Studi Kecukupan Pencahayaan Buatan Pada Permukaan Area Kerja Dapur Rumah Tinggal Sederhana
STUDI KECUKUPAN PENCAHAYAAN BUATAN PADA PERMUKAAN
AREA KERJA DAPUR RUMAH TINGGAL DI SERPONG, BANTEN
Artificial Lighting Study on Residential Kitchen
Working Surface Areas in Serpong
Diterima: 2 April 2022
Disetujui: 15 Mei 2022
| DOI http://dx.doi.org/10.18860/jia.v4i1.3466
Astrid Hapsari Rahardjo1, Hendrik Poltak Doloksaribu 2
1 School
of Engineering and Technology, Architecture Study Programme
Tanri Abeng University
Email:
Abstrak
Penelitian tentang pencahayaan pada area kerja dapur pada rumah tinggal belum banyak ditemukan padahal
hal ini penting mengingat tingkat kompleksitas dan detail kegiatannya yang cukup tinggi. Aspek terkait efisiensi
pelaksanaan kegiatan, kenyamanan visual dan keselamatan kerja sangat penting untuk dipertimbangkan dalam
perancangan pencahayaan di dapur, terutama pada area kerja. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran akan pentingnya peran pencahayaan pada area kerja dapur. Fokus penelitian ini ditekankan pada
pencahayaan buatan dikarenakan karakteristiknya yang stabil dan juga mengingat kegiatan di dapur dapat
dijalankan sewaktu-waktu. Lokus penelitian dipilih berdasarkan tipe konfigurasi dasar dapur. Adapun ruangan
dapur tanpa jendela di perimeternya dipilih agar tidak terjadi bias pencahayaan alami. Tiap lokus juga dibatasi
dengan beberapa keadaan terutama dengan adanya kabinet di atas area kerja sehingga penyediaan
pencahayaan setempat atau task lighting dapat disediakan di sisi bawah kabinet tersebut. Pengukuran tingkat
pencahayaan rata-rata (iluminasi) dilakukan dalam dua kondisi yakni ketika task lighting tersebut dimatikan dan
dinyalakan. Nilai iluminasi yang diperoleh kemudian akan dibandingkan kesesuaiannya dengan standar yang ada.
Di sini kemudian dapat diketahui apakah task lighting hendaknya disediakan pada perancangan dapur terutama
yang terkait dengan area kerjanya dan bila disediakan berapa tingkat iluminasi yang dibutuhkan agar kondisi
kerja yang efisien, nyaman dan aman dapat dicapai. Penelitian bersifat sederhana namun memiliki nilai urgensi.
Dapur merupakan jantung dari sebuah rumah tinggal di mana kegiatan persiapan berbagai kebutuhan
penghuninya banyak dilakukan. Tingkat ketelitian menyangkut kebersihan atau higienitas dan keselamatan
sangat terbantu dengan adanya penyediaan pencahayaan yang cukup. Diharapkan kedepannya agar penelitian
yang lebih kompleks dengan lokus penelitian yang lebih luas dapat dilakukan untuk mengedepankan kesadaran
pentingnya area kerja dapur pada rumah tinggal yang layak guna, efisien, nyaman dan aman.
Kata kunci: Pencahayaan buatan, Dapur rumah tinggal, Tingkat iluminasi rata-rata, Kenyamanan visual
PENDAHULUAN
Secara umum, perancangan pencahayaan
pada suatu ruang memiliki dua tujuan,
yakni untuk menciptakan ruang dalam atau
interior yang efisien dan menyenangkan
(Grondzik, et. al, 2010). Pada kasus rumah
VOLUME 4 No. 1: MEI 2022
tinggal,
perancangan
pencahayaan
memiliki
karakteristik
yang
unik
dikarenakan adanya tuntutan spesifik yang
dihasilkan oleh kebutuhan khusus
penghuninya (Karlen dan Benya, 2004).
