Utilization of Plastic Bag Waste Into Polybags as a Growing Media in West Bungus
Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS)
Vol. 2, No. 8, Agustus, 2023: 1839-1848
Utilization of Plastic Bag Waste Into Polybags as a Growing
Media in West Bungus
Bulkia Rahim1*, Ulfi Anggraini2, Intan Zulian Apri3, Lusi Vidia Putri4, Malika
Afifah Keysha5, Putri6
Universitas Negeri Padang
Corresponding Author: Bulkia Rahim ,
ARTICLEINFO
ABSTRACT
Keywords: Plastic Waste,
The people of RW 03, Bungus Barat Subdistrict,
Polybags, Growing Media,
Bungus Teluk Kabung District, have not yet
KKN, UNP
optimized the utilization of waste, especially
plastic waste. The use of plastic waste as a planting
Received : 24, June
Revised : 26, July
medium is an effective way to increase public
Accepted: 28, August
awareness about the importance of managing
plastic waste. This activity is also a means of
©2023 Rahim, Anggraini, Apri, Putri,
Keysha, Putri: This is an open-access learning and motivating the community to be able
article distributed under the terms of
to utilize waste plastic bags and plastic bottles as
the Creative Commons Atribusi 4.0
planting media. The research method used is
Internasional.
descriptive qualitative with direct observation data
collection techniques and direct interviews with
informants. Observations were carried out by
Padang State University Real Work Lecture
Students. This activity took place at MTsN 7
Padang with the observation instrument of OSIM
members and administrators, as well as socializing
the importance of managing plastic waste and how
to process plastic waste into something useful such
as polybags.
DOI prefik: https://doi.org/10.55927/fjas.v2i8.5439
( ISSN-E: 2962-6447
https://journal.formosapublisher.org/index.php/fjas
1839
Rahim, Anggraini, Zulian, Apri, Putri, Keysha,Putri
Pemanfaatan Sampah Kantong Plastik Menjadi Polybag Sebagai
Media Tanam di Bungus Barat
Bulkia Rahim1*, Ulfi Anggraini2, Intan Zulian Apri3, Lusi Vidia Putri4, Malika
Afifah Keysha5, Putri6
Universitas Negeri Padang
Corresponding Author: Bulkia Rahim ,
ARTICLEINFO
ABSTRAK
Masyarakat RW 03, Kelurahan Bungus Barat,
Kata Kunci: Sampah Plastik,
Polybag, Media Tanam, KKN Kecamatan Bungus Teluk Kabung, belum
UNP
mengoptimalkan pemanfaatan sampah, terutama
sampah plastik. Pemanfaatan sampah plastik
Received : 24, June
sebagai media tanam adalah cara yang cukup
Revised : 26, July
Accepted: 28, August
efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat
tentang pentingnya mengelola sampah plastik.
©2023 Rahim, Anggraini, Apri, Putri,
Keysha, Putri: This is an open-access Kegiatan ini juga sebagai sarana pembelajaran dan
motivasi kepada masyarakat agar dapat
article distributed under the terms of
the Creative Commons Atribusi 4.0
memanfaatkan sampah kantong plastik dan botol
Internasional.
plastik menjadi media tanam. Metode penelitian
yang digunakan adalah kualitatif deskriptif
dengan teknik pengumpulan data turun langsung
kelapangan (observasi) dan wawancara langsung
dengan narasumber. Observasi dilakukan oleh
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri
Padang. Kegiatan ini berlangsung di MTsN 7
Padang dengan instrumen observasi anggota dan
pengurus OSIM, serta melakukan sosialisasi
pentingnya pengelolaan limbah plastik dan cara
mengolah limbah plastik menjadi sesuatu yang
bermanfaat seperti polybag.
