ANALISIS KEUNTUNGAN DAN SKALA USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH RAKYAT DI KOTA SEMARANG

Diponegoro Journal of Economics, Jan 2013

Dairy farm businesses have considerable market potential in urban areas and one of Semarang because it has facilities and adequate transportation infrastructure so that the milk is raw material can be reached by the end consumer level. Dairy farm business people can be developed either through: (1) facilities and prasrana subsystem, (2) cultivation, (3) post-harvest, (4) processing and marketing efforts. This study aims to determine how much influence the cost of green feed cost, concentrate feed costm, labor cost, cost of medicine, capital, training and experience to benefit farmers and determine the condition of scale and also the maximum profit from dairy cattle business people in the City Semarang. The research method used Unit Price Output Function (UOP) using SPSS 17 of data processing. The results showed that the variabel cost of concentrate feed, the cost of medicine, cost of capital and labor jointly significant advantages both for the 0,01 and 0,05. R2 value of 0,634 which 63,4 percent of these variables can be explained while the independent variables by other dependent. Dairy farm business people in the city of Semarang has not reached the maximum profit and the condition of its business scale also leads to decreasing retrun to scale.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jme/article/download/1915/1913

ANALISIS KEUNTUNGAN DAN SKALA USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH RAKYAT DI KOTA SEMARANG

DIPONEGORO JOURNAL OF ECONOMICS http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jme Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013, Halaman 1 ANALISIS KEUNTUNGAN DAN SKALA USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH RAKYAT DI KOTA SEMARANG Agus Riyanto Purbayu Budi Santosa 1 Jurusan IESP Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedharto SH Tembalang, Semarang 50239, Phone +622476486851 ABSTRACT Dairy farm businesses have considerable market potential in urban areas and one of Semarang because it has facilities and adequate transportation infrastructure so that the milk is raw material can be reached by the end consumer level. Dairy farm business people can be developed either through: (1) facilities and prasrana subsystem, (2) cultivation, (3) post-harvest, (4) processing and marketing efforts. This study aims to determine how much influence the cost of green feed cost, concentrate feed costm, labor cost, cost of medicine, capital, training and experience to benefit farmers and determine the condition of scale and also the maximum profit from dairy cattle business people in the City Semarang. The research method used Unit Price Output Function (UOP) using SPSS 17 of data processing. The results showed that the variabel cost of concentrate feed, the cost of medicine, cost of capital and labor jointly significant advantages both for the 0,01 and 0,05. R2 value of 0,634 which 63,4 percent of these variables can be explained while the independent variables by other dependent. Dairy farm business people in the city of Semarang has not reached the maximum profit and the condition of its business scale also leads to decreasing retrun to scale. Keywords: Dairy farm business, the city of Semarang, Unit Price Output Function(UOP), Decreasing Retruns to scale, Profit PENDAHULUAN Sektor peternakan merupakan subsektor dari sektor pertanian sehingga sector peternakan dapat dijadikan tolak ukur pembangunan ekonomi disamping sektor industri. Menurut Busatanuf Arifin (2004) mengemukakan bahwa agribisnis agribisnis berbasis peternakan merupakan fenomena yang tumbuh pesat ketika bisnis lahan menjadi terbatas, karena sistim usaha tani memerlukan lahan yang besar namun ketersedian lahan yang terbatas akan memicu efisiensi dan efektifitas penggunaan lahan tersebut, oleh karena itu usaha peternakan dapat di jadikan salah satu alternative yang menjanjikan nilai keuntungan di masa depan. Usaha peternakan sapi perah dapat berkembang di wilayah perkotaan karena mempunyai jaringan transportasi yang memadai, sehingga susu yang dihasilkan dapat segera sampai ke tangan konsumen tingkat akhir, mengingat susu merupakan bahan pangan yang mudah rusah(Sudarwanto dan Wirawan, 1994). Kota Semarang mempunyai peranan besar dalam pembangunan dan peningkatan ekonomi, salah satunya usaha peternakan sapi perah. Adanya sarana prasarana yang memadai, jumlah populasi penduduk yang