Upaya Peningkatan Hasil Belajar dan Keaktifan Berbantu Media Puzzel pada Materi Bangun Datar Kelas II SD

FONDATIA, Jun 2024

This research aims to address issues occurring in the teaching process in class II of SD N Wirogunan 03 Kartasura, where mathematics instruction still follows a conventional model involving only teacher-led delivery without any real activities to aid students' understanding of the material. The proposed solution is to use puzzle-based learning media to enhance learning outcomes and student engagement in the learning process. This study employs the Classroom Action Research (CAR) method, comprising two cycles with a pre-cycle followed by planning, implementation, observation, and reflection stages. Evaluation of learning outcomes and student engagement is conducted using assessment sheets and observations. The research findings indicate that the use of puzzle-based learning media improves learning outcomes and student engagement. The percentage of learning outcomes in the pretest was 27.2%, increased to 54.6% in cycle I, and reached 81.9% in cycle II. Furthermore, student engagement in the pretest was 36.3%, increased to 63.7% in cycle I, and reached 100% in cycle II. From these research findings, it can be concluded that the use of puzzle-based media effectively enhances learning outcomes and student engagement, creating active and engaging learning experiences.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/fondatia/article/download/4716/2118

Upaya Peningkatan Hasil Belajar dan Keaktifan Berbantu Media Puzzel pada Materi Bangun Datar Kelas II SD

