Kesesuaian Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa terhadap Standar Perumahan Ideal di Sukoharjo
KESESUAIAN PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA TERHADAP
STANDAR PERUMAHAN IDEAL DI SUKOHARJO
Isandi Nurul Hasanah, Murtanti Jani Rahayu, Rufia Andisetyana Putri
Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota
Fakultas Teknik
Universitas Sebelas Maret, Surakarta
email:
Abstract: Construction of the rented simple flats is the option of government’s policy to meet the
needs of adequate housing for low-income. The rented simple flats in Sukoharjo already inhabited 3
blocks of 6 blocks. The degree of occupancy will indirectly reflect quality the construction of flats.
The problem in this study is whether development the rented simple flats in Sukoharjo complies with
the standar of ideal housing. The purpose of research is the degree of conformity the rented simple
flats in Sukoharjo as the standar of ideal housing. The method is used the deductive research
methods with quantitative research. The analysis technique is used the analysis of scoring on any
variable of the standards of ideal housing. The conclusions from this research is that there are nine
variables known as the factors that influence the development of the rented simple flats in Sukoharjo
as the ideal flats. The variables that have been suitable with the standar of ideal housing are the
policy, the price of rent and accessibily. However, some variables that have not been optimal like
the infrastructures, material contruction and the others. Consequently, Sukoharjo’s District
Government and some of the parties concerned to repair deficiency and accommodate the needs of
the community to achieve development the ideal flats.
Keywords: Contruction of rented simple flats, standards of ideal housing, scoring analysis
1. PENDAHULUAN
Menurut Yudohusodo (1991) rumah
merupakan
suatu
cerminan
dan
pengejawantahan dari diri manusia yang hidup
dalam suatu kesatuan dan kebersamaan dengan
lingkungan alamnya guna meningkatkan taraf
hidup bagi penghuninya. Rumah menjadi salah
satu elemen penting yang sangat dibutuhkan
manusia
sebagai
tempat
untuk
menyelenggarakan kehidupan manusia secara
berkelanjutan.
Saat ini kebutuhan terhadap rumah cukup
sulit untuk dipenuhi oleh setiap manusia. Hal
ini disebabkan oleh laju pertumbuhan
penduduk yang meningkat setiap tahunnya.
Fenomena ini tentunya berbanding terbalik
dengan kondisi lahan yang terbatas
(Budihardjo, 1998).
Kabupaten Sukoharjo merupakan salah
satu daerah yang mengalami fenomena
tersebut. Menurut Badan Pusat Statistika
Kabupaten Sukoharjo Tahun 2014 bahwa
jumlah pendatang baru di Kabupaten
Sukoharjo meningkat setiap tahunnya yaitu
sekitar 1.259 orang. Selain itu, jumlah Rumah
Tidak Layak Huni (RTLH) dan rumah kumuh
di Kabupaten Sukoharjo cukup tinggi yaitu
sekitar 40.819 unit atau sekitar 23% (Rencana
Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sukoharjo,
2011-2031). Oleh karena itu, untuk mengatasi
hal tersebut, pemerintah membangun Rumah
Susun Sederhana Sewa di Sukoharjo.
Rumah Susun Sederhana Sewa dibangun
di Desa Gamping, Kelurahan Joho, Kecamatan
Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo. Bangunan
Rumah Susun Sederhana Sewa di Sukoharjo
terdiri atas enam gedung yang dibangun dalam
konsep twin block. Berdasarkan Peraturan
Bupati Sukoharjo No. 48 Tahun 2014 tentang
Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa di
Sukoharjo, target pembangunan Rumah Susun
Sederhana Sewa di Sukoharjo diprioritaskan
untuk golongan masyarakat berpenghasilan
rendah dan yang belum memiliki tempat
tinggal di Kabupaten Sukoharjo.
