Area Kerja Dapur Rumah Tinggal Sederhana

STUDI KECUKUPAN PENCAHAYAAN BUATAN PADA PERMUKAAN AREA KERJA DAPUR RUMAH TINGGAL DI SERPONG, BANTEN Artificial Lighting Study on Residential Kitchen Working Surface Areas in Serpong Diterima: 2 April 2022 Disetujui: 15 Mei 2022 | DOI http://dx.doi.org/10.18860/jia.v4i1.3466 Astrid Hapsari Rahardjo1, Hendrik Poltak Doloksaribu 2 1 School of Engineering and Technology, Architecture Study Programme Tanri Abeng University Email: Abstrak Penelitian tentang pencahayaan pada area kerja dapur pada rumah tinggal belum banyak ditemukan padahal hal ini penting mengingat tingkat kompleksitas dan detail kegiatannya yang cukup tinggi. Aspek terkait efisiensi pelaksanaan kegiatan, kenyamanan visual dan keselamatan kerja sangat penting untuk dipertimbangkan dalam perancangan pencahayaan di dapur, terutama pada area kerja. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran pencahayaan pada area kerja dapur. Fokus penelitian ini ditekankan pada pencahayaan buatan dikarenakan karakteristiknya yang stabil dan juga mengingat kegiatan di dapur dapat dijalankan sewaktu-waktu. Lokus penelitian dipilih berdasarkan tipe konfigurasi dasar dapur. Adapun ruangan dapur tanpa jendela di perimeternya dipilih agar tidak terjadi bias pencahayaan alami. Tiap lokus juga dibatasi dengan beberapa keadaan terutama dengan adanya kabinet di atas area kerja sehingga penyediaan pencahayaan setempat atau task lighting dapat disediakan di sisi bawah kabinet tersebut. Pengukuran tingkat pencahayaan rata-rata (iluminasi) dilakukan dalam dua kondisi yakni ketika task lighting tersebut dimatikan dan dinyalakan. Nilai iluminasi yang diperoleh kemudian akan dibandingkan kesesuaiannya dengan standar yang ada. Di sini kemudian dapat diketahui apakah task lighting hendaknya disediakan pada perancangan dapur terutama yang terkait dengan area kerjanya dan bila disediakan berapa tingkat iluminasi yang dibutuhkan agar kondisi kerja yang efisien, nyaman dan aman dapat dicapai. Penelitian bersifat sederhana namun memiliki nilai urgensi. Dapur merupakan jantung dari sebuah rumah tinggal di mana kegiatan persiapan berbagai kebutuhan penghuninya banyak dilakukan. Tingkat ketelitian menyangkut kebersihan atau higienitas dan keselamatan sangat terbantu dengan adanya penyediaan pencahayaan yang cukup. Diharapkan kedepannya agar penelitian yang lebih kompleks dengan lokus penelitian yang lebih luas dapat dilakukan untuk mengedepankan kesadaran pentingnya area kerja dapur pada rumah tinggal yang layak guna, efisien, nyaman dan aman. Kata kunci: Pencahayaan buatan, Dapur rumah tinggal, Tingkat iluminasi rata-rata, Kenyamanan visual PENDAHULUAN Secara umum, perancangan pencahayaan pada suatu ruang memiliki dua tujuan, yakni untuk menciptakan ruang dalam atau interior yang efisien dan menyenangkan (Grondzik, et. al, 2010). Pada kasus rumah VOLUME 4 No. 1: MEI 2022 tinggal, perancangan pencahayaan memiliki karakteristik yang unik dikarenakan adanya tuntutan spesifik yang dihasilkan oleh kebutuhan khusus penghuninya (Karlen dan Benya, 2004). Bangunan rumah tinggal cenderung 40 memiliki fungsi kegiatan dan ruang yang lebih sederhana jika dibandingkan dengan tipologi bangunan lainnya. Namun dengan bertambahnya ukuran dan kompleksitas suatu rumah tinggal, maka tuntutan aspek keandalannya termasuk kenyamanan visual melalui rancangan tata cahayanya juga akan meningkat. Dapur merupakan salah satu ruangan yang mengakomodasi variasi kegiatan yang cukup beragam dalam satu waktu. Mengingat tingkat kompleksitas kegiatannya yang cukup tinggi, tingkat pencahayaan rata-rata yang disediakan harus cukup untuk mengakomodasi kondisi tersebut. Standar yang