Pengaruh Workplace Incivility terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Milenial dengan Kelelahan Emosional sebagai Variabel Mediator

Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), Jan 2022

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku ketidaksantunan di tempat kerja terhadap kepuasan kerja karyawan generasi Y dengan kelelahan emosional sebagai variabel mediator. Penelitian ini dilakukan kepada 120 karyawan generasi Y berusia 21- 41 tahun yang bekerja fulltime. Alat ukur yang digunakan, yaitu Facet Satisfaction Scale, Indonesia Incivility Behavior Scale, dan Maslach Burnout Inventory. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji sobel test dan uji mediasi Baron dan Kenny. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa perilaku ketidaksantunan di tempat kerja berkorelasi langsung dengan kepuasan kerja p=.000 dengan nilai koefisien (β= -.520). Selanjutnya, pengaruh mediasi dari kelelahan emosional terhadap perilaku ketidaksantunan di tempat kerja dan kepuasan kerja dari uji sobel test p=.000 memiliki nilai koefisien beta pengaruh tidak langsung (β=-.274). Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya pengaruh perilaku ketidaksantunan di tempat kerja terhadap kepuasan kerja dimediasi oleh kelelahan emosional dan mediasi bersifat parsial.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://e-journal.unair.ac.id/BRPKM/article/download/32999/pdf

Pengaruh Workplace Incivility terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Milenial dengan Kelelahan Emosional sebagai Variabel Mediator

