ANALISIS PENGARUH KOMPONEN IPM DAN KESEMPATAN KERJA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI BALI PERIODE 2010-2019

E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, Sep 2021

Kemiskinan merupakan ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan. Kemiskinan dianggap masalah sosial yang sangat sulit untuk diatasi khususnya di negara-negara berkembang. Maka dari itu, setiap negara fokus untuk menanggulangi kemiskinan, termasuk Indonesia. Provinsi Bali merupakan salah satu wilayah yang ada di Indonesia yang memiliki masalah kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, pengeluaran per kapita, dan kesempatan kerja secara simultan dan parsial terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Bali. Jumlah observasi pada penelitian ini yaitu sebanyak 100 observasi yang terdiri dari 10 cross section yaitu 1 provinsi dan 9 kabupaten/kota serta time series selama 10 tahun pada periode 2010-2019. Penelitian ini diuji menggunakan data panel metode Estimated Generalied Least Square (EGLS), yang meliputi uji F dan uji t, serta uji ketepatan model dengan menggunakan program Eviews. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, pengeluaran per kapita, dan kesempatan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Bali. Hasil analisis dengan uji parsial diperoleh bahwa rata-rata lama sekolah, pengeluaran per kapita, dan kesempatan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan sedangkan angka harapan hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Bali. Hasil perolehan signifikan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,806098 atau 80,61%. Hal ini berarti bahwa 80,61 persen dari kemiskinan di Provinsi dipengaruhi oleh angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, pengeluaran per kapita, dan kesempatan kerja dan sisanya 19,39 persen dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Penulis menyarankan perlu adanya peran pemerintah terkait kebijakan untuk mengatasi ketimpangan pembangunan manusia antar kabupaten/kota di Provinsi Bali serta peningkatan fasilitas terkait sarana dan prasarana di bidang kesehatan dan pendidikan sehingga pembangunan manusia yang optimal akan meningkatkan produktivitas masyarakatnya dan dapat menurunkan tingkat kemiskinan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ojs.unud.ac.id/index.php/eep/article/download/69672/41425

ANALISIS PENGARUH KOMPONEN IPM DAN KESEMPATAN KERJA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI BALI PERIODE 2010-2019

