ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA LISAN ANTARA PENJUAL DAN PEMBELI DI PASAR TRADISIONAL SAKA SELABUNG KECAMATAN MUARADUA KABUPATEN OKU SELATAN

Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, Sep 2022

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesantunan berbahasa lisan dalam tuturan antara penjual dan pembeli di pasar tradisional Saka Selabung Kecamatan Muaradua Kabupaten Oku Selatan. Pada penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, teknik simak SBLC (Simak Libat Cakap), teknik rekam dan teknik catat. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan penjual dan pembeli di pasar tradisional Saka Selabung Kecamatan Muaradua, dan informan penelitian terdiri dari pedagang sayuran, pedagang ikan, pedagang manisan, dan pedagang pakaian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapat 12 tuturan yang dianalisis dalam penelitian ini yaitu 9 tuturan santun yang mematuhi dan memenuhi prinsip-prinsip kesantunan berbahasa yang dan 3 tuturan yang tidak santun atau melanggar sehingga tidak mematuhi atau memenuhi prinsip-prinsip kesantunan berbahasa.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://bahteraindonesia.unwir.ac.id/index.php/BI/article/download/261/215

ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA LISAN ANTARA PENJUAL DAN PEMBELI DI PASAR TRADISIONAL SAKA SELABUNG KECAMATAN MUARADUA KABUPATEN OKU SELATAN