BRPKM Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental http://e-journal.unair.ac.id/index.php/BRPKM e-ISSN: 2776-1851 ARTIKEL PENELITIAN Pengaruh Workplace Incivility terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Milenial dengan Kelelahan Emosional sebagai Variabel Mediator KANIA AGITA RACHMANADYA & SEGER HANDOYO* Fakultas Psikologi Universitas Airlangga ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku ketidaksantunan di tempat kerja terhadap kepuasan kerja karyawan generasi Y dengan kelelahan emosional sebagai variabel mediator. Penelitian ini dilakukan kepada 120 karyawan generasi Y berusia 21- 41 tahun yang bekerja fulltime. Alat ukur yang digunakan, yaitu Facet Satisfaction Scale, Indonesia Incivility Behavior Scale, dan Maslach Burnout Inventory. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji sobel test dan uji mediasi Baron dan Kenny. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa perilaku ketidaksantunan di tempat kerja berkorelasi langsung dengan kepuasan kerja p=.000 dengan nilai koefisien (β= -.520). Selanjutnya, pengaruh mediasi dari kelelahan emosional terhadap perilaku ketidaksantunan di tempat kerja dan kepuasan kerja dari uji sobel test p=.000 memiliki nilai koefisien beta pengaruh tidak langsung (β=.274). Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya pengaruh perilaku ketidaksantunan di tempat kerja terhadap kepuasan kerja dimediasi oleh kelelahan emosional dan mediasi bersifat parsial. Kata kunci: karyawan generasi Y, kelelahan emosional, kepuasan kerja, perilaku ketidaksantunan di tempat kerja ABSTRACT This study aims to examine the effect of workplace incivility behavior on job satisfaction with emotional exhaustion as a mediator among millennial employees. The numbers of samples in this research was 120 ranging from the age 21-41 years old millenial full time employees. The data were obtained using Facet Satisfaction Scale, Indonesia Incivility Behavior Scale, and Maslach Burnout Inventory. This research used the Calculation for Sobel Test and Mediation Test by Baron and Kenny. The result of this study is workplace incivility behavior has a direct negative and significant effect on job satisfaction p=.000 and beta coefficients (β= -.520). The influences of mediation from emotional exhaustion on workplace incivility behavior towards job satisfaction as the significance from sobel test is [p=.000] and indirect beta coefficients (β= -.274). This research indicates a significant influence on workplace incivility behavior and job satisfaction mediated by emotional exhaustion, and the mediation is partial. Keywords: emotional exhaustion, job satisfaction, workplace incivility behavior, Y generation employees Buletin Penelitian Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2022, Vol. 2(1), 280-291 *Alamat korespondensi: Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Kampus B Universitas Airlangga Jalan Airlangga 4-6 Surabaya 60286. Surel: Naskah ini merupakan naskah dengan akses terbuka dibawah ketentuan the Creative Common Attribution License (CC-BY-4.0) (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0), Workplace Incivility terhadap Kepuasan Kerja Millenial 281 sehingga penggunaan, distribusi, reproduksi dalam media apapun atas artikel ini tidak dibatasi, selama sumber aslinya disitir dengan baik. PENDAHULUAN Gott (n.d.) memperkirakan bahwa ju2022, Vol. 2(1), 280-291 mlah generasi Y di dunia akan meningkat dan mencapai lebih dari setengah populasi global, dan sebanyak 75% diantaranya termasuk dalam angkatan kerja pada tahun 2025. Generasi Y atau milenial merupakan individu yang lahir pada rentang tahun 1980 – 2000 (Meier & Crocker, 2010). Besarnya populasi milenial memunculkan fenomena dimana generasi Y dianggap sebagai generasi dengan tingkat perputaran (turnover) yang tinggi. Di Indonesia, survei mengenai Employee Engagement Millenial memperlihatkan hanya sebesar 25% saja karyawan milenial yang terikat penuh dengan perusahaan, 66% sisanya terikat sebagian dengan perusahaan. Sebesar 60% dari karyawan milenial akan memilih untuk meninggalkan tempat kerja apabila merasa tidak terikat (“Hanya 25 Persen Millennials Yang Setia Kepada Perusahaan,” 2017). Tingginya tingkat turnover milenial menimbulkan keluhan dalam Deloitte (2019) yang menyatakan bahwa banyak perusahaan mengeluhkan tingginya angka turnover karyawan generasi Y dan menjadi tantangan bagi para HRD untuk dapat membuat karyawan generasi Y bertahan. Randhawa (2007) menunjukkan bahwa kepuasan kerja merupakan faktor utama yang mendorong intensi karyawan untuk berpindah kerja. Campione (2015 dalam Tschantz, 2016) menyatakan bahwa generasi Y yang telah sampai pada ketidakpuasan terhadap pekerjaan akan bergerak lebih cepat mengambil keputusan untuk memilih meninggalkan perusahaan dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Berbagai penelitian telah menyetujui betapa pentingnya hubungan interpersonal sebagai faktor penting untuk memengaruhi kepuasan kerja yang utamanya berfokus pada kualitas hubungan baik dalam komunikasi, kontak, pertemuan dan interaksi karyawan dengan rekan kerja ataupun atasan (Sypniewska, 2013). Devina & Dwikardana (2019) melakukan penelitian studi kasus kualitatif pada 4 karyawan yang sudah resign menemukan bahwa tiga orang diantaranya membutuhkan hubungan interpersonal yang harmonis antar rekan kerja menjadi salah satu kebutuhan teratas dari 3 kebutuhan utama yang dicari karyawan generasi Y di tempat kerja. Semakin besar faktor ketidakpuasan kerja yang dihapuskan dari lingkungan kerja, maka karyawan akan menjadi lebih bahagia dan menunjukkan pencapaian yang semakin besar (Herzberg, 1959 dalam Calecas, 2019). Pemenuhan kepuasan kerja karyawan merupakan langkah utama untuk memenuhi kebutuhan dasar suatu pekerjaan. Satu dari beberapa faktor penyebab penurunan kepuasan kerja karyawan diakibatkan oleh workplace incivility behavior (Cortina dkk., 2001). Cortina dkk., (2001) menunjukkan bahwa workplace incivility behavior menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Penurunan kepuasan kerja akan terus terjadi apabila perilaku ketidaksantunan kerja meningkat. Perilaku ketidaksantunan di tempat kerja berpengaruh pada berkurangnya kepuasan kerja pada kelima facet kepuasan kerja, yaitu pekerjaan itu sendiri, supervisor, rekan kerja, pay and benefit, dan kesempatan promosi. Andersson & Pearson, (1999) merujuk perilaku ketidaksantunan di tempat kerja termasuk dalam perlakuan tidak sopan atau kasar, mengalihkan perhatian terhadap pelanggaran norma yang berlaku pada perusahaan guna saling menghormati dalam proses menjalin interaksi sosial. Penelitian mengenai ketidaksantunan di tempat kerja di Indonesia pertama kali dilakukan oleh Handoyo dkk., (2018) menunjukkan bahwa 88% partisipan dalam penelitian menjadi korban dari perilaku ketidaksantunan di tempat kerja. Dalam penelitian ini perilaku ketidaksantunan di tempat kerja berfokus pada generasi Y. Generasi Y memiliki perbedaan karakteristik, preferensi, ekspektasi, dan kebutuhan daripada generasi sebelumnya (Tschantz, 2016). Buletin Riset Psikol (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://e-journal.unair.ac.id/BRPKM/article/download/32999/pdf
Article home page: https://e-journal.unair.ac.id/BRPKM/article/view/32999/pdf

Rachmanadya Kania Agita, Seger Handoyo. Pengaruh Workplace Incivility terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Milenial dengan Kelelahan Emosional sebagai Variabel Mediator, Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2022, pp. 280-291,