ALTERASI DI SUMUR PENGEBORAN SMN-1 DAN SMN-2 DI DAERAH PANAS BUMI SUMANI, KABUPATEN SOLOK, PROPINSI SUMATERA BARAT

Buletin Sumber Daya Geologi, Nov 2015

Daerah penelitian berada di lokasi sumur pengeboran SMN-1 dan lokasi sumur pengeboran SMN-2 berada di daerah panas bumi Sumani, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tipe alterasi bawah permukaan dalam lingkungan sistem panas bumi daerah Sumani. Metode yang digunakan adalah melakukan deskripsi megaskopis, mikroskopis dananalisis karakterisasi terhadap batuan inti dari sumur SMN-1 (702 meter) dan SMN-2 (428 meter). Dilakukan juga pengukuran suhu pada sumur SMN-1 dan SMN-2 untuk mengetahui anomali gradien geothermal. Berdasarkan hasil penelitian diketahui jenis-jenis mineral yang terbentuk dalam batuan bawah permukaan dan tipe ubahan serta korelasi zonasi alterasi bawah permukaan. Mineral ubahan yang dijumpai dalam batuan inti sumur SMN-1 terdiri dari; montmorilonit, smektit, sulfat, silika, halit, hematit, oksida vanadium, arsenat, karbonat, zeolit, ilit, pirofilit, klorit, muskovit, dan opal. Mineral ubahan yangterbentuk dalam sumur SMN-2 terdiri dari; kaolinit, montmorilonit, smektit, hematit, posfat, silikat, zeolit dan karbonat. Berdasarkan hasil pengelompokan mineral ubahan yang terbentuk dalam batuan bawah permukaan, sumur SMN-1 didominasi oleh tipe argilik (hingga kedalaman 100 meter) dan tipe propilitik (100-702 meter), sedangkan Sumur SMN-2 merupakan tipe ubahan argilik. Gradien geothermal dari permukaan hingga kedalaman 700 m di sumur SMN-1 menunjukkan ratarata 12,86 o C/100 meter, sedangkan di sumur SMN-2 diperoleh rata-rata 7 derajat C/100 meter.

