PENERAPAN METODE CERTAINTY FACTOR DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN PADA SISTEM PAKAR DALAM MENDIAGNOSIS PARASIT PADA IKAN
ISSN: 2745-375
Djtechno : Journal of Information Technology Research
Vol. 2, No. 1 Juli Tahun 2021
PENERAPAN METODE CERTAINTY FACTOR DENGAN
TINGKAT KEPERCAYAAN PADA SISTEM PAKAR DALAM
MENDIAGNOSIS PARASIT PADA IKAN
Rosyid Ridlo Al Hakim1), Agung Pangestu2), Ariep Jaenul3)
1) Teknik Elektro, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Global Jakarta, Indonesia
2) Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
E-mail:
Abstrak
Ikan merupakan komoditas akuatik yang mengandung protein-protein esensial. Pelaku budidaya
akuakultur ikan khususnya, tidak selalu lancar dalam usaha budidayanya, karena pasti suatu saat ikan
akan mengalami gangguan penyakit, baik infeksius maupun non-infeksius. Penyakit pada ikan dapat
disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, dan parasit. Metode penelitian dimulai dari studi literatur
penelitian-penelitian sebelumnya yang relevan. Analisis data mengalkulasi certainty factor (CF),
kemudian didesain SDLC dengan tipe waterfall, desain activity diagram dan use case diagram. Hasil
penerapan metode certainty factor (CF) untuk sistem pakar dalam diagnosis penyakit-penyakit ikan yang
disebabkan oleh parasit dapat diterapkan untuk 12 penyakit dengan tingkat kepercayaan di atas 95%.
Kata Kunci: faktor kepastian, parasit pada ikan, penyakit ikan, sistem pakar.
Abstract
Fish is an aquatic commodity that contains essential proteins. Fish aquaculture practitioners in particular,
do not always run smoothly in their cultivation business, because one day the fish will experience disease
disorders, both infectious and non-infectious. Diseases in fish can be caused by bacteria, viruses, fungi, and
parasites. The research method starts from a literature study of relevant previous studies. Data analysis
calculates certainty factor (CF), then designed SDLC with waterfall type, design activity diagram and use
case diagram. The results of applying the certainty factor (CF) method for expert systems in the diagnosis of
fish diseases caused by parasites can be applied to 12 diseases with a confidence level of above 95%.
Keywords: certainty factors, expert systems, fish diseases, fish parasites.
29
ISSN: 2745-375
Djtechno : Journal of Information Technology Research
Vol. 2, No. 1 Juli Tahun 2021
PENDAHULUAN
2013); sistem pakar dengan metode
Ikan merupakan komoditas akuatik
certainty factor untuk diagnosis penyakit
yang mengandung protein-protein esensial
pada ikan bawal (Anggraini & Fitria, 2019),
seperti omega 3, omega 5, dan omega 6
ikan nila (Hidayati, 2017), ikan patin (Dewi
berperan dalam perkembangan tubuh
& Arnie, 2017), serta ikan air tawar dan
manusia.
hias (Z. Hakim & Rizky, 2020);
Ikan
banyak
di
budidaya
maupun melimpah di laut dan dapat
meningkatkan
devisa
apabila
berbagai metode, salah satunya metode
diimpor. Pelaku budidaya akuakultur ikan
certainty factor (R. R. Al Hakim, 2020; R. R.
khususnya, tidak selalu lancar dalam usaha
Al
budidayanya, karena pasti suatu saat ikan
mempertimbangkan
akan mengalami gangguan penyakit, baik
pakar untuk keperluan diagnosis penyakit-
infeksius maupun non-infeksius. Penyakit
penyakit pada ikan dan diagnosis dapat
pada ikan dapat disebabkan oleh bakteri,
dilakukan dengan menerapkan metode
virus, jamur, dan parasit (cacing, protozoa,
certainty factor yang disertai tingkat
krustasea
kepercayaan dalam persentase.
kecil)
negara
Sistem pakar dapat diterapkan dalam
(Desdevises,
2008;
Rokhmani & Budianto, 2017).
Seiring
teknologi
dengan
kecerdasan
et
al.,
2020).
