Identifikasi Potensi Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit X Denpasar Periode Oktober-Desember 2021
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal)
ISSN: 2580-7269 (Online), 2580-6637 (Print)
DOI: http://dx.doi.org/10.21927/inpharnmed.v6i2.2578
Identifikasi Potensi Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan di Rumah
Sakit X Denpasar Periode Oktober-Desember 2021
Dian Oktianti1*, Putu Putri Septina Widyadewi1, Dian Retno Wati1
1
Program Studi Farmasi; Fakultas Kesehatan; Universitas Ngudi Waluyo
Email: ; ;
Korespondensi:
Dian Oktianti
Universitas Ngudi Waluyo
Abstrak
Interaksi obat adalah sesuatu yang harus diperhatikan pada pasien yang mendapatkan
jenis obat dalam jumlah yang banyak. Hipertensi merupakan salah satu penyakit
degeneratif, dimana dalam penanganannya biasanya memerlukan lebih dari satu obat.
Sehingga pasien hipertensi akan rentan mengalami kejadian efek samping obat. Penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat antihipertensi pada pasien
rawat jalan. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan mengambil 90 sampel data rekam
medis pasien rawat jalan dengan diagnosis hipertensi periode Oktober-Desember 2021.
Potensi interaksi obat dianalisis berdasarkan mekanisme dan tingkat keparahan interaksi
obat menggunakan aplikasi IBM Micromedex®, www.drugs.com dan jurnal-jurnal
pendukung. Dari 90 resep yang dianalisa 56% pasien masuk dalam kategori lansia lanjut
dan manula. Resep obat antihipertensi Didapatkan 34 resep (36%) berpotensi mengalami
interaksi obat. Semua resep 100% mengalami mekanisme interaksi secara
farmakodinamik. Berdasarkan tingkat keparahannya, didapatkan 12% resep berpotensi
mengalami interaksi mayor serta 88% resep berpotensi interaksi moderate. Kombinasi
yang paling banyak digunakan adalah golongan ARB+CCB sebanyak 26%. kombinasi obat
yang menyebabkan interaksi adalah antara Amlodipin+Bisoprolol, sebanyak 38%.
Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa pengobatan
hipertensi pada penelitian ini sebanyak 73 % menggunakan kombinasi 2 antihipertensi.
Kombinasi yang paling banyak digunakan adalah golongan ARB+CCB sebanyak 26%.
Tingkat keparahan yang terjadi adalah keparahan mayor 12% dan keparahan moderate
88%. Dimana kombinasi obat yang menyebabkan interaksi adalah antara
Amlodipin+Bisoprolol, sebanyak 38 %. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
interaksi antara obat hipertensi adalah moderate, sehingga perlu pengawasan dalam
penggunaannya.
Kata Kunci: antihipertensi; interaksi obat; tingkat keparahan
65
Oktianti, Dian et al.
Identfikasi Potensi Interaksi Obat Antihipertensi pada Pasien Rawat Jalan
Identification of Potential Interactions of Antihypertensive Drugs in Outpatients at X
Hospital Denpasar Period of October-December 2021
Abstract
Drug interactions are something that must be considered in patients who are receiving
large amounts of the drug. Hypertension is a degenerative disease, which usually requires
more than one drug in its treatment. So that hypertensive patients will be susceptible to
drug side effects. This study aims to identify potential antihypertensive drug interactions
in outpatients. This study is a retrospective study taking 90 samples of medical record data
from outpatients with a diagnosis of hypertension for the period October-December 2021.
Potential drug interactions were analyzed based on the mechanism and severity of drug
interactions using the IBM Micromedex® application, www.drugs.com, and supporting
journals. Of the 90 prescriptions analyzed 56% of patients fall into the category of elderly
and seniors. Prescription antihypertensive drugs 34 prescriptions (36%) had the potential
to experience drug interactions. All prescriptions are 100% subjected to pharmacodynamic
interaction mechanisms. Based on the severity level, it was found that 12% of prescriptions
had the potential for major interactions and 88% of prescriptions had the potential for
moderate interactions. The most widely used combination is the ARB+CCB group as much
as 26%. The combination of drugs that cause interactions is between Amlodipine +
Bisoprolol, as much as 38%. Based on the results of the study, the conclusion that can be
drawn is that the treatment of hypertension in this study was 73% using a combination of
two antihypertensives. The most widely used combination is the ARB+CCB group as much
as 26%. The severity that occurs is 12% major severity and 88% moderate severity. Where
the drug combination that causes the interaction is between Amlodipine + Bisoprolol, as
much as 38%.
Keywords: antihypertensive; drug interactions; severity
Received: 08 Oktober 2022
Accepted: 29 December 2022
PENDAHULUAN
Interaksi obat adalah masalah yang harus diperhatikan pada pasien yang
menerima terapi dengan jumlah yang banyak. Interaksi obat terjadi melalui mekanisme
farmakokinetika (mempengaruhi penghantaran obat ke tempat aksi) dan farmakodinamik
(dapat memodifikasi respon obat). WHO menekankan bahwa reaksi obat yang merugikan
dapat diminimalkan secara signifikan dengan memperhatikan pada populasi yang
beresiko mengalami interaksi obat1. Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah arteri
yang terus meningkat yaitu sistol >129 dan/atau diastol >80.
Menurut WHO, hipertensi menyebabkan 7,1 juta kematian dini di seluruh dunia
dan 4,5% dari beban penyakit. Di Indonesia juga terjadi peningkatan prevalensi
masyarakat yang menderita hipertensi2. Sebagian besar pasien hipertensi memerlukan
pengobatan untuk menjaga tekanan darah dan sebagian besar pasien hipertensi
memerlukan dua atau lebih obat antihipertensi3.. Sehingga pasien dengan hipertensi
sangat rentan mengalami interaksi obat. Penyakit penyerta, usia lanjut dan polifarmasi
INPHARNMED Journal, Vol.6, No.2, Tahun 2022, 65-72
Available from: http://ejournal.almaata.ac.id/index.php/INPHARNMED
66
Oktianti, Dian et al.
Identfikasi Potensi Interaksi Obat Antihipertensi pada Pasien Rawat Jalan
merupakan faktor penting yang berhubungan dengan terjadinya interaksi obat1.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat antihipertensi pada
pasien rawat jalan di RS X Denpasar periode Oktober-Desember 2021.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini telah mendapatkan surat layak etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan
Universitas Negeri Semarang dengan Nomor: 319/KEPK/EC/2022.
Desain Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dimana pengambilan data secara retrospektif.
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di RS X di Kota Denpasar pada bulan Juli tahun 2022 dengan
menggunakan data rekam medis.
Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien hipertensi rawat jalan periode
Oktober-Desember tahun 2021, sebanyak 899 pasien. Kriteria inklusi penelitian ini adalah:
pasien hipertensi rawat jalan dengan usia diatas 18 tahun, data rekam medis yang
lengkap, menggunakan 2 atau lebih obat hipertensi. Kriteria eksklusi penelitian ini adalah:
rekam medis yang tidak terbaca, pasien ibu hamil. Jumlah sampel yang akan diambil
adalah sebanyak 90 sampel. Data diambil (...truncated)