Analisis Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Kepesertaan Bukan Penerima Upah di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo

As-Syirkah: Islamic Economic & Financial Journal, Mar 2024

Mia Arista B. Wantu, 2024. "Marketing Strategy Analysis in Increasing the Number of Non-Wage Earner Participants in BPJS Employment Gorontalo Branch" Undergraduate Management study program, Faculty of Economics and Business, Gorontalo State University, Supervisor I Mrs. Dr. Tineke Wolok, S.T, M.M and Supervisor II Mrs. Yulinda L. Ismail M.si According to Employment Law No. 24 of 2011 concerning Social Security Administering Bodies which states that: all workers in Indonesia are required to register themselves as BPJS Employment participants for six months. BPJS Employment (Social Security Administering Body) is a public program that provides protection to workers to overcome certain socio-economic risks and its implementation uses sharia mechanisms. This research uses a descriptive qualitative research method with the focus of the research being (1) What are the marketing strategies carried out by the Gorontalo branch of BPJS Employment to increase the number of non-wage earners? and (2) What are the efforts of BPJS Employment Gorontalo Branch to ensure that BPU membership remains active in BPJS Employment Gorontalo? The results of this research are (1) The marketing strategy to increase the number of Non-Wage Earner participants used by BPJS Employment Gorontalo branch uses the Marketing Mix: product, price, people, and process (2) Efforts made by BPJS Employment to ensure membership remains active are marketing communication strategies and customer satisfaction strategies.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.ikadi.or.id/index.php/assyirkah/article/download/203/181

Analisis Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Kepesertaan Bukan Penerima Upah di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo

