Pengaruh Opini Audit, Ukuran Kap, Pergantian Manajemen, Dan Financial Distress Terhadap Auditor Switching

eProceedings of Management, Dec 2014

ABSTRAK Auditor switching merupakan pergantian auditor atau Kantor Akuntan Publik yang dilakukan oleh perusahaan klien. Pergantian auditor bisa terjadi secara mandatory karena peraturan yang mewajibkan dan bisa terjadi secara voluntary (sukarela). Berbagai pertanyaan akan muncul ketika perusahaan melakukan pergantian auditor secara voluntary karena terjadi diluar peraturan yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perusahaan yang mengalami auditor switching melalui beberapa faktor yaitu, opini audit, ukuran KAP, pergantian manajemen, dan financial distress. Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2012. Sebanyak 20 sampel diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling. Dalam menganalisis pengaruh antara variabel independen dan dependen digunakan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel opini audit, ukuran KAP, pergantian manajemen, dan financial distress, berpengaruh signifikan terhadap auditor switching. Secara parsial variabel pergantian manajemen berpengaruh signifikan terhadap auditor switching. Sedangkan opini audit, ukuran KAP, dan financial distress tidak berpengaruh signifikan. Keywords: Auditor switching, Opini Audit, Ukuran KAP, Pergantian Manajemen, dan Financial Distress. ABSTRACT Auditor switching is a condition when the client company decide to change the auditor or the audit firm. Auditor switching could happen in mandatory or voluntary. A lot of question will appear when the company decide to change the auditor or the auditor firm in voluntary manner, because it is not happen because of the rule. This study aims to analize the auditor switching which can be performed by several factors, that is audit opinion, audit firm size, management change, and financial distress. The populations in this study were companies in manufacture sector which listed in Indonesia Stock Exchange during 2008- 2012. Total of 20 samples were obtained using a purposive sampling method. We use logistic regression analysis model to identify the influence of independent variables on dependent variable.The result of the analysis showed that variable audit opinion, audit firm size, management change, and financial distress simultaneously have significant effect on auditor switching. But individually, management change has significant effect on the auditor switching, while the audit opinion, audit firm size, and financial distress has no significant effect. 1 ISSN : 2355-9357 e-Proceeding of Management : Vol.1, No.3 Desember 2014 | Page 388 2 2 Keywords: auditor switching, audit opinion, audit firm size, management change, and financial distress.

Pengaruh Opini Audit, Ukuran Kap, Pergantian Manajemen, Dan Financial Distress Terhadap Auditor Switching

