The Effect of Variations in the Addition of Vitamin C Doses in Urine on Glucose Levels with the Benedict Method

Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA), Dec 2022

Urine glucose or glucosuria detected by Benedict's method is a pathological condition found to be falsely positive in healthy individuals while consumption of vitamin C during the pandemic can also interfere with urinalysis results. This study aimed to determine the effect of variations in the dose of vitamin C added to urine samples on glucose levels. Pre-experimental research was conducted on 15 healthy student urine samples using a purposive sampling technique. Urine glucose levels were checked using Benedict's method for further intervention with 250 mg, 500 mg, and 1000 mg of vitamin C added to the urine of 25 ml each. Data were analyzed by the Kruskal Wallis test and the Mann Whitney follow-up test it was significant if p < 0,05. The results of the urine glucose examination were found to be positive in Benedict's method with the addition of a dose of vitamin C. Kruskal Wallis analysis showed that the variation in the dose of vitamin C had an effect on Benedict's method with a p-value of 0,000 and the Mann Whitney test showed that the three doses of vitamin C were different in each Urine glucose results on Benedict's method.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://salnesia.id/jika/article/download/361/186

The Effect of Variations in the Addition of Vitamin C Doses in Urine on Glucose Levels with the Benedict Method

Vol. 4, No. 3, Desember 2022, pp 463-469 https://doi.org/10.36590/jika.v4i3.361 http://salnesia.id/index.php/jika , p-ISSN: 2337-9847, e-ISSN: 2686-2883 Penerbit: Sarana Ilmu Indonesia (salnesia) ARTIKEL PENELITIAN Pengaruh Variasi Penambahan Dosis Vitamin C pada Urine terhadap Kadar Glukosa dengan Metode Benedict The Effect of Variations in the Addition of Vitamin C Doses in Urine on Glucose Levels with the Benedict Method Achmadi 1*, Aina Chumairoh2, Septiani3 Prodi Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Binawan, Jakarta Timur, Indonesia 3 Prodi Gizi, Universitas Binawan, Jakarta Timur, Indonesia 1,2 Abstract Urine glucose or glucosuria detected by Benedict's method is a pathological condition found to be falsely positive in healthy individuals while consumption of vitamin C during the pandemic can also interfere with urinalysis results. This study aimed to determine the effect of variations in the dose of vitamin C added to urine samples on glucose levels. Pre-experimental research was conducted on 15 healthy student urine samples using a purposive sampling technique. Urine glucose levels were checked using Benedict's method for further intervention with 250 mg, 500 mg, and 1000 mg of vitamin C added to the urine of 25 ml each. Data were analyzed by the Kruskal Wallis test and the Mann Whitney follow-up test it was significant if p < 0,05. The results of the urine glucose examination were found to be positive in Benedict's method with the addition of a dose of vitamin C. Kruskal Wallis analysis showed that the variation in the dose of vitamin C had an effect on Benedict's method with a p-value of 0,000 and the Mann Whitney test showed that the three doses of vitamin C were different in each Urine glucose results on Benedict's method. Keywords: benedict, glucose urine, vitamin C Article history: PUBLISHED BY: Sarana Ilmu Indonesia (salnesia) Address: Jl. Dr. Ratulangi No. 75A, Baju Bodoa, Maros Baru, Kab. Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Submitted 23 Agustus 2022 Accepted 20 Desember 2022 Published 31 Desember 2022 Email: , Phone: +62 85255155883 463 Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 4, No. 3, Desember 2022 Abstrak Pemeriksaan glukosa urine atau glukosuria yang di deteksi dengan metode benedict adalah kondisi patologis yang ditemukan positif palsu pada individu yang sehat, adapun konsumsi vitamin C selama pandemi juga dapat mengganggu hasil urinalisis. