ALTERASI DI SUMUR PENGEBORAN SMN-1 DAN SMN-2 DI DAERAH PANAS BUMI SUMANI, KABUPATEN SOLOK, PROPINSI SUMATERA BARAT
MAKALAH ILMIAH
ALTERASI DI SUMUR PENGEBORAN SMN-1 DAN SMN-2 DI DAERAH PANAS BUMI
SUMANI, KABUPATEN SOLOK, PROPINSI SUMATERA BARAT
ALTERATION ON SMN-1 AND SMN-2 DRILLING WELLS AT SUMANI GEOTHERMAL
AREA, SOLOK REGENCY, WEST SUMATERA PROVINCE
Sukaesih1, Yuano Rezky1, Mega F. Rosana2, Undang Mardiana2
Pusat Sumber Daya Geologi, Jl. Soekarno-Hatta No. 444, Bandung 40254
2
Fakultas Teknik Geologi UNPAD, Jl. Dipati Ukur No. 35, Bandung, 40132
1
SARI
Daerah penelitian berada di lokasi sumur pengeboran SMN-1 dan lokasi sumur pengeboran SMN-2
berada di daerah panas bumi Sumani, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Penelitian
dilakukan untuk mengetahui tipe alterasi bawah permukaan dalam lingkungan sistem panas bumi
daerah Sumani. Metode yang digunakan adalah melakukan deskripsi megaskopis, mikroskopis dan
analisis karakterisasi terhadap batuan inti dari sumur SMN-1 (702 meter) dan SMN-2 (428 meter).
Dilakukan juga pengukuran suhu pada sumur SMN-1 dan SMN-2 untuk mengetahui anomali gradien
geothermal.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui jenis-jenis mineral yang terbentuk dalam batuan bawah
permukaan dan tipe ubahan serta korelasi zonasi alterasi bawah permukaan. Mineral ubahan yang
dijumpai dalam batuan inti sumur SMN-1 terdiri dari; montmorilonit, smektit, sulfat, silika, halit, hematit,
oksida vanadium, arsenat, karbonat, zeolit, ilit, pirofilit, klorit, muskovit, dan opal. Mineral ubahan yang
terbentuk dalam sumur SMN-2 terdiri dari; kaolinit, montmorilonit, smektit, hematit, posfat, silikat, zeolit
dan karbonat. Berdasarkan hasil pengelompokan mineral ubahan yang terbentuk dalam batuan
bawah permukaan, sumur SMN-1 didominasi oleh tipe argilik (hingga kedalaman 100 meter) dan tipe
propilitik (100-702 meter), sedangkan Sumur SMN-2 merupakan tipe ubahan argilik.
Gradien geothermal dari permukaan hingga kedalaman 700 m di sumur SMN-1 menunjukkan ratarata 12,86oC/100 meter, sedangkan di sumur SMN-2 diperoleh rata-rata 7 oC/100 meter.
Kata kunci: Alterasi, argilik, propilitik, gradien panas bumi, Sumani
ABSTRACT
The study area is located at the site of SMN-1 well, drilled in the position of mT 677 429 to 9915311
mU (UTM WGS 84, Zone 47s),at elevation of 544 m. Drilling wells SMN-2 is located on the position of
mT 679 184 to 9915445 mU (UTM WGS 84, Zone 47s) at elevation of 448 m. This location is in the
Sumani geothermal area, Solok Regency, West Sumatera Province. The study was conducted to
determine the type of alteration in the subsurface environment of the Sumani geothermal system. The
method consists of megascopic description, microscopic analysis and characterization of rock cores
from SMN-1 and SMN-2 wells. Temperature measurements in the wells were carried out to determine
the geothermal gradient anomalies.
The results revealed the kinds of minerals that formed in the subsurface rocks and alteration types.
Mineral alteration encountered in the SMN-1 core consists of montmorillonite (smectite), sulfate, silica,
halite, hematite, vanadium oxide, arsenic, carbonate, zeolite, illite, piropylite, chlorite, muscovite, and
opal. Alteration minerals in SMN-2 core consist of Kaolinite, montmorillonite, smectite, hematite,
phosphate, silicate, zeolite and carbonate. Based on grouping, type of alteration in the SMN-1 well is
argillic type (down to 100 meters depth) and propylitic type (from 100 to 702 meters depth), while the
SMN-2 well is argillic type of alteration.
Geothermal gradient from the surface to a depth of 700 m in the SMN-1 well showed the average of
12.86oC/100 meters, while in the SMN-2 well gained the average of 7°C/100 meters down to 428 m
below the surface.