ISSN : 2355-9357 e-Proceeding of Management : Vol.1, No.3 Desember 2014 | Page 388 PENGARUH OPINI AUDIT, UKURAN KAP, PERGANTIAN MANAJEMEN, DAN FINANCIAL DISTRESS TERHADAP AUDITOR SWITCHING (Studi Kajian pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2012) THE INFLUENCE OF AUDIT OPINION, AUDITOR FIRM’S SIZE, MANAGEMENT CHANGE, AND FINANCIAL DISTRESS ON AUDITOR SWITCHING (CASE STUDY ON MANUFACTURE SECTOR COMPANIES THAT LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE IN 2008-2012) Apriyeni Salim Universitas Telkom Sri Rahayu Universitas Telkom ABSTRAK Auditor switching merupakan pergantian auditor atau Kantor Akuntan Publik yang dilakukan oleh perusahaan klien. Pergantian auditor bisa terjadi secara mandatory karena peraturan yang mewajibkan dan bisa terjadi secara voluntary (sukarela). Berbagai pertanyaan akan muncul ketika perusahaan melakukan pergantian auditor secara voluntary karena terjadi diluar peraturan yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perusahaan yang mengalami auditor switching melalui beberapa faktor yaitu, opini audit, ukuran KAP, pergantian manajemen, dan financial distress. Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2012. Sebanyak 20 sampel diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling. Dalam menganalisis pengaruh antara variabel independen dan dependen digunakan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel opini audit, ukuran KAP, pergantian manajemen, dan financial distress, berpengaruh signifikan terhadap auditor switching. Secara parsial variabel pergantian manajemen berpengaruh signifikan terhadap auditor switching. Sedangkan opini audit, ukuran KAP, dan financial distress tidak berpengaruh signifikan. Keywords: Auditor switching, Opini Audit, Ukuran KAP, Pergantian Manajemen, dan Financial Distress. ABSTRACT Auditor switching is a condition when the client company decide to change the auditor or the audit firm. Auditor switching could happen in mandatory or voluntary. A lot of question will appear when the company decide to change the auditor or the auditor firm in voluntary manner, because it is not happen because of the rule. This study aims to analize the auditor switching which can be performed by several factors, that is audit opinion, audit firm size, management change, and financial distress. The populations in this study were companies in manufacture sector which listed in Indonesia Stock Exchange during 20082012. Total of 20 samples were obtained using a purposive sampling method. We use logistic regression analysis model to identify the influence of independent variables on dependent variable.The result of the analysis showed that variable audit opinion, audit firm size, management change, and financial distress simultaneously have significant effect on auditor switching. But individually, management change has significant effect on the auditor switching, while the audit opinion, audit firm size, and financial distress has no significant effect. 1 ISSN : 2355-9357 e-Proceeding of Management : Vol.1, No.3 Desember 2014 | Page 389 Keywords: auditor switching, audit opinion, audit firm size, management change, and financial distress. PENDAHULUAN Akuntan publik merupakan pihak independen yang dianggap mampu menjembatani benturan kepentingan antara pihak prinsipal (pemegang saham) dengan pihak agen, yaitu manajemen sebagai pengelola perusahaan. Dalam hal ini peran akuntan publik adalah memberi opini terhadap kewajaran laporan keuangan yang disajikan perusahaan. Untuk dapat menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik, auditor harus mampu menghasilkan opini audit yang berkualitas yang akan berguna tidak saja bagi dunia bisnis, tetapi juga masyarakat luas (Wibowo dan Hilda, 2009) Auditor dituntut untuk dapat menunjukkan kinerja yang tinggi agar dapat menghasilkan audit yang berkualitas. Menurut Susan (2009), Setiap perusahaan yang go public diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan telah diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di Badan Pengawasan Pasar Modal (Bapepam). Semakin banyak perusahaan yang go public, maka semakin banyak pula jasa audit yang dibutuhkan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan profesi Akuntan Publik (KAP) yang beroperasi. Banyaknya KAP yang beroperasi memberikan pilihan kepada perusahaan untuk tetap menggunakan KAP yang sama atau melakukan pergantian KAP (auditor switching). Oleh karena itu terjadi persaingan antar kantor akuntan publik untuk mendapatkan klien (perusahaan) dengan cara berusaha memberikan jasa audit sebaik mungkin. Maka dari itu seorang auditor harus mampu melaksanakan tugas, fungsi dan kewajibannya dengan optimal sehingga akan berpengaruh terhadap hasil opini audit yang diharapkan oleh klien dan berkualitas sehingga akan berguna bagi dunia bisnis dan masyarakat luas. Jika hal tersebut tidak dapat dipenuhi oleh seorang auditor, maka perusahaan akan mengganti auditor yang dipandang lebih memiliki independensi dan kredibilitas yang tinggi. Pentingnya peran akuntan publik membuat kebutuhan akan jasa dari akuntan publik semakin banyak dibutuhkan, terlebih lagi dengan berkembangnya perusahaan publik. Meningkatnya kebutuhan jasa audit berpengaruh terhadap perkembangan profesi akuntan publik di Indonesia. Bertambahnya jumlah kantor akuntan publik yang beroperasi dapat menimbulkan persaingan antara KAP yang satu dengan lainnya, sehingga memungkinkan perusahaan untuk berpindah dari satu KAP ke KAP lain (Damayanti dan Sudarma, 2007). Selain itu, munculnya kasus kecurangan akuntansi pada perusahaan publik seperti Enron dan Worldcom di Amerika mengakibatkan banyak investor yang dirugikan. Pada kasus Enron terjadi m anipulasi laporan keuangan di mana pihak KAP Arthur Andersen diduga memiliki andil dalam peristiwa tersebut. Selain itu Enron merupakan perusahaan pertama yang melakukan outsourching terhadap auditor internalnya, dimana auditor internalnya merupakan salah satu partner dari KAP Arthur Andersen Pemerintah Amerika langsung merespon kasus ini dengan menerbitkan Undang-Undang Sarbanes-Oxley Act (SOX) pada Juli 2012, untuk melindungi para investor dengan cara meningkatkan akurasi dan reabilitas pengungkapan yang dilakukan perusahaan publik. SOX mengatur antara lain mengenai pembatasan penggunaan jasa akuntan publik, yaitu maksimal lima tahun buku berturut-turut. Di Indonesia, kasus kecurangan akuntansi juga terjadi pada Kimia Farma. Dimana pada perusahaan Kimia Farma terjadi pengelembungan persediaan dan diduga KAP yang bersangkutan terlibat dalam kasus tersebut. Indonesia merupakan salah satu Negara yang memberlakukan adanya pergantian KAP secara wajib. Pemerintah telah mengatur kewajiban pergantian KAP tersebut dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 359/KMK.06/2003 tentang “Jasa Akuntan Publik” (pasal 2) sebagai perubahan atas Kepu (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/management/article/download/3713/3519
Article home page: https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/management/article/view/3713/3519

Salim Apriyeni, Sri Rahayu. Pengaruh Opini Audit, Ukuran Kap, Pergantian Manajemen, Dan Financial Distress Terhadap Auditor Switching, eProceedings of Management, 2014,