KECELAKAAN LALULINTAS : PERLUKAH MENDAPATKAN PERHATIAN KHUSUS?

AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh, Dec 2019

Kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab utama kematian akibat cedera baik di negara berkembang ataupun negara maju. Angka kejadian kecelakaan lalu lintas terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan meningkatnya pengguna kenderaan bermotor terutama di negara berkembang dengan pendapatan rendah dan menengah. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait kecelakan lalu lintas yang terjadi di kawasan Asia Tenggara terutama di Negara Indonesia. Metode yang digunakan adalah dengan menganilisa laporan yang berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas secara global, regional dan lokal khususnya kasus yang terjadi di Indonesia. Dari laporan yang ada,, kasus kecelakaan lalu lintas di hampir semua negara mengalami peningkatan yang diikuti oleh dampak berupa penignkatan angka kematian (mortality rate) dan kecacatan lama (Disability-Adjusted Life Years). Kondisi ini menjadi permasalahan yang besar dibidang kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, perhatian dari seluruh pihak sangat diharapkan agar penurunan angka ke matian dan kecacatan akibat kecelakaan lalu lintas bisa dicapai sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) 2030.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ojs.unimal.ac.id/index.php/averrous/article/download/2083/1188

KECELAKAAN LALULINTAS : PERLUKAH MENDAPATKAN PERHATIAN KHUSUS?

