TEKANAN PERMUKIMAN PERKOTAAN TERHADAP PERTANIAN DALAM DINAMIKA PENGGUNAAN LAHAN DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN SPASIAL (STUDI KASUS: SWK GEDEBAGE)

Creative Research Journal, Dec 2021

Kota Bandung memiliki kebijakan prioritas, salah satunya yaitu menjadikan Sub Wilayah Kota (SWK) Gedebage sebagai pusat primer yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung Tahun 2011-2031. Hal ini mengakibatkan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk hingga berdampak pada kebutuhan lahan yang terus meningkat, dengan keterbatasan lahan ini mengakibatkan banyaknya lahan yang mengalami perubahan fungsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan permukiman terhadap penggunaan lainnya di SWK Gedebage dengan melakukan pemodelan spasial termasuk prediksi tren perkembangan lahan hingga tahun 2036 dengan pendekatan Cellular Automata. Penelitian ini juga menggunakan analisis Analytical Hirarchy Process (AHP) untuk mendapatkan bobot masing masing faktor pengaruh perubahan penggunaan lahan, dan Software LanduseSim sebagai perangkat pendukung. Penelitian ini menggunakan teknik non-probality sample dengan cara pengambilan purposive sampling untuk pengolahan lebih lanjut pada tahap AHP. Hasil penelitian menunjukan bahwa salah satu faktor dominan yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan adalah aksesibilitas. Selain itu pada kondisi eksisting SWK Gedebage didominasi oleh penggunaan lahan pertanian, akan tetapi setelah dilakukan prediksi penggunaan lahan hingga tahun 2036 penggunaan lahan permukiman tumbuh kearah selatan dengan luas 168 Ha dari luas saat ini dan secara aktif mengkonversi penggunaan lahan pertanian dengan pesat, hal tersebut ditunjukan dengan lebih dari 90% konversi penggunaan lahan terjadi pada lahan pertanian.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://crjournal.jabarprov.go.id/index.php/crj/article/download/297/39

TEKANAN PERMUKIMAN PERKOTAAN TERHADAP PERTANIAN DALAM DINAMIKA PENGGUNAAN LAHAN DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN SPASIAL (STUDI KASUS: SWK GEDEBAGE)

