TEKANAN PERMUKIMAN PERKOTAAN TERHADAP PERTANIAN DALAM DINAMIKA PENGGUNAAN LAHAN DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN SPASIAL (STUDI KASUS: SWK GEDEBAGE)
TEKANAN PERMUKIMAN PERKOTAAN TERHADAP PERTANIAN
DALAM DINAMIKA PENGGUNAAN LAHAN DENGAN PENDEKATAN
PEMODELAN SPASIAL
(STUDI KASUS: SWK GEDEBAGE)
URBAN SETTLEMENT PRESSURE ON AGRICULTURE IN LAND USE
THE DYNAMICS WITH A SPATIAL MODELING APPROACH: A CASE
STUDY SWK GEDEBAGE
Tri Rahmawati dan Byna Kameswara
Program Studi Perencaan Wilayah dan Kota
Institut Teknologi Nasional Bandung. Jalan Pkh Mustofa, Kota Bandung, 40124
ABSTRACT
The city of Bandung has main policies, one of which is to make the Sub-City Area (SWK) Gedebage area the
primary center as outlined in the Bandung City Spatial Plan 2011-2031. This has resulted in an increasing
population growth, this impacting on the increasing need for land, with this limited land resulting in a large
amount of land that has changed its function. The purpose of this study was to determine of changes in
residential land use against other uses in SWK Gedebage by conducting spatial modeling including
predictions of land development trends until 2036 with the Cellular Automata approach. This study also uses
Analytical Hirarchy Process (AHP) analysis to obtain the weight of each factor for the influence of land use
change, and Landuse Software as a supporting tool. This study uses non-probality sample techniques by by
taking purposive sampling for further processing of AHP. The results of this study indicate that one of the
dominant factors affecting land use change is accessibility. In addition, in the existing conditions SWK
Gedebage is dominated by agricultural land use, but after predicting land use until 2036, residential land use
grows towards the south with an area of 168 Ha from the area currently and actively converting agricultural
land use rapidly, this is shown with more than 90% of land use conversion occurring on agricultural land.
Keywords: Land Use Change, Urban Settlement, Agricultural
ABSTRAK
Kota Bandung memiliki kebijakan prioritas, salah satunya yaitu menjadikan Sub Wilayah Kota (SWK)
Gedebage sebagai pusat primer yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung Tahun
2011-2031. Hal ini mengakibatkan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk hingga berdampak pada
kebutuhan lahan yang terus meningkat, dengan keterbatasan lahan ini mengakibatkan banyaknya lahan yang
mengalami perubahan fungsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan penggunaan
lahan permukiman terhadap penggunaan lainnya di SWK Gedebage dengan melakukan pemodelan spasial
termasuk prediksi tren perkembangan lahan hingga tahun 2036 dengan pendekatan Cellular Automata.
Penelitian ini juga menggunakan analisis Analytical Hirarchy Process (AHP) untuk mendapatkan bobot
masing masing faktor pengaruh perubahan penggunaan lahan, dan Software LanduseSim sebagai perangkat
pendukung. Penelitian ini menggunakan teknik non-probality sample dengan cara pengambilan purposive
sampling untuk pengolahan lebih lanjut pada tahap AHP. Hasil penelitian menunjukan bahwa salah satu faktor
dominan yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan adalah aksesibilitas. Selain itu pada kondisi
eksisting SWK Gedebage didominasi oleh penggunaan lahan pertanian, akan tetapi setelah dilakukan prediksi
penggunaan lahan hingga tahun 2036 penggunaan lahan permukiman tumbuh kearah selatan dengan luas
168 Ha dari luas saat ini dan secara aktif mengkonversi penggunaan lahan pertanian dengan pesat, hal
tersebut ditunjukan dengan lebih dari 90% konversi penggunaan lahan terjadi pada lahan pertanian.