Pentingnya
penerapan
sistem
METODE PENELITIAN
berkembangnya
buatan,
Hakim
Metode penelitian dijelaskan pada
peran
Gambar 1.
teknologi ini sangat penting di bidang
penyakit. Teknologi ini merupakan sistem
pakar dan dapat menggantikan peran
manusia ahli dalam melakukan tugasnya
(R. R. Al Hakim, 2020; R. R. Al Hakim et al.,
2020). Beberapa penelitian sebelumnya
telah melaporkan penerapan sistem pakar
untuk kepentingan diagnosis penyakit
Gambar 1. Alur metode penelitian
pada ikan, antara lain sistem pakar
Penelitian dimulai dari studi literatur
kombinasi metode forward chaining dan
certainty factor dalam diagnosis penyakit
penelitian-penelitian
pada ikan cupang (Budi, 2017) dan ikan
relevan.
konsumsi air tawar (Elfani & Pujiyanta,
certainty factor (CF), kemudian didesain
30
Analisis
sebelumnya
data
yang
mengalkulasi
ISSN: 2745-375
Djtechno : Journal of Information Technology Research
Vol. 2, No. 1 Juli Tahun 2021
SDLC dengan tipe waterfall, desain activity
edema, limpa, dan pendarahan pada organ
diagram dan use case diagram.
dalam (Nurcahyo, 2019). Namun peneliti
mengklasifikasi penyakit pada ikan yang
HASIL DAN PEMBAHASAN
berdasarkan bobot-bobot tertentu terhadap
Secara umum ikan yang sakit akan
menampakkan
gejala-gejala
antara
gejala-gejala yang ditimbulkan, hal ini berguna
lain
untuk mendapatkan nilai faktor kepastian.
tingkah laku yang tidak normal, perubahan
fisik
tubuh,
perubahan
(kehitaman/melanosis),
(emaciation),
warna
dropsy,
1.
menjelaskan
klasifikasi
tubuh
penyakit pada ikan beserta gejala yang
kurus
ditimbulkan.
Terdapat
40
gejala
(haemoragi),
menunjukkan ikan dalam kondisi tidak
terdapat nodul-nodul warna putih (white-
sehat. Dari 40 gejala-gejala tersebut,
spot)
termasuk dalam 12 penyakit beserta
atau
mengeluarkan
pendarahan
Tabel
hitam
(black-spot),
lendir/mukus
ikan
berlebih,
penyebabnya.
gerakan renang yang tidak normal, dan gejala-
Masing-masing
gejala
memiliki bobot untuk perhitungan nilai CF.
gejala internal tubuh seperti pembesaran hati,
Tabel 1. Klasifikasi penyakit pada ikan beserta gejala dan penyebabnya
Kode
Penyakit Penyakit
D01
D02
D03
Penyebab
White Spot/Penyakit Protozoa
Ich
Trichodina
Myxobolosis
(Bengkak Tubuh)
Protozoa
Sporozoa
Ikan cenderung mengapung
Kode
Gejal
a
S01
Bintik putih di sirip, tutup insang, ekor
S02
Ikan suka menggosokkan dirinya
Pendarahan/kerusakan sirip
Tubuh tertutup lendir
Ikan bertingkah laku aneh
Perubahan warna kulit ikan
Ikan mengalami kelemahan
Kehilangan berat badan
S03
S04
S05
S06
S07
S08
S09
Gejala
Iritasi kulit ikan
S10
Pendarahan/kerusakan sirip
S04
Kerusakan insang
S11
Terdapat bagian tubuh pucat disertai/tidak S12
dengan pendarahan
Tubuh tertutup lendir
S05
Gangguan pernapasan insang
S13
Gangguan pernapasan insang
S13
Ikan cenderung mengapung
31
S01
ISSN: 2745-375
D04
Heneguya
D05
Penyakit Red
(Epistylis)
Oodinium
D06
D07
Kutilen/Penyakit
Kanak-kanak
Djtechno : Journal of Information Technology Research
Vol. 2, No. 1 Juli Tahun 2021
Sporozoa
Sore Sporozoa
Sporozoa
Helminth
D08
Bintitan
Helminth
D09
Infeksi Lernaea
Krustasea
D10
Infeksi Ergasilus
Krustasea
D11
Kutu Ikan
Krustasea
Ikan mengalami kelemahan
Berenang dekat tepi
Kehilangan berat badan
Pembengkakan pada punggung ikan
Ekor menggelang (melanosis)
skoliosis atau blacktail
S08
S15
S9
S16
S17
S14
Kerusakan insang
Gangguan pernapasan insang
Terdapat kista di organ dalam (...truncated)