TEKANAN PERMUKIMAN PERKOTAAN TERHADAP PERTANIAN DALAM DINAMIKA PENGGUNAAN LAHAN DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN SPASIAL (STUDI KASUS: SWK GEDEBAGE) URBAN SETTLEMENT PRESSURE ON AGRICULTURE IN LAND USE THE DYNAMICS WITH A SPATIAL MODELING APPROACH: A CASE STUDY SWK GEDEBAGE Tri Rahmawati dan Byna Kameswara Program Studi Perencaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Nasional Bandung. Jalan Pkh Mustofa, Kota Bandung, 40124 ABSTRACT The city of Bandung has main policies, one of which is to make the Sub-City Area (SWK) Gedebage area the primary center as outlined in the Bandung City Spatial Plan 2011-2031. This has resulted in an increasing population growth, this impacting on the increasing need for land, with this limited land resulting in a large amount of land that has changed its function. The purpose of this study was to determine of changes in residential land use against other uses in SWK Gedebage by conducting spatial modeling including predictions of land development trends until 2036 with the Cellular Automata approach. This study also uses Analytical Hirarchy Process (AHP) analysis to obtain the weight of each factor for the influence of land use change, and Landuse Software as a supporting tool. This study uses non-probality sample techniques by by taking purposive sampling for further processing of AHP. The results of this study indicate that one of the dominant factors affecting land use change is accessibility. In addition, in the existing conditions SWK Gedebage is dominated by agricultural land use, but after predicting land use until 2036, residential land use grows towards the south with an area of 168 Ha from the area currently and actively converting agricultural land use rapidly, this is shown with more than 90% of land use conversion occurring on agricultural land. Keywords: Land Use Change, Urban Settlement, Agricultural ABSTRAK Kota Bandung memiliki kebijakan prioritas, salah satunya yaitu menjadikan Sub Wilayah Kota (SWK) Gedebage sebagai pusat primer yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung Tahun 2011-2031. Hal ini mengakibatkan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk hingga berdampak pada kebutuhan lahan yang terus meningkat, dengan keterbatasan lahan ini mengakibatkan banyaknya lahan yang mengalami perubahan fungsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan permukiman terhadap penggunaan lainnya di SWK Gedebage dengan melakukan pemodelan spasial termasuk prediksi tren perkembangan lahan hingga tahun 2036 dengan pendekatan Cellular Automata. Penelitian ini juga menggunakan analisis Analytical Hirarchy Process (AHP) untuk mendapatkan bobot masing masing faktor pengaruh perubahan penggunaan lahan, dan Software LanduseSim sebagai perangkat pendukung. Penelitian ini menggunakan teknik non-probality sample dengan cara pengambilan purposive sampling untuk pengolahan lebih lanjut pada tahap AHP. Hasil penelitian menunjukan bahwa salah satu faktor dominan yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan adalah aksesibilitas. Selain itu pada kondisi eksisting SWK Gedebage didominasi oleh penggunaan lahan pertanian, akan tetapi setelah dilakukan prediksi penggunaan lahan hingga tahun 2036 penggunaan lahan permukiman tumbuh kearah selatan dengan luas 168 Ha dari luas saat ini dan secara aktif mengkonversi penggunaan lahan pertanian dengan pesat, hal tersebut ditunjukan dengan lebih dari 90% konversi penggunaan lahan terjadi pada lahan pertanian. Kata Kunci: Perubahan Penggunaan Lahan, Permukiman Perkotaan, Pertanian PENDAHULUAN Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat menyebabkan meningkatnya kebutuhan lahan. Lahan merupakan sumber daya alam yang menjadi dasar dalam berbagai aktivitas manusia, dengan adanya kemudahan aksesibilitas yang disertai ketersediaan fasilitas dan banyaknya ragam fungsi perkotaan inilah yang pada akhirnya 51 52 | CR Journal | Vol. 07 No. 02 Desember 2021 | hal 51 - 64 mampu untuk menarik berbagai kegiatan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhannya sehari hari (Wicaksono, 2011). dengan ketersediaannya yang terbatas maka tidak sedikit terjadi permasalahan mengenai penggunaan lahan dalam pemanfaatannya, perubahan lahan ini tidak terjadi secara acak, melainkan lahan yang memiliki potensi dan tingkat kestrategisan yang dinilai cukup tinggi. Penggunaan lahan merupakan kegiatan campur tangan manusia baik secara menetap maupun tidak terhadap suatu sumber daya alam maupun buatan dengan tujuan untuk memenuhi atau mencukupi kebutuhannya (Malingreau, 1978). Sehingga dapat dikatakan bahwa setiap bentuk kegiatan atau intervensi manusia terhadap sumber daya lahan baik secara menetap ataupun berpindah-pindah yang dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan material maupun spiritual (Ritohardoyo, 2002). Perubahan penggunaan lahan pada dasarnya adalah peralihan fungsi lahan yang tadinya sudah ditentukan sesuai kaidah yang berlaku tetapi mengalami perubahan menjadi fungsi yang lain, wilayah yang memiliki potensi yang baik dan memiliki kelengkapan sarana prasarana sangat berpeluang untuk mengalami perubahan dan pertumbuhan. Selain itu kondisi perkembangan ekonomi pendudukj juga merupakan suatu cerminan dari perubahan penggunaan lahan disuatu daerah. Menurut Muiz (2009) perubahan penggunaan lahan merupakan proses perubahan dari guna lahan sebelumnya menjadi guna lahan yang berbeda fungsinya yang bersifat sementara ataupun pemanen yang beriringan dengan pertumbuhan dan transformasi perubahan struktur sosial ekonomi yang berada di masyarakat untuk tujuan komersial ataupun industri. Populasi penduduk yang sangat cepat tumbuh dengan perubahan ekonomi serta gaya hidup yang semakin keperkotaan dan semakin bertambahnya yang bekerja pada sektor non pertanian maka pertumbuhan kota akan semakin cepat dan pesat (Cohen, 2004). Adapun hal yang mungkin akan terjadi apabila perubahan penggunaan lahan terjadi sangat tidak terkendali antara lain yaitu dapat menimbulkan permasalahan mengenai lingkungan, ekonomi dan sosial. Menurut Nobre, (2016) Banyak penelitian sepakat bahwa perubahan penggunaan lahan cenderung bersifat irreversible dan mengakibatkan permasalahan lingkungan. sebagai contoh, kawasan hutan amazon sebagai studi kasus pada isu perubahan penggunaan lahan menjadi kawasan budidaya yang dianggap lebih dari sisi ekonomi masyarakat. Dalam sistem yang lebih luas, perubahan penggunaan lahan bukan hanya terkait faktor fisik namun juga terkait dengan sosial dan politikal aspek terkait perilaku pengambilan keputusan aktor-aktor (Sfa, F. E., 2020). Menurut (Lee dalam Yunus 1999) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan guna lahan antara lain karakteristik fiskal lahan, kelengkapan utilitas umum, aksesibilitas lahan, karakteristik personel pemililk lahan, peraturan mengenai pemanfaatan lahan dan inisiatif para pembangun. Menurut Dendoncker et al., (2007) terdapat lima faktor utama yang berpengaruh dalam perubahan penggunaan lahan yaitu faktor biofisik (potensi dan penghambat), faktor ekonomi, faktor sosial, k (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://crjournal.jabarprov.go.id/index.php/crj/article/download/297/39
Article home page: https://crjournal.jabarprov.go.id/index.php/crj/article/view/297/39

Tri Rahmawati, Byna Kameswara. TEKANAN PERMUKIMAN PERKOTAAN TERHADAP PERTANIAN DALAM DINAMIKA PENGGUNAAN LAHAN DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN SPASIAL (STUDI KASUS: SWK GEDEBAGE), Creative Research Journal, 2021, pp. 51 - 64,