PERANCANGAN ENVIRONMENTAL GRAPHIC DESIGN SEBAGAI MEDIA INFORMASI DAN IDENTITAS VISUAL PADA UPTD KONSERVASI PENYU KOTA PARIAMAN

eProceedings of Art & Design, May 2023

Penyu merupakan salah satu hewan yang dilindungi dalam undang-undang negaraIndonesia karena populasinya yang terancam punah. Wilayah pesisir kota Pariaman merupakanhabitat 3 dari 6 jenis penyu yang ada di Indonesia. Untuk memonitori dan melindungi habitatpenyu di area tersebut, dibentuklah UPTD Konservasi Penyu Kota Pariaman. Didukung rencanapengembangan kawasan ekowisata berbasis konservasi, dengan potensi destinasi wisata yangbernilai tinggi kawasan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan daya tarik itu makadirancanglah sebuah media informasi navigasi yang informatif untuk kawasan Konservasi PenyuPariaman. Perancangan ini bertujuan agar proses kunjungan menjadi lebih efektif dan efisiensaat berada di kawasan konservasi. Pada perancangan ini proses pengumpulan datamenggunakan metode kualitatif dengan cara analisis deskriptif, meliputi observasi langsung kelokasi, wawancara kepada sumber terkait, pengumpulan data menggunakan studi pustaka, dananalisis matriks perbandingan. Data tersebut dikumpulkan dan dianalisa sehingga mendapatkansolusi untuk mendukung prasarana kawasan konservasi, dengan adanya perancanganEnvironmental Graphic Design akan membuat identitas baru bagi Konservasi Penyu KotaPariaman sebagai alat informasi keberadaan kawasan ekowisata yang memiliki potensi untuklebih dikenal masyarakat mancanegara agar dapat bersaing tingkat dunia.Kata kunci: environmental graphic design, konservasi, penyu, signage.

PERANCANGAN ENVIRONMENTAL GRAPHIC DESIGN SEBAGAI MEDIA INFORMASI DAN IDENTITAS VISUAL PADA UPTD KONSERVASI PENYU KOTA PARIAMAN

ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.10, No.2 April 2023 | Page 1940 PERANCANGAN ENVIRONMENTAL GRAPHIC DESIGN SEBAGAI MEDIA INFORMASI DAN IDENTITAS VISUAL PADA UPTD KONSERVASI PENYU KOTA PARIAMAN Putri Fadilla1, Sri Soedewi2 dan Idhar Resmadi3 1,2,3S1 Desain Komunikasi Visual, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom, Jl. Telekomunikasi No. 1, Terusan Buahbatu - Bojongsoang, Sukapura, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40257 , , Abstrak: Penyu merupakan salah satu hewan yang dilindungi dalam undang-undang negara Indonesia karena populasinya yang terancam punah. Wilayah pesisir kota Pariaman merupakan habitat 3 dari 6 jenis penyu yang ada di Indonesia. Untuk memonitori dan melindungi habitat penyu di area tersebut, dibentuklah UPTD Konservasi Penyu Kota Pariaman. Didukung rencana pengembangan kawasan ekowisata berbasis konservasi, dengan potensi destinasi wisata yang bernilai tinggi kawasan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan daya tarik itu maka dirancanglah sebuah media informasi navigasi yang informatif untuk kawasan Konservasi Penyu Pariaman. Perancangan ini bertujuan agar proses kunjungan menjadi lebih efektif dan efisien saat berada di kawasan konservasi. Pada perancangan ini proses pengumpulan data menggunakan metode kualitatif dengan cara analisis deskriptif, meliputi observasi langsung ke lokasi, wawancara kepada sumber terkait, pengumpulan data menggunakan studi pustaka, dan analisis matriks perbandingan. Data tersebut dikumpulkan dan dianalisa sehingga mendapatkan solusi untuk mendukung prasarana kawasan konservasi, dengan adanya perancangan Environmental Graphic Design akan membuat identitas baru bagi Konservasi Penyu Kota Pariaman sebagai alat informasi keberadaan kawasan ekowisata yang memiliki potensi untuk lebih dikenal masyarakat mancanegara agar dapat bersaing tingkat dunia. Kata kunci: environmental graphic design, konservasi, penyu, signage. Abstract: Sea Turtle is one of the protected animals under Indonesian law since its population is threatened with extinction. The coastal area of Pariaman city is the habitat of 3 out of 6 turtle species in Indonesia. To monitor and protect turtle habitat in the area, UPTD Pariaman Turtle Conservation was formed. Supported by a conservation-based ecotourism area development plan, with high-value tourist destination potential, this area can encourage economic growth. With that attraction, an informative navigational information media was designed for the Pariaman Turtle Conservation area. This research aims to make the visit process more effective and efficient while in a conservation area. In this research, the data collection process uses qualitative methods through descriptive analysis, including direct observation of the location, interviews with related sources, data collection using literature studies, and comparison matrix ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.10, No.2 April 2023 | Page 1941 analysis. The data is collected and analyzed to obtain a solution to support the infrastructure of the conservation area, with the design of the Environmental Graphic Design, will create a new identity for the Turtle Conservation of Pariaman City as a means of information on the existence of ecotourism areas that have the potential to be better known by the international community so that they can compete at world level. Keywords: environmental graphic design, conservation, sea turtle, signage PENDAHULUAN Indonesia sebagai negara kepulauan dengan potensi sumberdaya alam yang melimpah, serta berbagai habitat laut yang beragam (Kadar, 2015). Salah satu kekayaan tersebut menjadikan perairan Indonesia sebagai jalur migrasi penyu, serta menjadi salah satu tempat bertelur enam dari tujuh jenis penyu yang ada di dunia (kkp.go.id, 2019). Kondisi populasi penyu saat ini semakin menurun karena faktor alam, aktivitas manusia secara langsung atau tidak langsung dan ancaman kepunahan jangka panjang. Berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, menyebutkan semua spesies penyu tergolong dalam kategori satwa yang dilindungi. Segala kegiatan perburuan dengan berbagai alasan harus diakhiri sebelum semua spesies penyu yang ada di perairan Indonesia habis (wwf.id, 2021). Salah satu daerah yang kawasan pantainya merupakan habitat bertelur penyu di Indonesia adalah Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Penyu biasa bertelur di wilayah pesisir dan di enam pulau-pulau kecil Kota Pariaman, jenis penyu yang ada di sekitar yaitu penyu hijau, penyu lekang, dan penyu sisik. Untuk memonitori dan melindungi habitat penyu tersebut, dibentuklah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Konservasi Penyu Pariaman untuk melaksanakan kegiatan operasional dan penunjang teknis. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemantauan, sosialisasi, pengembangbiakan, pengembalian tukik ke laut, dan lainnya. Terdapat rencana pengembangan kawasan ekowisata berbasis konservasi ke arah pariwisata, diperkuat dengan pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), hal ini berbagai manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan (Republika.co.id, 2018). ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.10, No.2 April 2023 | Page 1942 Namun kondisi di lapangan, masih minimnya prasarana papan tanda atau signage mengakibatkan jalan menuju kawasan konservasi tidak teratur dan kurang efisien. Keberadaan papan penunjuk arah di pinggir jalan membantu mengarahkan menuju kawasan konservasi, lalu di dalam lokasi terlihat kondisi eksisting papan petunjuka arah (wayfinding) dengan pemilihan jenis huruf yang kurang sesuai dan pemilihan warna yang kurang baik secara visual karena hanya berbentuk papan seadanya, warna tidak konsisten, sehingga pengunjung kesulitan saat membaca informasi dan petunjuk yang ada di lokasi. Dari uraian diatas mulai dari kondisi populasi penyu menurun hingga terancam punah, pengembangan kawasan ekowisata ke arah pariwisata, dan kurangnya media informasi di kawasan konservasi penyu kota pariaman, maka dari itu solusi yang dapat peneliti tawarkan adalah sebuah media informasi navigasi yang memuat informasi tentang lokasi dan meningkatkan kesadaran untuk melindungi penyu. Maka dari itu diperlukan sebuah Environmental Graphic Design pada Konservasi Penyu Kota Pariaman untuk menunjang prasarana, meningkatkan pengetahuan serta kenyamanan pengunjung dan ketertiban suasana di area konservasi, juga menunjang rencana pemerintah dalam meningkatkan wisata ekowisata yang memiliki potensi untuk lebih dikenal masyarakat agar dapat bersaing di tingkat dunia. DASAR PEMIKIRAN Environmental Graphic Design Environment Graphic Design atau disingkat EGD, adalah komunikasi grafis informasi yang ada di lingkungan (Calori & vanden Eynden, 2015). Pemahaman yang dipaparkan oleh Calori adalah bahwa perancangan grafis tidak serta merta hanya mencakup dua dimensi saja, bisa dibuat dalam bentuk tiga dimensi, Calori juga menegaskan bahwa EGD adalah bidang ilmu yang dapat (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/download/20043/19408
Article home page: https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/20043/19408

Putri Fadilla, Sri Soedewi, Idhar Resmadi. PERANCANGAN ENVIRONMENTAL GRAPHIC DESIGN SEBAGAI MEDIA INFORMASI DAN IDENTITAS VISUAL PADA UPTD KONSERVASI PENYU KOTA PARIAMAN, eProceedings of Art & Design, 2023,