Upaya Peningkatan Hasil Belajar dan Keaktifan Berbantu Media Puzzel pada Materi Bangun Datar Kelas II SD
FONDATIA
p-ISSN : 2656-5390
e-ISSN : 2579-6194
Terindeks : SINTA 5, DOAJ,
Dimensions, Scilit, Lens, Garuda,
Semantic, Google, Base, etc
Jurnal Pendidikan Dasar
https://doi.org/10.36088/fondatia.v8i2.4716
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN
BERBANTU MEDIA PUZZEL PADA MATERI
BANGUN DATAR KELAS II SD
Farchana Nur Aufa1, Murfiah Dewi Wulandari2, Mila Ary H3
Universitas Muhammadiyah Surakarta
;
Abstract
This research aims to address issues occurring in the teaching process in class II of SD N Wirogunan
03 Kartasura, where mathematics instruction still follows a conventional model involving only teacherled delivery without any real activities to aid students' understanding of the material. The proposed
solution is to use puzzle-based learning media to enhance learning outcomes and student engagement
in the learning process. This study employs the Classroom Action Research (CAR) method,
comprising two cycles with a pre-cycle followed by planning, implementation, observation, and reflection
stages. Evaluation of learning outcomes and student engagement is conducted using assessment sheets
and observations. The research findings indicate that the use of puzzle-based learning media improves
learning outcomes and student engagement. The percentage of learning outcomes in the pretest was
27.2%, increased to 54.6% in cycle I, and reached 81.9% in cycle II. Furthermore, student
engagement in the pretest was 36.3%, increased to 63.7% in cycle I, and reached 100% in cycle II.
From these research findings, it can be concluded that the use of puzzle-based media effectively
enhances learning outcomes and student engagement, creating active and engaging learning experiences.
Keywords : Learning Outcomes, Activeness, Puzzles
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang terjadi dalam pembelajaran
di kelas II SD N Wirogunan 03 Kartasura, di mana pembelajaran matematika masih
menggunakan model konvensional yang hanya melibatkan penyampaian guru kepada peserta
didik tanpa adanya kegiatan nyata yang dapat membantu peserta didik memahami materi.
Solusi yang diajukan adalah menggunakan media pembelajaran puzzle untuk meningkatkan
hasil belajar dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini
menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang terdiri dari dua siklus dengan
tahapan pra siklus diikuti oleh perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Evaluasi
hasil belajar dan keterlibatan peserta didik dilakukan menggunakan lembar evaluasi dan
observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran puzzle
Volume 8, Nomor 2, Juni 2024; 248-261
https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/fondatia
Jurnal Fondatia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License
Farchana Nur Aufa, Murfiah Dewi Wulandari, Mila Ary H
dapat meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan peserta didik. Presentase hasil belajar pada
pretes adalah 27,2%, meningkat menjadi 54,6% pada siklus I, dan mencapai 81,9% pada
siklus II. Selain itu, keterlibatan peserta didik pada pretes adalah 36,3%, meningkat menjadi
63,7% pada siklus I, dan mencapai 100% pada siklus II. Dari hasil penelitian ini, dapat
disimpulkan bahwa penggunaan media puzzle efektif meningkatkan hasil belajar dan
keterlibatan peserta didik, menciptakan pembelajaran yang aktif dan menarik.
.Kata Kunci: Hasil Belajar, Keaktifan, Puzzle
PENDAHULUAN
Setiap warga Indonesia memiliki hak untuk memperoleh pendidikan agar dapat
aktif berkontribusi dalam kemajuan negara. Pendidikan diutamakan dan dianggap sangat
penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.. Hal ini sejalan dengan Husnah
(Aliyah, 2021) yang menyatakan bahwa, “Pendidikan merupakan upaya untuk
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan seseorang, termasuk dalam memperdalam
pemahaman teori dan praktik, serta mencari solusi atas berbagai masalah yang terkait
dengan pencapaian tujuan, sehingga individu memiliki kesiapan untuk menghadapi
perubahan dalam kehidupan di masa depanPendidikan memiliki peran yang signifikan
dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Berbagai langkah telah
diambil untuk memperbaiki mutu pendidikan, termasuk upaya inovasi dalam proses belajarmengajar. Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh para pendidik adalah meningkatkan
mutu pembelajaran.
Mengingat peran pendidikan yang sangat kompleks, setiap tingkat pendidikan harus
mengikuti kurikulum yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional
dengan baik. Oleh karena itu, pembelajaran harus terstruktur dengan baik dan mencapai
tujuan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan. Kurikulum dirancang untuk
mencapai tujuan pendidikan nasional dengan mempertimbangkan tahap perkembangan
individu peserta didik dan keterkaitannya dengan lingkungan sekitar, kebutuhan
pembangunan nasional, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta
spesifikasi dan level pendidikan dari setiap satuan pendidikan (YAYUK DWI RAHAYU,
2021)
Didalam Kurikulum merdeka konsep matematika sangatlah penting karena akan
mempengaruhi hasil pemahaman peserta didik serta produktif dalam aktifitas pembelajaran
(Inas Fauziah Farda1, 2022). Hal ini dapat dibuktikan bahwa Pembelajaran matematika
Volume 8, Nomor 2, Juni 2024
249
Farchana Nur Aufa, Murfiah Dewi Wulandari, Mila Ary H
memiliki tujuan untuk mengembangkan keterampilan menghitung, mengukur, dan
menerapkan konsep yang relevan dalam situasi kehidupan sehari-hari. Pendekatan
pembelajaran ini tidak hanya berfokus pada hafalan, melainkan lebih menekankan pada
pemahaman konsep yang harus dipahami oleh peserta didik..
Dalam Penelitian(Setyawan, 2020) menyatakan bahwa bahwa Matematika adalah
instrumen pembelajaran yang membimbing peserta didik menuju pencapaian tujuan
pendidikan, seperti kemampuan berpikir kritis secara sistematis dan kreatif, merupakan
pendekatan yang diadopsi dalam mengembangkan pembelajaran matematika. Hal
ini
timbul karena matematika memiliki struktur pembelajaran yang erat kaitannya antar konsep,
yang memfasilitasi peserta didik untuk berpikir secara logis dan kritis.
Seiring berjalannya waktu, perubahan demi perubahan terus terjadi termasuk pada
dunia pendidikan. Perkembangan saat ini berdampak pada pendidik untuk mengembangkan
inovasi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, para guru perlu menyampaikan
pengajaran yang melibatkan interaksi, menginspirasi, menarik, menantang, serta mampu
memotivasi siswa untuk terlibat secara aktif. Selain itu, mereka juga harus memberikan
kesempatan yang cukup bagi siswa untuk mengeksplorasi inisiatif, kreativitas, dan
kemandirian mereka sesuai dengan minat, bakat, dan perkembangan individu. Inovasi ini
penting agar pembelajaran tidak terbatas pada satu aspek saja. Oleh karena itu, pendidikan
harus memanfaatkan media pembelajaran berupa objek konkret untuk mempermudah
proses pembelajaran bagi peserta didik. (Narayani, 2019) Guru sangat menyadari kurangnya
penemuan pembel (...truncated)