Dampak Ekonomi Dan Sosial Budaya Perkembangan Hotel Di Prawirotaman II

Edutourism : Journal Of Tourism Reseach, Dec 2023

Prawirotaman atau yang dikenal dengan Kampung Bule berkembang menjadi kawasan pariwisata sejak era 90-an. Keberadaan Hotel melati dan guest house berbaris rapi di sepanjang jalan. Usaha akomodasi tersebut merupakan milik warga setempat dan dikelola secara pribadi. Namun, sejak tahun 2014 silam muncul hotel bintang di kawasan tersebut yang berdampak pada kondisi lingkungan sekitar, terutama usaha hotel melati. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini membahas dampak ekonomi dan sosial budaya yang ditimbulkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak ekonomi dan sosial budaya yang ditimbulkan akibat perkembangan hotel bintang terhadap lingkungan sekitar terutama usaha akomodasi lain. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan in-depth interview dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan hotel bintang di Prawirotaman menimbulkan dampak negatif berupa persaingan harga sewa kamar, menurunnya tingkat hunian kamar, dan dampak dalam kehidupan sehari-hari seperti kemacetan, gangguan siaran televisi, dan polusi suara. Dampak positif yang terjadi berupa meningkatnya kualitas pelayanan dan perawatan hotel serta meningkatnya promosi hotel melalui jalur online.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejurnal.polnes.ac.id/index.php/edutourism/article/download/686/462