1840
Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS)
Vol. 2, No. 8, Agustus, 2023: 1839-1848
PENDAHULUAN
Plastik banyak digunakaan dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Menurut (Suminto, 2017) Plastik merupakan bahan pembuat atau pengemas
yang paling sering digunakan, mulai dari produk makanan hingga komponen
otomotif. Namun yang menjadi permasalahannya disini adalah limbah plastik
yang sangat sulit untuk terurai, sementara penggunaan plastik terus meningkat
sepanjang tahunnya. Hal ini sejalan dengan Pendapat Syafrizal, dalam (Asih &
Fitriani, 2018) Kementrian lingkungan hidup dan kehutanan menyatakan bahwa
Indonesia merupakan peringkat dua di dunia sebagai penghasil sampah plastik
setelah Tiongkok, yaitu sebanyak 10,95 juta lembar sampab kantong plastik yang
perkiraannya sama dengan luas 60 kali luas lapangan sepak bola.
Sampah plastik sendiri merupakan hasil dari benda benda plastik yang
dibiarkan menumpuk dilingkungan sehingga dapat membahayakan satwa liar
dan habitatnya juga manusia itu sendiri sebagai penghasil sampah. Dalam hal
ini sampah plastik yang dihasilkan juga mengacu pada seberapa besar jumlah
plastik yang tidak diproses pendaur ulangannya dan hanya dibiarkan berakhir
di TPA tanpa ada penindak lanjutannya, bahkan di negara negara berkembang
sapah plastik tersebut hanya dibuat ketempat pembuangan yang tidak
beraturan. Selain itu tiga perempat dari jumlah penumpukan sampah plastik
yang tidak didaur ulang tersebut , dapat mencemari lingkungan baik itu
lingkungan kita senduru, lautan, hingga merusak ekosistem kita. Sedang
dinegara negara kurang berkembang, sebagian besarnya dari sampa plastik
tersebut hanya berakhir berserakan di laut, yang akan berdampak pada
ekosistem yang ada di laut. Pada dasarnya sampah yang pengelolaannya tidak
dilakukan dengan baik tersebut hanya akan mengganggu kesehatan manusia
termasuk sampah plastik yang dapat menyebabkan terganggunya kesehatan
manusia itu sendiri.
Ada berbagai dampak kesehatan yang dilatar belakangi oleh sampah
plastik misalnya diare, DBD, gejala tifus, cacing pita, dan sebagainya. Selain itu
sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari tanah. Tanah
yang sudah tercemar oleh dampah akan menyebar hingga dapar mencemari
lingkunga sekitarnya. Hal ini disebabkan karena tanah merupakan tempat
berkembangnya berbagai jenis tumbuhan. Di Indonesia sendiri sampah plastik
masih menjadi permasalahan yang sampai saat ini masih cukup sulit untuk
untuk ditangani. Bahkan dengan adanya teknologi yang semakin canggih
kebutuhan dan penggunaan sampah plastik masih terus meningkat. Padahal
kenyataannya plastik terbuat dari susunan bahan bahan kimia yang sulit untuk
diuraikan sehingga dapat membahayakan lingkungan. Plastik sendiri banyak
digunakan karena sifatnya yang praktis, ringan, ekonomis, dan dapat
menggantikan berbagai fungsi bahan bahan lainnya yang memerlukan biaya
lebih. Karena plastik lebih ekonomis dan praktis inilah yang menjadikan plastik
hanya akan digunakan untuk sekali pemakaian saja lalu kemudiaan langsung
dibuang tanpa dilakukan pengolahan lebih lanjut sehingga semakin banyak
pula jumlah penggunaan plastik terseut sedangkan sampah plastik itu hanya
akan semakin banyak dan menumpuk.
1841
Rahim, Anggraini, Zulian, Apri, Putri, Keysha,Putri
Di Kota Padang sediri permasalahan sampah plastik masih menjadi
problema yang sampai saat ini masih terus dihadapi oleh penduduk. Semakin
meningkatnya sampah di kota padang khususnya di kelurahan bungus barat
teluk kabung akan menjadi masalah serius apabila tidak di cari penyelesaiannya.
Hal ini disebabkan karena masyarakat dinilai kurang memiliki kepedulian
dengan sampah yang dihasilkannya sendiri dan usaha dalam mengurangi
volume sampah lebih kecil, sehingga sampah se (...truncated)