KAIN LURIK DAN TRADISI MITONI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
ISSN : 2355-9349
e-Proceeding of Art & Design : Vol.11, No.2 April 2024 | Page 3603
KAIN LURIK DAN TRADISI MITONI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
Sandrina Rahma Sarita1, Soni Sadono2, Cucu Retno Yuningsih3
Seni Rupa, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom, Jl. Telekomunikasi No 1, Terusan Buah Batu –
Bojongsoang, Sukapura, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 40257
, ,
1,2,3
Abstrak : Gagasan dalam penciptaan karya seni pada Tugas Akhir secara umum bersumber dari
identitas serta budaya yang penulis bawa. Pencarian ide dan isnpirasi bersumber dari lingkungan
keluarga dan budaya yang digunakan oleh generasi penulis yang kemudian dituangkan ke dalam
karya berupa seni lukis mix media. Dengan judul <Kain Lurik dan Tradisi Mitoni Sebagai Ide
Penciptaan Karya Seni Lukis=, penulis memvisualisasikan tradisi tersebut berdasarkan persepsi
penulis dengan mengolah beberapa objek Kain Lurik dan objek lain yang terkandung dalam Tradisi
Mitoni dengan menggunakan Seni Lukis Mix Media. Tradisi Mitoni atau dalam beberapa daerah
menyebutnya dengan Tingkeban merupakan rangkaian acara tujuh bulanan yang biasa digunakan
oleh ibu hamil dalam masyarakat Jawa khusunya Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai
penyampaian doa, harapan, serta rasa syukur atas hadirnya jabang bayi saat memasuki bulan
ketujuh masa kehamilan.
Dalam prosesinya, terdapat Kain Lurik yang digunakan sebagai
pengantar doa yang terkandung dalam motifnya. Penulis ingin menyampaikan pentingnya
menjaga kelestarian tradisi serta budaya yang sudah diturunkan kepada generasi selanjutnya yang
telah diberkati oleh tradisi itu sendiri sebagai bekal pada masa kini dan masa yang akan datang
melalui persepsi visual penulis dengan menggunakan motif Kain Lurik dan Proses dari Mitoni itu
sendiri.
Kata Kunci: Tradisi Mitoni, Kain Lurik, Seni Lukis.
Abstract : Ideas in the creation of artworks in the Final Project generally come from the identity
and culture that the author brings. The search for ideas and inspiration comes from the family
environment and culture used by the author's generation which is then poured into works in the
form of mixed media painting. With the title "Kain Lurik and Mitoni Tradition as an Idea for
Painting", the author visualizes the tradition based on the author's perception by processing several
objects of Kain Lurik and other objects contained in the Mitoni Tradition using Mix Media Painting.
The Mitoni tradition or in some regions called Tingkeban is a series of seven-monthly events
commonly used by pregnant women in Javanese society, especially Central Java and East Java as
a delivery of prayers, hopes, and gratitude for the presence of the baby when entering the seventh
month of pregnancy. In the process, there is a Lurik cloth that is used as an introduction to the
prayers contained in the motif. The author wants to convey the importance of preserving the
traditions and culture that have been passed down to the next generation who have been blessed
by the tradition itself as a provision for the present and the future through the author's visual
perception using the motif of Kain Lurik and the process of Mitoni itself.
Keywords: Mitoni Tradition, Lurik Fabric, Painting.
ISSN : 2355-9349
e-Proceeding of Art & Design : Vol.11, No.2 April 2024 | Page 3604
PENDAHULUAN
Sudah tidak asing lagi jika Indonesia disebut-sebut memiliki keberagaman suku,
etnik, serta budaya yang melimpah. Hal tersebut juga menjadi identitas, kepercayaan, dan
kebiasaan yang ditanamkan bersama bagi setiap individu maupun kelompok yang ada
didalamnya (Akhmad, 2010, hal. 7). Kebudayaan merupakan prinsip yang ditanam oleh
sekelompok masyarakat mengenai tata cara dalam kehidupan yang terus bertumbuh
untuk dipertahankan dan diikuti seiring dengan perkembangannya. salah satu tokoh
antropologi Indonesia, Koentjaraningrat, mendefinisikannya sebagai sebuah ide,
tindakan, dan sebuah ciptaan manusia yang dijadikan pembelajaran oleh manusia itu
sendiri.
