Penyuluhan Gizi Seimbang dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada ibu hamil di Dusun Bonto Biraeng Kec. Marusu Kab. Maros

DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), Jul 2023

Bonto Mate'ne Village is a village located in the Marusu District, Maros Regency, South Sulawesi Province where there are pregnant women who experience nutritional problems during pregnancy such as Chronic Energy Deficiency (KEK). Implementation of community service activities, namely counselling on balanced nutrition and clean living behaviour for pregnant women. The output of implementing community service is to provide understanding to the community, especially pregnant women about balanced nutrition and clean and healthy living behaviour so that they can apply it to their lives to reduce the risk of other health problems. The capacity for conducting outreach is limited to one hamlet with a target number of 6 people because the implementation of community service is still in a state of the Covid-19 pandemic, which is limited to a program from the government in the form of PPKM. In the results of the implementation, before the counselling on balanced nutrition, the number of respondents who understood as many as 2 people and who did not understand as many as 4 people, after the counselling the number of respondents who understood as many as 4 people and there were still 2 people who did not understand related to balanced nutrition. While before the counselling on clean and healthy living behaviour, the number of respondents who understood was 3 people and those who did not understand were 3 people, after counselling the number of respondents who understood was 5 people and there was still 1 person who did not understand related to clean and healthy living behaviour. The conclusion from community service activities, in general, went smoothly and there was a change in understanding after counselling. It is hoped that the implementation of health education in the community needs to be carried out systematically and continuously so that the community can overcome existing health problems and improve optimal health.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.pnm.ac.id/index.php/dikemas/article/download/305/359

Penyuluhan Gizi Seimbang dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada ibu hamil di Dusun Bonto Biraeng Kec. Marusu Kab. Maros

