Bentuk Kesantunan Berbahasa pada Tindak Tutur Anak di Kalibone Kelurahan Bonto Langkasa Kecamatan Minasate’ne Kabupaten Pangkep

Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jun 2020

Penelitian ini berfokus pada bentuk kesantunan berbahasa anak saat mereka betutur kata. Adapun permasalahan yang di kaji (1) bagaimana bentuk tindak tutur anak dikalibone kabupaten pangkep (2) bagaimana bentuk kesantunan berbahasa anak di kalibone kab pangkep. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data tindak maka ditemukan, 3 (tiga) bentuk tindak tutur yaitu, (1) tindak tutur representatif sebanyak tiga data, (2) tindak tutur direktif sebanyak enam data, dan (3) tindak tutur ekspresif ditemukan lima data. Hasil analisis data kesantunan berbahasa 3 (tiga) bentuk kesantunan yaitu, (1) maksim kebijaksanaan tujuh data, (2) maksim kerendahan hati sebanyak empat data, dan (4) maksim kecocokan sebanyak 3 data. Dari hasil penelitian ini terdapat data bentuk kesantunan dan bentuk tindak tutur pada saat anak melakukan peristiwa tutur.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/download/647/485

Bentuk Kesantunan Berbahasa pada Tindak Tutur Anak di Kalibone Kelurahan Bonto Langkasa Kecamatan Minasate’ne Kabupaten Pangkep

