Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi dan Dokter Layanan Primer Perempuan terhadap Pencegahan Kanker Serviks di Sulawesi Utara

e-CliniC, Oct 2023

Abstract: Cervical cancer is a health problem in women worldwide with a high prevalence, however, the coverage rate for prevention and screening or early detection of cervical cancer in Sulawesi is still low. This study aimed to obtained the description of knowledge, attitude, and behavior of obstetrics and gynecology specialists and female primary care doctors towards cervical cancer prevention in North Sulawesi. This was a descriptive stufy with a cross-sectional design through a survey with a Google form questionnaire as the research instrument. The results showed that questionnaires from 33 obstetrics and gynecology specialists and 71 primary care doctors were obtained. The measurement of variables towards prevention of cervical cancer in obstetrics and gynecology specialists resulted in good knowledge (100%), supportive attitude (100%), and following behavior (78.8%). In the primary care doctors, the results were good knowledge (91.5%), supportive attitude (98.6%), and following behavior (63.4%) towards cervical cancer prevention. However, there were seven obstetrics and gynecology specialists who did not have following behavior because they were very busy or did not have time to do vaccination or screening; one (1.4%) primary care doctor whose attitude was not supportive due to environmental and perception differences; and 26 (36.6%) whose did not have following behavior because they were very busy or did not have time to do screening or vaccinations. In conclusion, the majority of respondents in this study have good knowledge, supportive attitudes, and following behaviors to cervical cancer prevention in North Sulawesi. Keywords: obstetrics gynecology specialists; primary care doctors; cervical cancer; prevention. Abstrak: Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan pada perempuan di seluruh dunia dengan prevalensi yang masih tinggi, namun angka cakupan pencegahan dan skrining atau deteksi dini kanker serviks di Sulawesi tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku dokter spesialis obstetri ginekologi (SpOG) dan dokter layanan primer (DLP) perempuan terhadap pencegahan kanker serviks di Sulawesi Utara. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang melalui survei dengan kuesioner google form sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian mendapatkan kuesioner dari 33 responden dokter SpOG dan 71 responden DLP. Hasil pengukuran variabel terhadap pencegahan kanker serviks pada dokter SpOG, ialah pengetahuan baik (100%), sikap mendukung (100%), dan perilaku mengikuti (78,8%). Pada DLP didapatkan pengetahuan baik (91,5%), sikap mendukung (98,6%), dan perilaku mengikuti (63,4%) terhadap pencegahan kanker serviks. Terdapat tujuh dokter SpOG berperilaku tidak mengikuti karena didominasi faktor kesibukan atau belum sempat melakukan vaksin atau skrining, satu (1,4%) DLP yang sikapnya tidak mendukung karena faktor perbedaan lingkungan dan persepsi serta 26 (36,6%) yang perilakunya tidak mengikuti karena didominasi faktor kesibukan atau belum sempat melakukan skrining atau vaksin. Simpulan penelitian ini ialah mayoritas responden penelitian ini memiliki pengetahuan baik, sikap mendukung. dan perilaku mengikuti pencegahan kanker serviks di Sulawesi Utara, Kata kunci: dokter spesialis obstetri ginekologi; dokter layanan primer; kanker serviks; pencegahan

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/eclinic/article/download/45266/44386

Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi dan Dokter Layanan Primer Perempuan terhadap Pencegahan Kanker Serviks di Sulawesi Utara