Berdasarkan wawancara terhadap Kepala
Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukoharjo
bahwa rumah susun tersebut baru dihuni 3
blok antara lain blok A, B dan D dari 6 blok
yang tersedia. Padahal di awal pembangunan,
Rumah Susun Sederhana Sewa di Sukoharjo
sudah banyak orang yang mengantri untuk
menyewa unit hunian di sana bahkan melebihi
kapasitas yang tersedia. Selain itu, berdasarkan
observasi lapangan yang dilihat secara umum
oleh peneliti, ternyata banyak beberapa
Isandi Nurul H, Murtanti Jani, Rufia Andisetyana, Kesesuaian Pembangunan...
bangunan dan fasilitas yang kondisinya kurang
baik meskipun berada di tempat yang cukup
strategis.
Pembangunan Rumah Susun Sederhana
Sewa di Sukoharjo dapat tercapai dengan baik
jika
melakukan
pemberdayaan
pada
masyarakat dan para pelaku kunci lainnya
(Sasta dan Marlina, 2006), salah satunya
adalah penghuni yang tinggal di Rumah Susun
Sederhana Sewa di Sukoharjo. Oleh karena
itu, peneliti ingin melihat bagaimana
kesesuaian pembangunan Rumah Susun
Sederhana Sewa di Sukoharjo terhadap standar
perumahan ideal.
2. TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Sugiyono (2009) bahwa tinjauan
pustaka berisi ulasan atau penjelasan terhadap
variabel
yang
akan
diteliti
melalui
pendefinisian, uraian yang lengkap dan
mendalam dari berbagai referensi sehingga
ruang lingkup dan kedudukan terhadap
hubungan antar variabel yang diteliti menjadi
lebih jelas dan terarah.
Variabel penelitian tersebut diambil dari
pendapat berbagai sumber atau para ahli,
kemudian untuk melakukan sintesa variabel,
peneliti membuat matriks pada setiap
klasifikasi teori agar dapat terlihat kesamaan
pendapat dari berbagai sumber sehingga dapat
dirumuskan menjadi variabel yang sesuai.
2.1 Teori Permintaan Perumahan
Menurut Sukirno (2003) dalam ilmu ekonomi
terdapat harga keseimbangan atau harga
ekuilibrium dimana permintaan (demand) dan
penawaran (supply) yang saling bertemu dan
membentuk satu titik pertemuan dalam satuan
harga dan kuantitas (jumlah barang).
2.1.1 Teori Permintaan
Menurut Mckenzie dan Betts (2006) dalam
Purbosari (2012) bahwa permintaan pada
perumahan dapat dilihat dari berbagai aspek
antara lain jumlah unit perumahan yang
dibutuhkan di dalam pasar dan komposisi
perumahan seperti ukuran unit, usia, lokasi,
kondisi, dan apakah unit-unit tersebut
direncanakan untuk dijual kepada konsumen
atau hanya untuk disewakan.
100
2.1.2 Kurva Permintaan
Menurut Sukirno (2003) bahwa kurva
permintaan berbagai jenis barang pada
umumnya menurun dari kiri ke kanan bawah.
Kurva tersebut disebabkan oleh sifat hubungan
antara harga dan jumlah yang diminta
memiliki hubungan terbalik. Faktor-faktor
yang dapat menggeser kurva permintaan salah
satunya adalah faktor harga dimana perubahan
sepanjang kurva permintaan berlaku apabila
harga barang yang diminta menjadi makin
tinggi atau makin menurun (Manurung, 2002),
untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
Gambar 1 seperti di bawah ini.
Gambar 1. Kurva Permintaan Barang
(Manurung, 2002)
2.2 Pembangunan Rumah Susun
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20
Tahun 2011 adalah bangunan gedung
bertingkat yang dibangun dalam suatu
lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian
yang distrukturkan secara fungsional, baik
dalam arah horizontal maupun vertikal dan
merupakan satuan-satuan yang masing-masing
dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah,
terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi
dengan bagian bersama, benda bersama, dan
tanah bersama.
2.2.1 Tujuan Pembangunan Rumah Susun
Pembangunan rumah susun adalah salah satu
upaya
untuk
pemenuhan
kebutuhan
perumahan dan penanganan perumahan
kumuh di Indonesia (...truncated)