Preferensi Bermukim Buruh Industri Besar di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo

Desa-Kota : Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Pemukiman, Aug 2023

Hinterland Kota Surakarta merupakan wilayah yang strategis dalam pengembangan sektor industri, dimana salah satunya adalah di Kabupaten Sukoharjo. Menurut Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Sukoharjo Tahun 2018-2038, di Kabupaten Sukoharjo terdapat kawasan yang perkembangannya sangat pesat, yaitu Kecamatan Grogol. Perkembangan pesat di Kecamatan Grogol ini ini mengundang banyak pendatang untuk bekerja sebagai buruh industri yang kemudian tidak dapat mengakses perumahan formal sebagai akibat kurangnya penyediaan rumah formal bagi buruh industri. Dengan latar belakang dan karakteristik yang berbeda-beda, para pendatang mengakses perumahan dengan preferensi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi pengaruh dalam preferensi untuk bermukim pada buruh industri besar di Kecamatan Grogol. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan kuesioner, serta pengumpulan data sekunder melalui pengumpulan data instansional dan studi literatur. Teknik analisis yang dipakai adalah analisis faktor. Hasil analisis yang mendapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi buruh industri dalam menentukan lokasi bermukim adalah faktor kondisi rumah dan kualitas lingkungan, faktor kenyamanan lingkungan dan jarak tempat kerja, faktor keamanan mengakses layanan umum, serta yang terakhir adalah faktor sarana dasar. Faktor dominan yang mempengaruhi buruh industri besar di Kecamatan Grogol dalam memilih tempat tinggal adalah faktor kondisi rumah dan kualitas lingkungan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.uns.ac.id/jdk/article/download/72229/41806

Preferensi Bermukim Buruh Industri Besar di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo

