Penentuan Biaya Detox Xylene Karsinogen Pada Pekerja Di Industri Sepatu Di Surabaya

Indonesian Journal of Health Science, Apr 2024

Pendahuluan: xylene merupakan senyawa pelarut organic berbahaya yang sering ditemukan di perusahaan home industry sepatu yang digunakan sebagai salah satu bahan dalam penggunaan lem sepatu. Untuk mengurangi dan menghilangkan toksin Xylene dari dalam tubuh, dapat dilakukan melalui proses detoksifikasi. Salah satu pendekatan proses detoksifikasi adalah menggunakan makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung asupan makanan dan penentuan biaya detox pada makanan yang mengandung enzim CYP2E1 dan asam glukuronat yang dibutuhkan untuk mendetoksifikasi xylene. Metode: jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 12 pekerja. Lokasi penelitian ini adalah di home industry sepatu Oso Wilangun, Surabaya. Variabelnya adalah berat badan, lama kerja (tahun), waktu kerja setiap hari (jam), dan waktu kerja dalam seminggu (hari) serta pengukuran konsentrasi. Setelah mendapatkan semua variabel di atas, intake xylene, massa detox dan biaya detox per responden dapat dihitung. Kemudian, dosis efektif dan biaya yang diperlukan untuk makanan yang mengandung enzim CYP2El dan asam glukuronat akan diperoleh. Hasil: Semua responden yang berada di tempat kerja menunjukkan konsentrasi Xylene di bawah Nilai Ambang Batas (NAB). Responden dengan biaya detox xylene paling tinggi adalah responden dengan konsentrasi paparan tertinggi serta masa kerja dan waktu kerja yang lama. Kesimpulan: Tingkat kecukupan enzim masing-masing responden berbeda. Tingkat biaya detox masing-masing responden tergantung pada dosis efektif, harga makanan, konsentrasi xylene, masa kerja dan waktu kerja. Setiap responden dapat memilih makanan tergantung pada kebutuhan dan selera mereka.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnalku.org/index.php/ijhs/article/download/502/610

Penentuan Biaya Detox Xylene Karsinogen Pada Pekerja Di Industri Sepatu Di Surabaya