KECELAKAAN LALULINTAS : PERLUKAH MENDAPATKAN PERHATIAN KHUSUS? Muhammad Syahriza1 1 Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, AcehIndonesia Corresponding Author: ; Abstrak Kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab utama kematian akibat cedera baik di negara berkembang ataupun negara maju. Angka kejadian kecelakaan lalu lintas terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan meningkatnya pengguna kenderaan bermotor terutama di negara berkembang dengan pendapatan rendah dan menengah. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait kecelakan lalu lintas yang terjadi di kawasan Asia Tenggara terutama di Negara Indonesia. Metode yang digunakan adalah dengan menganilisa laporan yang berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas secara global, regional dan lokal khususnya kasus yang terjadi di Indonesia. Dari laporan yang ada,, kasus kecelakaan lalu lintas di hampir semua negara mengalami peningkatan yang diikuti oleh dampak berupa penignkatan angka kematian (mortality rate) dan kecacatan lama (DisabilityAdjusted Life Years). Kondisi ini menjadi permasalahan yang besar dibidang kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, perhatian dari seluruh pihak sangat diharapkan agar penurunan angka ke matian dan kecacatan akibat kecelakaan lalu lintas bisa dicapai sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) 2030. Kata Kunci: Disability-Adjusted Life Years; Kecelakaan Lalu Lintas; Mortality Rate; Sustainable Development Goals. ROAD TRAFFIC ACCIDENTS: DOES IT NEED SPECIAL ATTENTION? Abtract Road Traffic Accidents (RTAs) are the major problems in both developing and developed countries. The numbers of RTAs increase annually and have a closed relationship to the increase of the vehicles especially in the Low and Middle Income Countries. This essay aims to highlight the number of RTAs across the South-east Asia Region especially in Indonesia. The method used in this study is to analyse the report related to the RTAs globally, regionally and locally. As the result, the RTAs has increased across the countries followed by the increased of road mortality rate and Disability-Adjusted Life Years. It becomes the major problem in public health. Therefore, the need for attention from all sectors towards reducing the number of road mortality rate due to traffic accidents can be achieved according to the Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Keyword: Disability-Adjusted Life Years; Road Traffic Accidents; Mortality Rate; Sustainable Development Goals. Jurnal Averrous Vol.5 No.2 November 2019 Page 89-101 PENDAHULUAN Peningkatan jumlah populasi tidak selamanya memberikan dampak positif bagi perkembangan umat manusia. Sering sekali peningkatan jumlah penduduk diikuti oleh meningkatnya permasalahan dalam kehidupan terutama permasalahan dalam bidang kesehatan masyarakat. Salah satu permasalahan besar di bidang kesehatan masyarakat adalah tingginya angka kejadian kecelakaan lalulintas. Selain menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, kecelakaan lalu lintas juga merupakan salah satu penyebab kematian yang paling sering terjadi diantara cedera yang penyebabnya tidak disengaja (unintentional injuries) lainnya seperti cedera akibat terjatuh, tenggelam, terbakar, dan keracunan. Kondisi ini menjadi tantangan besar terhadap target pembangunan berkelanjutan yang tertuang dalam Sustainable Develompment Goals (SDGs) 2030 poin (3.6) yang menyatakan bahwa target penurunan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas secara global sebesar 50% pada tahun 2020.1 Angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas terus meningkat setiap tahunnya dan pada tahun 2016 telah mencapai angka 1,35 juta jiwa.2 Angka kematian tertinggi terjadi di kawasan Afrika (26,6 per 100.000 penduduk) dan Asia Tenggara (20,7 per 100.000 penduduk). Peningkatan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas terutama terjadi pada negara-negara berkembang yang dominan terletak di kawasan Afrika, Asia Tenggara dan Mediterania Timur. Sedangkan negara-negara maju yang terletak di kawasan Amerika, Eropa, dan Pasifik Barat menunjukkan kecenderungan penurunan angka kermatian akibat kecelakan lalu lintas pada tahun 2016 jika dibanding dengan tahun 2013 lalu. 2 Indonesia sebagai sebuah negara dengan penduduk keempat terbanyak di dunia mempunyai resiko yang lebih besar untuk meningkatnya angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas, terlebih lagi Indonesia merupakan negara berkembang dengan penghasilan menengah (middle income country).3-4 Menurut The Organization for Co-operation and Development (OEDC), kecelakaan lalulintas didefinisikan sebagai suatu kecelakaan baik yang terjadi antara satu kenderaan dengan kenderaan lainnya, kenderaan dengan pejalan kaki, kenderaan dengan hewan, atau kenderaan itu sendiri yang terjadi pada jalan umum yang mengakibatkan cedera atau kematian pada satu orang atau lebih.5 Di Indonesia, definisi kecelakaan lalu lintas merujuk kepada definisi yang dikeluarkan oleh Lembaga Kepolisian Neraga Republik Indonesia yang tertuang dalam pasal 1 ayat (3) Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2013 Tentang Tata Cara Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas yang menjelasakan Jurnal Averrous Vol.5 No.2 November 2019 Page 89-101 bahwa “Kecelakaan LaluLlintas adalah suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan kenderaan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian harta benda”.6 Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait angka kejadian kecelakaan lalu lintas di Wilayah Asia Tenggara terutama kejadian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia. Tulisan ini akan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: (1) Bagian pertama akan membahas tentang besarnya skala permasalahan yang berhubungan dengan kejadian kecelakan lalu lintas yang diikuti dengan faktor resiko dan kelompok yang paling rentan terhadap terjadinya kecelakan lalu lintas; (2) Pada bagian yang kedua, tulisan ini akan membahas usaha yang bisa dilakukan untuk mengurangi angka kejadian dan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas; dan (3) Pada bagian yang ketiga akan memberikan kesimpulan dari uraian yang ada. Tulisan ini menggunakan metode analisis terhadap laporan yang berkaitan dengan kecelekaan lalu lintas dan dampak yang ditimbulkan serta praktik baik yang mulai diterapkan untuk mengurangi angka kejadian kecelakaan lalu lintas. Besaran Permasalahan yang Berhubungan dengan Kecelakaan Lalu Lintas Jumlah kematian yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas terus meningkat setiap tahunnya. Meskipun terjadi peningkatan yang signifikan jika dibanding dengan jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2013 yang berjumlah sekitar 1,25 juta jiwa, peningkatan yang terjadi tidak terlepas dengan adanya peningkatan dari jumlah populasi dunia dan jumlah pengguna kenderaaan bermotor.7 Kondisi ini memberikan kesimpulan yang berbeda apabila angka kematian tersebut dibandingkan dengan jumlah populasi yang beresiko terhadap t (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ojs.unimal.ac.id/index.php/averrous/article/download/2083/1188
Article home page: https://ojs.unimal.ac.id/index.php/averrous/article/view/2083/1188

Syahriza Muhammad. KECELAKAAN LALULINTAS : PERLUKAH MENDAPATKAN PERHATIAN KHUSUS?, AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh, 2019, pp. 89-101,