Kesesuaian Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa terhadap Standar Perumahan Ideal di Sukoharjo

Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan, Jul 2017

Construction of the rented simple flats is the option of government’s policy to meet the needs of adequate housing for low-income. The rented simple flats in Sukoharjo already inhabited 3 blocks of 6 blocks. The degree of occupancy will indirectly reflect quality the construction of flats. The problem in this study is whether development the rented simple flats in Sukoharjo complies with the standar of ideal housing. The purpose of research is the degree of conformity the rented simple flats in Sukoharjo as the standar of ideal housing. The method is used the deductive research methods with quantitative research. The analysis technique is used the analysis of scoring on any variable of the standards of ideal housing. The conclusions from this research is that there are nine variables known as the factors that influence the development of the rented simple flats in Sukoharjo as the ideal flats. The variables that have been suitable with the standar of ideal housing are the policy, the price of rent and accessibily. However, some variables that have not been optimal like the infrastructures, material contruction and the others. Consequently, Sukoharjo’s District Government and some of the parties concerned to repair deficiency and accommodate the needs of the community to achieve development the ideal flats. Keywords: Contruction of rented simple flats, standards of ideal housing, scoring analysis

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.uns.ac.id/Arsitektura/article/download/11402/10172

Kesesuaian Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa terhadap Standar Perumahan Ideal di Sukoharjo

