Resiliensi Anak yang Memiliki Orangtua Narapidana

Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling, May 2023

Pemenjaraan orang tua seringkali menjadi peristiwa yang menegangkan dan memberikan dampak bagi keluarga dan anak-anak. Keluarga dan anak-anak narapidana dapat mengalami banyak kesulitan setelah penahanan orang tua, termasuk perpisahan yang traumatis, kesepian, menyampaikan penjelasan yang membingungkan kepada anak, pengaturan pengasuhan anak yang tidak stabil, pendapatan yang berkurang, rasa malu atau stigma sosial yang berkaitan dengan keterlibatan orang tua dalam sistem peradilan pidana, serta pemindahan rumah, sekolah, dan lingkungan. Anak-anak dari orang tua yang dipenjara sering mengalami banyak peristiwa kehidupan yang penuh dengan tekanan dibandingkan sebelum orang tua dipenjara. Anak-anak dengan orangtua dipenjara memiliki kebutuhan khusus yang berbeda dengan anak-anak lainnya, sehingga anak diharapkan dapat melalui peristiwa yang kurang menyenangkan dan mampu menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan yang dialami. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui upaya resiliensi anak dalam menghadapi situasi orangtua sebagai narapidana. Tulisan ini merupakan bentuk gagasan yang diperoleh melalui kajian pustaka yang dilakukan melalui buku dan jurnal yang terkait. Hasil yang diperoleh dari kajian yang dilakukan menjelaskan bentuk ketahanan anak dalam menghadapi keadaan yang penuh dengan tekanan karena memiliki orang tua yang berstatus sebagai narapidana