Bentuk Kesantunan Berbahasa pada Tindak Tutur Anak di Kalibone Kelurahan Bonto Langkasa Kecamatan Minasate’ne Kabupaten Pangkep Yulfina Febriyanti Yunus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Muslim Maros Abstrak Penelitian ini berfokus pada bentuk kesantunan berbahasa anak saat mereka betutur kata. Adapun permasalahan yang di kaji (1) bagaimana bentuk tindak tutur anak dikalibone kabupaten pangkep (2) bagaimana bentuk kesantunan berbahasa anak di kalibone kab pangkep. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data tindak maka ditemukan, 3 (tiga) bentuk tindak tutur yaitu, (1) tindak tutur representatif sebanyak tiga data, (2) tindak tutur direktif sebanyak enam data, dan (3) tindak tutur ekspresif ditemukan lima data. Hasil analisis data kesantunan berbahasa 3 (tiga) bentuk kesantunan yaitu, (1) maksim kebijaksanaan tujuh data, (2) maksim kerendahan hati sebanyak empat data, dan (4) maksim kecocokan sebanyak 3 data. Dari hasil penelitian ini terdapat data bentuk kesantunan dan bentuk tindak tutur pada saat anak melakukan peristiwa tutur. Kata Kunci: Kesantunan, Tindak Tutur, dan Anak mulai dari bahasa yang terkesan kasar oleh A. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang memiliki pendegar dankata tersebut tidak bisa diartikan. beragam suku, agama, ras, budaya, dan bahasa. Sebab kata itu muncul begitu saja hingga saat Bahasa daerah di Indonesia menurut Badan ini, kata tersebut masih bertahan dan digunakan Pengembangan Bahasa, di kalagan anak-anak dan bahkan orang dewasa. Kementrian Pendidikan dan Kebudayan telah Seorang anak memperoleh bahasa melalui orang mencapai 668 Bahasa daerah, hingga oktober tuanya dan secara tidak langsung anak tersebut tahun 2018. otomatis mengikuti logat-logat orang tuanya, Berbagai dan macam Pembinaan bahasa daerah di jika pengucapanya halus maka anak pun bertutur Indonesia memiliki ciri khas masing-masing, 47 Yunus Jurnal Idiomatik Vol. 3, No. 1, Juni 2020 kata halus namun jika tutur kata orang tuanya sebab hal tersebut membutuhkan sebuah proses. kasar maka anak itupun bertutur kata kasar. Stimulus dari berbagai pihak perlu diupayakan Pada masa pembentukan, seorang anak biasanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan di lingkungan itulah anak sebanyak dan sevariatif mungkin agar anak tidak mudah menerima bahasa begitu saja. membentuk Penelitian ini berawal dari fenomena kepribadiannya serta tuturannya. Dalam hal ini, kurangnya aspek kesantunan berbahasa terhadap anak akan meniru apa yang ia lihat dari cara lingkungan nya dan anak akan megikutinya berkomunikasi karena ia belum mengetahui batasan benar atau disekitarnya cenderung bertutur kata tidak salah, baik dan buruk serta pantas atau tidak santun. Tanpa adanya pengawasan dari orang- pantas bahasa yang ia ucapkan. orang sekitarnya. Oleh karena itu dilakukan bertutur anak. dengan Terkadang orang yang anak ada Oleh karena itu kesantunan berbahasa pada penelitian yang berfokus pada bagaimana anak perlu dilatih dan dikembangkan sedari dini sebenarnya bentuk tindak tutur kesantunan sebagai bentuk kebiasaan. Pada masa golden age berbahasa terhadap beberapa anak . anak (0-8 tahun) adalah masa di mana anak Seorang anak cenderung bertutur kata apa menerima bahasa. Untuk itu penelitian ini adanya, contohnya seorang anak usia sekolah berfokus pada anak usia sekolah dasar dan lebih dasar kisaran usia 8 tahun yang berturur kata difokuskan terhadap tutur katanya, apakah tutur kepada teman sekelasnya, dengan mengatakan kata “Kamu ini gak tahu membaca, sana belajar tersebut terkesan santun ataukan (suara keras) ”klu aku udah tahu jadi gak perlu sebaliknya. seseorang belajar lagi”. Dari contoh tersebut dapat ternyata bervariasi, setidaknya menguasai satu disimpulkan seorang anak bertutur kata tanpa bahasa ibu, dan yang lain mungkin menguasai, mereka mengetahui santun atau tidak santun selain bahasa ibu, juga sebuah bahasa lain atau kata yang ia gunakan. Tetapi perlu diketahui lebih, yang diperoleh sebagai hasil pendidikan bahwa saat seseorang bertutur kata kepada mitra bagi anak usia sekolah dasar atau pergaulan tutur tidak dipungkiri bahwa mitra tutur dalam dengan penutur bahasa di sekolahnya dan teman menilai tutur kata dari lawan tuturnya oleh Yule bermainnya lingkungan menjelaskan bahwa pragmatik adalah studi sekolahnya. Secara garis besar seorang anak tentang makna yang disampaikan oleh penutur yang berusia usia sekolah dasar memperoleh dan ditafsirkan oleh pendegar. Kemampuan dan komunikatif di luar dari bahasa tidak santun dari lingkungannya atau Penelitian bahkan dari hasil ia mendengarkan. Namun mendeskripsikan perlu diingat Pertumbuhan dan perkembangan kesantunan bahasa tidak diperoleh seorang anak begitu saja 48 ini bertujuan bentuk tindak berbahasa anak di untuk tutur dan Kalibone Bentuk Kesantunan Berbahasa pada Tindak Tutur Anak di Kalibone..... Kelurahan Bonto Langkasa Kecamatan Minasate’ne Kabupaten Pangkep Japing-Japing, Tahah Rajae, Banggae, Pare’ang dan Kalibone. Oleh karena itu dari kelima dusun Yule (2006:83-84) menyatakan bahwa pada diatas ditarik satu dusun sebagai sampel dari suatu saat, tindakan yang ditampilkan dengan penelitian yaitu dusun kalibone penelitian ini menghasilkan suatu tuturan akan mengandung 3 difokuskan kepada anak-anak usia 07-15 tahun. tindak yang saling berhubungan. Yang pertama Proses pengumpulan data dilakukan secara acak. adalah tindak lokusi, yang merupakan tindak Teknik pengumpulan data yang digunakan dasar tuturan atau menghasilkan suatu ungkapan dalam penelitian ini adalah perekaman dan linguistik yang bermakna. sistem klasifikasi pencatatan. Perekaman digunakan pada saat umum mencantukan 5 jenis fungsi umum yang seorang anak dan anak yang lain sedang ditujukan melakukan oleh tindak tutur; deklaratif, representatif, ekspresif, direktif, dan komisif. Beberapa digunakan bentuk-bentuk untuk ujaran mengespresikan yang maksim maksim . Bentuk-bentuk ujaran yang dimaksud adalah bentuk ekspresif, impositif, komisif, asektif (wijana, 1996:56). dan ujaran peristiwa tutur, sedangkan pencatatan dilakukan apabila pengambilan data dari dari proses perekaman tidak efektif atau mengalami kendala Dalam langkah analisis data, peneliti pengumpulkan data dari hasil rekaman maupun pencatatan. Kemudian mengurutkan data Beberapa bentuk-bentuk ujaran yang digunakan berdasarkan jenisnya baik dari hasil perekaman untuk mengespresikan maksim maksim. Bentuk- maupun bentuk ujaran yang dimaksud adalah bentuk menginterpretasi bentuk kesantunan berbahasa ujaran impositif, komisif, ekspresif, dan asektif pada tindak tutur anak-anak di Kalibone (wijana, Kelurahan Bonto dimaksud ialah maksim kebijaksanaan, Maksim Minasate’ne Kabupaten penerimaan, Maksim, kemurahan/ (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/download/647/485
Article home page: https://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/view/647/485

Yunus Yulfina Febriyanti. Bentuk Kesantunan Berbahasa pada Tindak Tutur Anak di Kalibone Kelurahan Bonto Langkasa Kecamatan Minasate’ne Kabupaten Pangkep, Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2020, pp. 47-56,