ISSN 2541-3252 Vol. 7, No.2, Sep. 2022 BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA LISAN ANTARA PENJUAL DAN PEMBELI DI PASAR TRADISIONAL SAKA SELABUNG KECAMATAN MUARADUA KABUPATEN OKU SELATAN Yesvica Apryanti1, Siti Rukiyah2, Yessi Fitriani3 1 Universitas PGRI Palembang, Prodi Bahasa Indonesia 2 Universitas PGRI Palembang, Prodi Bahasa Indonesia 3 Universitas PGRI Palembang, Prodi Bahasa Indonesia ABSTRACT The purpose of this study was to find out how politeness in spoken language is in speech between sellers and buyers at the Saka Selabung traditional market., Muaradua District, Sounth Oku Regency. This research uses descriptive qualitative analysis method. Data collection techniques in this study used observation techniques, listening techniques SBLC (Simak Bebas Libat Cakap), recording techniques and note-taking techniques. The data sources in this study were the utterances of sellers and buyers at the Saka Selabung market, Muaradua District, and the research informants consisted of vegetable traders, fish traders, sweet traders, and clothing traders. Based on the research conducted, there are 12 utterances analyzed in this study, namely 9 polite speeches that comply with and fulfill the principles of polite language and 3 speeches that are not polite or violate so that they do not comply or meet the principles of language politeness. Keyword (s) : Politeness, Spoken, Traditional Market ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesantunan berbahasa lisan dalam tuturan antara penjual dan pembeli di pasar tradisional Saka Selabung Kecamatan Muaradua Kabupaten Oku Selatan. Pada penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, teknik simak SBLC (Simak Libat Cakap), teknik rekam dan teknik catat. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan penjual dan pembeli di pasar tradisional Saka Selabung Kecamatan Muaradua, dan informan penelitian terdiri dari pedagang sayuran, pedagang ikan, pedagang manisan, dan pedagang pakaian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapat 12 tuturan yang dianalisis dalam penelitian ini yaitu 9 tuturan santun yang mematuhi dan memenuhi prinsip-prinsip kesantunan berbahasa yang dan 3 tuturan yang tidak santun atau melanggar sehingga tidak mematuhi atau memenuhi prinsip-prinsip kesantunan berbahasa. Kata Kunci : Kesantunan, Berbahasa Lisan, Pasar Tradisional How to Cite: Yesvica Apryanti, Rukiyah, S., & Fitriani, Y. (2022). ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA LISAN ANTARA PENJUAL DAN PEMBELI DI PASAR TRADISIONAL SAKA SELABUNG KECAMATAN MUARADUA KABUPATEN OKU SELATAN. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(2), 579–591. https://doi.org/10.31943/bi.v7i2.261. DOI: https://doi.org/10.31943/bi.v7i2.261 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 579 BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mengkritik, meminta dan lain-lain. Suatu tindak PENDAHULUAN Bahasa itu arbitrer, artinya bahasa disusun secara manasuka sesuai dengan konversi para penggunanya. Arbitrer juga dapat diartikan secara kebetulan. Jadi bahasa lahir secara kebetulan akibat adanya interaksi komunikasi oleh para penuturnya. Meskipun demikian, bunyi bahasa yang manasuka dan lahir secara kebetulan ini tentunya mengandung makna. Oleh sebab itu, selain arbitrer bahasa juga simbolik. Hal ini berarti bahasa merupakan simbol-simbol tertentu yang memiliki makna bagi para penuturnya, (Abidin, 2019, hal. 15). Bahasa terbagi menjadi dua, yaitu bahasa lisan dan bahasa tulis. Bahasa lisan adalah kesusatraan yang mencakup ekspresi kesusatraan warga suatu kebudayaan yang disebarkan dan diturun-menurunkan sastra lisan (dari mulut ke mulut). Sedangkan sastra tulis berupa karya sastra yang dicetak atau ditulis. Sebagai bagian dari kebudayaan, bahasa lisan tidak lepas dari pengaruh nilai-nilai yang hidup dan berkembang pada masyarakat, (Astika & Yasa, 2014, hal. 2). Dalam bahasa lisan terdapat suatu tuturan dari penutur atau sering disebut dengan tindak tutur. Tindak tutur merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa untuk menyampaikan pesan-pesan atau tujuan-tujuan dari penutur kepada mitra tutur, (Sulistyo, 2013, hal. 6). Ketika kita terlibat dalam percakapan, kita melakukan beberapa tindakan seperti: melaporkan, 580 mengusulkan, ISSN 2541-3252 Vol. 7, No. 2 Sep. 2022 menyarankan, tutur dapat didefinisikan sebagai unit terkecil aktivitas berbicara yang dapat dikatakan memiliki fungsi, (Purba, 2011, hal. 79). Saat sedang terlibat dalam percakapan seseorang tidak selalu meyampaikan tuturan yang baik, terkadang terjadi kesalahan yang dapat menimbulkan tindak tutur yang kurang baik. Perbedaan tersebut dapat terjadi karena latar belakang kebudayaan dan norma-norma yang berlaku dalam suatu masyarakat atau bisa juga karena aspek sosial yang berbeda antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnnya. Untuk meminimalisir tindak tutur yang kurang baik, maka penutur dan lawan tutur diharapkan bisa memahami dan memperlajari hal apa saja yang harus diperhatikan menyangkut kesantunan berbahasa saat sedang melakukan komunikasi dan interaksi. Kesantunan atau kesopanan adalah perlakuan suatu konsep yang tegas yang berhubungan dengan tingkah laku sosial yang sopan yang terdapat dibudaya atau suatu masyarakat. Khususnya dalam bahasa, sopan santun dan tatakrama berbahasa adalah menghargai dan menghormati pesapa, (Sulistyo, 2013, hal. 26). Dalam komunikasi terdapat kesopansantunan terhadap kejelasan dan kesingkatan pilihan kata yang bermaksud untuk menyampaikan fakta yang diungkapkan. Pendapat lawan tutur sangat berpengaruh dalam menentukan apakah kesantunan itu terdapat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. 7, No.2, Sep. 2022 BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam sebuah tuturan. Bisa saja apa yang agar dapat memberikan informasi yang jelas dituturkan oleh si penutur telah dianggap baik, kepada pembeli. Hal ini tentu tidak bisa namun ketika terdengar oleh lawan tutur malah dipisahkan dengan kesantunan dan kesopanan dianggap kurang santun dan sebaliknya. Salah berbahasa, satu faktor yang harus diperhatikan para pemakai menggunakan kesantunan berbahasa yang tepat bahasa Indonesia guna mencengah terjadi hal-hal maka dapat menyampaikan maksud dan tujuan tersebut, dengan menjaga pola kesantunan dengan jelas. karena dengan berbicara berbahasa dalam berkomunikasi, (Masnunah, Dalam penelitian ini peneliti memiliki 2018, hal. 23). Menurut Yule (Muharudin, ketertarikan terhadap tuturan berbahasa yang Badarudin, & Israhayu, 2022), santun bukan dilakukan saat interaksi antara beberapa penjual hanya sekedar diperhatikan dengan tingkah laku, dan pembeli di Pasar Tradisional, khusunya di namun santun harus juga disesuaikan dengan Pasar Tradisional Saka (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://bahteraindonesia.unwir.ac.id/index.php/BI/article/download/261/215
Article home page: http://bahteraindonesia.unwir.ac.id/index.php/BI/article/view/261/215

Yesvica Apryanti, Siti Rukiyah, Yessi Fitriani. ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA LISAN ANTARA PENJUAL DAN PEMBELI DI PASAR TRADISIONAL SAKA SELABUNG KECAMATAN MUARADUA KABUPATEN OKU SELATAN, Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 2022,