Identifikasi Potensi Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit X Denpasar Periode Oktober-Desember 2021

Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal, Jan 2023

Interaksi obat adalah sesuatu yang harus diperhatikan pada pasien yang mendapatkan jenis obat dalam jumlah yang banyak. Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif, dimana dalam penanganannya biasanya memerlukan lebih dari satu obat. Sehingga pasien hipertensi akan rentan mengalami kejadian efek samping obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat antihipertensi pada pasien rawat jalan. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan mengambil 90 sampel data rekam medis pasien rawat jalan dengan diagnosis hipertensi periode Oktober-Desember 2021. Potensi interaksi obat dianalisis berdasarkan mekanisme dan tingkat keparahan interaksi obat menggunakan aplikasi IBM Micromedex®, www.drugs.com dan jurnal-jurnal pendukung. Dari 90 resep yang dianalisa 56% pasien masuk dalam kategori lansia lanjut dan manula. Resep obat antihipertensi Didapatkan 34 resep (36%) berpotensi mengalami interaksi obat. Semua resep 100% mengalami mekanisme interaksi secara farmakodinamik. Berdasarkan tingkat keparahannya, didapatkan 12% resep berpotensi mengalami interaksi mayor serta 88% resep berpotensi interaksi moderate. Kombinasi yang paling banyak digunakan adalah golongan ARB+CCB sebanyak 26%. kombinasi obat yang menyebabkan interaksi adalah antara Amlodipin+Bisoprolol, sebanyak 38%. Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa pengobatan hipertensi pada penelitian ini sebanyak 73 % menggunakan kombinasi 2 antihipertensi. Kombinasi yang paling banyak digunakan adalah golongan ARB+CCB sebanyak 26%. Tingkat keparahan yang terjadi adalah keparahan mayor 12% dan keparahan moderate 88%. Dimana kombinasi obat yang menyebabkan interaksi adalah antara Amlodipin+Bisoprolol, sebanyak 38 %. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa interaksi antara obat hipertensi adalah moderate, sehingga perlu pengawasan dalam penggunaannya.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.almaata.ac.id/index.php/INPHARNMED/article/download/2578/1752

Identifikasi Potensi Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit X Denpasar Periode Oktober-Desember 2021

INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) ISSN: 2580-7269 (Online), 2580-6637 (Print) DOI: http://dx.doi.org/10.21927/inpharnmed.v6i2.2578 Identifikasi Potensi Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit X Denpasar Periode Oktober-Desember 2021 Dian Oktianti1*, Putu Putri Septina Widyadewi1, Dian Retno Wati1 1 Program Studi Farmasi; Fakultas Kesehatan; Universitas Ngudi Waluyo Email: ; ; Korespondensi: Dian Oktianti Universitas Ngudi Waluyo Abstrak Interaksi obat adalah sesuatu yang harus diperhatikan pada pasien yang mendapatkan jenis obat dalam jumlah yang banyak. Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif, dimana dalam penanganannya biasanya memerlukan lebih dari satu obat. Sehingga pasien hipertensi akan rentan mengalami kejadian efek samping obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat antihipertensi pada pasien rawat jalan. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan mengambil 90 sampel data rekam medis pasien rawat jalan dengan diagnosis hipertensi periode Oktober-Desember 2021. Potensi interaksi obat dianalisis berdasarkan mekanisme dan tingkat keparahan interaksi obat menggunakan aplikasi IBM Micromedex®, www.drugs.com dan jurnal-jurnal pendukung. Dari 90 resep yang dianalisa 56% pasien masuk dalam kategori lansia lanjut dan manula. Resep obat antihipertensi Didapatkan 34 resep (36%) berpotensi mengalami interaksi obat. Semua resep 100% mengalami mekanisme interaksi secara farmakodinamik. Berdasarkan tingkat keparahannya, didapatkan 12% resep berpotensi mengalami interaksi mayor serta 88% resep berpotensi interaksi moderate. Kombinasi yang paling banyak digunakan adalah golongan ARB+CCB sebanyak 26%. kombinasi obat yang menyebabkan interaksi adalah antara Amlodipin+Bisoprolol, sebanyak 38%. Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa pengobatan hipertensi pada penelitian ini sebanyak 73 % menggunakan kombinasi 2 antihipertensi. Kombinasi yang paling banyak digunakan adalah golongan ARB+CCB sebanyak 26%. Tingkat keparahan yang terjadi adalah keparahan mayor 12% dan keparahan moderate 88%. Dimana kombinasi obat yang menyebabkan interaksi adalah antara Amlodipin+Bisoprolol, sebanyak 38 %. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa interaksi antara obat hipertensi adalah moderate, sehingga perlu pengawasan dalam penggunaannya. Kata Kunci: antihipertensi; interaksi obat; tingkat keparahan 65 Oktianti, Dian et al. Identfikasi Potensi Interaksi Obat Antihipertensi pada Pasien Rawat Jalan Identification of Potential Interactions of Antihypertensive Drugs in Outpatients at X Hospital Denpasar Period of October-December 2021 Abstract Drug interactions are something that must be considered in patients who are receiving large amounts of the drug. Hypertension is a degenerative disease, which usually requires more than one drug in its treatment. So that hypertensive patients will be susceptible to drug side effects. This study aims to identify potential antihypertensive drug interactions in outpatients. This study is a retrospective study taking 90 samples of medical record data from outpatients with a diagnosis of hypertension for the period October-December 2021. Potential drug interactions were analyzed based on the mechanism and severity of drug interactions using the IBM Micromedex® application, www.drugs.com, and supporting journals. Of the 90 prescriptions analyzed 56% of patients fall into the category of elderly and seniors. Prescription antihypertensive drugs 34 prescriptions (36%) had the potential to experience drug interactions. All prescriptions are 100% subjected to pharmacodynamic interaction mechanisms. Based on the severity level, it was found that 12% of prescriptions had the potential for major interactions and 88% of prescriptions had the potential for moderate interactions. The most widely used combination is the ARB+CCB group as much as 26%. The combination of drugs that cause interactions is between Amlodipine + Bisoprolol, as much as 38%. Based on the results of the study, the conclusion that can be drawn is that the treatment of hypertension in this study was 73% using a combination of two antihypertensives. The most widely used combination is the ARB+CCB group as much as 26%. The severity that occurs is 12% major severity and 88% moderate severity. Where the drug combination that causes the interaction is between Amlodipine + Bisoprolol, as much as 38%. Keywords: antihypertensive; drug interactions; severity Received: 08 Oktober 2022 Accepted: 29 December 2022 PENDAHULUAN Interaksi obat adalah masalah yang harus diperhatikan pada pasien yang menerima terapi dengan jumlah yang banyak. Interaksi obat terjadi melalui mekanisme farmakokinetika (mempengaruhi penghantaran obat ke tempat aksi) dan farmakodinamik (dapat memodifikasi respon obat). WHO menekankan bahwa reaksi obat yang merugikan dapat diminimalkan secara signifikan dengan memperhatikan pada populasi yang beresiko mengalami interaksi obat1. Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah arteri yang terus meningkat yaitu sistol >129 dan/atau diastol >80. Menurut WHO, hipertensi menyebabkan 7,1 juta kematian dini di seluruh dunia dan 4,5% dari beban penyakit. Di Indonesia juga terjadi peningkatan prevalensi masyarakat yang menderita hipertensi2. Sebagian besar pasien hipertensi memerlukan pengobatan untuk menjaga tekanan darah dan sebagian besar pasien hipertensi memerlukan dua atau lebih obat antihipertensi3.. Sehingga pasien dengan hipertensi sangat rentan mengalami interaksi obat. Penyakit penyerta, usia lanjut dan polifarmasi INPHARNMED Journal, Vol.6, No.2, Tahun 2022, 65-72 Available from: http://ejournal.almaata.ac.id/index.php/INPHARNMED 66 Oktianti, Dian et al. Identfikasi Potensi Interaksi Obat Antihipertensi pada Pasien Rawat Jalan merupakan faktor penting yang berhubungan dengan terjadinya interaksi obat1. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di RS X Denpasar periode Oktober-Desember 2021. METODE PENELITIAN Penelitian ini telah mendapatkan surat layak etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan Universitas Negeri Semarang dengan Nomor: 319/KEPK/EC/2022. Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dimana pengambilan data secara retrospektif. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di RS X di Kota Denpasar pada bulan Juli tahun 2022 dengan menggunakan data rekam medis. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien hipertensi rawat jalan periode Oktober-Desember tahun 2021, sebanyak 899 pasien. Kriteria inklusi penelitian ini adalah: pasien hipertensi rawat jalan dengan usia diatas 18 tahun, data rekam medis yang lengkap, menggunakan 2 atau lebih obat hipertensi. Kriteria eksklusi penelitian ini adalah: rekam medis yang tidak terbaca, pasien ibu hamil. Jumlah sampel yang akan diambil adalah sebanyak 90 sampel. Data diambil (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.almaata.ac.id/index.php/INPHARNMED/article/download/2578/1752
Article home page: https://ejournal.almaata.ac.id/index.php/INPHARNMED/article/view/2578/1752

Oktianti Dian Universitas Ngudi Waluyo, Septina Widyadewi Putu Putri Program Studi Farmasi Fakultas Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo, Wati Dian Retno Program Studi Farmasi Fakultas Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo. Identifikasi Potensi Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit X Denpasar Periode Oktober-Desember 2021, Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal, 2023, pp. 65-72,