Indonesian Journal of Health Science Volume 4 No.2, 2024 PENENTUAN BIAYA DETOX XYLENE KARSINOGEN PADA PEKERJA DI INDUSTRI SEPATU DI SURABAYA Riza Irianingtyas , Poltekkes Kerta Cendekia Abstract Introduction: xylene is a dangerous organic solvent compound that is often found in shoe home industry companies that is used as one of the ingredients in the use of shoe glue. To reduce and eliminate Xylene toxin from the body, it can be done through a detoxification process. One approach to the detoxification process is to use food. The purpose of this study was to calculate food intake and determine the cost of detox in foods containing enzymes. Method: this type of research is descriptive research. The subjects of the study were 12 workers. The location of this research is in the home industry of Oso Wilangun shoes, Surabaya. The variables are weight, length of work (years), working time every day (hours), and working time in a week (days) as well as concentration measurements. After obtaining all the above variables, xylene intake, detox mass and detox cost per respondent can be calculated. Then, the effective and cost required dosage for foods containing the enzyme CYP2El and glucuronic acid will be obtained. Results: All respondents who were at work showed Xylene concentrations below the Threshold Value (NAV). Respondents with the highest detox xylene costs are those with the highest concentration of exposure as well as long working and working time. Conclusion: Each respondent's enzyme adequacy level was different. Each respondent's detox cost level depends on the effective dose, food price, xylene concentration, length of service and working time. Each respondent can choose food depending on their needs and tastes. Keywords: Cost of detox, CYP2E1, Effective Dose of Detox, Glucuronate Abstrak Pendahuluan: xylene merupakan senyawa pelarut organic berbahaya yang sering ditemukan di perusahaan home industry sepatu yang digunakan sebagai salah satu bahan dalam penggunaan lem sepatu. Untuk mengurangi dan menghilangkan toksin Xylene dari dalam tubuh, dapat dilakukan melalui proses detoksifikasi. Salah satu pendekatan proses detoksifikasi adalah menggunakan makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung asupan makanan dan penentuan biaya detox pada makanan yang mengandung enzim CYP2E1 dan asam glukuronat yang dibutuhkan untuk mendetoksifikasi xylene. Metode: jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 12 pekerja. Lokasi penelitian ini adalah di home industry sepatu Oso Wilangun, Surabaya. Variabelnya adalah berat badan, lama kerja (tahun), waktu kerja setiap hari (jam), dan waktu kerja dalam seminggu (hari) serta pengukuran konsentrasi. Setelah mendapatkan semua variabel di atas, intake xylene, massa detox dan biaya detox per responden dapat dihitung. Kemudian, dosis efektif dan biaya yang diperlukan untuk makanan yang mengandung enzim CYP2El dan asam glukuronat akan diperoleh. Hasil: Semua responden yang berada di tempat kerja menunjukkan konsentrasi Xylene di bawah Nilai Ambang Batas (NAB). Responden dengan biaya detox xylene paling tinggi adalah responden dengan konsentrasi paparan tertinggi serta masa kerja dan waktu kerja yang lama. Kesimpulan: Tingkat kecukupan enzim masing-masing responden berbeda. Tingkat biaya detox masing-masing responden tergantung pada dosis efektif, harga makanan, konsentrasi xylene, masa kerja dan waktu kerja. Setiap responden dapat memilih makanan tergantung pada kebutuhan dan selera mereka. Kata kunci: Biaya detox, CYP2E1, Glukuronat, Dosis efektif detox PENDAHULUAN Penggunaan bahan kimia telah berkembang sangat luas dan bebas seiring dengan perkembangan industri yang sangat pesat. Bahan kimia yang banyak digunakan di industri adalah pelarut organik dan banyak digunakan di sektor informal. Hal ini menjadikan pekerja sektor informal sangat mungkin untuk mengalami dampak merugikan dari penggunaan bahan kimia pada proses kerjanya. Salah satu sektor informal yang menggunakan bahan kimia adalah home industri sepatu atau sandal yang menggunakan bahan lem yang mengandung beberapa baham kimia dalam proses kerjanya. Menurut penelitian Kirkelet et al (2008) terhadap 23 pekerja yang bekerja di baprik sepatu menunjukkan hasil 17 pekerja mengalami gangguan akibat terpapar bahan kimia lem. Page | 105 Indonesian Journal of Health Science Volume 4 No.2, 2024 Bahan kimia berupa pelarut organic yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, salah satunya adalah xylene. Xylene atau dimetilbenzena adalah turunan benzene dengan rumus molekul C6H4(CH3)2. Berat molekulnya 106,17 gram/mol dengan komposisi karbon 90,5% dan hidrogen 9,5% (Cahyana, Sukrisna dan Mulyani, 2015). Cairan ini tidak berwarna, dibuat dari minyak bumi atau aspal cair, sifatnya mudah terbakar dan sering digunakan sebagai pelarut (Jacobson, G dan McLean,S., 2003). Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam SNI 19-02322005 yang mengacu pada surat edaran Menteri Tenaga Kerja Nomor SE-01/MEN/1997 tentang Nilai Ambang Batas faktor kimia di udara lingkungan kerja, menetapkan nilai ambang batas xylene adalah 100 ppm atau 435 mg/m³ selama 8 jam. OSHA menetapkan hal senada untuk TWA yaitu 100 ppm atau sekitar 435 mg/m3. ACGIH menentukan nilai 100 ppm selama 8 jam untuk batas TWA dan 150 ppm selama 15 menit untuk STEL. Sedangkan NIOSH menetapkan angka yang sama untuk TWA yaitu 100 ppm atau sekitar 435 mg/m3 dan 150 ppm atau sekitar 655 mg/m3 untuk STEL. Dampak utama akibat paparan xylene adalah gangguan pada sistem saraf pusat (SSP), dengan gejala seperti sakit kepala, pusing, mual dan muntah. pada paparan yang rendah (< 200 ppm) bersifat reversibel dan tidak menyebabkan kerusakan permanen. Pada pemaparan 100 ppm, seseorang mungkin mengalami mual atau sakit kepala. Sedangkan paparan pada konsentrasi tinggi (>100 ppm), dapat mengalami gejala seperti pusing, kelemahan, iritabilitas, muntah, dan reaksi lambat. Paparan xylene pada jangka panjang dapat menyebabkan sakit kepala, iritabilitas, depresi, insomnia, agitasi, kelelahan ekstrim, tremor, gangguan konsentrasi dan ingatan jangka pendek atau pada umumnya disebut sebagai "sindrom pelarut organik" (ATSDR, 2007) Pengendalian dan penanganan sangat diperlukan bertujuan untuk menjamin kesehatan dan keselamatan kerja para pekerja khususnya pada industry yang terpapar bahan kimia. Salah satu upaya yaitu mengurangi dan bahkan menghilangkan racun dalam senyawa kimia dalam tubuh melalui proses biotransformasi yaitu proses perubahan toksin yang dikatalisis oleh enzim tertentu pada makhluk hidup yang bertujuan untuk mengubah non-polar menjadi polar, kemudian menjadi hidrofilik sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh. Bahan toksik berupa xylene yang masuk ke dalam proses biotransformasi akan mengalami detoksifikasi, yaitu lintasan metabolisme yang mengurangi kadar racun di dalam tubuh. Pada fase detoksifikasi pertama adalah oksidasi melalui hati dengan Enzim P450 menjadi 2-metilbenzoat. mengalami konyugasi glisin dan kemudian d (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnalku.org/index.php/ijhs/article/download/502/610
Article home page: https://jurnalku.org/index.php/ijhs/article/view/502/610

Riza Irianingtyas. Penentuan Biaya Detox Xylene Karsinogen Pada Pekerja Di Industri Sepatu Di Surabaya, Indonesian Journal of Health Science, 2024, pp. 105-113,