KAIN LURIK DAN TRADISI MITONI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

eProceedings of Art & Design, Apr 2024

: Gagasan dalam penciptaan karya seni pada Tugas Akhir secara umum bersumber dari identitas serta budaya yang penulis bawa. Pencarian ide dan isnpirasi bersumber dari lingkungan keluarga dan budaya yang digunakan oleh generasi penulis yang kemudian dituangkan ke dalam karya berupa seni lukis mix media. Dengan judul <Kain Lurik dan Tradisi Mitoni Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis=, penulis memvisualisasikan tradisi tersebut berdasarkan persepsi penulis dengan mengolah beberapa objek Kain Lurik dan objek lain yang terkandung dalam Tradisi Mitoni dengan menggunakan Seni Lukis Mix Media. Tradisi Mitoni atau dalam beberapa daerah menyebutnya dengan Tingkeban merupakan rangkaian acara tujuh bulanan yang biasa digunakan oleh ibu hamil dalam masyarakat Jawa khusunya Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai penyampaian doa, harapan, serta rasa syukur atas hadirnya jabang bayi saat memasuki bulan ketujuh masa kehamilan. Dalam prosesinya, terdapat Kain Lurik yang digunakan sebagai pengantar doa yang terkandung dalam motifnya. Penulis ingin menyampaikan pentingnya menjaga kelestarian tradisi serta budaya yang sudah diturunkan kepada generasi selanjutnya yang telah diberkati oleh tradisi itu sendiri sebagai bekal pada masa kini dan masa yang akan datang melalui persepsi visual penulis dengan menggunakan motif Kain Lurik dan Proses dari Mitoni itu sendiri. Kata Kunci: Tradisi Mitoni, Kain Lurik, Seni Lukis.