As-Syirkah: Islamic Economics & Finacial Journal Volume 3 Nomor 2 (2024) 806 – 828 E-ISSN 2962-1585 DOI: 10.56672/assyirkah.v3i2.203 Analisis Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Kepesertaan Bukan Penerima Upah di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo Mia Arista B. Wantu1, Tineke Wolok2, Yulinda Ismail3 1,2,3Universitas Negeri Gorontalo [email protected] ABSTRACT Mia Arista B. Wantu, 2024. "Marketing Strategy Analysis in Increasing the Number of NonWage Earner Participants in BPJS Employment Gorontalo Branch" Undergraduate Management study program, Faculty of Economics and Business, Gorontalo State University, Supervisor I Mrs. Dr. Tineke Wolok, S.T, M.M and Supervisor II Mrs. Yulinda L. Ismail M.si According to Employment Law No. 24 of 2011 concerning Social Security Administering Bodies which states that: all workers in Indonesia are required to register themselves as BPJS Employment participants for six months. BPJS Employment (Social Security Administering Body) is a public program that provides protection to workers to overcome certain socio-economic risks and its implementation uses sharia mechanisms. This research uses a descriptive qualitative research method with the focus of the research being (1) What are the marketing strategies carried out by the Gorontalo branch of BPJS Employment to increase the number of non-wage earners? and (2) What are the efforts of BPJS Employment Gorontalo Branch to ensure that BPU membership remains active in BPJS Employment Gorontalo? The results of this research are (1) The marketing strategy to increase the number of Non-Wage Earner participants used by BPJS Employment Gorontalo branch uses the Marketing Mix: product, price, people, and process (2) Efforts made by BPJS Employment to ensure membership remains active are marketing communication strategies and customer satisfaction strategies. Keywords : Non-Wage Recipients, BPJS Employment. ABSTRAK Mia Arista B. Wantu, 2024. “Analisis Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Jumlah Kepesertaan Bukan Penerima Upah di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo” Program studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo, Pembimbing I Ibu Dr. Tineke Wolok, S.T, M.M dan Pembimbing II Ibu Yulinda L. Ismail M.si Menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan No.24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang menyebutkan bahwa: seluruh pekerja di Indonesia selama enam bulan wajib mendaftarkin diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) merupakan program publik yang memberikan perlindungan kepada tenaga kerja untuk mengatasi risiko social ekonomi tertentu dan penyelenggaraannya menggunakan mekanisme syariah. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan Fokus penelitian ialah (1) Bagaimana strategi pemasaran yang di lakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan cabang Gorontalo dalam meningkatkan jumlah kepesertaan Bukan Penerima Upah? dan (2) Bagaimana upaya BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo agar kepesertaan BPU tetap aktif di BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo?Adapun hasil penelitian ini, yaitu (1) Strategi pemasaran dalam meningkatkan jumlah kepesertaan Bukan Penerima Upah yang di gunakan oleh BPJS Ketenagakerjaan cabang Gorontalo menggunakan Marketing Mix : product, price, people, dan 806 | Volume 3 Nomor 2 2024 As-Syirkah: Islamic Economics & Finacial Journal Volume 3 Nomor 2 (2024) 806 – 828 E-ISSN 2962-1585 DOI: 10.56672/assyirkah.v3i2.203 process (2) Upaya yang di lakukan BPJS Ketenagakerjaan agar kepesertaan tetap aktif adalah strategi komunikasi pemasaran dan strategi kepuasan pelanggan. Kata Kunci : Bukan Penerima Upah, BPJS Ketenagakerjaan PENDAHULUAN Kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu komponen penting dalam proses pembangunan. Dalam hal ini, sektor ketenagakerjaan memegang peran yang sangat signifikan dalam mendorong pembangunan nasional. Sebagai aktor dan target pembangunan, tenaga kerja memiliki peran dan posisi yang krusial. Oleh karena itu, diperlukan upaya pembangunan ketenagakerjaan guna meningkatkan kualitas tenaga kerja dan memberikan perlindungan sosial yang layak kepada pekerja dan keluarganya, sesuai dengan hak-hak dan martabat mereka. Berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, semua pekerja di Indonesia dan orang asing yang bekerja di Indonesia selama enam bulan diwajibkan untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan adalah program publik yang memberikan perlindungan kepada tenaga kerja untuk mengurangi risiko sosial ekonomi tertentu, dan penyelenggarannya menggunakan prinsip asuransi syariah. Sebagai Lembaga Negara yang bergerak dalam bidang asuransi sosial, BPJS Ketenagakerjaan merupakan pelaksana Undang-undang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Dengan demikian, perlindungan sosial bagi tenaga kerja perlu di tingkatkan untuk memastikan bahwa mereka diperlakukan secara adil dan memiliki kesempatan yang sama tanpa adanya diskriminasi. Ada empat program manfaat yang tersedia untuk pekerja yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Pensiun (JP). Program Jaminan Hari Tua (JHT) memberikan manfaat berupa uang tunai yang besarannya merupakan akumulasi iuran di tambah dengan hasil pengembangannya untuk jaminan hidup di hari tua. Program Jaminan Kematian (JKM) memberikan manfaat berupa santunan uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia saat kepesertaan masih aktif. Serta beasiswa untuk dua orang anak peserta yang memenuhi masa iuran minimal 3 tahun dan memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan. Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan yang terjadi selama dalam pekerjaan. Ini mencakup kecelakaan yang terjadi saat perjalanan dari rumah ke tempat kerja atau sebaliknya, dan juga penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja. Sementara Program Jaminan Pensiun (JP) bertujuan untuk menjaga taraf hidup peserta dengan memberikan penghasilan saat mereka mencapai usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia. Manfaat pensiun diberikan dalam bentuk pembayaran bulanan. (Hilda Yunita Sabrie dkk, 2019) 807 | Volume 3 Nomor 2 2024 As-Syirkah: Islamic Economics & Finacial Journal Volume 3 Nomor 2 (2024) 806 – 828 E-ISSN 2962-1585 DOI: 10.56672/assyirkah.v3i2.203 Para penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan ini terbagi menjadi 4 golongan yaitu, pekerja Penerima Upah (PU), pekerjan Bukan Penerima Upah (BPU), pekerja jasa konstruksi (JAKON), dan pekerja migran Indonesia (PMI). Pekerja informal atau Bukan Penerima Upah ( BPU) merupakan pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya dan tidak di bawah suatu instansi/perusahaan. Contoh pekerja BPU yaitu pedagang kecil, supir angkot, tukang ojek, wirausahawan dan lain-lain. Pekerja BPU ini dapat mengi (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.ikadi.or.id/index.php/assyirkah/article/download/203/181
Article home page: https://journal.ikadi.or.id/index.php/assyirkah/article/view/203/181

B. Wantu Mia Arista, Wolok Tineke, Ismail Yulinda. Analisis Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Kepesertaan Bukan Penerima Upah di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo, As-Syirkah: Islamic Economic & Financial Journal, 2024, pp. 806 – 828,