Motif garis dan bidang pada kain lurik inilah yang memberikan dorongan pada
pengerjaan tugas akhir untuk menampilkan motif-motif tersebut kedalam karya seni
lukis dengan mempertimbangkan visual, isi, serta gagasan dalam berkarya sehingga
nantinya menjadikan karya lukis ini lebih baik. Visual yang ada pada lukisan merupakan
nilai-nilai yang terkandung di dalam motif kain tenun lurik.
Berdasarkan latar belakang pengkarya yang memiliki keluarga jawa yang
melakukan salah satu tradisi yaitu Mitoni dengan menggunakan kain lurik sebagai
perwujudan doa dan harapan khususnya pada kain lurik motif pecah ketumbar dan motif
dringin, serta mendengar masukan dari asisten dosen pada semester sebelumnya
mengenai gagasan motif lurik. hal ini mendorong pengkarya untuk memilih kain tenun
lurik sebagai sumber inspirasi dengan mengamati serta mendalami makna serta
keindahan dari motif kain lurik yang dapat digunakan tidak hanya dalam lingkup individu
maupun keluarga, tetapi juga lingkup sosial yang terjadi disekitar kita dengan membawa
harapan baik didalamnya.
Bermula pada sebuah pertanyaan penulis kepada Orang tua terkait tradisi Mitoni,
beliau berkata bahwa mitoni dapat dilakukan dengan berbagai macam kain namun, pada
saat itu motif lurik pun dipilih dengan harapan serta doa selayaknya makna yang
terkandung pada motif kain lurik itu sendiri. Makna tumbar pecah dengan harapan
kelahiran berjalan dengan lancar semudah memecahkan ketumbar dan kelak sang anak
harum namanya seperti aroma ketumbar setelah dipecahkan. Sedangkan motif dringin
memiliki makna sang anak kelak mempunyai jiwa yang rendah dari, dapat membaur
dengan masyarakat, serta sederhana (Supriyatno, 2014, hal. 848-849).
Kebudayaan
ISSN : 2355-9349
e-Proceeding of Art & Design : Vol.11, No.2 April 2024 | Page 3605
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata kebudayaan memiliki arti hasil dari
kegiatan dan ciptaan pikiran atau jiwa manusia seperti kepercayaan, adat istiadat, dan
kesenian. Sedangkan menurut ilmu antropologi Menyatakan bahwa <kebudayaan
merupakan keseluruhan dari sistem gagasan, hasil karya, dan tindakan dari manusia
dalam rangka kehidupan dalam bermasyarakat yang dijadikan milik manusia untuk
belajar.= (Nurmansyah, Rodliyah, & Hapsari, 2019, hal. 73).
Budaya Jawa
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, budaya merupakan entitas yang sudah
menjadi kebiasaaan dan sulit untuk diubah. Menurut Roger, budaya merupakan suatu
sistem yang terbentuk dari perilaku dan corak yang diwariskan secara turun-temurun
dalam lingkup sosial sehingga dapat menghubungkan kelompok masyarakat dengan
lingkungan ekologisnya. hal ini dapat dilihat melalui bagaimana cara hidup masyarakat
baik dari segi aliran kepercayaan, praktik dalam keagamaan, bentuk kelompok, teknologi
yang digunakan atau dikembangakan, hingga pola-pola lainnya yang membentuk cara
hidup (Keesing, 2014). Budaya menjadi suatu bentuk yang terus berlanjut dan ada disekitar
kita baik dalam segi struktur fisik maupun lingkungan yang memiliki pengaruh terhadap
berkehidupan (Sandono & Endr (...truncated)