FONDATIA p-ISSN : 2656-5390 e-ISSN : 2579-6194 Terindeks : SINTA 5, DOAJ, Dimensions, Scilit, Lens, Garuda, Semantic, Google, Base, etc Jurnal Pendidikan Dasar https://doi.org/10.36088/fondatia.v8i2.4716 UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN BERBANTU MEDIA PUZZEL PADA MATERI BANGUN DATAR KELAS II SD Farchana Nur Aufa1, Murfiah Dewi Wulandari2, Mila Ary H3 Universitas Muhammadiyah Surakarta ; Abstract This research aims to address issues occurring in the teaching process in class II of SD N Wirogunan 03 Kartasura, where mathematics instruction still follows a conventional model involving only teacherled delivery without any real activities to aid students' understanding of the material. The proposed solution is to use puzzle-based learning media to enhance learning outcomes and student engagement in the learning process. This study employs the Classroom Action Research (CAR) method, comprising two cycles with a pre-cycle followed by planning, implementation, observation, and reflection stages. Evaluation of learning outcomes and student engagement is conducted using assessment sheets and observations. The research findings indicate that the use of puzzle-based learning media improves learning outcomes and student engagement. The percentage of learning outcomes in the pretest was 27.2%, increased to 54.6% in cycle I, and reached 81.9% in cycle II. Furthermore, student engagement in the pretest was 36.3%, increased to 63.7% in cycle I, and reached 100% in cycle II. From these research findings, it can be concluded that the use of puzzle-based media effectively enhances learning outcomes and student engagement, creating active and engaging learning experiences. Keywords : Learning Outcomes, Activeness, Puzzles Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang terjadi dalam pembelajaran di kelas II SD N Wirogunan 03 Kartasura, di mana pembelajaran matematika masih menggunakan model konvensional yang hanya melibatkan penyampaian guru kepada peserta didik tanpa adanya kegiatan nyata yang dapat membantu peserta didik memahami materi. Solusi yang diajukan adalah menggunakan media pembelajaran puzzle untuk meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang terdiri dari dua siklus dengan tahapan pra siklus diikuti oleh perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Evaluasi hasil belajar dan keterlibatan peserta didik dilakukan menggunakan lembar evaluasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran puzzle Volume 8, Nomor 2, Juni 2024; 248-261 https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/fondatia Jurnal Fondatia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License Farchana Nur Aufa, Murfiah Dewi Wulandari, Mila Ary H dapat meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan peserta didik. Presentase hasil belajar pada pretes adalah 27,2%, meningkat menjadi 54,6% pada siklus I, dan mencapai 81,9% pada siklus II. Selain itu, keterlibatan peserta didik pada pretes adalah 36,3%, meningkat menjadi 63,7% pada siklus I, dan mencapai 100% pada siklus II. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media puzzle efektif meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan peserta didik, menciptakan pembelajaran yang aktif dan menarik. .Kata Kunci: Hasil Belajar, Keaktifan, Puzzle PENDAHULUAN Setiap warga Indonesia memiliki hak untuk memperoleh pendidikan agar dapat aktif berkontribusi dalam kemajuan negara. Pendidikan diutamakan dan dianggap sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.. Hal ini sejalan dengan Husnah (Aliyah, 2021) yang menyatakan bahwa, “Pendidikan merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan seseorang, termasuk dalam memperdalam pemahaman teori dan praktik, serta mencari solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan, sehingga individu memiliki kesiapan untuk menghadapi perubahan dalam kehidupan di masa depanPendidikan memiliki peran yang signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Berbagai langkah telah diambil untuk memperbaiki mutu pendidikan, termasuk upaya inovasi dalam proses belajarmengajar. Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh para pendidik adalah meningkatkan mutu pembelajaran. Mengingat peran pendidikan yang sangat kompleks, setiap tingkat pendidikan harus mengikuti kurikulum yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dengan baik. Oleh karena itu, pembelajaran harus terstruktur dengan baik dan mencapai tujuan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan. Kurikulum dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dengan mempertimbangkan tahap perkembangan individu peserta didik dan keterkaitannya dengan lingkungan sekitar, kebutuhan pembangunan nasional, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta spesifikasi dan level pendidikan dari setiap satuan pendidikan (YAYUK DWI RAHAYU, 2021) Didalam Kurikulum merdeka konsep matematika sangatlah penting karena akan mempengaruhi hasil pemahaman peserta didik serta produktif dalam aktifitas pembelajaran (Inas Fauziah Farda1, 2022). Hal ini dapat dibuktikan bahwa Pembelajaran matematika Volume 8, Nomor 2, Juni 2024 249 Farchana Nur Aufa, Murfiah Dewi Wulandari, Mila Ary H memiliki tujuan untuk mengembangkan keterampilan menghitung, mengukur, dan menerapkan konsep yang relevan dalam situasi kehidupan sehari-hari. Pendekatan pembelajaran ini tidak hanya berfokus pada hafalan, melainkan lebih menekankan pada pemahaman konsep yang harus dipahami oleh peserta didik.. Dalam Penelitian(Setyawan, 2020) menyatakan bahwa bahwa Matematika adalah instrumen pembelajaran yang membimbing peserta didik menuju pencapaian tujuan pendidikan, seperti kemampuan berpikir kritis secara sistematis dan kreatif, merupakan pendekatan yang diadopsi dalam mengembangkan pembelajaran matematika. Hal ini timbul karena matematika memiliki struktur pembelajaran yang erat kaitannya antar konsep, yang memfasilitasi peserta didik untuk berpikir secara logis dan kritis. Seiring berjalannya waktu, perubahan demi perubahan terus terjadi termasuk pada dunia pendidikan. Perkembangan saat ini berdampak pada pendidik untuk mengembangkan inovasi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, para guru perlu menyampaikan pengajaran yang melibatkan interaksi, menginspirasi, menarik, menantang, serta mampu memotivasi siswa untuk terlibat secara aktif. Selain itu, mereka juga harus memberikan kesempatan yang cukup bagi siswa untuk mengeksplorasi inisiatif, kreativitas, dan kemandirian mereka sesuai dengan minat, bakat, dan perkembangan individu. Inovasi ini penting agar pembelajaran tidak terbatas pada satu aspek saja. Oleh karena itu, pendidikan harus memanfaatkan media pembelajaran berupa objek konkret untuk mempermudah proses pembelajaran bagi peserta didik. (Narayani, 2019) Guru sangat menyadari kurangnya penemuan pembel (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/fondatia/article/download/4716/2118
Article home page: https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/fondatia/article/view/4716/2118

Aufa Farchana Nur, Wulandari Murfiah Dewi, H. Mila Ary. Upaya Peningkatan Hasil Belajar dan Keaktifan Berbantu Media Puzzel pada Materi Bangun Datar Kelas II SD, FONDATIA, 2024, pp. 248-261,