Bangunan rumah tinggal cenderung
40
memiliki fungsi kegiatan dan ruang yang
lebih sederhana jika dibandingkan dengan
tipologi bangunan lainnya. Namun dengan
bertambahnya ukuran dan kompleksitas
suatu rumah tinggal, maka tuntutan aspek
keandalannya termasuk kenyamanan
visual melalui rancangan tata cahayanya
juga akan meningkat. Dapur merupakan
salah satu ruangan yang mengakomodasi
variasi kegiatan yang cukup beragam
dalam satu waktu. Mengingat tingkat
kompleksitas kegiatannya yang cukup
tinggi, tingkat pencahayaan rata-rata yang
disediakan
harus
cukup
untuk
mengakomodasi kondisi tersebut. Standar
yang berlaku di Indonesia menggambarkan
angka kecukupan tingkat pencahayaan
rata-rata sebesar 250 lux pada keseluruhan
ruangan dengan kelompok renderasi
warna 1 atau 2 (SNI, 2001). Standar ini
sangat jauh bila dibandingkan dengan
standar lain yakni pada angka 500 lux
khusus pada permukaan area kerja, walau
di sini tidak diberikan gambaran tentang
penentuan kelompok renderasi warna. Di
sini, kondisi pencahayaan dihubungkan
erat dengan pertimbangan terkait dengan
aspek
kenyamanan
visual,
aspek
kemudahan atau efisiensi dan terutama
aspek keselamatan dalam melakukan
aktivitas di dapur,
Penelitian terkait dengan pencahayaan
pada dapur sederhana pada rumah tinggal
belum banyak ditemui. Di satu sisi hal ini
merupakan hal yang penting untuk
diangkat mengingat kompleksitas aktivitas
yang dilakukan cukup tinggi terutama yang
berkaitan dengan peralatan dan utilitas
yang digunakan untuk menunjang aktivitas
di dapur. Efisiensi kegiatan dan aspek
keselamatan dapat dicapai
ketika
pencahayaan yang disediakan cukup dan
sesuai dengan standar yang berlaku. Hal ini
berarti adanya penyediaan pencahayaan
ruangan yang merata atau ambient light
yang berperan dalam memberikan
penerangan yang merata pada seluruh
VOLUME 4 No. 1: MEI 2022
ruangan dan pencahayaan setempat atau
task light yang berperan dalam
memberikan penerangan khusus di
permukaan area kerja dapur saja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif-deskriptif dengan menganalisa
serta membandingkan dua kondisi
pencahayaan buatan pada permukaan
area kerja pada dapur rumah tinggal
sederhana. Observasi dan pengukuran
tingkat pencahayaan rata-rata dilakukan
dengan kondisi lampu ruangan yang
dinyalakan
namun
kondisi
lampu
setempatnya adalah dinyalakan dan
dimatikan. Dengan adanya beberapa tipe
konfigurasi denah dapur, maka lokus
penelitian dipilih berdasarkan tipe
konfigurasi denah dapur tersebut. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui tingkat pencahayaan rata-rata
pada permukaan area kerja dapur, tercapai
atau tidaknya standar pencahayaan yang
telah ditetapkan dan diperoleh atau
tidaknya kenyamanan visual demi
mudahnya dan efisiensinya pelaksanaan
kegiatan terutama yang berakitan dengan
aspek keselamatan.
Hasil penelitian yang diperoleh diharapkan
agar dapat memberikan manfaat selain
daripada menjadi dasar bagi penelitian
lanjutan tentang pencahayaan di dapur
dengan kompleksitas yang lebih tinggi.
LOKUS PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan pada tiga buah
rumah tinggal sederhana yang memiliki
satu buah ruangan dapur. Dengan adanya
empat buah tipe konfigurasi denah dapur,
sampling pada penelitian ini mengambil
tiga buah konfigurasi denah yang masingmasingnya berlokasi di tiga rumah tinggal
yang berbeda yakni konfigurasi linear dan
single-loaded, linear dan double-loaded,
dan bentuk “L”. Hal ini dikarenakan tidak
ditemukannya dapur dengan konfigurasi
“U” pada saat penelitian ini dilakukan.
41
Adapun lokasi dari ketiganya berada di
perumahan yang sama yaitu Serpong
Lagoon di Kecamatan Setu, Kota
Tangerang, Banten.
1. Tipe konfigurasi linear dan singleloaded
dengan
ciri
berupa
kelengkapan kegiatan mulai lemari,
peralatan kegiatan dan sumber air
serta listrik pada satu sisi ruangan saja.
Gambar 1 – Konfigurasi dapur sederhana pada
lokus penelitian yang berbentuk linear dan
single-loaded (Sumber: ilustrasi peneliti)
2. Tipe konf (...truncated)