ANALISIS RESIKO KERUNTUHAN LERENG MENGGUNAKAN DISCONTINUITY MAPPING-REMOTE SENSING DAN ANALISIS KINEMATIK DI PIT C2HS, SAMBARATA MINE OPERATION, PT BERAU COAL

INDONESIAN MINING PROFESSIONALS JOURNAL, Dec 2022

Kestabilan lereng merupakan salah satu kunci dalam kegiatan penambangan karena berkaitan secara langsung dengan kegiatan operasional serta keselamatan aktivitas tambang. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kestabilan lereng seperti geometri lereng, karakteristik fisik dan mekanik material lereng, air, struktur, dan beban seismik (Irwandy, 2016).Pit C2HS adalah salah satu pit yang berada di wilayah operasional site Sambarata Mine Operation (SMO). Berdasarkan Peta Geologi Regional lembar Tanjung Redeb, Sambarata tersusun atas Formasi Berau dan Formasi Steril. Area ini juga menjadi tempat bertemunya beberapa struktur geologi, seperti Sesar Sambarata, Sesar Birang, Antiklin Sentosa, dan Antiklin Rantau Panjang. Kondisi ini menjadikan Sambarata sebagai area struktur kompleks dalam kegiatan penambangan di PT Berau Coal.Pada zona struktur kompleks, diperlukan kinematic analysis untuk mengetahui potensi longsoran yang dipicu oleh struktur. Namun demikian, tidak semua area bisa dijangkau dan aman bagi manusia. Diperlukan alat dan metode khusus untuk dapat mengambil dan memetakan area yang tidak terjangkau tersebut.Metode Discontinuity Mapping-Remote Sensing menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) digunakan untuk mengambil data diskontinuitas. Metode ini memungkinkan pengambilan data diskontinuitas yang lebih banyak dengan cara yang lebih aman. Data yang diperoleh dikelompokkan dalam beberapa zona dan dikorelasikan dengan fracture frequency dari data pemboran. Data ini diolah dan digunakan untuk melakukan analisis kinematik. Potensi longsoran yang disebabkan oleh struktur tersebut dipetakan dalam bentuk hazard map yang menggambarkan resiko keruntuhan lereng di masing-masing zona.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.perhapi.or.id/index.php/impj/article/download/81/75

ANALISIS RESIKO KERUNTUHAN LERENG MENGGUNAKAN DISCONTINUITY MAPPING-REMOTE SENSING DAN ANALISIS KINEMATIK DI PIT C2HS, SAMBARATA MINE OPERATION, PT BERAU COAL

