PERANCANGAN ENVIRONMENTAL GRAPHIC DESIGN SEBAGAI MEDIA INFORMASI DAN IDENTITAS VISUAL PADA UPTD KONSERVASI PENYU KOTA PARIAMAN
ISSN : 2355-9349
e-Proceeding of Art & Design : Vol.10, No.2 April 2023 | Page 1940
PERANCANGAN ENVIRONMENTAL GRAPHIC DESIGN SEBAGAI
MEDIA INFORMASI DAN IDENTITAS VISUAL PADA UPTD
KONSERVASI PENYU KOTA PARIAMAN
Putri Fadilla1, Sri Soedewi2 dan Idhar Resmadi3
1,2,3S1 Desain Komunikasi Visual, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom, Jl. Telekomunikasi No. 1,
Terusan Buahbatu - Bojongsoang, Sukapura, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40257
, ,
Abstrak: Penyu merupakan salah satu hewan yang dilindungi dalam undang-undang negara
Indonesia karena populasinya yang terancam punah. Wilayah pesisir kota Pariaman merupakan
habitat 3 dari 6 jenis penyu yang ada di Indonesia. Untuk memonitori dan melindungi habitat
penyu di area tersebut, dibentuklah UPTD Konservasi Penyu Kota Pariaman. Didukung rencana
pengembangan kawasan ekowisata berbasis konservasi, dengan potensi destinasi wisata yang
bernilai tinggi kawasan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan daya tarik itu maka
dirancanglah sebuah media informasi navigasi yang informatif untuk kawasan Konservasi Penyu
Pariaman. Perancangan ini bertujuan agar proses kunjungan menjadi lebih efektif dan efisien
saat berada di kawasan konservasi. Pada perancangan ini proses pengumpulan data
menggunakan metode kualitatif dengan cara analisis deskriptif, meliputi observasi langsung ke
lokasi, wawancara kepada sumber terkait, pengumpulan data menggunakan studi pustaka, dan
analisis matriks perbandingan. Data tersebut dikumpulkan dan dianalisa sehingga mendapatkan
solusi untuk mendukung prasarana kawasan konservasi, dengan adanya perancangan
Environmental Graphic Design akan membuat identitas baru bagi Konservasi Penyu Kota
Pariaman sebagai alat informasi keberadaan kawasan ekowisata yang memiliki potensi untuk
lebih dikenal masyarakat mancanegara agar dapat bersaing tingkat dunia.
Kata kunci: environmental graphic design, konservasi, penyu, signage.
Abstract: Sea Turtle is one of the protected animals under Indonesian law since its population is
threatened with extinction. The coastal area of Pariaman city is the habitat of 3 out of 6 turtle
species in Indonesia. To monitor and protect turtle habitat in the area, UPTD Pariaman Turtle
Conservation was formed. Supported by a conservation-based ecotourism area development
plan, with high-value tourist destination potential, this area can encourage economic growth.
With that attraction, an informative navigational information media was designed for the
Pariaman Turtle Conservation area. This research aims to make the visit process more effective
and efficient while in a conservation area. In this research, the data collection process uses
qualitative methods through descriptive analysis, including direct observation of the location,
interviews with related sources, data collection using literature studies, and comparison matrix
ISSN : 2355-9349
e-Proceeding of Art & Design : Vol.10, No.2 April 2023 | Page 1941
analysis. The data is collected and analyzed to obtain a solution to support the infrastructure of
the conservation area, with the design of the Environmental Graphic Design, will create a new
identity for the Turtle Conservation of Pariaman City as a means of information on the existence
of ecotourism areas that have the potential to be better known by the international community
so that they can compete at world level.
Keywords: environmental graphic design, conservation, sea turtle, signage
PENDAHULUAN
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan potensi sumberdaya alam yang melimpah,
serta berbagai habitat laut yang beragam (Kadar, 2015). Salah satu kekayaan tersebut
menjadikan perairan Indonesia sebagai jalur migrasi penyu, serta menjadi salah satu
tempat bertelur enam dari tujuh jenis penyu yang ada di dunia (kkp.go.id, 2019). Kondisi
populasi penyu saat ini semakin menurun karena faktor alam, aktivitas manusia secara
langsung atau tidak langsung dan ancaman kepunahan jangka panjang. Berdasarkan
Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan
Ekosistemnya, menyebutkan semua spesies penyu tergolong dalam kategori satwa yang
dilindungi. Segala kegiatan perburuan dengan berbagai alasan harus diakhiri sebelum
semua spesies penyu yang ada di perairan Indonesia habis (wwf.id, 2021).
Salah satu daerah yang kawasan pantainya merupakan habitat bertelur penyu di
Indonesia adalah Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Penyu biasa bertelur di
wilayah pesisir dan di enam pulau-pulau kecil Kota Pariaman, jenis penyu yang ada di
sekitar yaitu penyu hijau, penyu lekang, dan penyu sisik. Untuk memonitori dan
melindungi habitat penyu tersebut, dibentuklah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)
Konservasi Penyu Pariaman untuk melaksanakan kegiatan operasional dan penunjang
teknis. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemantauan, sosialisasi, pengembangbiakan,
pengembalian tukik ke laut, dan lainnya. Terdapat rencana pengembangan kawasan
ekowisata berbasis konservasi ke arah pariwisata, diperkuat dengan pernyataan Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), hal ini berbagai manfaat ekonomi, sosial dan
lingkungan (Republika.co.id, 2018).
ISSN : 2355-9349
e-Proceeding of Art & Design : Vol.10, No.2 April 2023 | Page 1942
Namun kondisi di lapangan, masih minimnya prasarana papan tanda atau signage
mengakibatkan jalan menuju kawasan konservasi tidak teratur dan kurang efisien.
Keberadaan papan penunjuk arah di pinggir jalan membantu mengarahkan menuju
kawasan konservasi, lalu di dalam lokasi terlihat kondisi eksisting papan petunjuka arah
(wayfinding) dengan pemilihan jenis huruf yang kurang sesuai dan pemilihan warna yang
kurang baik secara visual karena hanya berbentuk papan seadanya, warna tidak
konsisten, sehingga pengunjung kesulitan saat membaca informasi dan petunjuk yang
ada di lokasi.
Dari uraian diatas mulai dari kondisi populasi penyu menurun hingga terancam punah,
pengembangan kawasan ekowisata ke arah pariwisata, dan kurangnya media informasi
di kawasan konservasi penyu kota pariaman, maka dari itu solusi yang dapat peneliti
tawarkan adalah sebuah media informasi navigasi yang memuat informasi tentang lokasi
dan meningkatkan kesadaran untuk melindungi penyu. Maka dari itu diperlukan sebuah
Environmental Graphic Design pada Konservasi Penyu Kota Pariaman untuk menunjang
prasarana, meningkatkan pengetahuan serta kenyamanan pengunjung dan ketertiban
suasana di area konservasi, juga menunjang rencana pemerintah dalam meningkatkan
wisata ekowisata yang memiliki potensi untuk lebih dikenal masyarakat agar dapat
bersaing di tingkat dunia.
DASAR PEMIKIRAN
Environmental Graphic Design
Environment Graphic Design atau disingkat EGD, adalah komunikasi grafis
informasi yang ada di lingkungan (Calori & vanden Eynden, 2015). Pemahaman yang
dipaparkan oleh Calori adalah bahwa perancangan grafis tidak serta merta hanya
mencakup dua dimensi saja, bisa dibuat dalam bentuk tiga dimensi, Calori juga
menegaskan bahwa EGD adalah bidang ilmu yang dapat (...truncated)