Keywords: Alteration, argilic, propylitic, geothermal gradient, Sumani.
Buletin Sumber Daya Geologi Volume 10 Nomor 3 - 2015
153
MAKALAH ILMIAH
PENDAHULUAN
Panasbumi merupakan suatu sistem
geologi yang terdiri dari sumber panas,
reservoir, lapisan penudung dan fluida
panas. Dengan adanya interaksi yang
komplek dalam sistem tersebut akan
menghasilkan mineral-mineral sekunder
yang dapat dijadikan sebagai salah satu
indikator prospek tidaknya suati sistem
panasbumi. Mineral primer cenderung
terubah menjadi mineral sekunder akibat
fulida panas (hidrotermal) tergantung pada
suhu, permeabilitas, tekanan, komposisi
cairan, komposisi awal batuan dan durasi
aktivitas hidrotermal. Mineral ubahan
hidrotermal dalam lingkungan panasbumi
adalah albite, amphibole (actinolite), biotit,
kalsit, klorit, kalsedon, epidot, fluorit,
………………………………………………..
garnet,
illite,
K-feldspar
(adularia),
mordenit, sekunder oksida Fe- Ti, sulfida
(pirit), titanit (sphene), wairakit, prehnit dan
kuarsa, (John Lagat, 2015).
Penelitian berada di lokasi sumur
pengeboran SMN-1 pada posisi 677429
mT s.d. 9915311 mU (UTM WGS 84, zona
47S) dan lokasi sumur pengeboran SMN-2
pada posisi 679184 mT s.d. 9915445 mU
Secara administratif daerah panasbumi
Sumani berada di Kabupaten Solok
Propinsi Sumatera Barat, berjarak sekitar
60 km dari kota Padang (Gambar 1.).
Penelitian dilakukan untuk mengetahui
mineral ubahan yang terbentuk pada
batuan bawah permukaan, tipe ubahan
dan zonasi - korelasi sumur SMN-1 dan
SMN-2.
Gambar 1. Lokasi Penelitian di SMN-1 dan SMN-2
GEOLOGI REGIONAL
Daerah penelitian termasuk dalam lembar
peta Solok, Sumatera Barat (Silitonga dan
Kastowo, 1995) dan telah dilakukan
penelitian geologi oleh Dudi dkk, PSDG
2011, disebutkan terdapat 12 jenis batuan,
secara stratigrafi batuan berumur tua ke
muda disusun oleh meta batugamping
(PKg), batusabak (TRm), granit (TRig),
andesit (Tia), vulkanik Tresier, endapan
danau (Qed), lava Tinjau Laut (QTl),
batuan piroklastik (QTap), endapan preatik
(QeF), lava Cubadak (QCl), lava Gajah
Dubalang (QGl), dan aluvium (Qal),
(gambar 2).
Struktur geologi yang berkembang di
daerah penelitian berarah baratlaut154
tenggara mengikuti sesar Sumatera.
Terbentuk sesar-sesar sekunder berupa
rim kaldera, rim kawah.
METODE PENELITIAN
Metode yang dilakukan dalam penelitian,
yaitu melakukan deskripsi megaskopis
terhadap batuan inti hasIl pengeboran
SMN-1 hingga kedalaman 702 meter dan
sumur SMN-2 hingga kedalaman 427
meter. Melakukan analisis petrografi
terhadap batuan terpilih, melakukan
karaketrisasi
mineral
ubahan
menggunakan
alat
speccTERRATM
melakukan
pengolahan
data
serta
interprtasi.
Buletin Sumber Daya Geologi Volume 10 Nomor 3 - 2015 : 153 - 166
MAKALAH ILMIAH
Gambar 2. Peta geologi daerah panasbumi Sumani, (Dudi, dkk, PSDG, 2011)
METODE PENELITIAN
Metode yang dilakukan dalam penelitian,
yaitu melakukan deskripsi megaskopis
terhadap batuan inti hasIl pengeboran
SMN-1 hingga kedalaman 702 meter dan
sumur SMN-2 hingga kedalaman 427
meter. Melakukan analisis petrografi
terhadap batuan terpilih, melakukan
karaketrisasi
mineral
ubahan
menggunakan
alat
speccTERRATM
melakukan
pengolahan
data
serta
interprtasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Litologi bawah permukaan berdasarkan
deskripsi megaskopis batuan inti dari
sumur SMN-1, dari bawah ke atas terdiri
dari perselingan lava andesit piroksen,
breksi andesit, (...truncated)