KAIN LURIK DAN TRADISI MITONI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.11, No.2 April 2024 | Page 3603 KAIN LURIK DAN TRADISI MITONI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS Sandrina Rahma Sarita1, Soni Sadono2, Cucu Retno Yuningsih3 Seni Rupa, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom, Jl. Telekomunikasi No 1, Terusan Buah Batu – Bojongsoang, Sukapura, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 40257 , , 1,2,3 Abstrak : Gagasan dalam penciptaan karya seni pada Tugas Akhir secara umum bersumber dari identitas serta budaya yang penulis bawa. Pencarian ide dan isnpirasi bersumber dari lingkungan keluarga dan budaya yang digunakan oleh generasi penulis yang kemudian dituangkan ke dalam karya berupa seni lukis mix media. Dengan judul <Kain Lurik dan Tradisi Mitoni Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis=, penulis memvisualisasikan tradisi tersebut berdasarkan persepsi penulis dengan mengolah beberapa objek Kain Lurik dan objek lain yang terkandung dalam Tradisi Mitoni dengan menggunakan Seni Lukis Mix Media. Tradisi Mitoni atau dalam beberapa daerah menyebutnya dengan Tingkeban merupakan rangkaian acara tujuh bulanan yang biasa digunakan oleh ibu hamil dalam masyarakat Jawa khusunya Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai penyampaian doa, harapan, serta rasa syukur atas hadirnya jabang bayi saat memasuki bulan ketujuh masa kehamilan. Dalam prosesinya, terdapat Kain Lurik yang digunakan sebagai pengantar doa yang terkandung dalam motifnya. Penulis ingin menyampaikan pentingnya menjaga kelestarian tradisi serta budaya yang sudah diturunkan kepada generasi selanjutnya yang telah diberkati oleh tradisi itu sendiri sebagai bekal pada masa kini dan masa yang akan datang melalui persepsi visual penulis dengan menggunakan motif Kain Lurik dan Proses dari Mitoni itu sendiri. Kata Kunci: Tradisi Mitoni, Kain Lurik, Seni Lukis. Abstract : Ideas in the creation of artworks in the Final Project generally come from the identity and culture that the author brings. The search for ideas and inspiration comes from the family environment and culture used by the author's generation which is then poured into works in the form of mixed media painting. With the title "Kain Lurik and Mitoni Tradition as an Idea for Painting", the author visualizes the tradition based on the author's perception by processing several objects of Kain Lurik and other objects contained in the Mitoni Tradition using Mix Media Painting. The Mitoni tradition or in some regions called Tingkeban is a series of seven-monthly events commonly used by pregnant women in Javanese society, especially Central Java and East Java as a delivery of prayers, hopes, and gratitude for the presence of the baby when entering the seventh month of pregnancy. In the process, there is a Lurik cloth that is used as an introduction to the prayers contained in the motif. The author wants to convey the importance of preserving the traditions and culture that have been passed down to the next generation who have been blessed by the tradition itself as a provision for the present and the future through the author's visual perception using the motif of Kain Lurik and the process of Mitoni itself. Keywords: Mitoni Tradition, Lurik Fabric, Painting. ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.11, No.2 April 2024 | Page 3604 PENDAHULUAN Sudah tidak asing lagi jika Indonesia disebut-sebut memiliki keberagaman suku, etnik, serta budaya yang melimpah. Hal tersebut juga menjadi identitas, kepercayaan, dan kebiasaan yang ditanamkan bersama bagi setiap individu maupun kelompok yang ada didalamnya (Akhmad, 2010, hal. 7). Kebudayaan merupakan prinsip yang ditanam oleh sekelompok masyarakat mengenai tata cara dalam kehidupan yang terus bertumbuh untuk dipertahankan dan diikuti seiring dengan perkembangannya. salah satu tokoh antropologi Indonesia, Koentjaraningrat, mendefinisikannya sebagai sebuah ide, tindakan, dan sebuah ciptaan manusia yang dijadikan pembelajaran oleh manusia itu sendiri. Motif garis dan bidang pada kain lurik inilah yang memberikan dorongan pada pengerjaan tugas akhir untuk menampilkan motif-motif tersebut kedalam karya seni lukis dengan mempertimbangkan visual, isi, serta gagasan dalam berkarya sehingga nantinya menjadikan karya lukis ini lebih baik. Visual yang ada pada lukisan merupakan nilai-nilai yang terkandung di dalam motif kain tenun lurik. Berdasarkan latar belakang pengkarya yang memiliki keluarga jawa yang melakukan salah satu tradisi yaitu Mitoni dengan menggunakan kain lurik sebagai perwujudan doa dan harapan khususnya pada kain lurik motif pecah ketumbar dan motif dringin, serta mendengar masukan dari asisten dosen pada semester sebelumnya mengenai gagasan motif lurik. hal ini mendorong pengkarya untuk memilih kain tenun lurik sebagai sumber inspirasi dengan mengamati serta mendalami makna serta keindahan dari motif kain lurik yang dapat digunakan tidak hanya dalam lingkup individu maupun keluarga, tetapi juga lingkup sosial yang terjadi disekitar kita dengan membawa harapan baik didalamnya. Bermula pada sebuah pertanyaan penulis kepada Orang tua terkait tradisi Mitoni, beliau berkata bahwa mitoni dapat dilakukan dengan berbagai macam kain namun, pada saat itu motif lurik pun dipilih dengan harapan serta doa selayaknya makna yang terkandung pada motif kain lurik itu sendiri. Makna tumbar pecah dengan harapan kelahiran berjalan dengan lancar semudah memecahkan ketumbar dan kelak sang anak harum namanya seperti aroma ketumbar setelah dipecahkan. Sedangkan motif dringin memiliki makna sang anak kelak mempunyai jiwa yang rendah dari, dapat membaur dengan masyarakat, serta sederhana (Supriyatno, 2014, hal. 848-849). Kebudayaan ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.11, No.2 April 2024 | Page 3605 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata kebudayaan memiliki arti hasil dari kegiatan dan ciptaan pikiran atau jiwa manusia seperti kepercayaan, adat istiadat, dan kesenian. Sedangkan menurut ilmu antropologi Menyatakan bahwa <kebudayaan merupakan keseluruhan dari sistem gagasan, hasil karya, dan tindakan dari manusia dalam rangka kehidupan dalam bermasyarakat yang dijadikan milik manusia untuk belajar.= (Nurmansyah, Rodliyah, & Hapsari, 2019, hal. 73). Budaya Jawa Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, budaya merupakan entitas yang sudah menjadi kebiasaaan dan sulit untuk diubah. Menurut Roger, budaya merupakan suatu sistem yang terbentuk dari perilaku dan corak yang diwariskan secara turun-temurun dalam lingkup sosial sehingga dapat menghubungkan kelompok masyarakat dengan lingkungan ekologisnya. hal ini dapat dilihat melalui bagaimana cara hidup masyarakat baik dari segi aliran kepercayaan, praktik dalam keagamaan, bentuk kelompok, teknologi yang digunakan atau dikembangakan, hingga pola-pola lainnya yang membentuk cara hidup (Keesing, 2014). Budaya menjadi suatu bentuk yang terus berlanjut dan ada disekitar kita baik dalam segi struktur fisik maupun lingkungan yang memiliki pengaruh terhadap berkehidupan (Sandono & Endr (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/download/22674/21772
Article home page: https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/22674/21772

Sarita Sandrina Rahma, Soni Sadono, Yuningsih Cucu Retno. KAIN LURIK DAN TRADISI MITONI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS, eProceedings of Art & Design, 2024,