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dosis vitamin C yang ditambahkan pada sampel urine terhadap kadar glukosa. Penelitian pre experimental dilakukan terhadap 15 sampel urine mahasiswa sehat dengan teknik sampling yaitu purposive sampling. Kadar glukosa urine di periksa dengan metode benedict untuk selanjutnya di Intervensi dengan vitamin C dosis 250 mg, 500 mg dan 1000 mg yang ditambahkan pada urine masing masing 25 ml. Data dianalisis dengan uji Kruskall Wallis dan uji lanjut Mann Whitney bermakna apabila p<0,05. Hasil pemeriksaan glukosa urine di temukan positif pada metode benedict dengan penambahan dosis vitamin C. Analisis Kruskall Wallis menunjukkan variasi dosis vitamin C berpengaruh pada metode benedict dengan p-value 0,000 dan uji lanjut Mann Whitney menunjukkan dari ketiga dosis vitamin C yang dilakukan memiliki perbedaan pada tiap hasil glukosa urine pada metode benedict. Kata Kunci: benedict, glukosa urine, vitamin C *Penulis Korespondensi: Achmadi, email: This is an open access article under the CC–BY license PENDAHULUAN Glukosuria merupakan suatu istilah yang mendefinisikan adanya gula pereduksi dalam urine. Sebagian besar glukosuria dapat disebabkan karena terjadinya peningkatan kadar glukosa di dalam darah plasma sehingga kemampuan tubulus untuk dapat menyerap glukosa terganggu. Hal ini dapat terjadi pada penderita diabetes mellitus. Namun Beberapa kasus glukosuria ditemukan pada individu sehat seperti yang terjadi pada glukosuria renal yaitu kondisi langka yang menunjukkan ditemukannya glukosa di dalam urine meskipun kadar glukosa di dalam darahnya normal atau tidak terjadinya peningkatan (Liman MNP, 2022). Pemeriksaan glukosa urine merupakan salah satu parameter pemeriksaan urine rutin. Pemeriksaan glukosa urine dapat dilakukan dengan metode reduksi benedict. Hasil Pemeriksaan glukosa positif tidak bisa digunakan sebagai penegakkan diagnosis namun akan di evaluasi lebih lanjut dengan kadar glukosa di dalam darah, plasma, riwayat pasien dan sebagainya (Mundt, 2016). Pemeriksaan glukosa urine dengan metode benedict di dasarkan pada kemampuan glukosa sebagai zat pereduksi untuk mengubah tembaga sulfat (cuprisulfat) menjadi tembaga oksida (cupro). Tes benedict termasuk uji glukosa yang tidak spesifik karena zat pereduksi yang hadir didalam urine selain glukosa dapat direduksi oleh metode ini seperti galaktosa, laktosa, formalin. Dengan membutuhkan jumlah sampel urine yang sedikit dan biaya yang digunakan pun terhitung cukup murah serta pengujian yang mudah dilakukan menjadikan metode benedict masih banyak di manfaatkan untuk analisis glukosa urine (Gandasoebrata, 2013). Faktor faktor pengganggu hasil urinalisis, vitamin C adalah faktor yang menjadi perhatian khusus. Vitamin C adalah vitamin yang dapat larut dalam air dengan sifat kelarutan (300g/L pada 20◦ C) dan vitamin C tidak dapat larut pada larutan kloroform, eter dan benzena. Vitamin C lebih stabil secara kimia dalam suasana kering Penerbit : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia) p-ISSN: 2337-9847, e-ISSN: 2686-2883 464 Achmadi1 et al. Vol. 4, No. 3, Desember 2022 berbentuk kristal putih. Umumnya sumber vitamin C didapatkan dari buah atau sayur (Yussif, 2019). Vitamin C bekerja sebagai antioksidan dengan mereduksi radikal bebas untuk mencegah terjadinya kerusakan sel (Wibawa et al., 2020). Di masa pandemi, terjadi peningkatan penggunaan dan penjualan vitamin C. menurut LEK.com di Amerika Serikat pada bulan Februari 2020 peningkatan penjualan vitamin C mencapai 3,8 kali di bandingkan bulan Januari (Evan et al., 2020). Di Indonesia peningkatan penggunaan vitamin C pun terjadi menurut riset dari Neurosensum pada tahun 2021 menyebutkan 73% masyarakat Indonesia mengkonsumsi suplemen dan 94% dari responden mengkonsumsi vitamin C selama pandemi (Neurosensum, 2021). Fenomena ini mengindikasikan bahwa setiap orang ingin menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Namun, mengkonsumsi vitamin C yang berlebih nantinya dapat beresiko gangguan pada tubuh diantaranya keluhan gastrointestinal, diare, batu ginjal dan produksi zat besi berlebih yang dapat mengancam pada kematian (Pacier and Martirosyan, 2015; Alfin Septia Putri et al., 2019). Menurut Kementerian Kesehatan angka kecukupan vitamin C untuk orang dewasa yaitu sekitar 75 – 90 mg, bagi ibu hamil sekitar 85 mg, bagi anak anak adalah 45 mg dan untuk bayi sekitar 40 mg (AKG, 2019). Tentunya jumlah asupan vitamin C perlu dioptimalkan agar vitamin C dapat bekerja dengan baik di dalam tubuh dan tidak terlalu berlebih. Hal ini dapat bervariasi setiap orang deng (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://salnesia.id/jika/article/download/361/186
Article home page: https://salnesia.id/jika/article/view/361/186

Achmadi Achmadi, Aina Chumairoh, Septiani Septiani. The Effect of Variations in the Addition of Vitamin C Doses in Urine on Glucose Levels with the Benedict Method, Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA), 2022, pp. 463-469, Volume 4, Issue 3,