E-Jurnal EP Unud, 10 [9] : 3528 - 3555 ISSN: 2303-017 ANALISIS PENGARUH KOMPONEN IPM DAN KESEMPATAN KERJA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI BALI PERIODE 2010-2019 I Gusti Agung Ayu Pradnyawati1 Made Kembar Sri Budhi2 1,2 Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Udayana (Unud), Bali, Indonesia e-mail: ABSTRAK Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan. Kemiskinan dianggap masalah sosial yang sangat sulit untuk diatasi khususnya di negara-negara berkembang. Maka dari itu, setiap negara fokus untuk menanggulangi kemiskinan, termasuk Indonesia. Provinsi Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki masalah kemiskinan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, pengeluaran per kapita, dan kesempatan kerja secara simultan dan parsial terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Bali. Jumlah observasi pada penelitian ini yaitu sebanyak 100 observasi yang terdiri dari 10 cross section yaitu 1 provinsi dan 9 kabupaten/kota serta time series selama 10 tahun pada periode 2010-2019. Penelitian ini diuji menggunakan data panel metode Estimated Generalied Least Square (EGLS), yang meliputi uji F dan uji t, serta uji ketepatan model dengan menggunakan program Eviews. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, pengeluaran per kapita, dan kesempatan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Bali. Hasil analisis dengan uji parsial diperoleh bahwa rata-rata lama sekolah, pengeluaran per kapita, dan kesempatan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan sedangkan angka harapan hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Bali. Kata kunci: kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia, kesempatan kerja ABSTRACT Poverty is seen as an inability to meet the needs of clothing, food and shelter. Poverty is a very difficult social problem to overcome, especially in developing countries. Therefore, every country focuses on reducing poverty, including Indonesia. Bali Province is one of the provinces in Indonesia which has a poverty problem. This study aims to analyze the effect of life expectancy, average length of schooling, per capita expenditure, and job opportunities simultaneously and partially on poverty levels in Bali Province. The number of observations in this study was 100 observations consisting of 10 sections, namely 1 province and 9 districts / cities and a time series for 10 years in the 20102019 period. This research was tested using the Estimated Generalied Least Square (EGLS) data panel method, which includes the F test and t test, as well as the model accuracy test using the Eviews program. Based on the analysis, it is found that the life expectancy rate, average length of schooling, per capita expenditure, and job opportunities simultaneously have a significant effect on poverty in Bali Province. The results of the analysis using the partial test show that the average length of schooling, per capita expenditure, and have a negative and significant effect on poverty, while life expectancy has no significant effect on poverty in Bali Province. Keywords: poverty, Human Development Index, job opportunities 3528 E-JURNAL EKONOMI PEMBANGUNAN UNIVERSITAS UDAYANA Vol. 10 No 9 SEPTEMBER PENDAHULUAN Isu-isu mengenai kemiskinan merupakan fokus pembangunan di setiap negara di dunia terutama di negara-negara yang berkembang, termasuk Indonesia sendiri. Penanganan kemiskinan haruslah dimengerti dan dipahami sebagai persoalan dunia, maka seharusnya ditangani secara global. Hal ini dilakukan untuk memahami secara menyeluruh setiap program penanggulangan kemiskinan. Dalam Sustainable Development Goals (SDGs) dinyatakan “no poverty” sebagai poin pertama prioritas. Hal ini berarti bahwa dunia bersepakat untuk meniadakan kemiskinan dalam bentuk apapun di dunia ini (Ishartono & Santoso TR, 2016). Salah satu tujuan Bank Dunia adalah mengurangi kemiskinan ekstrem atau extreme poverty. Kemiskinan ekstrem merupakan kemiskinan yang dipandang dari sisi pendapatan. Menurut World Poverty Clock (2019), negara-negara Asia Tenggara dengan tingkat kemiskinan ekstrem di atas tiga persen dan tertinggi adalah Laos, Filipina, dan Indonesia. Persentase kemiskinan ekstrem di Laos merupakan yang paling tinggi yaitu sebesar 13 persen atau sebesar 895,3 ribu jiwa dari jumlah populasi penduduknya sebanyak 7,06 juta jiwa. Persentase kemiskinan ekstrem tertinggi kedua yaitu Filipina sebesar 4,5 persen atau sebesar 4,8 juta jiwa dari jumlah populasi penduduknya sebanyak 107,9 juta jiwa. Indonesia menduduki peringkat ketiga dengan persentase penduduk kemiskinan ekstrem sebesar 4 persen atau sebesar 10,5 juta jiwa dari jumlah populasi penduduknya sebanyak 269,1 juta jiwa. Jika dilihat dari besar persentasenya, Laos menjadi negara di Asia Tenggara yang memiliki tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi. Namun, jumlah penduduk dalam status kemiskinan ekstrem tertinggi yaitu Indonesia. 3529 Analisis Pengaruh Komponen IPM...[I Gst. A.A. Pradnyawati, Made Kembar Sri Budhi] Provinsi Bali merupakan salah satu provinsi yang terdapat di Indonesia yang sangat populer sebagai tujuan wisata juga memiliki masalah kemiskinan. Walaupun Bali merupakan destinasi pariwisata dengan pendapatan triliunan rupiah per tahun dan merupakan penyumbang devisa sektor pariwisata terbesar, namun masih banyak terjadi kemiskinan dan ketidakmerataan antardaerahnya. Persentase Kemiskinan Provinsi Bali menurut Kab/Kota 2010-2019 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 2010 2011 Jembrana 2013 2014 Tabanan 2015 Badung Bangli Karangasem Buleleng 2016 2017 Gianyar Denpasar 2018 2019 Klungkung Bali Sumber : Badan Pusat Statistik, 2020. Gambar 1 Persentase Kemiskinan Provinsi Bali menurut Kab/Kota 2010-2019 Tingkat presentase kemiskinan di Provinsi Bali dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi dan cenderung menurun. Persentase kemiskinan pada tahun 2019 merupakan persentase kemiskinan yang paling rendah dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan. Meski terjadi penurunan angka kemiskinan, penurunan tersebut belum merata di setiap daerahnya. Rata-rata persentase kemiskinan yang paling tinggi yaitu di Kabupaten Karangasem. Sebaliknya, persentase kemiskinan yang paling kecil adalah di 3530 E-JURNAL EKONOMI PEMBANGUNAN UNIVERSITAS UDAYANA Vol. 10 No 9 SEPTEMBER Kabupaten Badung dan Kota Denpasar yang jauh di bawah persentase kemiskinan Provinsi Bali. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi ketidakmerataan persebaran penduduk miskin di Provinsi Bali. Sasaran dari pembangunan ialah membenahi kondisi ekonomi masyarakat menuju peningkatan lebih baik agar jumlah masyarakat yang tergolong miskin dapat berkurang (Ningsih dan Mohd. Nur S., 2016). Sa (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ojs.unud.ac.id/index.php/eep/article/download/69672/41425
Article home page: https://ojs.unud.ac.id/index.php/eep/article/view/69672/41425

Pradnyawati I Gusti Agung Ayu, Sri Budhi Made Kembar. ANALISIS PENGARUH KOMPONEN IPM DAN KESEMPATAN KERJA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI BALI PERIODE 2010-2019, E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, 2021, pp. 3528 - 3555,