KECELAKAAN LALULINTAS : PERLUKAH MENDAPATKAN PERHATIAN KHUSUS?
KECELAKAAN LALULINTAS : PERLUKAH MENDAPATKAN
PERHATIAN KHUSUS?
Muhammad Syahriza1
1
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, AcehIndonesia
Corresponding Author: ;
Abstrak
Kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab utama kematian akibat cedera baik di negara berkembang ataupun negara
maju. Angka kejadian kecelakaan lalu lintas terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan meningkatnya
pengguna kenderaan bermotor terutama di negara berkembang dengan pendapatan rendah dan menengah. Tulisan
ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait kecelakan lalu lintas yang terjadi di kawasan Asia
Tenggara terutama di Negara Indonesia. Metode yang digunakan adalah dengan menganilisa laporan yang
berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas secara global, regional dan lokal khususnya kasus yang terjadi di
Indonesia. Dari laporan yang ada,, kasus kecelakaan lalu lintas di hampir semua negara mengalami peningkatan
yang diikuti oleh dampak berupa penignkatan angka kematian (mortality rate) dan kecacatan lama (DisabilityAdjusted Life Years). Kondisi ini menjadi permasalahan yang besar dibidang kesehatan masyarakat. Oleh karena
itu, perhatian dari seluruh pihak sangat diharapkan agar penurunan angka ke matian dan kecacatan akibat
kecelakaan lalu lintas bisa dicapai sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) 2030.
Kata Kunci: Disability-Adjusted Life Years; Kecelakaan Lalu Lintas; Mortality Rate; Sustainable Development
Goals.
ROAD TRAFFIC ACCIDENTS: DOES IT NEED SPECIAL
ATTENTION?
Abtract
Road Traffic Accidents (RTAs) are the major problems in both developing and developed countries. The
numbers of RTAs increase annually and have a closed relationship to the increase of the vehicles especially in
the Low and Middle Income Countries. This essay aims to highlight the number of RTAs across the South-east
Asia Region especially in Indonesia. The method used in this study is to analyse the report related to the RTAs
globally, regionally and locally. As the result, the RTAs has increased across the countries followed by the
increased of road mortality rate and Disability-Adjusted Life Years. It becomes the major problem in public
health. Therefore, the need for attention from all sectors towards reducing the number of road mortality rate due to
traffic accidents can be achieved according to the Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
Keyword: Disability-Adjusted Life Years; Road Traffic Accidents; Mortality Rate; Sustainable Development
Goals.
Jurnal Averrous Vol.5 No.2 November 2019
Page 89-101
PENDAHULUAN
Peningkatan jumlah populasi tidak selamanya memberikan dampak positif bagi
perkembangan umat manusia. Sering sekali peningkatan jumlah penduduk diikuti oleh
meningkatnya permasalahan dalam kehidupan terutama permasalahan dalam bidang
kesehatan masyarakat. Salah satu permasalahan besar di bidang kesehatan masyarakat adalah
tingginya angka kejadian kecelakaan lalulintas. Selain menjadi penyebab kematian tertinggi di
dunia, kecelakaan lalu lintas juga merupakan salah satu penyebab kematian yang paling sering
terjadi diantara cedera yang penyebabnya tidak disengaja (unintentional injuries) lainnya
seperti cedera akibat terjatuh, tenggelam, terbakar, dan keracunan. Kondisi ini menjadi
tantangan besar terhadap target pembangunan berkelanjutan yang tertuang dalam Sustainable
Develompment Goals (SDGs) 2030 poin (3.6) yang menyatakan bahwa target penurunan
angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas secara global sebesar 50% pada tahun 2020.1
Angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas terus meningkat setiap tahunnya dan
pada tahun 2016 telah mencapai angka 1,35 juta jiwa.2 Angka kematian tertinggi terjadi di
kawasan Afrika (26,6 per 100.000 penduduk) dan Asia Tenggara (20,7 per 100.000
penduduk). Peningkatan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas terutama terjadi pada
negara-negara berkembang yang dominan terletak di kawasan Afrika, Asia Tenggara dan
Mediterania Timur. Sedangkan negara-negara maju yang terletak di kawasan Amerika, Eropa,
dan Pasifik Barat menunjukkan kecenderungan penurunan angka kermatian akibat kecelakan
lalu lintas pada tahun 2016 jika dibanding dengan tahun 2013 lalu. 2 Indonesia sebagai sebuah
negara dengan penduduk keempat terbanyak di dunia mempunyai resiko yang lebih besar untuk
meningkatnya angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas, terlebih lagi Indonesia merupakan
negara berkembang dengan penghasilan menengah (middle income country).3-4
Menurut The Organization for Co-operation and Development (OEDC), kecelakaan
lalulintas didefinisikan sebagai suatu kecelakaan baik yang terjadi antara satu kenderaan
dengan kenderaan lainnya, kenderaan dengan pejalan kaki, kenderaan dengan hewan, atau
kenderaan itu sendiri yang terjadi pada jalan umum yang mengakibatkan cedera atau kematian
pada satu orang atau lebih.5 Di Indonesia, definisi kecelakaan lalu lintas merujuk kepada
definisi yang dikeluarkan oleh Lembaga Kepolisian Neraga Republik Indonesia yang tertuang
dalam pasal 1 ayat (3) Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 15
Tahun 2013 Tentang Tata Cara Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas yang menjelasakan
Jurnal Averrous Vol.5 No.2 November 2019
Page 89-101
bahwa “Kecelakaan LaluLlintas adalah suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak
disengaja melibatkan kenderaan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan
korban manusia dan/atau kerugian harta benda”.6
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait angka kejadian kecelakaan
lalu lintas di Wilayah Asia Tenggara terutama kejadian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di
Indonesia. Tulisan ini akan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: (1) Bagian pertama akan
membahas tentang besarnya skala permasalahan yang berhubungan dengan kejadian
kecelakan lalu lintas yang diikuti dengan faktor resiko dan kelompok yang paling rentan
terhadap terjadinya kecelakan lalu lintas; (2) Pada bagian yang kedua, tulisan ini akan
membahas usaha yang bisa dilakukan untuk mengurangi angka kejadian dan angka kematian
akibat kecelakaan lalu lintas; dan (3) Pada bagian yang ketiga akan memberikan kesimpulan
dari uraian yang ada. Tulisan ini menggunakan metode analisis terhadap laporan yang berkaitan
dengan kecelekaan lalu lintas dan dampak yang ditimbulkan serta praktik baik yang mulai
diterapkan untuk mengurangi angka kejadian kecelakaan lalu lintas.
Besaran Permasalahan yang Berhubungan dengan Kecelakaan Lalu Lintas
Jumlah kematian yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas terus meningkat setiap
tahunnya. Meskipun terjadi peningkatan yang signifikan jika dibanding dengan jumlah
kematian akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2013 yang berjumlah sekitar 1,25 juta jiwa,
peningkatan yang terjadi tidak terlepas dengan adanya peningkatan dari jumlah populasi dunia
dan jumlah pengguna kenderaaan bermotor.7 Kondisi ini memberikan kesimpulan yang
berbeda apabila angka kematian tersebut dibandingkan dengan jumlah populasi yang beresiko
terhadap t (...truncated)