Kata Kunci: Perubahan Penggunaan Lahan, Permukiman Perkotaan, Pertanian
PENDAHULUAN
Pertumbuhan penduduk yang semakin
meningkat
menyebabkan
meningkatnya
kebutuhan lahan. Lahan merupakan sumber
daya alam yang menjadi dasar dalam
berbagai aktivitas manusia, dengan adanya
kemudahan aksesibilitas yang disertai
ketersediaan fasilitas dan banyaknya ragam
fungsi perkotaan inilah yang pada akhirnya
51
52 | CR Journal | Vol. 07 No. 02 Desember 2021 | hal 51 - 64
mampu untuk menarik berbagai kegiatan
masyarakat
dalam
pemenuhan
kebutuhannya sehari hari (Wicaksono, 2011).
dengan ketersediaannya yang terbatas maka
tidak sedikit terjadi permasalahan mengenai
penggunaan lahan dalam pemanfaatannya,
perubahan lahan ini tidak terjadi secara acak,
melainkan lahan yang memiliki potensi dan
tingkat kestrategisan yang dinilai cukup
tinggi.
Penggunaan lahan merupakan kegiatan
campur tangan manusia baik secara
menetap maupun tidak terhadap suatu
sumber daya alam maupun buatan dengan
tujuan untuk memenuhi atau mencukupi
kebutuhannya (Malingreau, 1978). Sehingga
dapat dikatakan bahwa setiap bentuk
kegiatan atau intervensi manusia terhadap
sumber daya lahan baik secara menetap
ataupun berpindah-pindah yang dilakukan
untuk pemenuhan kebutuhan material
maupun spiritual (Ritohardoyo, 2002).
Perubahan
penggunaan
lahan
pada
dasarnya adalah peralihan fungsi lahan yang
tadinya sudah ditentukan sesuai kaidah yang
berlaku tetapi mengalami perubahan menjadi
fungsi yang lain, wilayah yang memiliki
potensi yang baik dan memiliki kelengkapan
sarana prasarana sangat berpeluang untuk
mengalami perubahan dan pertumbuhan.
Selain itu kondisi perkembangan ekonomi
pendudukj juga merupakan suatu cerminan
dari perubahan penggunaan lahan disuatu
daerah. Menurut Muiz (2009) perubahan
penggunaan lahan merupakan proses
perubahan dari guna lahan sebelumnya
menjadi guna lahan yang berbeda fungsinya
yang bersifat sementara ataupun pemanen
yang beriringan dengan pertumbuhan dan
transformasi perubahan struktur sosial
ekonomi yang berada di masyarakat untuk
tujuan komersial ataupun industri.
Populasi penduduk yang sangat cepat
tumbuh dengan perubahan ekonomi serta
gaya hidup yang semakin keperkotaan dan
semakin bertambahnya yang bekerja pada
sektor non pertanian maka pertumbuhan
kota akan semakin cepat dan pesat (Cohen,
2004). Adapun hal yang mungkin akan terjadi
apabila perubahan penggunaan lahan terjadi
sangat tidak terkendali antara lain yaitu dapat
menimbulkan
permasalahan
mengenai
lingkungan, ekonomi dan sosial.
Menurut Nobre, (2016) Banyak penelitian
sepakat bahwa perubahan penggunaan
lahan cenderung bersifat irreversible dan
mengakibatkan permasalahan lingkungan.
sebagai contoh, kawasan hutan amazon
sebagai studi kasus pada isu perubahan
penggunaan
lahan
menjadi
kawasan
budidaya yang dianggap lebih dari sisi
ekonomi masyarakat. Dalam sistem yang
lebih luas, perubahan penggunaan lahan
bukan hanya terkait faktor fisik namun juga
terkait dengan sosial dan politikal aspek
terkait perilaku pengambilan keputusan
aktor-aktor (Sfa, F. E., 2020).
Menurut (Lee dalam Yunus 1999) terdapat
beberapa
faktor
yang
mempengaruhi
perubahan
guna
lahan
antara
lain
karakteristik fiskal lahan, kelengkapan utilitas
umum, aksesibilitas lahan, karakteristik
personel pemililk lahan, peraturan mengenai
pemanfaatan lahan dan inisiatif para
pembangun. Menurut Dendoncker et al.,
(2007) terdapat lima faktor utama yang
berpengaruh dalam perubahan penggunaan
lahan yaitu
faktor biofisik (potensi dan
penghambat), faktor ekonomi, faktor sosial,
k (...truncated)