KESESUAIAN PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA TERHADAP STANDAR PERUMAHAN IDEAL DI SUKOHARJO Isandi Nurul Hasanah, Murtanti Jani Rahayu, Rufia Andisetyana Putri Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret, Surakarta email: Abstract: Construction of the rented simple flats is the option of government’s policy to meet the needs of adequate housing for low-income. The rented simple flats in Sukoharjo already inhabited 3 blocks of 6 blocks. The degree of occupancy will indirectly reflect quality the construction of flats. The problem in this study is whether development the rented simple flats in Sukoharjo complies with the standar of ideal housing. The purpose of research is the degree of conformity the rented simple flats in Sukoharjo as the standar of ideal housing. The method is used the deductive research methods with quantitative research. The analysis technique is used the analysis of scoring on any variable of the standards of ideal housing. The conclusions from this research is that there are nine variables known as the factors that influence the development of the rented simple flats in Sukoharjo as the ideal flats. The variables that have been suitable with the standar of ideal housing are the policy, the price of rent and accessibily. However, some variables that have not been optimal like the infrastructures, material contruction and the others. Consequently, Sukoharjo’s District Government and some of the parties concerned to repair deficiency and accommodate the needs of the community to achieve development the ideal flats. Keywords: Contruction of rented simple flats, standards of ideal housing, scoring analysis 1. PENDAHULUAN Menurut Yudohusodo (1991) rumah merupakan suatu cerminan dan pengejawantahan dari diri manusia yang hidup dalam suatu kesatuan dan kebersamaan dengan lingkungan alamnya guna meningkatkan taraf hidup bagi penghuninya. Rumah menjadi salah satu elemen penting yang sangat dibutuhkan manusia sebagai tempat untuk menyelenggarakan kehidupan manusia secara berkelanjutan. Saat ini kebutuhan terhadap rumah cukup sulit untuk dipenuhi oleh setiap manusia. Hal ini disebabkan oleh laju pertumbuhan penduduk yang meningkat setiap tahunnya. Fenomena ini tentunya berbanding terbalik dengan kondisi lahan yang terbatas (Budihardjo, 1998). Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu daerah yang mengalami fenomena tersebut. Menurut Badan Pusat Statistika Kabupaten Sukoharjo Tahun 2014 bahwa jumlah pendatang baru di Kabupaten Sukoharjo meningkat setiap tahunnya yaitu sekitar 1.259 orang. Selain itu, jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan rumah kumuh di Kabupaten Sukoharjo cukup tinggi yaitu sekitar 40.819 unit atau sekitar 23% (Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sukoharjo, 2011-2031). Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah membangun Rumah Susun Sederhana Sewa di Sukoharjo. Rumah Susun Sederhana Sewa dibangun di Desa Gamping, Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo. Bangunan Rumah Susun Sederhana Sewa di Sukoharjo terdiri atas enam gedung yang dibangun dalam konsep twin block. Berdasarkan Peraturan Bupati Sukoharjo No. 48 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa di Sukoharjo, target pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa di Sukoharjo diprioritaskan untuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah dan yang belum memiliki tempat tinggal di Kabupaten Sukoharjo. Berdasarkan wawancara terhadap Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukoharjo bahwa rumah susun tersebut baru dihuni 3 blok antara lain blok A, B dan D dari 6 blok yang tersedia. Padahal di awal pembangunan, Rumah Susun Sederhana Sewa di Sukoharjo sudah banyak orang yang mengantri untuk menyewa unit hunian di sana bahkan melebihi kapasitas yang tersedia. Selain itu, berdasarkan observasi lapangan yang dilihat secara umum oleh peneliti, ternyata banyak beberapa Isandi Nurul H, Murtanti Jani, Rufia Andisetyana, Kesesuaian Pembangunan... bangunan dan fasilitas yang kondisinya kurang baik meskipun berada di tempat yang cukup strategis. Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa di Sukoharjo dapat tercapai dengan baik jika melakukan pemberdayaan pada masyarakat dan para pelaku kunci lainnya (Sasta dan Marlina, 2006), salah satunya adalah penghuni yang tinggal di Rumah Susun Sederhana Sewa di Sukoharjo. Oleh karena itu, peneliti ingin melihat bagaimana kesesuaian pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa di Sukoharjo terhadap standar perumahan ideal. 2. TINJAUAN PUSTAKA Menurut Sugiyono (2009) bahwa tinjauan pustaka berisi ulasan atau penjelasan terhadap variabel yang akan diteliti melalui pendefinisian, uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi sehingga ruang lingkup dan kedudukan terhadap hubungan antar variabel yang diteliti menjadi lebih jelas dan terarah. Variabel penelitian tersebut diambil dari pendapat berbagai sumber atau para ahli, kemudian untuk melakukan sintesa variabel, peneliti membuat matriks pada setiap klasifikasi teori agar dapat terlihat kesamaan pendapat dari berbagai sumber sehingga dapat dirumuskan menjadi variabel yang sesuai. 2.1 Teori Permintaan Perumahan Menurut Sukirno (2003) dalam ilmu ekonomi terdapat harga keseimbangan atau harga ekuilibrium dimana permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). 2.1.1 Teori Permintaan Menurut Mckenzie dan Betts (2006) dalam Purbosari (2012) bahwa permintaan pada perumahan dapat dilihat dari berbagai aspek antara lain jumlah unit perumahan yang dibutuhkan di dalam pasar dan komposisi perumahan seperti ukuran unit, usia, lokasi, kondisi, dan apakah unit-unit tersebut direncanakan untuk dijual kepada konsumen atau hanya untuk disewakan. 100 2.1.2 Kurva Permintaan Menurut Sukirno (2003) bahwa kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari kiri ke kanan bawah. Kurva tersebut disebabkan oleh sifat hubungan antara harga dan jumlah yang diminta memiliki hubungan terbalik. Faktor-faktor yang dapat menggeser kurva permintaan salah satunya adalah faktor harga dimana perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang diminta menjadi makin tinggi atau makin menurun (Manurung, 2002), untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 1 seperti di bawah ini. Gambar 1. Kurva Permintaan Barang (Manurung, 2002) 2.2 Pembangunan Rumah Susun Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, baik dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama. 2.2.1 Tujuan Pembangunan Rumah Susun Pembangunan rumah susun adalah salah satu upaya untuk pemenuhan kebutuhan perumahan dan penanganan perumahan kumuh di Indonesia (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.uns.ac.id/Arsitektura/article/download/11402/10172
Article home page: https://jurnal.uns.ac.id/Arsitektura/article/view/11402/10172

Hasanah Isandi Nurul, Rahayu Murtanti Jani, Putri Rufia Andisetyana. Kesesuaian Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa terhadap Standar Perumahan Ideal di Sukoharjo, Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan, 2017, pp. 99-106,