E-ISSN: 2581-1932 JURNAL DIKEMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) DIKEMAS VOL. 7, No. 1 Tahun 2023 Penyuluhan Gizi Seimbang dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada ibu hamil di Dusun Bonto Biraeng Kec. Marusu Kab. Maros Kurnia Yusuf1, Suherman I Rate2, Icha Dian Nurcahyani3 1 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salewangang Maros 2 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Adila di Kota Bandar Lampung 3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salewangang Maros 1 email: Abstrak Desa Bonto Mate’ne merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan dimana terdapat ibu hamil yang mengalami masalah gizi selama kehamilan seperti Kekurangan Energi Kronik (KEK). Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu penyuluhan gizi seimbang dan perilaku hidup bersih pada ibu hamil. Luaran dari pelaksanakan pengabdian masyarakat yaitu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama yang hamil mengenai gizi seimbang dan perilaku hidup bersih dan sehat agar kiranya dapat menerapkan pada kehidupannya guna mengurangi resiko masalah kesehatan lainnya. Kapasitas pelaksaan penyuluhan dibatasi menjadi satu dusun dengan jumlah sasaran sebanyak 6 orang karena pelaksanaan pengabdian masyarakat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19 yang dalam kesehariannya dibatasi dengan program dari pemerintah berupa PPKM. Pada hasil pelaksanaan, sebelum penyuluhan gizi seimbang, jumlah responden yang mengerti sebanyak 2 orang dan yang tidak mengerti sebanyak 4 orang, sesudah penyuluhan jumlah responden yang mengerti sebanyak 4 orang dan masih ada 2 orang yang belum mengerti terkait gizi seimbang. Sementara sebelum penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat, jumlah responden yang mengerti sebanyak 3 orang dan yang tidak mengerti sebanyak 3 orang, sesudah penyuluhan jumlah responden yang mengerti sebanyak 5 orang dan masih ada 1orang yang belum mengerti terkait perilaku hidup bersih dan sehat. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat secara umum berjalan lancar dan terdapat perubahan pemahaman setelah penyuluhan. Diharapkan pelaksanaan penyuluhan mengenai kesehatan di masyarakat perlu dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan agar masyarakat mampu mengatasi masalah kesehatan yang ada bahna meningkkan kesehatan yang lebih optimal. Kata Kunci: Gizi Seimbang, Perilaku Hidup Bersih, Ibu Hamil Abstract Bonto Mate'ne Village is a village located in the Marusu District, Maros Regency, South Sulawesi Province where there are pregnant women who experience nutritional problems during pregnancy such as Chronic Energy Deficiency (KEK). Implementation of community service activities, namely counselling on balanced nutrition and clean living behaviour for pregnant women. The output of implementing community service is to provide understanding to the community, especially pregnant women about balanced nutrition and clean and healthy living behaviour so that they can apply it to their lives to reduce the risk of other health problems. The capacity for conducting outreach is limited to one hamlet with a 46 47 target number of 6 people because the implementation of community service is still in a state of the Covid19 pandemic, which is limited to a program from the government in the form of PPKM. In the results of the implementation, before the counselling on balanced nutrition, the number of respondents who understood as many as 2 people and who did not understand as many as 4 people, after the counselling the number of respondents who understood as many as 4 people and there were still 2 people who did not understand related to balanced nutrition. While before the counselling on clean and healthy living behaviour, the number of respondents who understood was 3 people and those who did not understand were 3 people, after counselling the number of respondents who understood was 5 people and there was still 1 person who did not understand related to clean and healthy living behaviour. The conclusion from community service activities, in general, went smoothly and there was a change in understanding after counselling. It is hoped that the implementation of health education in the community needs to be carried out systematically and continuously so that the community can overcome existing health problems and improve optimal health. Keywords: Balanced Nutrition, Clean Living Behavior, Pregnant Women 1. PENDAHULUAN Ibu hamil membutuhkan zat gizi yang lebih banyak dibandingkan saat tidak hamil. Hal ini disebabkan oleh zat-zat gizi yang dikonsumsi adalah untuk ibu dan janin. Janin tumbuh dengan mengambil zat-zat makanan yang dikonsumsi oleh ibu dan dari simpanan zat makanan yang dikonsumsi oleh ibu dan dari simpanan zat gizi yang berasal dari tubuh ibu. Selama hamil seorang ibu harus menambah jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi untuk mencukupi kebutuhan pertumbuhan bayi dan kebutuhan ibu yang sedang mengandung, serta untuk memproduksi air susu ibu (ASI) [2]. Pengetahuan gizi seimbang yaitu pengetahuan terkait makanan dan zat gizi, sumber-sumber zat gizi pada makanan, makanan yangaman dikonsumsi sehingga tidak menimbulkan penyakit dan bagaimana cara mengolah makanan yang baik agar zat gizi dalam makanan tidak hilang serta bagaimana hidup sehat [9]. Sedangkan Gizi Seimbang merupakan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi [5]. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat maupun menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Dengan demikian, PHBS mencakup beratus-ratus bahkan mungkin beribu-ribu perilaku yang harus dipraktikkan dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2015), menyebutkan bahwa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat. Penyuluhan ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai gizi seimbang dan perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat di Kabupaten Maros. Penerapan Gizi seimbang dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat setidaknya dapat mengurangi resiko gangguan kesehatan ibu hamil . Ibu hamil merupakan salah satu JURNAL DIKEMAS VOL. 7, No. 1 Tahun 2023 48 kategori yang sangat rawan mengalami gangguan kesehatan ketika mengalami masalah gizi atau kebersihan lingkungan. Salah satu gangguan ketika terjadi masalah gizi pada ibu hamil biasanya terjadi penurunan daya tahan tubuh. Sehingga resiko untuk menderita COVID-19 jauh lebi (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.pnm.ac.id/index.php/dikemas/article/download/305/359
Article home page: https://journal.pnm.ac.id/index.php/dikemas/article/view/305/359

Rate Suherman, Yusuf Kurnia, Icha DIan Nurcahyani. Penyuluhan Gizi Seimbang dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada ibu hamil di Dusun Bonto Biraeng Kec. Marusu Kab. Maros, DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 2023,