OPEN ACCESS http://jurnal.uns.ac.id/jdk E-ISSN: 2656-5528 Volume 5, Nomor 2, 2023, 38-50 Preferensi Bermukim Buruh Industri Besar di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo Preference for Living of Large-Industry Workers in Grogol District, Sukoharjo Regency Fiki Octavia1*, Hakimatul Mukaromah1,2, Isti Andini1,2 1 Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia 2 Pusat Informasi dan Pengembangan Wilayah (PIPW), LPPM Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia *Penulis korespondensi. e-mail: (Diterima: 13 Maret 2023; Disetujui: 27 Maret 2023) Abstrak Hinterland Kota Surakarta merupakan wilayah yang strategis dalam pengembangan sektor industri, dimana salah satunya adalah di Kabupaten Sukoharjo. Menurut Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Sukoharjo Tahun 2018-2038, di Kabupaten Sukoharjo terdapat kawasan yang perkembangannya sangat pesat, yaitu Kecamatan Grogol. Perkembangan pesat di Kecamatan Grogol ini ini mengundang banyak pendatang untuk bekerja sebagai buruh industri yang kemudian tidak dapat mengakses perumahan formal sebagai akibat kurangnya penyediaan rumah formal bagi buruh industri. Dengan latar belakang dan karakteristik yang berbeda-beda, para pendatang mengakses perumahan dengan preferensi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi pengaruh dalam preferensi untuk bermukim pada buruh industri besar di Kecamatan Grogol. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan kuesioner, serta pengumpulan data sekunder melalui pengumpulan data instansional dan studi literatur. Teknik analisis yang dipakai adalah analisis faktor. Hasil analisis yang mendapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi buruh industri dalam menentukan lokasi bermukim adalah faktor kondisi rumah dan kualitas lingkungan, faktor kenyamanan lingkungan dan jarak tempat kerja, faktor keamanan mengakses layanan umum, serta yang terakhir adalah faktor sarana dasar. Faktor dominan yang mempengaruhi buruh industri besar di Kecamatan Grogol dalam memilih tempat tinggal adalah faktor kondisi rumah dan kualitas lingkungan. Kata kunci: buruh industri; kawasan industri; Kecamatan Grogol; tempat bermukim; preferensi bermukim Abstract The hinterland of Surakarta City is a strategic region for the development of the industrial sector, including of which is in Sukoharjo Regency. According to the Sukoharjo Regency Industrial Development Plan for 2018-2038, there is an area in Sukoharjo Regency that is developing very rapidly, namely in Grogol District. The development of the district attracts many migrants as industrial workers who were unable to access formal housing as a result of the lack of provision of formal housing for industrial workers. With different backgrounds and characteristics, the migrants access housing with different preferences based on their needs and desires. This study aims to determine the factors that influence the preference for living of large industrial workers in Grogol District. This research is a quantitative research with primary data collection, through observation and questionnaires, as well as secondary data collection, through institutional data collection and literature studies. The technique analysis of this research is factor analysis. Results reveals that the factors that determine where industrial workers live are condition of the house and quality of environment, the comfort factor of the environment and distance to the workplace, the safety factor in accessing public services, and the basic facilities factor. Particularly, dominant factors for large-industrial workers in Grogol District in choosing a place to live are the condition of the house and the quality of the environment. Keywords: industrial worker; industrial area; Grogol District; place to live; settlement preference 1. PENDAHULUAN Perkembangan sektor industri saat ini mampu mentransformasi struktur perekonomian di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan kontribusi sektor industri dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) yang mampu mengalahkan kontribusi sektor pertanian di Indonesia (Kustanto, Oktaviani, Sinaga, & Firdaus, 2012). Sektor industri juga mampu menciptakan Desa-Kota, Vol. 5, No. 2, 2023, 38-50 lapangan pekerjaan dengan menyerap tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran (Zenda & Suparno, 2017). Industri cenderung berkembang dan beraglomerasi di daerah dengan potensi yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pelaku kegiatan industri dan memberikan manfaat bagi pelaku kegiatan industri dengan adanya industri yang berdekatan (Muna, 2009). Salah satu kabupaten yang memiliki potensi pengambanagn sector industri dan mengandalkan sektor industri adalah Kabupaten Sukoharjo. Kedudukannya sebagai hinterland Kota Surakarta memberikan keuntungan lokasi strategis dalam pengembangan sektor industri. Sektor industri di Kabupaten Sukoharjo memberikan kontribusi signifikan dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan dasar harga berlaku tahun 2021 sebesar 39,14% (Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukoharjo, 2021). Dalam Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Sukoharjo 2018-2038, Kecamatan Grogol merupakan kecamatan dengan pertumbuhan paling menonjol dibandingkan dengan kecamatan lain (Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, 2018). Hal ini menjadikan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan tambahan lapangan kerja maupun peluang usaha. Kecamatan Grogol memiliki pertumbuhan industri yang pesat selama lima tahun terakhir, dimana peningkatan luasan lahan industri sebesar 25% dari 285,21 hektar menjadi 382,85 hektar pada periode 2016-2021. Dari beragamnya sektor industri di Kecamatan Grogol, sektor industri skala besar memiliki dampak signifikan bagi lingkungan sekitarnya. Hal ini ditandai dengan berkembangnya industri tekstil dan garmen yang menarik banyak penduduk untuk bertempat tinggal dan pindah ke daerah tersebut. Hal ini kemudian diikuti dengan munculnya pembangunan kawasan permukiman menengah dan rendah di sekitar kawasan industri (Mardiansjah, Handayani, & Setyono, 2018). Industri besar merupakan industri yang mempunyai pekerja lebih dari 100 orang (Badan Pusat Statistik, 2023). Berdasarkan pengertian mengenai industri besar, maka Kecamatan Grogol memiliki tiga industri besar. Industri besar tersebut beserta lokasi persebarannya dapat ditinjau pada Gambar 1. Menurut Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 64 Tahun 2016 tentang Besaran Jumlah Tenaga Kerja dan Nilai Investasi untuk Klasifikasi Usaha Industri, dikatakan bahwa industri besar mempunyai pekerja lebih dari 20 orang dan mempunyai nilai investasi di atas Rp 15.000.000.000,00 (Kementerian Perindustrian, 2016). Nilai investasi merupakan nilai perusahaan yang harus dibayarkan oleh calon pembeli (investor) apabila perusahaan akan dijual (Prasetyorini, 2013). Gambar 1. Peta Persebaran Industri Besar di Kecamatan Grogol Dengan adanya industri b (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.uns.ac.id/jdk/article/download/72229/41806
Article home page: https://jurnal.uns.ac.id/jdk/article/view/72229/41806

Fiki Octavia, Mukaromah Hakimatul, Isti Andini. Preferensi Bermukim Buruh Industri Besar di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Desa-Kota : Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Pemukiman, 2023, pp. 38-50,