Dampak Ekonomi Dan Sosial Budaya Perkembangan Hotel Di Prawirotaman II

Edutourism Journal of Tourism Research p-ISSN: 2686-4746 e-ISSN: 2721-1371 Dampak Ekonomi Dan Sosial Budaya Perkembangan Hotel Di Prawirotaman II Luluk Nihayati1*, Edouard Aryadi2* 1,2 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta, 55198, Indonesia Email: ABSTRACT Prawirotaman atau yang dikenal dengan Kampung Bule berkembang menjadi kawasan pariwisata sejak era 90-an. Keberadaan Hotel melati dan guest house berbaris rapi di sepanjang jalan. Usaha akomodasi tersebut merupakan milik warga setempat dan dikelola secara pribadi. Namun, sejak tahun 2014 silam muncul hotel bintang di kawasan tersebut yang berdampak pada kondisi lingkungan sekitar, terutama usaha hotel melati. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini membahas dampak ekonomi dan sosial budaya yang ditimbulkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak ekonomi dan sosial budaya yang ditimbulkan akibat perkembangan hotel bintang terhadap lingkungan sekitar terutama usaha akomodasi lain. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan in-depth interview dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan hotel bintang di Prawirotaman menimbulkan dampak negatif berupa persaingan harga sewa kamar, menurunnya tingkat hunian kamar, dan dampak dalam kehidupan sehari-hari seperti kemacetan, gangguan siaran televisi, dan polusi suara. Dampak positif yang terjadi berupa meningkatnya kualitas pelayanan dan perawatan hotel serta meningkatnya promosi hotel melalui jalur online. 1. ARTICLE HISTORY Submitted:24-11-2023 Revised: 30-11-2023 Accepted:02-12-2023 Online first:05-12-2023 KEYWORDS Pariwisata, hotel melati, dampak pariwisata Pendahuluan Pariwisata merupakan sektor ekonomi penting di Indonesia yang tidak dapat berdiri sendiri. Keberadaannya harus didukung oleh aspek-aspek lainnya seperti sumber daya alam, sumber daya manusia yang mumpuni, serta industri yang sehat. Berdasarkan [1] kepariwisataan merupakan pembangunan nasional yang dilakukan secara sistematis, terencana terpadu, berkelanjutan dan bertanggung jawab dengan tetap memberikan perlindungan terhadap nilai-nilai agama, budaya yang hidup dalam masyarakat, kelestarian dan mutu lingkungan Vol 05 No 2 - 2023 Page 158 of 171 Edutourism Journal of Tourism Research p-ISSN: 2686-4746 e-ISSN: 2721-1371 hidup, serta kepentingan nasional. Pariwisata berkaitan dengan perjalanan, liburan, dan kegiatan rekreasi yang dilakukan oleh orang-orang saat mereka bepergian ke tempat-tempat yang berbeda, baik dalam negeri maupun ke luar negeri Pembangunan kepariwisataan berperanan penting dalam penyerapan tenaga kerja, pemerataan kesempatan berusaha, pemerataan pembangunan nasional, dan memberi kontribusi dalam penerimaan devisa negara yang dihasilkan dari kunjungan wisatawan mancanegara. Perkembangan industri pariwisata terjadi sangat cepat. Di sisi lain, pariwisata merupakan hal yang paling cepat terdampak atas gejala sosial maupun lingkungan yang terjadi baik secara mikro maupun mikro. Seperti masalah global yang melanda dunia sejak 2020 silam yaitu pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) . Pariwisata mengalami perubahan dalam tiga tahun terakhir sebagai imbas adanya pandemi COVID-19 (Coronavirus Disease 2019). COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus,. Virus tersebut pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina, pada bulan Desember 2019 [2]. Virus ini diperkirakan mulai masuk ke wilayah Indonesia pada awal bulan Maret 2020. Berbagai pembatasan kegiatan masyarakat diterapkan sebagai salah satu kebijakan untuk mencegah penyebaran virus tersebut dan akibatnya pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak oleh krisis akibat pandemi. Namun sejak tahun 2022, kondisi pariwisata di Indonesia khususnya Yogyakarta perlahan mulaimenunjukkan pergerakan. Seiring dengan terealisasinya program Vaksin Covid-19 dan kelonggaran kebijakan oleh pemerintah, masyarakat mulai melakukan kegiatan wisata. Pertumbuhan bisnis akomodasi berperan besar dalam pemenuhan kebutuhan wisatawan di suatu destinasi. [3] Akomodasi adalah suatu yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan misalnya tempat menginap atau tempat tinggal sementara bagi orang yang berpergian Hal tersebut yang terjadi di Yogyakarta dalam kurun waktu kurang lebih 13 tahun terakhir. Hotel-hotel berdiri silih berganti dengan beragam kelas. Berdasarkan data [4] jumlah hotel di Yogyakarta hingga 2022 tercatat 1.833 unit, terdiri atas 172 unit hotel berbintang dan 1.661 unit hotel nonbintang. Sektor inipun berkontribusi sangat signifikan, hingga mencapai rata-rata 21 persen dari Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak era 90-an Prawirotaman terkenal akan hotel-hotel melati dan guest house dengan harga murah, namun sejak tahun 2009 terakhir kawasan tersebut mulai dijejali hotel-hotel bintang yang dikhawatirkan akan mengancam eksistensi hotel melati. Pembangunan hotel-hotel Vol 05 No 2 - 2023 Page 159 of 171 Edutourism Journal of Tourism Research p-ISSN: 2686-4746 e-ISSN: 2721-1371 bintang tersebut bermula dari ketersediaan izin, yang merupakan wewenang Dinas Perizinan dalam pemberian sekaligus pencabutan izin operasi hotel. Maraknya perkembangan hotel di Yogyakarta khususnya Kawasan Prawirotaman sejalan dengan fokus kebijakan daerah pada pengembangan sektor wisata. Di sisi lain, pengembangan Hotel yang tidak terkendali justru dapat merusak karakteristik budaya dan membuat kota Yogyakarta semakin tidak nyaman. Terlebih untuk pengusaha kecil hotel melati yang merasa pasarnya terancam. Berdasarkan keresahan tersebut penelitian ini dilakukan guna mengetahui dampak ekonomi dan sosial budaya yang ditimbulkan akibat perkembangan hotel bintang di Prawirotaman. Tidak hanya berpacu dengan keberadaan hotel bintang, hotel melati juga harus berjibaku dengan era new normal akibat pandemi Covid-19. 2. Metode Penelitian Peneilitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang merupakan penelitian dengan maksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah [5]. Metode penelitian kualitatif dilakukan dalam kondisi alamiah, instrumennya adalah peneliti itu sendiri dengan teknik pengumpulan data bersifat triangulasi dan analisis data yang dilakukan bersifat induktif berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan [6]. Lokasi Penelitian ini dilakukan di kawasan Prawirotaman, Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta. Secara spesifik hotel melati dan hotel bintang di sepanjang Jl. Gerilya atau lebih dikenal dengan sebutan Prawirotaman II dijadikan objek dalam penelitian ini. Lokasi tersebut meliputi 3 hotel bintang yaitu Greenhost Boutiqe Hotel, Gallery Prawirotaman, dan hotel Adhistana serta 3 hotel melati yaitu hotel Metro, hotel Makuta, dan hotel Cristalit. Lokasi ini dipilih karena mampu merepresentasikan (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejurnal.polnes.ac.id/index.php/edutourism/article/download/686/462
Article home page: https://ejurnal.polnes.ac.id/index.php/edutourism/article/view/686/462

Luluk Nihayati, Edouard Aryadi. Dampak Ekonomi Dan Sosial Budaya Perkembangan Hotel Di Prawirotaman II, Edutourism : Journal Of Tourism Reseach, 2023, pp. 158-171,