besar, potensi serta peluang usaha yang terbuka lebar dapat menciptakan lapangan pekerjaan sehingga dapat menumbuhkan perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keuntungan maksimum yang didapat oleh peternak sapi perah di Kota Semarang dan kondisi skala usaha serta mengetahui pengaruhpengaruh biaya-biaya, modal, pengalaman dan pelatihan ternak terhadap keuntungan yang di dapat. KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS Keuntungan merupakan kegiatan perusahaan yang mengurangkan beberapa biaya yang di keluarakan dengan hasil penjualan yang di peroleh, apabila hasil penjualan dikurangi dengan biayabiaya bernilai positif maka diperoleh keuntungan (Sadono Sukirno, 2005). Fungsi keuntungan menunjukkan tingkat maksimumisasi keuntungan perusahaan dari fungsi harga output, input variabel dan kuantiti faktor produksi tetap (Lau and Yotopoulus, 1972). Jenis fungsi keuntungan 1 Penulis penanggung jawab DIPONEGORO JOURNAL OF ECONOMICS Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012, Halaman 2 yang sering digunakan salah satunya fungsi keuntungan Cobb Douglass atau biasa disebut Unit Output Price-Cobb Douglass Profit Function (UOP-COBF). Keuntungan yang di dapat pada usaha ternak sapi perah berupa penerimaan hasil penjualan susu sapi perah, penjualan sapi afkir dan penerimaan hasil lainya berupa kotoran sapi perah. Penerimaan akan hasil susu sapi perah di dapat secara kontinyu karena hasil ini di dapatkan setiap hari. Penerimaan penjualan sapi afkir yaitu sapi yang tidak mampu lagi memproduksi susu dan menghasilkan reproduksi karena faktor usia dan penyakit maka penjualan sapi ini akan menambah penerimaan total peternak sapi perah. Penerimaan berupa kotoran sapi yang diambil sebagai pupuk tanaman berupa pupuk kompos, penerimaan ini di dapatkan secara berjangka waktu tertentu dan terdapat pihak ketiga yang mengelola pupuk kompos tersebut. Pengaruh Biaya Pakan Utama terhadap Keuntungan Biaya pakan utama merupakan biaya atau pengeluaran peternak dalam memperoleh pakan rumput untuk mencukupi kebutuhan asupan dari sapi perah. Biaya pakan utama atau hijauan merupakan biaya terbesar dari proses produksi karena biaya ini mencakup hampir 60 persen dari biaya produksi susu sapi perah. Besar kecilnya produksi sapi perah dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas pakan hijauan yang diberikan H1: Biaya pakan utama berpengaruh negatif terhadap Keuntungan Pengaruh Biaya Pakan Tambahan terhadap Keuntungan Biaya pakan tambahan atau konsentrat merupakan biaya yang dikeluarkan oleh peternak untuk mencukupi kebutuhan dan nutrisi dari sapi perah. Asupan konsentrat yang tepat dan kualitas yang baik akan meningkatkan produksi susu dan kelancaran dalam berproduksi. H1: Biaya pakan tambahan berpengaruh negatif terhadap Keuntungan Pengaruh Biaya Tenaga Kerja terhadap Keuntungan Biaya tenaga kerja adalah pengeluaran peternak untuk membiayai tenaga kerja orang dalam berproduksi. Biaya ini mencakupi kemampuan si peternak untuk mengeluarkan uangnya agar mendapatkan tenaga kerja. Sebagian besar tenaga kerja yang berada di peternakan sapi perah rakyat meliputi si peternak itu sendiri dan dari kerabat yang masih satu lingkup keluarga H1 : Biaya tenaga kerja berpengaruh negatif terhadap Keuntungan Pengaruh Biaya Obat-obatan terhadap Keuntungan Biaya obat-obatan adalah pengeluaran peternak untuk memperoleh obat atau biaya dalam membayar jasa mantra maupun dokter hewan. Sapi perah yang merupakan input terpenting karena usaha ini menghasilkan susu oleh karena itu kondisi kesehatan sapi harus terjaga agar tercapai kelancaran proses produksi. H1 : Biaya obat-obatan berpengaruh positif terhadap Keuntungan Pengaruh Modal terhadap Keuntungan Modal merupakan kepemilikan dari peternak sapi perah dalam hal perlengkapan dan peralatan yang digunakan bersama-sama input lainnya. penggunaan modal yang optimal akan mampu meningkatkan produksi susu sapi perah karena kemudahan peternak dalam mengelola sapi perah di kandang. H1 :Modal berpengaruh positif terhadap Keuntungan Pengaruh Pengalaman terhadap Keuntungan Pengalaman menunjukkan berapa lama si peternak berusaha ternak sapi perah sehingga akan tercipta kem (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jme/article/download/1915/1913
Article home page: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jme/article/view/1915/1913

Agus Riyanto, Purbayu Budi Santosa. ANALISIS KEUNTUNGAN DAN SKALA USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH RAKYAT DI KOTA SEMARANG, Diponegoro Journal of Economics, 2013, pp. 47-54,