ALTERASI DI SUMUR PENGEBORAN SMN-1 DAN SMN-2 DI DAERAH PANAS BUMI SUMANI, KABUPATEN SOLOK, PROPINSI SUMATERA BARAT

MAKALAH ILMIAH ALTERASI DI SUMUR PENGEBORAN SMN-1 DAN SMN-2 DI DAERAH PANAS BUMI SUMANI, KABUPATEN SOLOK, PROPINSI SUMATERA BARAT ALTERATION ON SMN-1 AND SMN-2 DRILLING WELLS AT SUMANI GEOTHERMAL AREA, SOLOK REGENCY, WEST SUMATERA PROVINCE Sukaesih1, Yuano Rezky1, Mega F. Rosana2, Undang Mardiana2 Pusat Sumber Daya Geologi, Jl. Soekarno-Hatta No. 444, Bandung 40254 2 Fakultas Teknik Geologi UNPAD, Jl. Dipati Ukur No. 35, Bandung, 40132 1 SARI Daerah penelitian berada di lokasi sumur pengeboran SMN-1 dan lokasi sumur pengeboran SMN-2 berada di daerah panas bumi Sumani, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tipe alterasi bawah permukaan dalam lingkungan sistem panas bumi daerah Sumani. Metode yang digunakan adalah melakukan deskripsi megaskopis, mikroskopis dan analisis karakterisasi terhadap batuan inti dari sumur SMN-1 (702 meter) dan SMN-2 (428 meter). Dilakukan juga pengukuran suhu pada sumur SMN-1 dan SMN-2 untuk mengetahui anomali gradien geothermal. Berdasarkan hasil penelitian diketahui jenis-jenis mineral yang terbentuk dalam batuan bawah permukaan dan tipe ubahan serta korelasi zonasi alterasi bawah permukaan. Mineral ubahan yang dijumpai dalam batuan inti sumur SMN-1 terdiri dari; montmorilonit, smektit, sulfat, silika, halit, hematit, oksida vanadium, arsenat, karbonat, zeolit, ilit, pirofilit, klorit, muskovit, dan opal. Mineral ubahan yang terbentuk dalam sumur SMN-2 terdiri dari; kaolinit, montmorilonit, smektit, hematit, posfat, silikat, zeolit dan karbonat. Berdasarkan hasil pengelompokan mineral ubahan yang terbentuk dalam batuan bawah permukaan, sumur SMN-1 didominasi oleh tipe argilik (hingga kedalaman 100 meter) dan tipe propilitik (100-702 meter), sedangkan Sumur SMN-2 merupakan tipe ubahan argilik. Gradien geothermal dari permukaan hingga kedalaman 700 m di sumur SMN-1 menunjukkan ratarata 12,86oC/100 meter, sedangkan di sumur SMN-2 diperoleh rata-rata 7 oC/100 meter. Kata kunci: Alterasi, argilik, propilitik, gradien panas bumi, Sumani ABSTRACT The study area is located at the site of SMN-1 well, drilled in the position of mT 677 429 to 9915311 mU (UTM WGS 84, Zone 47s),at elevation of 544 m. Drilling wells SMN-2 is located on the position of mT 679 184 to 9915445 mU (UTM WGS 84, Zone 47s) at elevation of 448 m. This location is in the Sumani geothermal area, Solok Regency, West Sumatera Province. The study was conducted to determine the type of alteration in the subsurface environment of the Sumani geothermal system. The method consists of megascopic description, microscopic analysis and characterization of rock cores from SMN-1 and SMN-2 wells. Temperature measurements in the wells were carried out to determine the geothermal gradient anomalies. The results revealed the kinds of minerals that formed in the subsurface rocks and alteration types. Mineral alteration encountered in the SMN-1 core consists of montmorillonite (smectite), sulfate, silica, halite, hematite, vanadium oxide, arsenic, carbonate, zeolite, illite, piropylite, chlorite, muscovite, and opal. Alteration minerals in SMN-2 core consist of Kaolinite, montmorillonite, smectite, hematite, phosphate, silicate, zeolite and carbonate. Based on grouping, type of alteration in the SMN-1 well is argillic type (down to 100 meters depth) and propylitic type (from 100 to 702 meters depth), while the SMN-2 well is argillic type of alteration. Geothermal gradient from the surface to a depth of 700 m in the SMN-1 well showed the average of 12.86oC/100 meters, while in the SMN-2 well gained the average of 7°C/100 meters down to 428 m below the surface. Keywords: Alteration, argilic, propylitic, geothermal gradient, Sumani. Buletin Sumber Daya Geologi Volume 10 Nomor 3 - 2015 153 MAKALAH ILMIAH PENDAHULUAN Panasbumi merupakan suatu sistem geologi yang terdiri dari sumber panas, reservoir, lapisan penudung dan fluida panas. Dengan adanya interaksi yang komplek dalam sistem tersebut akan menghasilkan mineral-mineral sekunder yang dapat dijadikan sebagai salah satu indikator prospek tidaknya suati sistem panasbumi. Mineral primer cenderung terubah menjadi mineral sekunder akibat fulida panas (hidrotermal) tergantung pada suhu, permeabilitas, tekanan, komposisi cairan, komposisi awal batuan dan durasi aktivitas hidrotermal. Mineral ubahan hidrotermal dalam lingkungan panasbumi adalah albite, amphibole (actinolite), biotit, kalsit, klorit, kalsedon, epidot, fluorit, ……………………………………………….. garnet, illite, K-feldspar (adularia), mordenit, sekunder oksida Fe- Ti, sulfida (pirit), titanit (sphene), wairakit, prehnit dan kuarsa, (John Lagat, 2015). Penelitian berada di lokasi sumur pengeboran SMN-1 pada posisi 677429 mT s.d. 9915311 mU (UTM WGS 84, zona 47S) dan lokasi sumur pengeboran SMN-2 pada posisi 679184 mT s.d. 9915445 mU Secara administratif daerah panasbumi Sumani berada di Kabupaten Solok Propinsi Sumatera Barat, berjarak sekitar 60 km dari kota Padang (Gambar 1.). Penelitian dilakukan untuk mengetahui mineral ubahan yang terbentuk pada batuan bawah permukaan, tipe ubahan dan zonasi - korelasi sumur SMN-1 dan SMN-2. Gambar 1. Lokasi Penelitian di SMN-1 dan SMN-2 GEOLOGI REGIONAL Daerah penelitian termasuk dalam lembar peta Solok, Sumatera Barat (Silitonga dan Kastowo, 1995) dan telah dilakukan penelitian geologi oleh Dudi dkk, PSDG 2011, disebutkan terdapat 12 jenis batuan, secara stratigrafi batuan berumur tua ke muda disusun oleh meta batugamping (PKg), batusabak (TRm), granit (TRig), andesit (Tia), vulkanik Tresier, endapan danau (Qed), lava Tinjau Laut (QTl), batuan piroklastik (QTap), endapan preatik (QeF), lava Cubadak (QCl), lava Gajah Dubalang (QGl), dan aluvium (Qal), (gambar 2). Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian berarah baratlaut154 tenggara mengikuti sesar Sumatera. Terbentuk sesar-sesar sekunder berupa rim kaldera, rim kawah. METODE PENELITIAN Metode yang dilakukan dalam penelitian, yaitu melakukan deskripsi megaskopis terhadap batuan inti hasIl pengeboran SMN-1 hingga kedalaman 702 meter dan sumur SMN-2 hingga kedalaman 427 meter. Melakukan analisis petrografi terhadap batuan terpilih, melakukan karaketrisasi mineral ubahan menggunakan alat speccTERRATM melakukan pengolahan data serta interprtasi. Buletin Sumber Daya Geologi Volume 10 Nomor 3 - 2015 : 153 - 166 MAKALAH ILMIAH Gambar 2. Peta geologi daerah panasbumi Sumani, (Dudi, dkk, PSDG, 2011) METODE PENELITIAN Metode yang dilakukan dalam penelitian, yaitu melakukan deskripsi megaskopis terhadap batuan inti hasIl pengeboran SMN-1 hingga kedalaman 702 meter dan sumur SMN-2 hingga kedalaman 427 meter. Melakukan analisis petrografi terhadap batuan terpilih, melakukan karaketrisasi mineral ubahan menggunakan alat speccTERRATM melakukan pengolahan data serta interprtasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Litologi bawah permukaan berdasarkan deskripsi megaskopis batuan inti dari sumur SMN-1, dari bawah ke atas terdiri dari perselingan lava andesit piroksen, breksi andesit, (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://buletinsdg.geologi.esdm.go.id/index.php/bsdg/article/download/BSDG_VOL_10_NO_3_2015_2/116
Article home page: http://buletinsdg.geologi.esdm.go.id/index.php/bsdg/article/view/BSDG_VOL_10_NO_3_2015_2/116

Sukaesih Sukaesih, Rezky Yuanno, Rosana Mega Fatimah, Undang Mardiana. ALTERASI DI SUMUR PENGEBORAN SMN-1 DAN SMN-2 DI DAERAH PANAS BUMI SUMANI, KABUPATEN SOLOK, PROPINSI SUMATERA BARAT, Buletin Sumber Daya Geologi, 2015, pp. 20-33,