e-CliniC 2024; Vol. 12, No. 1: 25-34 DOI: https://doi.org/10.35790/ecl.v12i1.45266 URL Homepage: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/eclinic Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi dan Dokter Layanan Primer Perempuan terhadap Pencegahan Kanker Serviks di Sulawesi Utara Knowledge, Attitude, and Behavior of Obstetrics and Gynaecology Specialists and Female Primary Care Doctors towards Cervical Cancer Prevention in North Sulawesi Intan Safitri,1 Suzanna P. Mongan,2 John J. E. Wantania2 1 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia 2 Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia E-mail: Received: January 9, 2023; Accepted: October 22, 2023; Published online: October 26, 2023 Abstract: Cervical cancer is a health problem in women worldwide with a high prevalence, however, the coverage rate for prevention and screening or early detection of cervical cancer in Sulawesi is still low. This study aimed to obtained the description of knowledge, attitude, and behavior of obstetrics and gynaecology specialists and female primary care doctors towards cervical cancer prevention in North Sulawesi. This was a descriptive stufy with a cross-sectional design through a survey with a Google form questionnaire as the research instrument. The results showed that questionnaires from 33 obstetrics and gynecology specialists and 71 primary care doctors were obtained. The measurement of variables towards prevention of cervical cancer in obstetrics and gynaecology specialists resulted in good knowledge (100%), supportive attitude (100%), and following behavior (78.8%). In the primary care doctors, the results were good knowledge (91.5%), supportive attitude (98.6%), and following behavior (63.4%) towards cervical cancer prevention. However, there were seven obstetrics and gynaecology specialists who did not have following behavior because they were very busy or did not have time to do vaccination or screening; one (1.4%) primary care doctor whose attitude was not supportive due to environmental and perception differences; and 26 (36.6%) who did not have following behavior because they were very busy or did not have time to do screening or vaccinations. In conclusion, the majority of respondents in this study have good knowledge, supportive attitudes, and following behaviors to cervical cancer prevention in North Sulawesi. Keywords: obstetrics gynaecology specialists; primary care doctors; cervical cancer; prevention. Abstrak: Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan pada perempuan di seluruh dunia dengan prevalensi yang masih tinggi, namun angka cakupan pencegahan dan skrining atau deteksi dini kanker serviks di Sulawesi tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku dokter spesialis obstetri ginekologi (SpOG) dan dokter layanan primer (DLP) perempuan terhadap pencegahan kanker serviks di Sulawesi Utara. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang melalui survei dengan kuesioner google form sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian mendapatkan kuesioner dari 33 responden dokter SpOG dan 71 responden DLP. Hasil pengukuran variabel terhadap pencegahan kanker serviks pada dokter SpOG, ialah pengetahuan baik (100%), sikap mendukung (100%), dan perilaku mengikuti (78,8%). Pada DLP didapatkan pengetahuan baik (91,5%), sikap mendukung (98,6%), dan perilaku mengikuti (63,4%) terhadap pencegahan kanker serviks. Terdapat tujuh dokter SpOG berperilaku tidak mengikuti karena didominasi faktor kesibukan atau belum sempat melakukan vaksin atau skrining, satu (1,4%) DLP yang sikapnya tidak mendukung karena faktor perbedaan lingkungan dan persepsi serta 26 (36,6%) yang perilakunya tidak mengikuti karena didominasi faktor kesibukan atau belum sempat melakukan skrining atau vaksin. Simpulan penelitian ini ialah mayoritas responden penelitian ini memiliki pengetahuan baik, sikap mendukung. dan perilaku mengikuti pencegahan kanker serviks di Sulawesi Utara, Kata kunci: dokter spesialis obstetri ginekologi; dokter layanan primer; kanker serviks; pencegahan 25 26 e-CliniC, Volume 12, Nomor 1, 2024, hlm. 25-34 PENDAHULUAN Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab tingginya angka morbiditas dan mortalitas nomor satu di dunia. Istilah “penyakit tidak menular” merujuk pada berbagai kondisi kesehatan yang bukan disebabkan oleh infeksi akut kuman, memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang, dan seringkali memerlukan pengobatan dan perawatan jangka panjang pula.1 Salah satu kondisi yang termasuk penyakit tidak menular ialah kanker. Kanker memiliki kontribusi besar terhadap transisi epidemiologi yang menyebabkan kanker menjadi salah satu beban ganda masalah kesehatan di seluruh dunia. Beberapa tahun terakhir didapatkan peningkatan insidensi dan mortalitas penyakit kanker, salah satunya yaitu kanker leher rahim.2 Penyakit kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan salah satu PTM yang sampai sekarang masih menjadi masalah kesehatan pada wanita di seluruh dunia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), kanker serviks juga merupakan kanker keempat yang paling sering didiagnosis pada wanita di dunia, dengan sekitar 604.127 kasus baru pada tahun 2020. Sementara itu, sekitar 341.831 wanita meninggal karena kanker serviks di seluruh dunia pada tahun 2020, dan lebih dari 85% kematian ini terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.3 Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2020,4 jumlah kasus baru kanker serviks pada wanita semua usia sebesar 36.633 kasus (9,2%) dari total 213.546 kasus baru kanker pada wanita di Indonesia. Oleh karena jumlah kasus barunya, kanker serviks menempati urutan kedua yaitu setelah kanker payudara (65.858 kasus). Selain itu, jumlah kasus kematian akibat kanker serviks menempati posisi ketiga yaitu sebesar 21.003 kasus (9,0%), setelah kanker payudara (22.430 kasus) di posisi kedua, dan kanker paru (30.843 kasus) di posisi pertama.4 Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tentang situasi penyakit kanker tahun 2015 menyatakan bahwa provinsi Sulawesi Utara berada di urutan ke-13 dari 34 provinsi yang menderita kanker serviks, dengan estimasi kasus sejumlah 1.615 kasus. Selain itu, hasil pemeriksaan terkait kanker serviks yang diperoleh dari Ditjen P2P Kemenkes RI rentang tahun 2018 hingga 2020 menunjukkan bahwa terdapat 367 kasus IVA positif dan 10 kasus curiga kanker serviks pada wanita usia 30-50 tahun di Sulawesi Utara.5 Diterapkannya pencegahan primer dan sekunder kanker serviks melalui vaksinasi HPV dan skrining yang efektif, masing-masing dapat membuat insiden dan mortalitas kanker serviks menurun. Kanker serviks dapat dideteksi saat tahap sebelum kanker (lesi prakanker) yaitu melalui metode inspeksi visual asam asetat (IVA) atau melalui program skrining sitologi berkualitas tinggi dengan uji sitologi Papanicolaou (Pap s (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/eclinic/article/download/45266/44386
Article home page: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/eclinic/article/view/45266/44386

Intan Safitri, Mongan Suzanna P., Wantania John J. E.. Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi dan Dokter Layanan Primer Perempuan terhadap Pencegahan Kanker Serviks di Sulawesi Utara, e-CliniC, 2023, pp. 25-34,