ANALISIS RESIKO KERUNTUHAN LERENG MENGGUNAKAN DISCONTINUITY MAPPING-REMOTE SENSING DAN ANALISIS KINEMATIK DI PIT C2HS, SAMBARATA MINE OPERATION, PT BERAU COAL , Dinefa Yuslima Syaumi², Sindu Umboro³, Lukman Hakim³ PT Berau Coal Energy ²Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran ³PT Berau Coal *E-mail: Artikel masuk : 11-11-2022 , Artikel diterima : 28-11-2022 ABSTRAK Kestabilan lereng merupakan salah satu kunci dalam kegiatan penambangan karena berkaitan secara langsung dengan kegiatan operasional serta keselamatan aktivitas tambang. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kestabilan lereng seperti geometri lereng, karakteristik fisik dan mekanik material lereng, air, struktur, dan beban seismik (Irwandy, 2016). Kata kunci: Analisis Resiko, Discontinuity MappingRemote Sensing, Kestabilan Lereng, Kinematic Analysis, Pit C2HS adalah salah satu pit yang berada di wilayah operasional site Sambarata Mine Operation (SMO). Berdasarkan Peta Geologi Regional lembar Tanjung Redeb, Sambarata tersusun atas Formasi Berau dan Formasi Steril. Area ini juga menjadi tempat bertemunya beberapa struktur geologi, seperti Sesar Sambarata, Sesar Birang, Antiklin Sentosa, dan Antiklin Rantau Panjang. Kondisi ini menjadikan Sambarata sebagai area struktur kompleks dalam kegiatan penambangan di PT Berau Coal. Keywords: Discontinuity Mapping-Remote Sensing, Slope Stability, Kinematic Analysis, Risk Analysis Pada zona struktur kompleks, diperlukan kinematic analysis untuk mengetahui potensi longsoran yang dipicu oleh struktur. Namun demikian, tidak semua area bisa dijangkau dan aman bagi manusia. Diperlukan alat dan metode khusus untuk dapat mengambil dan memetakan area yang tidak terjangkau tersebut. Metode Discontinuity Mapping-Remote Sensing menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) digunakan untuk mengambil data diskontinuitas. Metode ini memungkinkan pengambilan data diskontinuitas yang lebih banyak dengan cara yang lebih aman. Data yang diperoleh dikelompokkan dalam beberapa zona dan dikorelasikan dengan fracture frequency dari data pemboran. Data ini diolah dan digunakan untuk melakukan analisis kinematik. Potensi longsoran yang disebabkan oleh struktur tersebut dipetakan dalam bentuk hazard map yang menggambarkan resiko keruntuhan lereng di masing-masing zona. Doi : https://doi.org/10.36986/impj.v4i2.81 135 Indonesian Mining Professionals Journal Volume 4, Nomor 2, November 2022 : 135-144 ABSTRACT maupun perencanaan tambang tambang itu Slope stability is one of the keys in mining activities because it is directly related to operational activities and the safety of mining activities. There are several factors that affect slope stability such as slope geometry, physical and mechanical characteristics of slope materials, water, structures, and seismic loads (Irwandy, 2016). sendiri. Berdasarkan aspek geoteknik, terdapat Pit C2HS is one of the pits that located in the operational area of the Sambarata Mine Operation (SMO) site. Based on the Tanjung Redeb Regional Geological Map, Sambarata is composed of the Berau Formation and the Sterile Formation. There are several geological structures there such as the Sambarata Fault, Birang Fault, Sentosa Anticline, and Rantau Panjang Anticline. This condition makes Sambarata a complex structural area in mining activities at PT Berau Coal. dan keberadaan struktur geologi (Irwandy, Discontinuity Mapping-Remote Sensing method using Unmanned Aerial Vehicle (UAV) is used to retrieve discontinuity data. This method allows the retrieval of more discontinuity data in a more secure manner. The data obtained are grouped into several zones and correlated with the fracture frequency of the drilling data. This data is processed and used to perform kinematic analysis. The potential for landslides caused by these structures is mapped in the form of a hazard map that describes the risk of slope failure in each zone. proses PENDAHULUAN geologi, seperti metode scanline, window, dan Kegiatan penambangan batubara merupakan remote sensing. Namun demikian, tidak semua salah yang area bisa dijangkau dan aman bagi manusia. menggunakan metode penambangan terbuka. Diperlukan alat dan metode khusus untuk Kegiatan dapat mengambil dan memetakan area yang satu kegiatan kegiatan penambangan penambangan penambangan ini merupakan yang aktivitasnya beberapa aspek yang mempengaruhi kondisi kestabilan lereng pada lereng tambang terbuka seperti geometri lereng itu sendiri, karakteristik fisik dan mekanik material penyusun lereng, kondisi air, beban seismik, 2016) Terdapat beberapa metode analisis geoteknik untuk mengetahui stabilitas lereng. Salah satunya adalah metode analisis kinematik. Analisis kinematika adalah salah satu metode analisis dengan cara merekonstruksi pergerakan yang terjadi pada saat adanya deformasi pada batuan. Analisis kinematik menggunakan orientasi struktur geologi, orientasi lereng dan sudut gesek batuan sebagai parameter yang diproyeksikan dalam stereonet untuk mengetahui tipe, arah, dan potensi longsoran yang diperoleh dari hasil pemetaan struktur geologi. (Arif, 2016). Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk melakukan pemetaan struktur tidak terjangkau tersebut. dengan dilakukan di atas atau relatif berada dekat melakukan dengan Pelaksanaan Sensing menggunakan bantuan alat Unmanned kegiatan penambangan terbuka membutuhkan Aerial Vehicle (UAV) yang selanjutnya data beberapa perencanaan yang baik, baik itu dari hasil pemetaan tersebut dianalisis dengan segi menggunakan metode analisis kinematik dan permukaan keamanan, bumi. geoteknik, lingkungan, discontinuity Yaitu analisis resiko. 136 Mapping-Remote Indonesian Mining Professionals Journal Volume 4, Nomor 2, November 2022 : 135-144 Pada pelaksanaannya, Metode ini cocok untuk Birang, Antiklin Sentosa, dan Antiklin Rantau digunakan pada tambang yang merupakan area Panjang (Gambar 1). Hal ini tentunya menjadi kompleks dari struktur geologi seperti pada Pit perhatian khusus di mana selain melakukan C2HS. Pit C2HS merupakan salah satu pit analisis kestabilan lereng secara keseluruhan, aktif kegiatan diperlukan juga pemetaan struktur geologi penambangan oleh PT Berau Coal, yang guna menilai resiko terhadap keruntuhan tepatnya berada di Sambarata Mine Operation berdasarkan keberadaan struktur geologi. yang masih dilakukan (SMO). Adapun tujuan dari penulisan karya tulis ini Berdasarkan Peta Geologi Regional Lembar adalah untuk mengetahui resiko keruntuhan Tanjung Redeb, Pit C2HS tersusun dari dua yang terdapat di Pit C2HS berdasarkan formasi, yakni Formasi Berau dan Formasi keberadaan dari struktur geologi. Hasil dari Steril (Gambar 1). Secara regional, dapat analisis resiko ini nantinya akan digunakan diketahui juga bahwa Pit C2HS termasuk ke untuk menentukan rekomendasi yang tepat dalam area struktur kompleks. Di dalamnya guna menangani resiko yang muncul dari terdapat adanya keberad (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.perhapi.or.id/index.php/impj/article/download/81/75
Article home page: https://jurnal.perhapi.or.id/index.php/impj/article/view/81/75

Firmansyah Yuzar Chairil, Syaumi Dinefa Yuslima, Hakim Lukman. ANALISIS RESIKO KERUNTUHAN LERENG MENGGUNAKAN DISCONTINUITY MAPPING-REMOTE SENSING DAN ANALISIS KINEMATIK DI PIT C2HS, SAMBARATA MINE OPERATION, PT BERAU COAL, INDONESIAN MINING PROFESSIONALS JOURNAL, 2022, pp. 135-144,