berlaku di Indonesia menggambarkan angka kecukupan tingkat pencahayaan rata-rata sebesar 250 lux pada keseluruhan ruangan dengan kelompok renderasi warna 1 atau 2 (SNI, 2001). Standar ini sangat jauh bila dibandingkan dengan standar lain yakni pada angka 500 lux khusus pada permukaan area kerja, walau di sini tidak diberikan gambaran tentang penentuan kelompok renderasi warna. Di sini, kondisi pencahayaan dihubungkan erat dengan pertimbangan terkait dengan aspek kenyamanan visual, aspek kemudahan atau efisiensi dan terutama aspek keselamatan dalam melakukan aktivitas di dapur, Penelitian terkait dengan pencahayaan pada dapur sederhana pada rumah tinggal belum banyak ditemui. Di satu sisi hal ini merupakan hal yang penting untuk diangkat mengingat kompleksitas aktivitas yang dilakukan cukup tinggi terutama yang berkaitan dengan peralatan dan utilitas yang digunakan untuk menunjang aktivitas di dapur. Efisiensi kegiatan dan aspek keselamatan dapat dicapai ketika pencahayaan yang disediakan cukup dan sesuai dengan standar yang berlaku. Hal ini berarti adanya penyediaan pencahayaan ruangan yang merata atau ambient light yang berperan dalam memberikan penerangan yang merata pada seluruh VOLUME 4 No. 1: MEI 2022 ruangan dan pencahayaan setempat atau task light yang berperan dalam memberikan penerangan khusus di permukaan area kerja dapur saja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan menganalisa serta membandingkan dua kondisi pencahayaan buatan pada permukaan area kerja pada dapur rumah tinggal sederhana. Observasi dan pengukuran tingkat pencahayaan rata-rata dilakukan dengan kondisi lampu ruangan yang dinyalakan namun kondisi lampu setempatnya adalah dinyalakan dan dimatikan. Dengan adanya beberapa tipe konfigurasi denah dapur, maka lokus penelitian dipilih berdasarkan tipe konfigurasi denah dapur tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pencahayaan rata-rata pada permukaan area kerja dapur, tercapai atau tidaknya standar pencahayaan yang telah ditetapkan dan diperoleh atau tidaknya kenyamanan visual demi mudahnya dan efisiensinya pelaksanaan kegiatan terutama yang berakitan dengan aspek keselamatan. Hasil penelitian yang diperoleh diharapkan agar dapat memberikan manfaat selain daripada menjadi dasar bagi penelitian lanjutan tentang pencahayaan di dapur dengan kompleksitas yang lebih tinggi. LOKUS PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada tiga buah rumah tinggal sederhana yang memiliki satu buah ruangan dapur. Dengan adanya empat buah tipe konfigurasi denah dapur, sampling pada penelitian ini mengambil tiga buah konfigurasi denah yang masingmasingnya berlokasi di tiga rumah tinggal yang berbeda yakni konfigurasi linear dan single-loaded, linear dan double-loaded, dan bentuk “L”. Hal ini dikarenakan tidak ditemukannya dapur dengan konfigurasi “U” pada saat penelitian ini dilakukan. 41 Adapun lokasi dari ketiganya berada di perumahan yang sama yaitu Serpong Lagoon di Kecamatan Setu, Kota Tangerang, Banten. 1. Tipe konfigurasi linear dan singleloaded dengan ciri berupa kelengkapan kegiatan mulai lemari, peralatan kegiatan dan sumber air serta listrik pada satu sisi ruangan saja. Gambar 1 – Konfigurasi dapur sederhana pada lokus penelitian yang berbentuk linear dan single-loaded (Sumber: ilustrasi peneliti) 2. Tipe konf (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.tau.ac.id/index.php/arsitekta/article/download/310/266
Article home page: https://jurnal.tau.ac.id/index.php/arsitekta/article/view/310/266

Rahardjo Astrid Hapsari, Doloksaribu Hendrik Poltak. Studi Kecukupan Pencahayaan Buatan Pada Permukaan Area Kerja Dapur Rumah Tinggal Sederhana, Arsitekta, 2022, pp. 40-53,