PENGARUH LAYOUT DESIGN DAN ATMOSPHERE TERHADAP PURCHASE INTENTION PADA LAYANAN WEBSITE CITILINK
Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.6 No.2 (2017)
PENGARUH LAYOUT DESIGN DAN ATMOSPHERE TERHADAP
PURCHASE INTENTION PADA LAYANAN WEBSITE CITILINK
Prestasia Noviar Hapsari
Magister Manajemen
Abstrak
Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk
mengetahui hubungan dan pengaruh dari layout design terhadap emotional arousal
dan attitude toward the website, atmosphere terhadap emotional arousal dan attitude
toward the website, emotional arousal terhadap attitude toward the website dan
purchase intention, dan attitude toward the website terhadap purchase intention pada
layanan website Citilink. Penelitian ini merupakan replikasi dari jurnal yang
sebelumnya dilakukan oleh Wu et al., (2014) dengan judul “How can online store
layout design and atmosphere influence consumer shopping intention on a website?”.
Untuk menguji model yang diajukan, digunakan layanan website Citilink. Proses
pengumpulan data responden dilakukan oleh peneliti dengan menyebarkan kuesioner
secara online di sosial media kepada pengguna layanan website Citilink di daerah
Jakarta, Bekasi dan Surabaya. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 135
sampel. Metode pengolahan data yang dipergunakan oleh peneliti di dalam penelitian
ini adalah metode Model Persamaan Struktural dengan bantuan program Lisrel 8.70.
Temuan yang didapatkan dari penelitian ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya
yang menunjukkan bahwa layout design berpengaruh positif terhadap emotional
arousal dan attitude toward the website, atmosphere berpengaruh negatif terhadap
emotional arousal dan attitude toward the website, emotional arousal berpengaruh
positif terhadap attitude toward the website, emotional arousal berpengaruh negatif
terhadap purchase intention dan attitude toward the website berpengaruh positif
terhadap purchase intention.
Kata Kunci: layout design, atmosphere, emotional arousal, attitude toward the
website dan purchase intention.
1481
Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.6 No.2 (2017)
Abstract
This study aims to determine the relationship and the influence of layout design and
atmosphere through emotional arousal, attitude toward the website and purchase
intention on Citilink website. This study is partial replication of previous study
conducted by Wu et al., 2014 “How can online store layout design and atmosphere
influence consumer shopping intention on a website?” by using a quantitative
approach. To test the model, used Citilink website. This study was conducted by
distributing online questionnaires on social media to the respondent of that Citilink
website in Jakarta, Bekasi dan Surabaya. The number of samples used in this study
were as many as 135 samples. For processing the data in this study uses Structural
Equation Model method with the help of statistic software Lisrel 8.70. The results
and finding in this study indicate that layout design had a positive influence on
emotional arousal and attitude toward the wesbite, atmosphere had a negative
influence on emotional arousal and attitude toward the website, emotional arousal had
a positive influence on attitude toward the website, emotional arousal had a negative
influence on purchase intention and attitude toward the website had a positive
influence on purchase intention.
Keywords: layout design, atmosphere, emotional arousal, attitude toward the
website, purchase intention.
PENDAHULUAN
Berkembangnya media internet, membuat semakin bertambah jumlah
pengguna internet di seluruh dunia. Jumlah pengguna internet di seluruh dunia, dalam
beberapa tahun ini semakin bertambah pesat. Hingga tahun 2015, pengguna internet
di
dunia
telah
mengalami
peningkatan
sebesar
832,5%
(http://www.internetworldstats.com). Berdasarkan jumlah pengguna di seluruh dunia,
dapat diketahui bahwa pengguna internet dari Asia merupakan pengguna internet
dengan jumlah terbesar di antara pengguna internet dari seluruh dunia. Hingga tahun
2015, Asia merupakan pengguna internet dengan pertumbuhan pengguna yang pesat.
Di Asia, pada tahun 2015 berdasarkan sepuluh negara Asia yang merupakan
pengguna terbanyak di antara negara-negara Asia yang lain, Indonesia berada pada
posisi keempat.
1482
Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.6 No.2 (2017)
Di Indonesia jumlah pengguna internet setiap tahunnya bertambah. Pada data
survei APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), pada tahun 2012,
pengguna internet di Indonesia telah mencapai 63 juta masyarakat di Indonesia, telah
mengakses internet. Demikian juga survey APJII pada tahun 2013, telah mengalami
peningkatan dari tahun 2012 sebesar 30 persen atau 82 juta masyarakat Indonesia.
Jumlah pengguna internet pada tahun 2014 atau setiap tahunnya diperkirakan akan
mengalami peningkatan.
Peluang bisnis melalui media internet sangatlah besar, dengan jumlah
pengguna yang semakin bertambah besar, maka akan mendatangkan kesempatan
dalam mengembangkan bisnis online bagi pelaku bisnis, hal ini yang menyebabkan
jumlah pelaku bisnis online saat ini mengalami peningkatan. Menurut lembaga riset
ICD, memprediksikan bahwa pasar e-commerce di Indonesia akan tumbuh 42% dari
tahun 2012-2015. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara lain,
seperti Malaysia (14%), Thailand (22%), dan Filipina (28%). Hal ini sangat
meningkatkan minat bagi para investor, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Beberapa perusahaan e-commerce juga telah sukses dan berhasil dalam
memanfaatkan peluang pasar e-commerce di Indonesia yang sedang menjadi tren saat
ini. (http://startupbisnis.com/).
Dengan melihat fenomena tersebut, perusahaab-perusahaan mengembangkan
bisnis dengan mengembangkan layanan disediakan, salah satunya dengan
mengembangkan layanan pembelian secara online. Pengembangan layanan jual beli
secara online melalui website perusahaan, berdasarkan juga dengan melihat semakin
banyaknya pengguna internet. Pengembangan yang dilakukan salah satunya adalah
dengan memberikan kemudahan di dalam proses jual beli tiket penerbangan. Selain
itu, perusahaan juga meningkatkan layout design website dan website atmosphere
yang terdapat pada layanan website yang disediakan untuk pengguna website.
Dalam layanan website, faktor penting yang perlu diperhatikan adalah layout
design dan atmosphere. Griffith (2005) berpendapat “Layout is a critical factor
1483
Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.6 No.2 (2017)
driving consumer elaboration and response in retailing”. Pendapat tersebut
mengemukakan bahwa tata letak / layout design merupakan faktor penting pendorong
elaborasi konsumen dan respon di retail. Mohan et al., (2013) berpendapat “Layout
refers to the way in which products, shooping carts, and aisles are arranged; the size
and shape oh those items, and the spatial relationship among them”. Pendapat
tersebut mengemukakan bahwa tata letak / layout design mengacu pada cara di mana
produk, shopping cart, dan pengaturan lorong; ukuran dan bentuk dari b (...truncated)