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/download/996/634

Resiliensi Anak yang Memiliki Orangtua Narapidana

GUIDING WORLD JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING Volume 06, Nomor 01 Mei 2023 E-ISSN: 2614-3585 DOI: 1033627 Resiliensi Anak yang Memiliki Orangtua Narapidana Resilience of Children Who Have Convict Parents Sinta Putri Dwi Febrianti Universitas Pendidikan Indonesia Email: Abstrak: Pemenjaraan orang tua seringkali menjadi peristiwa yang menegangkan dan memberikan dampak bagi keluarga dan anakanak. Keluarga dan anak-anak narapidana dapat mengalami banyak kesulitan setelah penahanan orang tua, termasuk perpisahan yang traumatis, kesepian, menyampaikan penjelasan yang membingungkan kepada anak, pengaturan pengasuhan anak yang tidak stabil, pendapatan yang berkurang, rasa malu atau stigma sosial yang berkaitan dengan keterlibatan orang tua dalam sistem peradilan pidana, serta pemindahan rumah, sekolah, dan lingkungan. Anak-anak dari orang tua yang dipenjara sering mengalami banyak peristiwa kehidupan yang penuh dengan tekanan dibandingkan sebelum orang tua dipenjara. Anak-anak dengan orangtua dipenjara memiliki kebutuhan khusus yang berbeda dengan anak-anak lainnya, sehingga anak diharapkan dapat melalui peristiwa yang kurang menyenangkan dan mampu menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan yang dialami. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui upaya resiliensi anak dalam menghadapi situasi orangtua sebagai narapidana. Tulisan ini merupakan bentuk gagasan yang diperoleh melalui kajian pustaka yang dilakukan melalui buku dan jurnal yang terkait. Hasil yang diperoleh dari kajian yang dilakukan menjelaskan bentuk ketahanan anak dalam menghadapi keadaan yang penuh dengan tekanan karena memiliki orang tua yang berstatus sebagai narapidana. Kata Kunci: Resiliensi Anak, Keluarga, Orang Tua Narapidana. Abstract: Imprisonment of parents is often a stressful event and has an impact on families and children. Families and children of prisoners can experience many difficulties after parental detention, including traumatic separation, loneliness, giving children confusing explanations, unstable childcare arrangements, reduced incomes, shame or social stigma associated with parental involvement in the criminal justice system, and relocations of homes, schools, and neighborhoods. Children of imprisoned parents often experience many more stressful life events than before the parents were imprisoned. Children with imprisoned parents have special needs that are different from other children so children are expected to be 27 able to go through unpleasant events and be able to face various challenges and difficulties they experience. This article aims to find out the child's resilience efforts in dealing with the situation of parents as convicts. This paper is a form of ideas obtained through a literature review conducted through related books and journals. The results obtained from the study conducted to explain the form of children's resilience in dealing with stressful situations because they have parents who are convicts. Keywords: Resilience of Children, Families, Parents of Convicts. PENDAHULUAN Menjalani kehidupan sebagai anak yang berasal dari keluarga dengan status orang tua sebagai narapidana tidaklah mudah, banyak sekali gejolak dan tantangan yang dihadapi anak serta keluarga. Seringkali anak mengalami berbagai kesulitan emosional dan sosial selama penahanan orang tua mereka [1]. Hal ini dapat berkembang menjadi lebih besar terhadap berbagai masalah penyesuaian dalam jangka panjang [2]. Anak-anak dan remaja dengan orang tua yang dipenjara dianggap memiliki risiko tinggi untuk mengalami masalah kesehatan mental yang berimplikasi penting pada perkembangan kehidupannya. Selain itu, menurut Cox et al., (2010) masalah kesehatan mental di masa kanak-kanak dapat berkontribusi pada hasil yang lebih buruk di berbagai domain seperti pencapaian pendidikan yang rendah, fungsi pekerjaan yang buruk, serta kemungkinan melahirkan anak di usia dini [3]. Menurut Astuti et al., (2020) narapidana merupakan pelaku tindak kejahatan yang telah melanggar ketentuan Undang-Undang sehingga ditempatkan di dalam tahanan atau penjara karena kesalahan yang telah dilakukan [4]. Sejalan dengan pendapat tersebut, Nurfadilah & Wahyudin menyatakan bahwa narapidana merupakan individu yang kehilangan kebebasan dirinya di lingkungan sosial [5]. Menurut Matthews & Miller anak-anak dengan orang tua yang ditahan atau dipenjara disebut sebagai “korban yang terlupakan” dari kejahatan serta “yatim piatu keadilan” [6][7]. Pemenjaraan orang tua seringkali menjadi peristiwa yang menegangkan dan memberikan dampak bagi keluarga dan anak-anak [1]. Anak juga cenderung mendapatkan stigma sosial dari masyarakat yang berkaitan dengan keterlibatan orang tua dalam sistem peradilan pidana [2]. Anak-anak dengan orang tua dipenjara memiliki kebutuhan khusus yang berbeda dengan anak lainnya. Penahanan orang tua dalam penjara dapat memperburuk atau memperpanjang masalah keuangan keluarga, selain itu perkembangan anak juga dapat terganggu dan keharmonisan keluarga dapat dikatakan kurang harmonis sehingga 28 Sinta Putri Dwi Febrianti Resiliensi Anak yang Memiliki Orangtua Narapidana Jurnal Guiding World Vol. 06 No. 01. Mei 2023: Hal 27-38 menimbulkan dampak terhadap anak. Trauma, perasaan kehilangan, kecemasan, stigma sosial masyarakat, pola pengasuhan menjadi tidak stabil, ketidakpastian dan pemindahan rumah, sekolah atau lingkungan merupakan hasil dari pemisahan mereka dari orangtua serta dampak orang tua sebagai narapidana. Bahkan sebelum pemenjaraan orang tua terjadi, penangkapan orang tua dapat menyebabkan anak merasa kaget, bingung, dan takut terhadap kejadian tersebut [2]. Dikutip dari jurnal Ayu & Khairulyadi dampak dari berbagai kesulitan dan stigma sosial yang dialami anak sering berujung pada pengucilan di lingkungannya, selain itu dampak psikologis akibat pemberian stigma terhadap anak dari narapidana juga menimbulkan keinginan anak untuk melukai diri sendiri [8]. Menurut Murray et al., anakanak dari orang tua yang dipenjara sering mengalami banyak peristiwa kehidupan yang penuh tekanan sebelum orang tua dipenjara. Secara teoritis, anak-anak dengan orang tua yang dipenjara mungkin berisiko mengalami berbagai hasil perilaku yang merugikan [2]. Dengan demikian, diperlukan upaya resiliensi yang dapat mengarahkan anak untuk mampu memaknai kembali kualitas hidup dan mengarahkannya pada gaya hidup yang positif [9]. Terlepas dari berbagai faktor risiko sebagai anak dengan orang tua narapidana, peristiwa ini juga dapat menunjukkan ketahanan yang cukup besar dalam keluarga. Berdasarkan hasil dari penelitian Miller (2007) hubungan keluarga yang kuat telah diidentifikasi sebagai mekanisme penting untuk memfasilitasi ketahanan dalam menghadapi risiko lingkungan [10]. Hal ini menjadi salah satu mekanisme utama resiliensi anak agar mampu menghadapi berbagai tantangan didalam kehidupannya, sehingga dapat terhindar dari stres, depresi, dan perilaku negatif yang merugikan dirinya sendiri dan lingkungan sosialnya [10]. Berdasarkan ur (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/download/996/634
Article home page: http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/996/634

Febrianti Sinta Putri Dwi. Resiliensi Anak yang Memiliki Orangtua Narapidana, Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling, 2023, pp. 27-38,