OPTIMASI JALUR EVAKUASI BAGI PEJALAN KAKI MENGGUNAKAN ALGORITMA FUZZY DIJKSTRA DI KECAMATAN TELUK SEGARA, BENGKULU

BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan, Sep 2021

Provinsi Bengkulu terletak di pesisir barat Pulau Sumatera dan tepat berada di antara pertemuan dua lempeng dunia yang sangat aktif yaitu Lempeng Benua Eurasia dan Lempeng Samudra Indo-Australia. Hal ini menyebabkan Provinsi Bengkulu tergolong sebagai provinsi yang sangat rawan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami. Penelitian ini mengkaji persoalan optimasi pencarian rute evakuasi tsunami. Tujuan penelitian ini adalah menentukan rute evakuasi dari tiap-tiap cluster yang telah dibentuk menuju tempat berkumpul yang telah ditentukan. Tiap-tiap cluster, titik berkumpul dan ruas jalan yang menghubungkannya dibentuk menjadi suatu graph jaringan jalan dimana cluster dan titik berkumpul diwakili oleh vertex dan ruas jalan diwakili oleh edge. Graph jaringan jalan ini diberi bobot dimana dalam penentuan bobotnya menggunakan logika fuzzy dengan mempertimbangkan beberapa parameter yaitu panjang jalan, lebar jalan, dan jumlah penduduk yang berpengaruh pada tingkat keramaian dan tingkat kemacetan. Penentuan rute optimalnya dilakukan dengan menggunakan algoritma Dijkstra. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rute optimal dari tiap-tiap cluster menuju tempat berkumpul yang telah ditentukan

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/article/download/3805/3215

OPTIMASI JALUR EVAKUASI BAGI PEJALAN KAKI MENGGUNAKAN ALGORITMA FUZZY DIJKSTRA DI KECAMATAN TELUK SEGARA, BENGKULU

BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan September 2021 Vol. 15 No. 3 P-ISSN: 1978-7227 Page 581 – 590 E-ISSN: 2615-3017 : https://doi.org/10.30598/ barekengvol15iss3pp581-590 OPTIMASI JALUR EVAKUASI BAGI PEJALAN KAKI MENGGUNAKAN ALGORITMA FUZZY DIJKSTRA DI KECAMATAN TELUK SEGARA, BENGKULU Optimization of Evacuation Route for Pedestrians Using Fuzzy Dijkstra Algorithm in Teluk Segara District, Bengkulu Zulfia Memi Mayasari1*, Nur Afandi2 1,2 Prodi Matematika, FMIPA, Universitas Bengkulu Jln. WR. Supratman Kota Bengkulu, 38371, Indonesia Corresponding author e-mail: ¹* Abstrak Provinsi Bengkulu terletak di pesisir barat Pulau Sumatera dan tepat berada di antara pertemuan dua lempeng dunia yang sangat aktif yaitu Lempeng Benua Eurasia dan Lempeng Samudra Indo-Australia. Hal ini menyebabkan Provinsi Bengkulu tergolong sebagai provinsi yang sangat rawan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami. Penelitian ini mengkaji persoalan optimasi pencarian rute evakuasi tsunami. Tujuan penelitian ini adalah menentukan rute evakuasi dari tiap-tiap cluster yang telah dibentuk menuju tempat berkumpul yang telah ditentukan. Tiap-tiap cluster, titik berkumpul dan ruas jalan yang menghubungkannya dibentuk menjadi suatu graph jaringan jalan dimana cluster dan titik berkumpul diwakili oleh vertex dan ruas jalan diwakili oleh edge. Graph jaringan jalan ini diberi bobot dimana dalam penentuan bobotnya menggunakan logika fuzzy dengan mempertimbangkan beberapa parameter yaitu panjang jalan, lebar jalan, dan jumlah penduduk yang berpengaruh pada tingkat keramaian dan tingkat kemacetan. Penentuan rute optimalnya dilakukan dengan menggunakan algoritma Dijkstra. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rute optimal dari tiap-tiap cluster menuju tempat berkumpul yang telah ditentukan. Kata Kunci : Bengkulu, dijkstra, evakuasi, fuzzy, optimasi Abstract Bengkulu Province is located on the west coast of Sumatra Island and between the junction of two very active world plates, namely the Eurasian Continent Plate and the Indo-Australian Ocean Plate. This causes Bengkulu Province to be classified as a province that is very vulnerable to earthquakes and tsunamis. This research examines the optimization problem of finding a tsunami evacuation route. The purpose of this study is to determine the evacuation route from each cluster that has been formed to a predetermined assembly point. For each cluster, the assembly point and the roads are formed into a road network graph where the clusters and assembly points are represented by vertices and the roads are represented by edges. This road network graph is given a weight which in determining the weight using fuzzy logic by considering several parameters, namely road length, road width and the number of residents which affect the level of crowd and the level of congestion. Determination of the optimal route is solved using the Dijkstra algorithm. Based on the research results, the optimal route was obtained from each cluster to the assembly point. Keywords: Bengkulu, dijkstra, evacuation, fuzzy, optimization. Article info: Submitted: 01st July 2021 Accepted: 30th August 2021 How to cite this article: Z. M. Mayasari, and N. Afandi, “OPTIMASI JALUR EVAKUASI BAGI PEJALAN KAKI MENGGUNAKAN ALGORITMA FUZZY DIJKSTRA DI KECAMATAN TELUK SEGARA, BENGKULU”, BAREKENG: J. Il. Mat. & Ter., vol. 15, no. 03, pp. 581-590, Sep. 2021. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Copyright © 2021 Zulfia Memi Mayasari, Nur Afandi https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/ 581 582 Mayasari, et. al. Optimasi Jalur Evakuasi Bagi Pejalan Kaki Menggunakan …..… 1. PENDAHULUAN Tsunami adalah gelombang laut yang disebabkan oleh gempa bumi, tanah longsor atau letusan gunung api yang terjadi di dasar laut. Dari kejadian tsunami yang pernah terjadi di Indonesia, gempa bumi merupakan penyebab utama [1]. Beberapa kejadian gempa bumi terjadi di Provinsi Bengkulu dan tergolong sebagai gempa bumi yang berpotensi tsunami, sehingga Provinsi Bengkulu dapat dikatakan sebagai salah satu provinsi yang sangat rentan terhadap bahaya gempa bumi dan tsunami. Sebagai provinsi yang sangat rentan terhadap bahaya tsunami, pemerintah Provinsi Bengkulu harus melakukan perencanaan dan berbagai upaya untuk mengantisipasi dampak bahaya tsunami. Berbagai upaya dapat dilakukan, misalnya memberikan sosialisasi mengenai daerah rawan bencana, memberikan simulasi tanggap bencana kepada masyarakat, serta memberikan informasi jalur evakuasi kepada masyarakat untuk meminimalisisr kerugian akibat bencana ini. Dalam evakuasi, prinsip utama yang harus dilakukan adalah menjamin keselamatan penduduk ketika dilakukan evakuasi dari daerah berbahaya menuju daerah yang aman [2]. Penelitian mengenai jalur evakuasi di sebagian wilayah di Provinsi Bengkulu pernah dilakukan. Pada tahun 2014, [3] telah melakukan evaluasi terhadap jalur evakuasi di Kota Bengkulu menggunakan simulasi numerik. Lima skenario dilakukan, dan dapat disimpulkan bahwa jalur evakuasi harus disiapkan dengan baik terutama pada saat terjadi tsunami di masa yang akan datang. Pada tahun 2018, [4] menghasilkan model jalur evakuasi horizontal di sebagian wilayah pesisir Kota Bengkulu dengan menggunakan pendekatan riset operasi dengan Algoritma Flyod Warshall. Dalam penelitian ini, hasil yang diperoleh sudah merupakan jalur optimal berdasarkan waktu, jarak, dan kondisi jalan, namun belum mempertimbangkan pusat keramaian, kemacetan, dan jumlah masyarakat yang ada di wilayah penelitian. Teluk Segara merupakan salah satu kecamatan di Kota Bengkulu yang sangat rentan terhadap bahaya tsunami [5]. Menurut [6], di wilayah pesisir Bengkulu khususnya Kecamatan Teluk Segara terdapat 5 cluster dari 48 cluster yang membutuhkan waktu lebih dari 15 menit menuju titik berkumpul, dimana waktu 15 menit adalah waktu yang tersedia setelah peringatan dini tsunami yang ditetapkan pemerintah untuk sampai di tempat aman. Selain itu, terdapat 17 cluster yang rawan bahaya karena membutuhkan waktu lebih dari 10 menit menuju titik berkumpul. Sebagian cluster ini terletak di Kelurahan Sumur Meleleh dan Kampung Kelawi di Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu. Waktu evakuasi didefinisikan sebagai waktu sisa yang diperlukan oleh pengungsi untuk melakukan evakuasi dari pengumuman peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG sampai gelombang tsunami tiba di pantai [7]. Penelitian mengenai perencanaan jalur evakuasi tsunami dengan menggunakan Algoritma Fuzzy Dijkstra di Kecamatan Teluk Segara dan sekitarnya, pernah dilakukan oleh [8] namun hanya mempertimbangkan dua parameter yaitu panjang jalan dan lebar jalan. Pada penelitian ini dibuat suatu perencanaan jalur evakuasi tsunami di Kecamatan Teluk Segara dan sekitarnya, dimana penentuan jalur tercepatnya menggunakan Algoritma Dijkstra dan dalam penentuan tingkat preferensinya menggunakan logika fuzzy. Proses penentuan rute terpendek dengan menggunakan Algoritma Dijkstra dapat dili (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/article/download/3805/3215
Article home page: https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/article/view/3805/3215

Mayasari Zulfia Memi, Nur Afandi. OPTIMASI JALUR EVAKUASI BAGI PEJALAN KAKI MENGGUNAKAN ALGORITMA FUZZY DIJKSTRA DI KECAMATAN TELUK SEGARA, BENGKULU, BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan, 2021, pp. 581-590,